
“ ada apa Jendral Xhi Wen? Apakah ada sesuatu?” Tanya Kaisar Xio.
“ saya memiliki satu permintaan Yang mulia apakah yang mulia dapat mengabulkannya?” Tanya Xhi Wen.
“ katakan lah Jendral.” Balas kaisar Xio.
“ besok saat saya pergi untuk menyelesaikan tugas, bisakah saya membawa satu pengikut saya yang mulia?”
“ jika begitu bawalah Jendral, mengapa kau harus bertanya, jika kau ingin membawanya maka bawalah.”
“ saya tentu harus menerima izin mu yang mulia, tidak sopan bagi saya membawa pengikut tetapi tidak meminta izin.”
Ucapa Xhi Wen membuat kaisat Xio tertegun.
“ baiklah Jendral kau di izinkan untuk membawa pengikutmu.” Balas kaisar Xio.
“ terima kasih yang mulia, jika begitu saya mohon undur diri.” Ucap Xhi Wen dan di angguki oleh kaisar Xio.
__ADS_1
Di perjalanan menuju pavilium anggrek Xhi Wen tidak sengaja melewati suatu kurumunan di pavilium mawar.
Xhi Wen pun mendekatkan diri untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.
“ apakah kau tak tau malu mencuri gelang emasku hahh, yang mulia lihat lah perlakuan bawahanmu ini, sangat tidak sopan dan dia seorang pencuri. Dia tidak pantas untuk berada di istana ini.”ucap seorang selir kepada kepala selir yang ada disana.
“ apakah itu benar Lai ning? Apakah kau mencuri gelang itu?” Tanya Xio ling yang menjadi ketua selir di kekaisaran Xio.
“ itu tidak benar yang mulia, aku tidak pernah mencuri gelangnya, aku bahkan tidak tau mengapa dia berada di lemari pakaianku.”ucap lai ning.
Xhi Wen melihat wajah lai ning yang sudah memar akibat sebuah tamparan.
Xhi Wen pun melihat ekspresi para bawahan yang semuanya tertunduk, meskipun semua para bawahan yang tertunduk Xhi Wen dapat menangkap satu seringai di wajah bawahan yang sangat tipis namun bisa di tangkap oleh Xhi Wen.
Dengan satu langkah Xhi Wen mendorong satu bawahan ke tempat dimana bawahan yang sedang di fiknah atas perbuatan yang tidak di lakukannya.
“ siapa kau mengapa kau mendorong ku!” Ucap bawahan itu.
__ADS_1
“ aku sama seperti mu seorang wanita, tetapi berbeda sifat, sifat mu seperti ular diam diam tapi mematikan sedangkan aku tidak, aku tidak akan diam melihat orang yang tidak bersalah di hukum atas perbuatanku” Balas Xhi Wen
“ apa maksud mu, apakah kau pelayan baru disini, jaga sikapmu, kau tidak tau apa apa, kau juga tidak tau apa yang terjadi disini, dan aku ingatkan kau sebagai senior pelayan disini, aku adalah pelayan setia selir xiosih, dan kau masih baru bahkan belum sehari disini kan jadi jaga sikapmu jika tidak kau akan di pecat.” Ucap bawahan itu.
Dia kira Xhi Wen adalah pelayan baru karena pakaian yang di kenakan oleh Xhi Wen memang hanfu biasa tidak mencerminkan bahwa dia seorang jendral.
Ling ling yang kebetulan ada disana melihat Xhi Wen pun ingin berbicara tapi di kedipkan oleh Xhi Wen tanda bahwa ling ling diam saja.
“ apakah benar begitu senior? Wahhh dengan senang hati aku bisa bertemu dengan senior PELAYAN disini. Apa yang bisa kau ajarkan kepadaku, memfiknah?” Ucap Xhi Wen dengan seringainya.
Ling ling pun tertunduk.
“ nyawamu akan melayang xiachi kau tidak tau sedang berhadapan dengan malaikat pencabut nyawa.” Batin ling ling.
“ kau sangat tidak sopan ternyata, yang mulia apakah aku boleh menghukum ketidak sopanannya terhadapku?” Ucap Xiachi kepada selirnya yang kehilangan gelang tersebut.
dengan seringainya pula selir menjawab,
__ADS_1
“dengan berbangga hati aku menperbolehkan mu menghukum pelayan baru itu.” Balas Xiosih.