Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Tragedi desa luye II (revisi)


__ADS_3

“ apakah ada orang?, tolong-tolong aku hiks tolong aku. Ayahh apa itu kau? Ayahh aku sangat lapar, berapa lama lagi aku harus menunggu.” Ucap seseorang di balik pintu lemari itu.


“ wen'er, gege, apakah kalian mendengar seseorang berbicara?” Tanya Jian Ming yang langsung mencari sumber suara.


“ ah Ming'er kau, ahh sudahlah.” Ucap Xhi Wen dan pergi kearah lemari.


“ hai dik apakah kau ada didalam. Jangan takut kami bukan orang jahat.” Ucap Xhi Wen namun tidak ada yang menyahut.


Melihat itu Xhi Wen kembali ke bawah kasur untuk mencari sesuatu.


Saat membuka pakaian mayat itu, Xhi Wen menemukan surat dan sebuah cincin giok yang di balut dengan kain putih.


Di dalam surat itu tertulis.

__ADS_1


“ terima kasih sudah membuka surat ini, itu pertanda bahwa tuan adalah orang yang baik, karena hanya orang baik dan berhati tulus yang bisa membuka surat yang telah aku mantrai ini. Tuan aku ingin meminta tolong kepadamu, bawalah anakku bersamamu, dia akan mengabdi padamu, sebagai imbalannya ambillah cincin ruang ini, semua yang ada disana akan menjadi milikmu tuan, jika tidak di tolong dia akan tiada, dan jika orang lain yang menemukannya akan sangat berbahaya tuan. Jadi tolong bawalah dia tuan, anakku bernama Chang An. Untuk membuka formasi pelindung cukup tuan tempelkan cincin ruang ke kunci lemari tersebut. Terima kasih tuan salam dari saya Chang Ong.”


“ hah kenapa?, apa yang akan terjadi jika dia di tangan orang yang salah? Hmm baiklah aku akan membawanya jika begitu.” Ucap Xhi Wen lalu membuka formasi pelindung itu.


Di dalam lemari itu ada seorang anak kecil berumur 7 tahun, sangat imut dan tampan, putih bersih dan juga memiliki auranya sendiri.


“ hai Chang An, namaku Xhi Wen, aku akan menjagamu mulai sekarang. dan maafkan aku, tidak bisa menolong ayahmu, ayahmu telah berpesan kepadaku untuk menjagamu.” Ucap Xhi Wen to the point.


“ dimana ayahku kak” tanya Chang An dengan nada bicara khas orang yang menangis pilu.


“ dia ada di samping kasur itu Chang An. Sebentar lagi kita akan memakamkannya.” Jawab Xhi Wen.


“ hiks ayahhh.. ayahh… kenapa kau meninggalkan ku, kenapa kau tak membawaku, bukankah kau telah berjanji akan terus menemaniku. Ayahh ini sungguh tidak adil ayahhh.” Ucap Chang An dengan tangis yang sangat pilu.

__ADS_1


“ Chang An sabarlah dulu dik, kakak ingin bertanya apakah kau tau apa yang sebenarnya terjadi di sini?” tanya Jian Chu.


“ aku tidak tau apa yang pasti disini kak, tapi yang jelas saat ayah menyuruhku untuk bersembunyi, aku mendengar suara teriakan orang-orang yang benar benar memilukan, dan juga mendengar tawaan orang-orang jahat.” Ucap Chang An.


“ hemm apakah ada informasi yang lainnya An’er” tanya Xhi Wen.


“ hemm sepertinya aku mendengar mereka membicarakan masalah bulan merah, aku tidak tau apa itu. Mereka mengatakan “kita akan semakin kuat,dan semakin kaya. Aku tidak menyesal mengabdi pada aliansi bulan merah.” Mereka mengatakan itu.” Ucap Chang An.


“ jadi aliansi bulan merah yang melakukan hal ini, lihat lah satu desa sudah di bantai habis olehnya. Aku harus tau apa tujuan mereka sebenarnya.” Ucap Xhi Wen yang menatap jendela kamar tersebut memandang pemandangan yang penuh dengan mayat di luar.


“ Jeje, Ming’er, ayo kita pulang, sekarang tidak ada waktu lagi. Minggu depan aku akan mencari sebab permasalahan ini, ini benar benar keteraluan, tidak ada rasa kemanusiaan sama sekali.” Lanjut Xhi Wen dan di angguki oleh kedua kakak beradik tersebut.


Maafin author ya semua, author selama sebulan ini betul betul kehilangan mood, pengen banget lanjutin ceritanya tapi jadi bingung karena betul betul gada mood. Tapi author usahain yahhh sebagai gantinya tanggal 27 september author bakal up 10 chapter yahh

__ADS_1


__ADS_2