Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Batu giok


__ADS_3

“Baiklah jinan tolong kau antar kan aku kesana , mari kita sama sama melihat apa itu” balas Xhi Wen sambil melangkah dan di ekori dua pemuda tampan itu.


Saat mereka mulai masuk kekamar Xhi Wen , mereka melihat bahwa ada sebuah batu giok yang sangat cantik tengah bersinar indahnya.


“ bukankah ini batu yang aku beli dari nenek di pasar desa yujing?” Ucapnya sambil mengkedutkan sebelah alisnya.


“Benar putri itu adalah barang yang kau beli saat di pasar yujing”. Balas Xioubou .


“ tapi kenapa sekarang dia bersinar indah ?, ahh Ji Nan kapan kau melihatnya bersinar?” Tanya nya kepada Ji Nan.


“ kemarin putri”


Note:


Bagi reader yang nanya apakah waktu di dalam ruang dimensi berbeda dengan dunia luar .


Tentunya berbeda


1 hari di ruang dimensi sama dengan 1 jam di dunia luar.


Jadi 24 hari di ruang dimensi sama dengan 1 hari di dunia luar

__ADS_1


Sedangkan 1 menit di ruang dimensi setara dengan 1 detik di dunia luar.


Balik ke cerita...


“ kalo kemaren , berarti sama dengan saat aku mulai mendengar batin dari tabib itu saat 1 jam yang lalu” ucapnya yang tengah berfikir.


“ oo iya Ji Nan apa kau sudah tau bagaimana aku bisa mendengar suara tabib itu ?”


“Belum putri aku sudah mencarinya tetapi tidak hasil” balas Ji Nan sedikit menyesal karena tidak menemukan apa yang di inginkan oleh junjungannya.


“Hmm baiklah tak apa , aku tidak perlu terlalu terburu buru, pelan-pelan saja mencarinya maka cepat atau lambat kau akan kenemukannya .” Ucap Xhi Wen yang peka terhadap perasaan Ji Nan.


Kriukk..


Seketika susana yang tadinya sedikit sedih dipecahkan oleh suara perut pemuda tampan yang sudah kaku tepat di samping Ji Nan dan Xhi Wen Membuat Xhi Wen tidak bisa menahan tawanya.


Hahahahhahahahahhahaha....


Dan akhirnya tawa Xhi Wen pecah karena mendengar bunyi perut Xioubou dan melihat ekspresi Xioubou yang tengah menahan malu dan clingak clinguk serta menggarukkan tengkuk nya yang tidak gatal.


“ astaga Xioubou kau sangat lucu kenapa tidak mengatakan jika kau lapar ?” Tanya Xhi Wen di tengah tengah tawanya sambil memegang perut yang sudah sakit akibat ketawanya yang tak kunjung berhenti.

__ADS_1


“Putri bisakah kau berhenti tertawa, aku sangat lapar semenjak kita makan di kedai desa yujing” ucap Xioubou sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu lagi .


Melihat itu, Xhi Wen ingin sekali tertawa lebih lepas tetapi dia juga kasihan terhadap Xioubou akhirnya dia memenjamkan mata dan mengambil nafas dalam dan perlahan mengeluarkan nya agar tidak lagi tertawa .


“Baiklah aku tidak akan tertawa lagi” balas Xhi Wen sambil tersenyum menggoda kepada Xioubou yang membuat Xioubou tersenyum kaku karena masih merasa malu.


Sedangkan Ji Nan hanya dapat tertawa di dalam hatinya karena dia menjaga imege nya sebagai seseorang yang tegas dan berwibawa.


“Ohh ya Ji Nan apakah kita memiliki persediaan bahan masak?” Tanya nya


“Tentu ada putri hamba lupa mengatakan juga bahwa semua barang barang anda tersedia disini karena ruang dimensi ini secara otomatis mengambil semua barang anda yang ada di dunia luar , mau itu penting ataupun tidak penting. Jadi semua barang putri tersusun rapi di halaman belakang” ucap jinan


“Benarkah ayo kita lihat”


Belum sempat Ji Nan menjawab, Xhi Wen pun mempercepat langkahnya menuju halaman belakang karena jujur saja dia sangat merindukan hal hal yang ada di dunia modern.


Dan tepat sekali dihalaman belakang sudah terdapat sebuah rumah yang sangat besar milik xhi wen di dunia nya dulu .


Melihat itu membuat jantung xhi wen berdegub kencang dan berlari menuju rumahnya disana sudah seperti rumahnya yang di dunia modern halaman nya , gerbangnya serta semua properti ada di sana.


Dia pun melangkah masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


__ADS_2