Time Travel ;Jendral Xhi Wen

Time Travel ;Jendral Xhi Wen
Tua bangka


__ADS_3

' baiklah putri hamba akan menunggumu ' balas ji nan kemudian telepati mereka hanya sampai disitu.


“ ya emang benar putri ini sudah memeriksa permaisuri , dan dia telah gagal “. Balas kaisar


“ ampun yang mulia saya berfikir bahwa gadis kecil ini yang mungkin telah meracuni sang permaisuri, karena seharus nya ke adaan permaisuri tidak separah ini” ucap tabib itu lagi.


“ apa maksud mu tabib , apa kau yakin ? dia hanya lah seorang gadis kecil apa mungkin ,dia telah berani meracuni permaisuri ?” Tanya nya lagi.


“ ampun yang mulia saya rasa itu benar. Buktinya setelah dia memeriksa keadaan permaisuri , bukannya permaisuri menjadi sehat malah yang ada permaisuri sampai memburuk separah ini kalo bukan racun lalu apa lagi yang mulia .”


“ dan yang saya dengar kalo yang mulia telah menyatakan bahwa kalau gadis ini tidak bisa menyembuhkan permaisuri anda akan menghukum gadis ini “ lanjutnya pagi


‘ omo omo omo daebak cinca daebak, what? Sulit di percaya dia mengatakan hal itu? Wah lihat lah tua bangka ini semakin lama bikin spaning gue naik, hmm baiklah keluar dari sini lo ga kan selamat dari gue , bahkan lo lebih milih mati kebanding hidup dengan sensara hahaha’ batin xhi wen


**

__ADS_1


“ kau benar tabib, yang mulia aku bersedia menerima hukuman darimu” ucap Xhi wen sembari menunduk dan meletakkan satu tangan di dadanya.


“Baiklah nona Xhi Wen saya akan mengungumkannya di persidangan nanti” balas sang kaisar.


Kaisar sebenarnya sangat bahagia, dan juga merasa jijik.


Bahagia karena beruntung dipertemukan oleh anak kecil yang bahkan umurnya 10 tahun, sudah bisa melepas sihir yang bahkan tidak dapat dirasakan oleh sang kaisar sendiri yang berada di langit tingkat 7 awal.


Sedangkan kaisar tidak dapat melihat Xhi Wen sudah berada di tingkat berapa. Atau bahkan dia merasa bahwa Xhi Wen gadis biasa yang bukan seorang kultivator.


Perkataan sang kaisar membuat kebahagian sang tabib menjadi ganda pertama dia sudah merasa berhasil dengan rencananya, yang kedua dia telah membuat tontonan bagus di persidangan nanti. Menurutnya dengan menggunakan gadis kecil di depannya ini dia merasa bahwa perbuatannya semakin tak terlihat.


Sang tabib bahkan tak punya perasaan karena menuduh seorang anak kecil yang bahkan hanya berumur 10 tahun apalagi anak kecil ini berjenis kelamin perempuan.


**Emang kagak ada akhlak nye ni yee tua bangka **

__ADS_1


Mereka pun akhirnya keluar dari paviliun permaisuri Jian Ming. Mereka pun pergi keruangan masing masing .


Sedangkan Xhi Wen kini sedang memasuki ruang dimensi nya .


“Salam kami putri ” ucap kedua pemuda tampan dihadapan Xhi Wen.


“Hmmm” hanya deheman yang dibalas oleh Xhi Wen .


“Oh ya ji nan aku dengar kau ingin memperlihatkan aku sesuatu, apa itu?” Tanya nya kepada ji nan.


“ ya putri hamba melihat ada sesuatu yang bercahaya di ruangan putri” balas ji nan yang kini ceria mengatakan hal itu.


Ji nan sebenarnya sangat penasaran dari awal melihat tak sengaja ke arah ruangan xhi wen di istana ruang dimensi tersebut saat melintas di depan kamar xhi wen .


“Baiklah jinan tolong kau antar kan aku kesana , mari kita sama sama melihat apa itu” balas xhi wen sambil melangkah dan di ekori dua pemuda tampan itu.

__ADS_1


__ADS_2