
“ baiklah Kim So Yang, apakah paman yang memintamu memberikan hadiah ini itu adalah keluargamu?” Tanya Xhi Wen.
“ tidak kak aku tidak mengenalinya.” Ucap Kim So Yang dengan polos.
“ liat jendral, jangan terima hadiah itu, itu adalah jebakan.” Ucap panglima lagi.
“ iya benar Wen’er bisa saja itu jebakan, jangan mudah percaya nak.” Ucap permaisyuri.
“ hadiah itu berikan saja pada ku.” Ucap Jian Chu pula.
“ tidak, kalian tidak tau paman itu sangat baik.” Ucap Kim So Yang.
“ dari mana kau tau bahwa lelaki itu baik?” Tanya Jian Chu.
“ karna dia sepertinya adalah seorang pendekar aliran putih.” Balas Kim So Yang.
“ mengapa kau begitu yakin?” Tanya Jian Chu lagi.
“ karna paman itu sudah pernah menyelamatkan ku sebanyak 5x dan aku juga harus berhati-hati mempercayai ataupun menerima perintah dari siapapun jika hal itu di tuju untuk jendral kebanggan kekaisaran dimana aku tinggal.” Ucap Kim So Yang meyakinkan.
“ sudah sudah, tidak ada aura jahat dari hadiah ini. Terima kasih kalian semua mengkhawatirkan diriku.” Ucap Xhi Wen menengahi.
__ADS_1
“ meskipun begitu jendral, kau tetap harus hati-hati.” Ucap Jian Po.
“ pastinya yang mulia, jika begitu hamba pamit.”
Semua orang merasakan 2 perasaan yang bertolak belakang rasa sedih karena kepergian Jendral kesayangan mereka dilain sisi mereka senang bahwa Jendral kesayangan mereka akan ikut campur dalam memusnahkan kejahatan di dunia ini.
Kim so yang pun juga demikian, kini dia masih berumur 13 tahun, dia ingin mengikuti Xhi Wen tapi dia juga tidak berani meminta untuk ikut.
“ semoga putri bungsu kita berhasil dalam setiap tujuannya.” Ucap permaisyuri.
“ semoga itu terjadi.” Jawab Jian Po.
…
Desa desa banyak yang hancur tak tersisa, dan ada juga yang masih bertahan karena bersembunyi.
Xhi Wen yang melihat rakyat yang masih selamat itu pun cepat cepat membantu.
Meskipun selamat, tidak dapat dihindari dari bencana. Demi menyelamatkan desa para pendekar banyak yang sekarat bahkan ada yang mati.
Kedatangan Xhi Wen membuat mereka kembali berwaspada. Pendekar yang tersisa pun menghadang langkah Xhi Wen dengan berani.
__ADS_1
“ apa yang kau lakukan di desa kami, apakah kau bersengkokol dengan aliansi bulan merah itu?” Tanya salah satu pendekar yang menghadang.
“ aku adalah Jendral Xhi Wen, aku tidak tau kalian mengenaliku atau tidak, yang jelas aku hanya ingin membantu kalian.” Ucap Xhi Wen dengan tulus,
“ heh apa kau fikir kami percaya, apa kau tau sudah banyak para bandit wanita yang menyamar menjdi Jendral Xhi Wen kepada kami sama sepertimu. Tipuanmu tidak dapat melabui kami. Jadi pergilah kami sangat sibuk meladeni bandit sepertimu, dan apabila kau memaksa maka kami tidak akan segan membunuhmu.” Ucap pendekar itu lagi.
Xhi Wen dibuat tidak menyangka, nama nya dipakai oleh sembarang orang, apa lagi untuk menipu demi di takuti oleh para rakyat lemah.
“ aku tidak ingin menyakiti kalian, lihat lah tanda giok ini, ini adalah giok kalejengking merah yang aku dapatkan dari kekaisaran Xio. Hanya ada satu dan itu hanya ada padaku. Aku rasa aku tak perlu menjelaskan bagaimana aku bisa diberikan ini bukan?” Tanya Xhi Wen yang sudah membuat mereka terdiam.
Hingga persekian detik mereka tersujud lemas dan bergetar akibat telah menyinggung seseorang yang melegenda belakangan ini. Mereka sangat takut bila jendral yang di takuti itu tersinggung dan membunuh mereka yang sudah susah payah berjuang dan menyelamatkan diri dari aliansi setan itu.
Xhi Wen pun menggeleng karena tingkah mereka yang awalnya berani kini malah bersujud.
“ bangunlah, aku tidak suka jika ada yang bersujud padaku, aku bukanlah manusia yang patut kalian sembah sampai bersujud seperti itu.” Ucap Xhi Wen yang membuat kesepuluh pendekar itu langsung terdiam dan juga merinding.
Bukan karena takut akan di bunuh lagi, tetapi merinding karena mereka terharu dengan ucapan Xhi Wen yang langsung masuk kedalam hati.
Begitu rendah hati dan juga tidak gila harta. Itulah yang ada dipikiran mereka saat ini, dimana mereka yang mendengar rumor yang mengatakan bahwa Jendral yang terkenal mematikan itu sangat lah sombong, tegas, dan mudah tersinggung. Dari itulah mereka sangat takut hingga langsung sujud bertujuan untuk meminta pengampunan.
Huhu maafkan author guys.. kelamaan update bukannya udah lupa tapi mood nya gabagus banget, maaf ya dah berapa bulan ya kira kira author ga update sorry bgt.
__ADS_1
Sebagai gantinya author kasih sedikit Crazy Up yahh dan setiap chapternya author panjangin sedikit.