Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Identitas Wang Tian Sin


__ADS_3

Setelah kepergian Xiao Lang dan Qin Guan ke gunung tanpa batas, Long Tian lebih banyak menghabiskan waktu untuk menemani Wang Tian Sin. Long Tian merasa jika saat ini dia mengalami dejavu.


Dua puluh lima tahun lalu, seorang wanita terbaring lemah sama seperti Wang Tan Sin saat ini. Namun, akhir dari wanita itu adalah kematian. Bedanya dengan saat ini adalah Long Tian tidak berharap kematian datang kepada Wang Tian Sin.


Wanita yang sedang Long Tian bayangkan adalah Yin Hua, murid kesayangan sekaligus ibu Wang Tian Sin. Ingatan Long Tian kembali ke masa lalu, ketika musim gugur baru saja berlalu dan salju pertama sedang turun.


Saat itu Long Tian sedang berlatih di halaman rumahnya ketika seorang wanita datang berlari terseok-seok ke rumahnya yang berada di puncak gunung Long Hong. Setelah diamati lebih dalam, ternyata wanita itu adalah Yin Hua.


Entah apa yang terjadi, Yin Hua terluka parah dan menitipkan bayinya yang bernama Wang Tian Sin dan beberapa surat untuk Wang tian Sin saat besar nanti. Setelah menyerahkan bayi, surat dan sebuah tombak, Yin Hua jatuh tak sadarkan diri.


Luka yang begitu parah dan racun yang telah meresap ke organ dalamnya, membuat Yin Hua tak terselamatkan, setelah wanita itu tak sadar selama lima belas hari penuh.


Ada sebuah surat yang Yin Hua tulis untuknya. surat itu berisi permohonan Yin Hua pada Long Tian agar mau mengurus Wang Tian Sin dan mengangkatnya menjadi murid. Awalnya Long Tian menolaknya karena Yin Hua adalah muridnya dan lebih senang menganggap Wang Tian Sin sebagai cucu. Namun, saat kematian datang pada Yin Hua, Long Tian bersumpah akan merawat Wang Tia Sin dan menjadikannya murid.


Dua puluh lima tahun Long Tian menjalankan sumpahnya dengan baik. Ia selalu menganggap Wang Tian Sin sebagai cucu sekaligus muridnya. Banyak teknik tingkat tinggi yang sudah ia ajarkan kepada Wang Tian Sin.


Bahkan, saat empat tahun lalu Wang Tian Sin memutuskan untuk melihat dunia luar, Long Tian sering mengirim Xiao Lang keluar demi memeriksa kondisinya.


Long Tian menatap Wang Tian Sin dengan tapan sendu, kemudian berkata. "Jika kau mati saat ini, aku tidak akan mencari pelakunya dan membalaskan dendam. Biarkan rantai dendam ini putus begitu saja. Aku akan ikut mati denganmu karena tujuan hidupku sudah tidak ada. Jika kau ingin melihatku tetap hidup, maka bertahanlah. Jika kau berhasil hidup, akan kuberikan kitab naga bumi kepadamu."


Kitab naga bumi adalah sebuah kitab peninggalan keluarga Long yang berisi ilmu kekebalan tubuh, membuat tubuh orang yang menguasainya sekeras sisik naga dan seteguh gunung.


Seharusnya kitab naga bumi hanya diwariskan kepada keluarga Long. Tetapi, karena kejadian lima puluh tahun lalu, saat terjadi sebuah tragedi yang membuat sebagian besar keturunan utama keluarga Long mati, Long Tian memutuskan untuk menyimpan kitab itu dan menurunkannya pada orang yang tepat.

__ADS_1


Jika mendiang Yin Hua tak jatuh hati pada Wang Jiang, sudah pasti kitab itu ada di tangannya sekarang. Sayang beribu sayang. Yin Hua malah terpikat kepada seorang prajurit yang terlalu lurus bernama Wang Jiang.


Long Tian awalnya menentang hubungan Yin Hua dan Wang Jiang. Namun, Yin Hua yang merupakan adik lain ibu dari Kaisar Yin Shi, didukung penuh oleh keluarganya karena melihat Wang Jiang adalah prajurit yang berbakat. Benar aja. Dua tahun setelah menikah dengan Yin Hua dan dikaruniai seorang putra, Wang Jiang diangkat menjadi panglima.


Setelah pernikahan Yin Hua dan Wang Jiang, Long Tian tak pernah bertemu lagi hingga kemalangan itu datang.


Long Tian kembali tersadar setelah suara pintu digeser. Terlihat beberapa orang pelayan datang membawa nampan berisi makanan untuk Long Tian. "Tuan Long, kami meletakan makan siang anda di atas meja. Apa ada lagi yang bisa saya bantu?"


Long Tian menggeleng tanpa melihat wajah pelayan itu. "Tidak. Kau boleh kembali ke tempatmu."


Pelayan itu mengangguk dan pamit pergi. Setelah pelayan itu pergi, Long Tian beranjak dari tempat duduknya dan berpindah ke meja kerja di sudut ruangan. Long Tian mengambil beberapa lembar kertas, sebuah kuas dan bak tinta yang setengah terisi, kemudian menulis banyak karakter di atas kertas itu.


Saat malam menjelang, Long Tian masih belum selesai dan terus menulis bahkan meminta kertas dalam jumlah banyak ke pelayan kediaman Qin.


Melihat Long Tian begitu sibuk bahkan tak meliriknya sama sekali, membuat Tabib Yao tak ingin mengganggu pria tua itu dan langsung pergi dari ruangan Wang Tian Sin.


Malam mulai larut, tetapi Long Tian belum menunjukan tanda-tanda akan selesai. Dia hanya melipat beberapa kertas dan memasukannya ke dalam sebuah amplop, lalu memberi karakter nama di amplop tersebut dan begitu seterusnya hingga kertas yang sudah ia tulis habis.


Long Tian meluruskan pinggangnya yang terasa kaku. Duduk seharian sembari menulis surat begitu melelahkan. Walau terbiasa bermeditasi dalam waktu lama, tetapi menulis surat adalah hal berbeda.


Merasa jenuh karena sehari penuh di kamar, Long Tian kemudian keluar untuk menemui Tabib Yao di ruang obat.


***

__ADS_1


Tabib Yao sedang memilah ginseng merah ketika mendengar suara langkah kaki mendekat. Dia menengok ke arah pintu dan mendapati sosok Long Tian dibaliknya, tersenyum tipis kepadanya.


Tabib Yao balas tersenyum, "Tuan Long sudah selesai menulis?"


Long Tian terkekeh dan duduk di samping Tabib Yao. "Aku tidak ingin hal yang akan ditulis dalam pikiranku hilang, hingga mengabaikan Tabib Yao."


Tabib Yao menggeleng perlahan. Sambil memilah ginseng di hadapannya, Tabib Yao kembali menjawab ucapan Long Tian. "Justru saya yang merasa telah mengganggu anda, Tuan Long. Saya minta maaf jika tadi kehadiran saya mengganggu."


Long Tian tertawa keras karena ucapan Tabib Yao terlalu berlebihan. Sebagai seorang pendekar, dia sangat menghargai orang sehebat tabib Yao. Walau orang akan menganggap jika status Long Tian jauh di atas Tabib Yao, sebenarnya hal itu karena orang-orang tidak mengetahui kemampuan asli Tabib Yao, Qin Guan sekalipun.


"Apa Anda telah memberi pesan pada Qin Guan sebelum dia berangkat?" tanya Long Tian.


Tabib Yao mengangguk, "Saya hanya berpesan agar dia pulang jika terkena gigitan kelabang es. Namun, mengingat tabiat Qin Guan yang keras kepala pasti akan sulit melakukannya. Dia pasti akan membawa binatang itu."


"Tenang saja, Tabib Yao. Xiao Lang bisa dipercaya. Aku sudah mengatakan hal yang sama kepada anak itu. Dia anak yang patuh dan kemampuannya berada di atas Qin Guan. Walau sulit, pasti dia akan melakukannya." Long Tian tersenyum mengingat tabiat pelayannya yang terlalu patuh. Itu adalah satu hal yang membuat Long Tian tak mau mengangkat Xiao Lang sebagai murid walau dia mengajarkan banyak hal pada Xiao Lang.


Xiao Lang sangat patuh, Long Tian takut suatu saat dia lengah kepada Xiao Lang dan tak menyadari jika ada tanda-tanda pemberontakan dari pemuda tersebut. Mengantisipasi sejak dini adalah hal terbaik.


"Tuan Long, mungkin ini akan terdengar kejam. Tapi ... saya tidak pernah berharap Qin Guan terkena gigitan kelabang es. Walau tak semenyakitkan kelabang api atau kelabang malam, tapi kelabang es memberi sensasi dingin yang ekstrim. Terlebih lagi ini adalah musim dingin," ucap Tabib Yao.


Long Tian mengangguk, memahami pemikiran Tabib Yao. "Aku paham, Tabib Yao. Aku hanya berharap mereka bisa pulang dengan selamat."


Maaf kalau bab ini sangat pendek, saya masih flu hingga susah nulis banyak kata. Semoga tetap bisa up, dan kalau ada typo bisa tandai di paragraf atau kolom komentar. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2