
Udara dingin dan arak herbal yang dihangatkan menemani hari Wang Tian Sin yang tak banyak berubah. Beberapa macam buku tentang racun ada di meja samping tempat pemuda itu duduk, tetapi yang menarik perhatian adalah Tabib Yan yang dengan telaten menjelaskan setiap bagian yang kurang Wang Tian Sin pahami.
Beberapa orang sudah tahu dan paham dengan karakter Tabib Yan yang tidak sabar saat mengajari seseorang, berbanding terbalik dengan Tabib Yan saat ini yang terlihat seperti guru baik.
Saat Wang Tian Sin sedang meminta penjelasan tentang racun yang digunakan oleh orang-orang lembah kupu-kupu, pendengaran tajam milik Wang Tian Sin menangkap langkah seseorang yang sedang mendekat. Wang Tian Sin langsung bersiaga dan meminta Tabib Yan berlindung.
Saat langkah tersebut semakin dekat, Wang Tian Sin merasa familiar, senyumnya terkembang diiringi seruan yang berasal dari luar ruangan.
"Tuan Muda Wang! Aku kembali!"
Terlihat seorang pemuda yang menggunakan jubah putih dan mantel bulu menerobos masuk ke dalam rumah. Namun, langkah pria tersebut terhenti saat menyadari ada seseorang di belakang Wang Tian Sin.
Berbeda dengan pemuda berjubah putih yang menghentikan langkah, Wang Tian Sin menghambur ke pemuda tersebut dan berseru lantang, "Lang gege!"
Wang Tian Sin memeriksa setiap jengkal bagian tubuh Xiao Lang karena khawatir dengan kondisinya. Dengan hilangnya Xiao Lang beberapa minggu yang lalu membuat rasa bersalah timbul di hatinya, saat Xiao Lang kembali, maka beban berat yang selama ini ada di pundaknya terangkat.
"Tuan Muda Wang, tenang. Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Apa racunmu sudah sembuh?" jawab Xiao Lang sekaligus memberikan pertanyaan bagi Wang Tian Sin.
Wang Tian Sin mengangguk dalam senyuman dan meminta Xiao Lang untuk duduk. Tabib Yan tersenyum tipis dan menuangkan arak hangat dan memberikannya pada Xiao Lang. "Tubuhmu terlalu lama di luar. Banyak hawa dingin yang masuk, aku tak nyaman berada di dekatmu."
Xiao Lang menerima arak hangat itu dan langsung meminumnya agar tubuhnya menghangat.
__ADS_1
"Tabib Yan, apa Anda sudah lama di sini?" tanya Xiao Lang.
"Hm ... baru beberapa hari, mungkin tiga hari lagi aku akan turun gunung," jawab Tabib Yan.
Wang Tian Sin dan Xiao Lang bereaksi saat mendengar jawaban Tabib Yan. Keduanya merasa keberatan saat mengetahui Tabib Yan akan segera pergi.
Walau keduanya merasa keberatan, tetapi hanya Wang Tian Sin yang melayangkan keberatan. "Tabib Yan, kenapa Anda terburu-buru? Apa ada hal yang mendesak?"
Tabib Yan menggeleng tipis, "aku di sini karena khawatir kau melakukan hal yang merugikan. Xiao Lang sudah kembali jadi aku akan melanjutkan perjalananku. Sepanjang hidupku diisi dengan berkelana, jika berjodoh kita akan bertemu lagi,"
Wang Tian Sin terlihat kecewa, tetapi tak ada alasan untuk dirinya menahan Tabib Yan lebih lama lagi.
Tatapan Wang Tian Sin kini beralih pada Xiao Lang, seakan meminta penjelasan ke mana saja Xiao Lang selama ini, kenapa saat guru meninggal tidak segera pulang. Seolah mengerti isi hati Wang Tian Sin, Xiao Lang tersenyum kecut dan berkata, "aku akan menceritakan semuanya pada Tuan Muda, tetapi aku ingin memberi penghormatan pada Tuan Long. Apa kita bisa ke makam Tuan Long terlebih dahulu?"
Xiao Lang mengikuti langkah Wang Tian Sin menuju halaman belakang, Tabib Yan juga mengikuti mereka berdua.
Begitu melangkah ke halaman belakang, terdapat dua makam yang berdampingan, bedanya adalah yang satu masih baru sedangkan satu yang lain sudah ditumbuhi lumut.
Xiao Lang tak dapat menahan air matanya saat melihat batu nisan bertuliskan Long Tian Menancap di sebuah gundukan tanah. Pemuda itu mempercepat langkah bahkan mendahului Wang Tian Sin yang berjalan di depannya.
Bruk!
__ADS_1
Begitu sampai di depan makam itu Xiao Lang jatuh berlutut. Air matanya semakin deras hingga membasahi pipinya. Wang Tian Sin berdiri di belakang Xiao Lang, menatap punggung pemuda itu yang bergetar. Hawa panas kembali merasuki hati Wang Tian Sin saat melihat Xiao Lang seperti ini.
Xiao Lang bersujud di makam Long Tian sebanyak tiga kali, di sujud terakhirnya pemuda itu tak kunjung bangkit, membuat air mata Wang Tian Sin kembali meleleh saat melihatnya.
Baik Wang Tian Sin mau pun Tabib Yan, tidak ada yang berusaha membangunkan Xiao Lang, membiarkan pemuda itu melampiaskan semua kesedihannya.
Beberapa saat berlalu, akhirnya Xiao Lang mengangkat kepalanya dan kini sudah dalam posisi berlutut. Wang Tian Sin menyerahkan guci, Xiao Lang menerimanya tanpa menoleh pada pemuda itu.
Xiao Lang membuka guci arak tersebut dan menuang beberapa teguk ke makam Long Tian, mengangkat guci arak tersebut seperti posisi bersulang, Xiao Lang berkata, "Tuan Long, semua kebaikan yang anda berikan di kehidupan ini akan saya balas di kehidupan selanjutnya."
Xiao Lang meneguk arak langsung dari guci dan kembali mengangkat guci tersebut seperti mengajak bersulang, "semoga di kehidupan berikutnya kita memiliki hubungan darah, aku selalu berharap hal ini terjadi."
Xiao Lang kembali meneguk arak. Menutup lagi guci arak yang terbuka, Xiao Lang perlahan bangkit dan menatap Wang Tian Sin dengan tatapan sendu.
"Tuan muda ... apa yang akan kita lakukan setelah ini?"
"Aku masih ingin tinggal di sini," jawab Wang Tian Sin singkat. Pemuda itu menoleh dan membuat pandangannya saling bertemu dengan Xiao Lang. "Lang gege, aku tak pernah menganggapmu sebagai pelayan, jadi aku mohon, mulai detik ini jangan panggil aku Tuan Muda. Kau bisa memanggilku Tian Sin atau Xiao Sin, mengerti?"
Author Note:
Bab selanjutnya sedang saya tulis, semoga bisa menemani sahur teman-teman semua.
__ADS_1
Maaf kalau typo ya
Rana Semitha