Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Wu Jing


__ADS_3

Ketika sepasang guru dan murid itu sedang bertukar pikiran, sebuah siluet berwarna putih melesat di atas mereka. Xin Dong merasa penasaran dengan sosok tersebut berlari mengejarnya.


Xin Dong mengerahkan tenaga dalamnya ke kaki dan melesat, mengejar siluet putih tersebut sebelum benar-benar jauh. Dalam waktu tiga tarikan napas, Xin Dong berhasil mengejar sosok tersebut dan mencengkram bahunya. Sosok tersebut berbalik dan mendorong telapak tangan berisi tenaga dalam ke dada Xin Dong.


Demi menyelamatkan dadanya, Xin Dong melepas cengkramannya dan menghindari serangan tersebut.


Serangan yang dilesatkan oleh sosok berjubah putih hanya mengenai udara kosong, tak berniat mengejar ke mana Xin Dong akan bergerak.


"Wu Jing?" ucap Xin Dong spontan ketika melihat wajah pria berjubah putih itu.


Pria tersebut juga terkejut ketika dia melihat orang yang menangkapnya ternyata Xin Dong.


"Hahahah ... sudah lama sejak kita bertemu, tetapi aku malah menangkapmu setelah sekian lama," ucap Xin Dong.


Orang bernama Wu Jing ini hanya mengerutkan kening ketika melihat Xin Dong tertawa. Pembawaannya tenang seperti gunung es, tatapannya tajam seperti pedang.


"Xin Dong, apa yang terjadi hingga manusia berhati dingin sepertimu bisa tertawa?" ucap Wu Jing dengan sebelah alisnya terangkat.


"Eh?" Xin Dong baru sadar jika dirinya terlalu banyak tertawa, dia hanya bisa menggaruk lehernya yang tak gatal demi menutupi kecanggungan.


Wu Jing hanya memutar matanya karena malas, tatapannya beralih pada Wang Tiam Sin yang berjalan mendekat dengan tatapan penasaran. "Siapa pemuda itu? Aku yakin dia bukan putramu."


"Dia? Dia muridku," jawab Xin Dong santai.

__ADS_1


Xin Dong berbalik dan berjalan ke arah api unggun. Wu Jing yang penasaran dengan sosok Wang Tian Sin bergabung dengan mereka.


Wang Tian Sin mengeluarkan satu guci arak lagi dan memberikannya pada Wu Jing.


"Nak, siapa namamu? Kenapa wajahmu mengingatkanku pada seseorang?" tanya Wu Jing setelah mengamati wajah tampan Wang Tian Sin.


"Junior bernama Tian Sin," jawab Wang Tian Sin tenang.


"Aku tak pernah mendengar marga Tian di dunia persilatan. Klan Xuanyuan, generasi ini memiliki nama Tian, tetapi aku yakin jika tak ada yang bernama Tian Sin," ucap Wu Jing begitu yakin.


Wang Tian Sin tersenyum tipis saat mendengar ucapan Wu Jing. Dia memang memiliki hubungan dengan keluarga Xuanyuan, tetapi dia bukanlah bagian dari mereka.


"Nama hamba tak layak disebut, senior. Anda bisa memanggil saya dengan apa pun."


"Benar. Jika dipikir kembali, dia sangat mirip dengan murid Tuan Long, apa dia memiliki hubungan dengannya?" tanya Wu Jing penasaran.


Xin Dong mengangguk, "dia putra ketiga Yin Hua."


Tentu saja ucapan Xin Dong tak langsung dipercaya begitu saja oleh Wu Jing. Namun, setelah melihat pedang naga bumi di pinggang Wang Tian Sin, dia berusaha untuk percaya.


Bukan rahasia lagi jika Long Tian memiliki seorang murid yang sangat dia sayang, setelah kematiannya, pedang naga bumi milik Long Tian pasti akan diwariskan pada turunan langsung muridnya itu.


"Lalu ... di mana saudaramu?" tanya Wu Jing.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Wu Jing, Wang Tian Sin hanya bisa tersenyum pahit. Jik dia mengetahui siapa dan di mana saudaranya saat ini, dia pasti akan menemui mereka. Tak pernah Wang Tian Sin bayangkan jika mereka bisa bersama lagi, jadi bisa melihat saudaranya merupakan keinginan terbesarnya saat ini, meskipun dari jauh.


Wang Tian Sin menatap Wu Jing sebentar sebelum menundukan kepalanya dan menjawab, "aku tidak tahu di mana saudaraku saat ini. Tapi aku yakin, bisa menemukannya suatu hari nanti."


Wu Jing tersenyum bangga ketika dia melihat keyakinan yang dipancarkan oleh Wang Tian Sin.


"Ah ... aku seperti mengingat sesuatu. Tuan Lin dari paviliun langit merupakan saudara dari Jendral Lin, teman Jendral Wang, Ayahmu. Dia merupakan lelaki bebas yang tak suka memiliki ikatan dalam sebuah hubungan, tetapi, anehnya, dia memiliki dua orang putra. Kau coba pergi ke Paviliun Langit dan lihat, apa salah satu dari mereka adalah saudaramu?"


Setelah mendengar penjelasan singkat Wu Jing, mata Wang Tian Sin menyala. Guru Long berpesan padanya untuk memberikan bunga inti es pada Lin Shen, kemungkinan besar itu ada hubungannya dengan saudaranya.


"Terima kasih, Senior Wu. Aku akan pergi ke sana setelah menemani guru."


"Apa kalian juga ingin menghadiri pertemuan?" tanya Wu Jing. Xin Dong dan Wang Tian Sin kompak menganggukkan kepala.


"Nak ... sebaiknya kau bergegas ke Paviliun Langit. Mungkin Lin Shen tak bisa menunggu hingga pertemuan usai," ucap Wu Jing dengan senyum pahit, setelah mengingat dengan kondisi Tuan Muda Paviliun Langit yang menurun.


"Aku akan pergi setelah pertemuan, Senior Wu, terima kasih atas perhatian Anda."


Wu Jing hanya bisa menghela napas, merasa sedih karena memikirkan nasib Wang Tian Sin. Bukan rahasia lagi jika kondisi Lin Shen akan semakin memburuk ketika musim dingin tiba. Yang bisa dia lakukan saat inj adalah, berdoa agar Wang Tian Sin memiliki keberuntungan yang bagus.


"Wu Jing, aku yang gurunya saja tidak terlalu khawatir, kenapa kau malah begitu cemas?" ucap Xin Dong mencemooh.


"Karena kau memang tak memiliki hati. Oh tidak, kau memilikinya tapi sudah lama tak berfungsi."

__ADS_1


__ADS_2