
Suasana tempat festival menjadi sepi, festival musim semi yang sudah ditunggu selama setahun gagal karena kedatangan Zhou Qinghou yang mengacaukan segalanya. Tempat porak poranda dan tuan kota yang terluka membuat semuanya enggan melanjutkan acara.
Setelah mengetahui identitas Wang Tian Sin, Zhou Qinghou tak ingin melanjutkan pertarungan karena pernah berhutang budi pada Long Tian di masa lalu. Wang Tian Sin juga tak ingin memperpanjang masalah, tetapi mengingatkannya agar melakukan duel yang adil tanpa menggunakan racun.
Zhou Qinghou berjanji akan datang lagi di masa depan, menantang Zhen Ping dengan jujur.
"Tuan Zhou, semuanya sudah jelas, Anda bisa pergi dari kota Xiang sebelum timbul masalah baru," ucap Wang Tian Sin.
Zhou Qinghou mengangguk dan mengucapkan terima kasih sebelum pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Zhen Ping yang melihat kepergian Zhou Qinghou yang mendadak tak berusaha menghentikannya karena tubuhnya tidak akan bertahan. Racun yang masuk ke dalam tubuhnya mulai menghancurkan organ dalamnya, terutama paru-paru. Dadanya terasa seperti dibakar dari dalam.
Saat Zhen Ping ingin mengucapkan sesuatu, tenggorokannya seperti tersumbat cairan kental. Saat Zhen Ping memuntahkannya rasa getir dan asin bercampur menjadi satu diikuti keluarnya darah berwarna merah kehitaman. Zhen Ping memegang dadanya yang terasa panas, tubuhnya bergetar menahan sakit sementara wajahnya yang memucat mulai dipenuhi keringat dingin.
Saat Zhen Ping berada di kondisi antara sadar dan tidak, dia merasakan kehangatan menjalar dari punggungnya. Saat dia menoleh, pemuda yang tadi bertarung dengan Zhou Qinghou sedang bersila di belakangnya, kedua tangannya menempel di punggung seraya menyalurkan tenaga dalam.
"Tutup aliran darah di sekitar jantung, Tuan." Wang Tian Sin memberikan instruksi pada Zhen Ping.
Zhen Ping tersadar dari keterkejutannya dan mulai memejamkan mata, fokus melakukan apa yang Wang Tian Sin katakan.
Di sisi lain, Ji Hua memandang Wang Tian Sin dengan cemas. Tubuh pemuda itu mulai pucat saat membantu Zhen Ping mengurangi penyebaran racun. Zhen Dong juga menatap ayahnya dengan kekhawatiran karena rona wajahnya belum membaik.
Organisasi tangan setan adalah kelompok yang mendalami seni racun, setiap anggotanya pasti diberikan pemahaman untuk menetralisirkan racun dengan cepat atau setidaknya mengurangi kerusakan parah. Maka dari itu, Ji Hua duduk bersila di hadapan Zhen Ping. Kedua tangan gadis itu menyentuh kedua bahu Zhen Ping dengan perlahan, matanya memejam dan mulai menyalurkan tenaga dalam.
Niatnya bukanlah untuk menolong Zhen Ping, melainkan mengurangi beban yang harus di tanggung oleh Wang Tian Sin.
__ADS_1
Benar saja, beberapa saat setelah Ji Hua ikut membantu, rona wajah Zhen Ping yang awalnya pucat dengan bibir mulai menghitam, sedikit demi sedikit mulai menunjukan perubahan. Pria itu terlihat lebih cerah dan tidak mengeluarkan keringat dingin lagi.
Zhen Ping membuka matanya perlahan saat tak lagi merasakan dorongan tenaga dalam dari Wang Tian Sin dan satu sosok yang belum diketahuinya. Hal pertama yang ia lihat adalah, seorang gadis berwajah giok yang tampak kelelahan karena wajahnya dibanjiri keringat. Zhen Ping sedikit kecewa karena ia berharap salah satu orang yang membantunya adalah Zhen Dong. Namun, saat ia mengedarkan pandangannya dan mendapati putrinya sedang menatapnya cemas, hatinya sedikit lega.
"Terima kasih, Nona," ucap Zhen Ping.
Ji Hua tak memberi tanggapan, dirinya terlalu mengkhawatirkan kondisi Wang Tian Sin yang terlihat lemah. "Tian Sin, kau baik-baik saja?"
Wang Tian Sin tersenyum lembut sebelum menjawab pertanyaan Ji Hua dengan lemah, "aku hanya kelelahan ...."
Bruk!
"Tian Sin!" Ji Hua berteriak dengan panik saat Wang Tian Sin jatuh dalam pelukannya. Zhen Ping ikut terkejut karena tiba-tiba Wang Tian Sin tak sadarkan diri.
"Wei Jun, Wei Jing, cepat bantu!" Zhen Ping memerintah muridnya.
"Singkirkan tanganmu!" pekik Ji Hua. "Kau ingin menggendongnya hingga penginapan? Gila!"
Napas Ji Hua menderu, "kenapa diam saja? Bawakan kereta atau setidaknya tandu!"
Wei Jun dan Wei Jing kehabisan kata-kata saat menghadapi Ji Hua. Keduanya hanya bisa mengangguk dan pergi untuk memanggil tandu sewaan.
Ji Hua dengan penuh kasih membelai wajah Wang Tian Sin. Walau dia mengetahui jika pemuda itu akan baik-baik saja, tapi rasa cemas enggan pergi dari hatinya. Dendam yang selama ini tertanam di hatinya telah pupus digantikan benih-benih cinta yang dipupuk kasih sayang.
Zhen Dong melihat kekhawatiran di wajah Ji Hua, berniat untuk menghiburnya. Namun, niat baiknya malah ditanggapi dengan keras oleh Ji Hua. "Diam! Kau pikir jika bukan karena kau, apa Tian Sin akan seperti ini?"
__ADS_1
Sebelum Zhen Dong menanggapinya, Zhen Ping menarik tangan putrinya dan menggelengkan kepala, meminta putrinya untuk mundur.
Kecanggungan ini tak berlangsung lama karena Wei Jun dan Wei Jing kembali dengan sebuah tandu yang dibawa oleh empat orang. Dengan hati-hati mereka membawa Wang Tian Sin kembali ke penginapan.
Jiu Tang melihat kedatangan tandu yang begitu ia kenal karena tandu tersebut berasal dari kediaman tuan kota langsung menyambutnya. Namun, dahinya menolak untuk tak berkerut ketika melihat Zhen Ping yang terlihat berantakan, sedang menunggang kuda di belakang tandu miliknya.
Saat tandu berhenti di depan penginapan, Jiu Tang baru menyadari jika tandu tersebut membawa orang yang cukup ia kenal.
Zhen Ping melompat dari kuda, diikuti oleh Zhen Dong dan Wei bersaudara, Jiu Tang segera memberikan hormatnya.
"Jiu Tang menyapa Tuan Zhen dan Nona Zhen."
Zhen Ping hanya mengangguk, tak menanggapi lebih jauh karena dirinya langsung meminta Wei Jun dan Wei Jing segera membantu Wang Tian Sin.
Jiu Tang kembali dikejutkan karena Wang Tian Sin harus digotong ke dalam kamarnya.
Wang Tian Sin dibaringkan di atas ranjang, ikat pinggang dan sepatunya sudah dilepas oleh Ji Hua. Gadis itu kemudian menoleh pada Jiu Tang, "Paman Jiu, tolong ambilkan air hangat untuk Tian Sin. Aku harus segera membersihkannya,"
"Baik, Nona."
Pandangan Ji Hua kini beralih pada orang-orang Zhen Ping, "Tuan, Anda juga harus istirahat dan memulihkan diri. Jika tidak, Anda akan menyia-nyiakan usaha Tian Sin. Setelah ini Tian Sin akan menjadi tanggung jawabku."
"Apa Anda butuh bantuan tabib?" tanya Zhen Ping.
Ji Hua menggeleng pelan, "Tian Sin hanya kelelahan. Walau dia menghirup sedikit bubuk racun yang tersisa di udara, seharusnya dia baik-baik saja setelah aku obati."
__ADS_1
"Satu lagi ... bersihkan arena pertempuran tadi, jika orang bisa terkena sisa-sisa racun yang tertinggal maka efeknya akan sangat buruk," lanjut Ji Hua.
"Terima kasih, Nona. Saya akan melakukannya. Terima kasih karena pertolongan Nona."