Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Rahasia


__ADS_3

Tanpa Xiao Lang katakan pun Wang Tian Sin tahu jika meninggalnya sang ayah berkaitan erat dengan keluarga kekaisaran. Bagaimana tidak, saat itu kaisar sendiri yang memerintahkan untuk menghukum mati Wang Jiang bersama puluhan ribu prajuritnya.


Tak mengambil pusing tentang yang dikatakan oleh Xiao Lang, Wang Tian Sin menanyakan apa yang ada dalam pikirannya. "Apa Lang gege menemukan seseorang yang bisa dicurigai?"


Xiao Lang mengedikan bahunya, dengan santai oemuda itu menjawab, "Aku tidak tahu pasti, tetapi kehancuran keluarga Wang memang diharapkan oleh beberapa pihak,"


Wang Tian Sin cukup terkejut saat mendengar jawaban Xiao Lang. "Maksudmu?"


Xiao Lang kembali menghela napas, memandang wajah Wang Tian Sin yang menatapnya tajam. "Keluarga Wang menguasai militer, tentu saja banyak orang yang ingin menggantikan posisinya. Saat Jendral Wang masih ada, pengaruh Pangeran Rui di dunia militer tidak mencolok. Semua prestasinya tenggelam dalam ketenaran jendral Wang. Pasukan Qin juga terus ditekan oleh pasukan Ji Feng agar tak terlalu berkembang dan menjadikan pasukan Ji Feng yang terkuat pada saat itu."


"Tunggu dulu," sela Wang Tian Sin. "Apa Pangeran Tua Rui dan Ayah angkat memiliki hubungan dengan ini semua?"


"Entahlah, ini semua masih dalam penyelidikan. Satu yang aku ingatkan, jangan terlalu dekat dengan keluarga kekaisaran. Jika perlu jangan membuka identitas kepada sembarang orang, terutama yang berhubungan dengan pemerintahan," ucap Xiao Lang lagi.


Wang Tian Sin teringat pertemuannya dengan pedang kembar Chen dan Xuanyuan bersaudara, kemudian menceritakannya.


Xiao Lang hanya bisa menggaruk dahinya yang tak gatal setelah mendengar seluruh pengakuan Wang Tian Sin.


"Xuanyuan bersaudara adalah orang dunia persilatan, lambat laun mereka juga akan tahu identitasmu. Tetapi pedang kembar Chen, mereka anak dari Chen Zhang, hubungannya tak begitu baik dengan ayahmu. Jika ada orang yang harus kau percayai adalah orang-orang dari keluarga Zhao dan keluarga Lin, mereka sahabat baik Ayahmu dulu," terang Xiao Lang.


Wang Tian Sin seperti pernah mendengar nama Zhao, setelah berpikir selama beberapa saat, sebuah nama muncul di otaknya. "Zhao ... Zhao Yun? Bukankah dia jendral Qin?"


Xiao Lang mengangguk, "Saat pertempuran terjadi, jendral Zhao masih berjaga di kamp utara sebelum dipindah ke pasukan Qin oleh Qin Huang."

__ADS_1


Wang Tian Sin tersenyum penuh maksud, "Lang gege ... kau tahu semua ini, bagaimana jika kau memberitahu beberapa sumber yang bisa aku percaya. Aku ingin membersihkan nama keluarga Wang."


Xiao Lang menggeleng pelan, tak setuju dengan permintaan Wang Tian Sin. Dengan sifatnya yang naif dan mudah terpengaruh, Xiao Lang tak ingin menempatkan Wang Tian Sin dalam bahaya. "Aku percaya jika saudaramu bekerja keras untuk melakukannya, jadi lebih baik meningkatkan kekuatan, sehingga saat ada pihak yang memerlukan bantuan kau bjsa banyak berguna. Aku akan membantu melakukan penyelidikan."


"Ayolah Lang gege, aku mohon, aku ingin mengungkap semuanya," rengek Wang Tian sin.


"Kedua kakakmu tidak akan tinggal diam. Mereka pasti sudah menyiapkan banyak rencana, jika kita membuat rencana mereka gagal, siapa yang akan dirugikan? Sudahlah, lebih baik lakukan permintaan Tuan Long."


"Lang gege tahu guru meninggalkan surat?" tanya Wang Tian Sin penasaran.


"Tentu saja, aku tahu beberapa hal, jadi lebih baik kerjakan apa yang Tuan Long perintahkan," jawab Xiao Lang.


Wang Tian Sin mengangguk paham, tetapi tak berlangsung lama karena pemuda itu merasa sesuatu yang janggal. "Kau tahu kedua kakakku?"


Masuk akal. Sesuai yang diceritakan Tabib Yan jika Wang Tian Sin memiliki dua orang kakak, tetapi sebenarnya Xiao Lang mengetahui semua ini bukan karena Wang Jiang, melainkan hasil penyelidikannya selama bertahun-tahun.


"Aku akan tinggal di sini sampai waktu berkabung selesai, setelah itu, aku akan melanjutkan penyelidikan dan kau melakukan apa yang guru minta," lanjut Xiao Lang.


"Setuju!"


Wang Tian Sin melihat sosok Tabib Yan berdiri di depan pinta kamar, pemuda itu langsung mempersilakan Tabib Yan masuk.


"Maaf kalau aku mengganggu," ucap Tabib Yan sembari duduk di dekat perapian.

__ADS_1


"Tidak sama sekali, Tabib Yan," ucap Xiao Lang dan Wang Tian Sin kompak.


Tabib Yan menatap Wang Tian Sin, menarik napas dalam dan mengembuskannua perlahan, Tabib itu mulai mengutarakan maksud kedatangannya. "Apa gurumu menitip pesan? Apa aku bisa membantu memenuhi pemrmintaannya?"


Wang Tian Sin terlihat bingung, menatap Xiao Lang untuk meminta pendapat, setelah Xiao Lang mengangguk Wang Tian Sin juga mengangguk pelan. "Setelah pertemuan dunia persilatan, Tabib Yan datanglah ke Paviliun Langit, ini ada kaitannya dengan tuan muda Lin Shen."


"Apa ada kaitannya juga dengan bunga inti es?" tanya Tabib Yan. Wang Tian Sin mengangguk membenarkan.


"Awalnya aku ingin diam dan tidak memberitahu Tabib Yan tentang hal ini, tetapi setelah Lang Gege datang maka aku berubah pikiran," mengambil jeda sejenak, Wang Tian Sin kembali melanjutkan kalimatnya. "Di gunung Long Hong terdapat beberapa pohon bunga inti es. Aku akan mengajak Tabib Yan untuk melihatnya,"


Bunga Inti Es memang hidup di tempat yang dingin dan jarang dijamah oleh manusia, tetapi tidak pernah Tabib Yan bayangkan jika tanaman itu tumbuh di tempat ini. Maka, atas pernyataan dari Wang Tian Sin, Tabib Yan benar-benar terkejut.


"Tapi ... aku ingin meminta Tabib Yan untuk merahasiakannya karena tidak ingin bunga inti es semakin punah. Apa Tabib Yan bersedia?" tanya Wang Tian Sin yang langsung dijawab dengan anggukan tegas oleh Tabib Yan.


Gunung Long Hong adalah tanah kekuasaan Long Tian, sahabatnya. Tak perlu berpikir la.a u tuk Tabib Yan langsung setuju.


Wang Tian Sin tersenyum karena predikisinya tepat, Tabib Yan tak akan menolaknya. "Kalau begitu, besok kita akan pergi ke tempat bunga itu tumbuh,"


"Terima kasih karena sudah mengatakannya padaku," ucap Tabib Yan. "Ada satu hal yang ingin aku katakan, jangan sampai cerobih saat melangkah, kedua kakakmu sedang mencari kebenaran."


Wang Tian Sin mengangguk tanpa bertanya apa-apa lagi.


Xiao Lang membungkuk hormat pada Tabib Yan kemudian pamit beristirahat karena merasa begitu lelah setelah menempuh perjalanan jauh. Tabib Yan juga keluar dari ruangan tersebut menyisakan Wang Tian Sin yang masih diam menatap langit di atas gunung Long Hong.

__ADS_1


"Ayah ... ibu ... apa mereka semua menganggapku bodoh sampai mengatakan itu semua?" Wang Tian Sin menghela napas panjang dan menutup buku 300 racun dunia dan menaruhnya di tempat ia mengambil beberapa hari lalu.


__ADS_2