Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Kolam Es


__ADS_3

Siang hari di musim dingin tak akan berlangsung lama, ketika matahari mulai bersembunyi dan senja menggantikannya, hanya sesaat sebelum gelap menggurita.


Wang Tian Sin berjalan meninggalkan kediaman menuju timur, tempat kolam kecil tempat biasanya dia menjalankan hukuman dari Long Tian. Pemuda itu sudah tiga tahun tak masuk ke dalam kolam hukuman, membuatnya merindukan hal yang sempat sangat ia takuti.


Dengan sebilah pedang yang menggantung di pinggang , Wang Tian Sin terus berjalan tanpa peduli jika dirinya sedang diikuti. Di puncak gunung Long Hong hanya ada tiga orang, yaitu dirinya, Tabib Yan dan Xiao Lang, tidak mungkin keduanya berniat jahat padanya.


Saat mencapai tepi kolam yang cukup untuk menampung sekitar sepuluh orang, Wang Tian Sin melepaskan pedang yang tersarung di pinggang dan juga jubah hitam yang menutup tubuhnya. Dalam kegelapan malam yang mencekam, Wang Tian Sin mencelup kan diri ke kolam yang dapat membekukan tulang.


"Masih sedingin yang aku ingat," gumam Wang Tian Sin pelan.


Pemuda itu dapat merasakan jika seseorang masih mengawasinya dari jauh tapi tak mempedulikannya. Dirinya harus fokus menahan dinginnya air yang mulai menusuk tulang.


Kembali teringat kenangan sebelum dirinya berkelana, Long Tian akan menghukumnya berendam di tempat ini jika melakukan kesalahan atau tidak dapat memenuhi target yang Long Tian berikan. Namun, yang sangat Wang Tian Sin ingat adalah saat dirinya melindungi Xiao Lang sehingga mendekam di kolam ini sehari semalam. Selepas kejadian itu, Wang Tian Sin lama tak berulah.


Wang Tian Sin tersenyum tipis, mengambil napas dalam dan menyimpannya di paru-paru, Wang Tian Sin kemudian menyelam hingga beberapa lama.


Terlihat sosok pria berjubah putih mendekati kolam ketika Wang Tian Sin tak kunjung muncul ke permukaan setelah beberapa lama menyelam.


Buah!!


Saat jarak antara kolam dan sosok berjubah putih tinggal beberapa langkah, Wang Tian Sin muncul ke permukaan dengan napas terengah karena menahan napas lebih lama dari biasanya. Diliriknya sosok berjubah putih itu dengan kesal, kemudian berkata, "Lang gege ... kenapa kau terus bersembunyi?"


Xiao Lang tersenyum dan duduk di tepi kolam. "Aku hanya ingin mengawasimu, saat kau tidak muncul aku menjadi khawatir,"


Wang Tian Sin berdecak kesal kemudian menepi dan berendam di samping Xiao Lang. "Sebenarnya aku bisa bertahan lebih lama, tetapi di sini sangat dingin sampai membuat paru-paru tertekan."

__ADS_1


"Kalau sudah tahu sangat dingin kenapa malah berendam di malam hari?" tanya Xiao Lang heran.


"Hm ... Lang gege penasaran? Apa aku harus menjawabnya?" ledek Wang Tian Sin.


Xiao Lang mendengus pelan sebelum memalingkan wajahnya, "tidak perlu. Mungkin kau berhari-hari lupa mandi sehingga gerah dan memerlukan kolam es untuk mendinginkan badan."


"Aiya ... tidak seperti itu juga. Kenapa jika tidak mandi? Lang gege juga jarang mandi kan? Iya kan?" kicauan Wang Tian Sin berhasil membuat Xiao Lang kesal dan berniat meninggalkan kolam. Namun, sebelum hal itu terjadi, Wang Tian Sin menarik lengan jubah Xiao Lang dengan sekuat tenaga. Xiao Lang yang tidak siap dengan hal ini tak dapat melakukan apa-apa saat rasa dingin yang menusuk tulang mulai ia rasakan.


Tulang-tulangnya yang baru menyatu bereaksi keras ketika tubuhnya menerima hawa dingin yang ekstrim, membuat Xiao Lang mengerang kesakitan.


Wang Tian Sin bukan kali ini saja menjahili Xiao Lang di kolam es sehingga tahu batasan pemuda itu. Namun, reaksi Xiao Lang kali ini begitu keras dan membuat Wang Tian Sin merasa itu hal yang berlebihan.


Setelah beberapa saat berlalu dan Xiao Lang masih mengerang kesakitan, Wang Tian Sin baru sadar jika Xiao Lang tidak baik-baik saja. Wang Tian Sin menarik tubuh Xiao Lang ke daratan dan memeriksanya sebentar.


"Kerahkan tenaga dalammu, ge!" teriak Wang Tian Sin panik.


Dengan terpaksa Wang Tian Sin menggendong tubuh Xiao Lang dan melesat ke rumah menemui Tabib Yan.


Tabib Yan sedang minum teh dan membaca buku di dekat tungku penghangat ketika pintu rumah Wang Tian Sin didobrak dari luar. Pemuda yang hanya menggunakan celana hitam muncul menggendong seseorang yang sedang mengerang kesakitan.


"Apa yang terjadi?" tanya Tabib Yan saat melihat Xiao Lang yang basah kuyup tengah meronta kesakitan.


Wang Tian Sin tak menjawab pertanyaan Tabib Yan dan langsung membaringkan Xiao Lang.


Tabib Yan memeriksa membuka jubah putih yang dikenakan Xiao Lang dan melepaskannya karena basah.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Tabib Yan lagi.


"Kami hanya bermain," jawab Wang Tian Sin cepat.


Tabib Yan menuangkan teh panas ke cangkir dan meminta Xiao Lang meminumnya. Xiao Lang segera meminum teh tersebut tetapi tak ada perubahan yang dirasakan.


Tabib Yan memeriksa beberapa bagian tubuh Xiao Lang dan menemukan beberapa titik berwarna merah keunguan. "Apa kau baru sembuh dari patah tulang?"


Xiao Lang mengangguk tanpa berkata-kata.


Tabib Yan meminta Wang Tian Sin membawa Xiao Lang ke kamar dan mengganti pakaiannya yang basah. Tabib Yan mengambil beberapa peralatan di kamar dan menuju kamar Xiao Lang.


Membuka gulungan kain yang berisi jarum, kemudian menarik sebuah jarum dan menancapkannya di bahu Xiao Lang. Tabib Yan kembali menarik sebuah jarum dan menusuk perut Xiao Lang.


Gemetar di tubuh Xiao Lang mulai mereda, tetapi wajah pemuda itu masih berkerut menahan sakit. Wang Tian Sin merasa bersalah dengan kondisi Xiao Lang karena dirinya yang menarik Xiao Lang ke kolam es.


Tabib Yan masih belum paham dengan apa yang telah dua pemuda itu lakukan dan pulang dalam keadaan basah kuyup. Saat kondisi Xiao Lang sudah sedikit membaik, Tabib Yan menatap tajam Wang Tian Sin yang berdiri di sampingnya.


"Kalian ... apa yang kalian lakukan? Apa kalian tidak sadar dengan kondisi tubuh masing-masing?" ucap Tabib Yan geram.


"Kondisi tubuh? Maksud Tabib Yan?" tanya Wang Tian Sin. Tabib Yan menggertakan gigi sebelum menunjukan dua jarinya, bersiap mengeluarkan jari petir. Wang Tian Sin menggunakan kedua tangannya untuk menutup dada tetapi tak berani menghindar.


"Aku tidak tahu apa-apa, Tabib Yan!" teriak Wang Tian Sin panik. Pemuda itu masih ingat jelas rasa sakit yang ditimbulkan oleh jari petir. "Jika ingin bertanya, maka tanyakan pada Lang gege ... aku tidak tahu apa-apa."


Tabib Yan menurunkan tangannya, "kau tidak tahu jika Xiao Lang sedang terluka?"

__ADS_1


Wang Tian Sin menggeleng pelan, "aku memang sempat mendengar jika Lang gege jatuh dari gunung tanpa batas. Tapi ...."


"Tapi apa?"


__ADS_2