Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Keluarga


__ADS_3

Entah apa yang salah dengan ucapan Tabib Yao, tetapi Qin Huang langsung pergi ke luar ruangan tanpa mengatakan apa-apa. Qin Guan yang ingin mengejar ayahnya dilarang oleh Tabib Yao karena Qin Guan masih lemah.


Qin Guan merasa perkataan Tabib Yao benar akhirnya hanya bisa menurut dan duduk manis di atas ranjang.


Beberapa pelayan yang sebelumnya pergi kini telah kembali dengan nampan berisi makanan. Para pelayan itu berbaris rapi di depan pintu kamar menunggu perintah untuk menata makanan.


"Siapkan meja."


Setelah mendengar perintah tabib Yao, seorang pemuda maju dan Sebuah meja lipat dibuka di antara Qin Guan dan Wang Tian Sin, kemudian berbagai macam makanan yang para pelayan bawa ditata rapi di atas meja tersebut.


"Kalian makan yang banyak, agar tenaga cepat pulih," ucap Tabib Yao.


Wang Tian Sin dan Qin Guan mengangguk bersamaan dan segera menyantap makanan, mengisi perut yang terasa panas. Bubur dan aneka sayur yang dibawa oleh pelayan tak akan lepas dari terkaman dua serigala kelaparan.


Tabib Yao keluar dan mencari keberadaan Qin Huang. Setelah mencari ke beberapa tempat, Tabib Yao berhasil menemukan Qin Huang yang ternyata ada di gasebo taman belakang bersama dengan Long Tian.


Tabib Yao berjalan tergesa menghampiri dua orang itu, "Tuan Qin, Tuan Long, maaf mengganggu waktu kalian, apa aku boleh bergabung?"


Long Tian mengangguk dan mempersilakan Tabib Yao duduk di samping kanannya. Long Tian menarik sebuah cangkir baru, membaliknya dan mengisinya dengan arak. "Minumlah, Tabib Yao."


Tabib Yao, "Terima kasih."


Qin Huang masih menampakkan wajah kusut jauh dari raut mukanya beberapa saat lalu saat bersama Qin Guan. Tabib Yao yang penasaran dengan hal itu tak dapat menahan pertanyaan agar tidak keluar dari mulutnya. "Tuan Qin, apa perkataanku telah menyinggungmu?"


"Tidak, Tabib Yao. Aku hanya sedang banyak beban pikiran,. Pertanyaanmu tidak menyinggung sama sekali, tetapi aku hanya sedang berpikir tentang sesuatu," jawab Qin Huang cepat.


Long Tian diam sambil menyimak, sementara tabib Yao, "Jika boleh tahu, masalah apa yang membuat Anda sampai seperti ini, Tuan Qin?"


Qin Huang menggeleng perlahan, kemudian menatap Long Tian yang masih sibuk meneguk arak. "Apa Wang Tian Sin sudah tahu mengenai ayahnya, penyebab kematiannya, siapa pembunuh ayahnya?"


Long Tian menggeleng, "Aku hanya memberitahu jika dia adalah anak dari muridku, sementara Ayahnya bermarga Wang."


"Sebaiknya kita segera memberi tahu faktanya kepada Wang Tian Sin. Dan ... aku juga ingin mengangkatnya sebagai anak untuk meneruskan permintaan Jiang gege." Qin Huang terlihat serius dengan ucapannya.


"Apa kau serius, Gubernur Qin?" tanya Long Tian memastikan.

__ADS_1


Qin Huang mengangguk mantap tanda kepastiannya.


"Aku serahkan urusan ini kepada Sin'er. Dia sudah besar dan sudah memiliki pemikiran untuk memutuskan. Hanya saja Sin'er memiliki tabiat seperti ibunya yang menyukai kebebasan. Jika Kau tidak masalah dengan hal itu, aku tidak akan menghalangi," ucap Long Tian.


"Masa muda memang menyenangkan jika diisi dengan kebebasan. Aku tidak masalah."


Senyum tipis terbit di bibir Qin Huang. Dia segera mengisi cangkir arak milik Long Tian dan tabib Yao, tak lupa juga milik dirinya. Tiga pria tua itu mengangkat cangkir dan bersulang.


***


Sehari setelah Qin Guan dan Wang Tian Sin sadar, Qin Huang menyiapkan jamuan mewah di kediaman Qin Guan untuk menjamu Long Tian seperti janji Qin Guan sebelum pemuda itu pergi ke gunung tanpa batas. Awalnya Qin Huang berniat untuk membuat jamuan di rumahnya tetapi Qin Guan langsung menolaknya.


Walau Qin Guan adalah penerus keluarga Qin dan mewarisi sebagian besar kekuasaan Qin Huang, tetapi semenjak dia menjadi pemimpin pasukan Qin, Qin guan lebih memilih memiliki kediaman sendiri dan hidup mandiri layaknya pria yang sudah berkeluarga.


Qin Huang tak bisa menentang keputusan Qin Guan yang satu ini.


Di ruang jamuan, banyak pejabat Qin yang datang untuk menyambut Long Tian. Wang Tian Sin dan Qin Guan juga hadir walau mereka lebih memilih diam di sudut ruangan.


Qin Huang membuka jamuan, "Terima kasih kepada Tuan Long Tian, Naga Langit gunung Long Hong. Saya tidak pernah berpikir bisa menemui pemuka dunia persilatan dan ini adalah sebuah kehormatan untukku dan juga Kota Qin."


Qin Huang menggeleng dan membalasnya dengan cepat. "Tidak seperti itu, Tuan Long. Kehadiran Anda merupakan berkah bagi kami."


Orang-orang dalam ruangan jamuan mengangguk setuju dengan ucapan Qin Huang.


Qin Huang kembali melanjutkan kalimatnya, "Selain untuk menyambut kedatangan Tuan Long, aku di sini juga ingin mengumumkan sesuatu kepada kalian."


Orang-orang kembali saling berbisik, penasaran dengan pengumuman yang akan diberikan oleh gubernur mereka.


"Aku ingin mengenalkan seorang pemuda yang menjadi adik angkat putraku, Qin Guan." bising dari suara bisik-bisik orang-orang itu semakin menjadi. Mereka penasaran dengan orang yang dimaksud.


Qin Guan yang tak mengerti dengan rencana Qin Huang mengerutkan kening. Dia menatap Wang Tian Sin seperti meminta penjelasan kepada adik angkatnya, tetapi Wang Tian Sin yang tidak mengetahui tentang hal ini hanya menggeleng pelan dengan wajah tak kalah kebingungan.


"Karena hubungan antara Qin Guan dan Wang Tian Sin begitu akrab, aku berniat untuk mengangkatnya sebagai anak," lanjut Qin Huang.


Qin Guan dan Wang Tian Sin sama-sama terkejut dengan kalimat yang baru saja keluar dari mulut Qin Huang. Wang Tian Sin tak pernah menyangka jika Qin Huang akan melakukan hal ini dan mengangkatnya sebagai anak.

__ADS_1


Qin Guan juga terkejut, tetapi tidak bisa mengatakan apa-apa karena jika dirinya tak mendukung keputusan sang ayah dan menentangnya saat ini juga, pasti akan melukai harga diri Qin Huang dan Qin Guan tak mau hal itu terjadi.


Qin Huang memanggil Qin Guan dan Wang Tian Sin agar mendekat padanya. Dua tempat duduk tambahan segera disiapkan di samping kiri dan kanan Qin Huang.


Qin Huang mengisi tiga cangkir kosong dengan arak beras kuning, lalu memberikannya kepada Qin Guan dan Wang Tian Sin.


Qin Huang mengangkat cangkir araknya dengan dua tangan hingga sebatas kepala, diikuti oleh Wang Tian Sin dan Qin Guan.


"Aku, Qin Huang, bersumpah untuk mengangkat Pemuda Wang Tian Sin sebagai anak. Walau kami memiliki marga yang berbeda dan darah yang tak sama. Jika Wang Tian Sin dalam bahaya aku bersedia memberikan darahku!" ucap Qin Huang.


Qin Guan mengangkat cangkirnya lebih tinggi, "Aku Qin Guan bersumpah menjadikan Wang Tian Sin sebagai saudara. Walau lahir dari ibu yang berbeda dan tak memiliki marga yang sama, darah pejuang mengalir di dada kita. Sampai mati tetap Saudara!"


Kini giliran Wang tian Sin yang mengangkat cdangkirnya tinggi-tinggi. "Aku Wang Tian Sin bersumpah akan berbakti kepada Qin Huang dan menjadi adik yang baik dan saling menjaga dengan Qin Guan. Sampai mati keluarga!"


"Setelah meminum arak ini! Sampai maut menjemput tetap jadi keluarga!"


Setelah mengatakan kalimat terakhir bersama-sama, Qin Huang, Qin Guan dan Wang Tian Sin meminum araknya serempak dalam satu kali tegukan.


Orang-orang yang datang bertepuk tangan merayakan pengangkatan tersebut.


Perayaan berlangsung hingga tengah malam. Wang Tian Sin dan Qin Guan yang masih dalam masa penyembuhan pergi lebih awal untuk beristirahat.


Sebelum mereka berdua istirahat di kamar masing-masing, Qin Guan dan Wang Tian Sin duduk di gazebo taman belakang. "Ge ... apa ayah angkat sudah memberitahu masalah ini sebelumnya?"


Qin Guan menggeleng. Dia juga sedang memikirkan dengan tindakan ayahnya yang begitu mendadak. Dinginnya udara malam ini tak begitu terasa karena Qin Guan sedang merasakan api membakar hatinya.


'Apa keluarga Qin akan diteruskan oleh darah yang sama tetapi berbeda? Apa ayah sungguuh melakukan hal ini?'


Hari ini satu bab, kecuali ada sesuatu yang bikin saya bahagia dan memiliki kecepatan nulis bertambah, kopi misalnya, mungkin bisa dobel up. Tapi jangan berpikir kopi gift ya, karena hal itu tidak bikin saya melek.


Jika di bab ini ada typo, Maaf. Saya belum ngopi.


Selamat membaca


Rana Semitha

__ADS_1


__ADS_2