Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Pertarungan dengan Zhou Qinghou


__ADS_3

Wang Tian Sin dapat menebak jika pria yang saat ini berdiri di hadapannya adalah Zhen Ping, tuan kota di tempat ini sekaligus ayah Zhen Dong, gadis yang beberapa saat lalu menyombongkan diri padanya.


"Aku Zhen Ping, siapa dirimu, anak muda? Kau cukup arogan di tempat yang bukan kekuasaanmu," ucap Zhen Ping. Pandangannya tajam, menelusuri setiap bagian tubuh Wang Tian Sin untuk menebak latar belakangnya.


Wang Tian Sin memberi hormat kepada Zhen Ping, senyuman tulus terukir di bibirnya, tak ada kesan arogan seperti saat menghadapi Zhen Dong. "Tuan Zhen, Anda bisa memanggilku Tian Sin."


Zhen Ping mengerutkan saat mendengar nama Tian Sin. Dia adalah peringkat sembilan di Paviliun Langit. Selain kekuatan besar, relasi dan juga pengetahuannya juga luas. Nama Tian Sin menjadi nama yang asing sekaligus familiar di telinganya.


Namun, melihat pakaian mewah yang dikenakan oleh pemuda di hadapannya, membuat Zhen Ping menebak jika pemuda itu memiliki latar belakang istimewa.


"Tuan Muda Tian, sepertinya putriku memiliki masalah pribadi denganmu, apa Anda bisa memberitahu apa permasalahannya?" tanya Zhen Ping.


"Tuan Zhen berpikir terlalu jauh. Sebenarnya ini hanya masalah kecil, aku hanya memberikan pembelaan pada kekasihku, tidak lebih. Jika Nona Zhen mau mengakhiri kesalahpahaman ini, Saya sangat berterima kasih," ucap Wang Tian Sin.


Xiao Lang selalu berpesan padanya untuk tak merendahkan harga diri, tetapi juga tidak arogan terhadap orang yang memiliki kekuasaan. Mengakhiri masalah tanpa pertarungan merupakan pilihan tepat.


Di sisi lain, Zhen Ping yang tidak bisa menebak latar belakang Wang Tian Sin juga tak ingin menambah sejumlah masalah yang ia pikul di pundaknya. Jika pemuda yang sudah terlihat istimewa di matanya ternyata jauh lebih istimewa, maka akan mendatangkan bencana jika dirinya terlalu arogan.


"Anak muda memang sering meributkan hal-hal kecil. Jika masalahnya tidak terlalu serius maka anggap saja tak pernah ada. Satu lagi, jangan sembarangan melukai orang di kota ini, karena tidak ada ampunan untuk tindakan kedua."


Wang Tian Sin menakupkan kedua tangannya, "terima kasih, Tuan Zhen."


Zhen Ping tersenyum ramah dan mengatakan jika festival musim semi akan segera dimulai, lalu mengajak Zhen Dong untuk pergi ke tempat festival karena Wang Tian Sin menolak ajakannya dengan halus.


Ji Hua dapat bernapas lega saat melihat Zhen Ping pergi tanpa menimbulkan masalah. Wang Tian Sin menatap tajam gadis itu dan berkata, "kekuatan Zhen Ping melebihi pamanmu, jika dia bertindak, kecuali beberapa tetua menggabungkan kekuatan maka akan sulit menjatuhkannya. Paham?"


Ji Hua mengangguk pelan. Dua puluh tahun ia menjalani kehidupan, Ji Hua tidak pernah merasakan kehangatan seorang pria sebelumnya. Namun, kali ini berbeda. Wang Tian Sin tak memperlihatkan obsesinya tetapi terus melindunginya di setiap kesempatan, membuat dendam di hatinya perlahan pudar.


Wang Tian Sin menyadari jika Ji Hua sedang memikirkan sesuatu karena tak membantah ucapannya. Setelah mengucapkan terima kasih kepada nenek Ming, Wang Tian Sin menggandeng Ji Hua untuk pergi ke tempat Festival.


Dalam hati pemuda itu, Wang Tian Sin cukup menyesali kematian Ji Tu. Namun, itu bukanlah kesalahannya karena Ji Tu yang memburunya pertama kali dan berniat membunuhnya. Jika saja pada saat itu Ji Tu tak memburunya, saat ini dia belum tentu masih hidup.


"Nona Ji ...." panggil Wang Tian Sin, menyadarkan Ji Hua dari lamunan.


Gadis itu menoleh, "hm?"


"Kenapa tidak memanggilku Hua'er? Atau ... Ji Hua?" lanjut Ji Hua yang membuat Wang Tian Sin berdecak kesal.


"Apa itu akan membuatmu senang?" tanya Wang Tian Sin.

__ADS_1


"Entahlah ... aku hanya menyukai panggilan itu," jawab Ji Hua polos.


Wang Tian Sin menghentikan langkah, memutar langkahnya yang membuat tubuhnya kini berhadapan dengan Ji Hua. Ji Hua terlihat gugup dengan keadaan seperti ini, tetapi dengan cepat gadis itu bisa menguasai keadaan.


Mengabaikan orang-orang yang sedang memperhatikan mereka berdua, Wang Tian Sin membelai rambut Ji Hua perlahan.


"Jika saat itu kau yang datang membunuhku, sudah dapat dipastikan jika aku mati. Sayangnya malah ayahmu yang datang dan melakukannya dengan terang-terangan, memberi kesempatan untukku kabur," ucap Wang Tian Sin yang membuat Ji Hua memalingkan wajahnya. "Walau begitu, ayahmu sudah berusaha. Dia menggunakan racun kelabang malam dan tapak lima racun. Hanya saja keberuntungan masih berpihak padaku."


Ji Hua tersentak saat mendengar ayahnya sudah menggunakan racun kelabang malam. Itu adalah racun tingkat tinggi yang dimiliki organisasi tangan setan dan hampir tak ada orang yang selamat saat terkena racun itu. Apalagi dikombinasikan dengan tapak lima racun yang dimiliki ayahnya. Jika Ji Hua mendengarnya bukan dari Wang Tian Sin langsung, maka kemungkinan gadis itu tak akan percaya.


"Ayahmu sudah berusaha melakukan yang terbaik, tetapi guru juga tak mau kehilangan muridnya yang paling tampan."


Plak!


Ji Hua yang muak mendengar ucapan Wang Tian Sin tak dapat menahan tangannya agar tak memukul pemuda itu.


Wang Tian Sin mendekatkan wajahnya pada Ji Hua, membuatnya bisa merasakan embusan napas sang gadis yang sedang mengalami perang batin. Tangan kanan Wang Tian Sin merayap, menelusuri setiap inchi wajah giok Ji Hua.


Boom!!!


Ketenangan ini segera berakhir ketika terdengar suara ledakan yang membuat tanah sedikit bergetar. Wang Tian Sin mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber ledakan, satu Li di depannya (sekitar setengah km) terdapat kobaran api yang membumbung tinggi.


Sepertinya ini bukanlah kebakaran biasa. Di depan sana, terlihat dua siluet yang sedang melompat-lompat di udara, tak jauh darinya, seorang gadis sedang berdiri dengan wajah cemas, ditemani dua orang pemuda yang terlihat tak berguna. Wang Tian Sin mendekati gadis itu dan menanyakan apa yang menyebabkan kekacauan ini.


Awalnya Zhen Dong ragu saat melihat Wang Tian Sin dan Ji Hua, tetapi tak ada pilihan lain karena ayahnya sedang bertarung seorang diri.


Akhirnya Zhen Dong mengatakan jika musuh lama ayahnya datang dan mengacau, berusaha merebut kota Xiang darinya. Zhen Dong meminta Wang Tian Sin untuk membantu Ayahnya karena Zhen Ping sudah terkena bubuk racun.


"Kau ingin membahayakan nyawa kekasihku? Tidak!" ucap Ji Hua.


"Apa maksudmu?"


"Ayahmu pendekar besar, bagaimana dengan kekasihku yang hanya pengelana biasa? Aku tidak akan membiarkannya membahayakan nyawa," ucap Ji Hua.


Wang Tian Sin menatap heran pada gadis yang kemarin malam hendak membunuhnya. "Hua'er, biarkan aku menyelamatkan Tuan Zhen. Setidaknya aku memiliki ilmu meringankan tubuh yang bagus untuk membawanya kabur."


"Baik! Tapi kau harus berjanji kembali dengan selamat."


Wang Tian Sin mengangguk cepat, lalu merebut pedang salah satu Wei karena dirinya tidak membawa senjata.

__ADS_1


Dengan menggunakan langkah raja naga, Wang Tian Sin dengan cepat berhasil mendekati pertarungan keduanya. Pemuda itu kemudian mengerahkan tenaga dalam naga bumi untuk melindungi tulang-tulangnya dari serangan benda tajam. Selama tak dialiri tenaga dalam jumlah besar, maka senjata biasa tak akan memotong tulangnya.


Zhen Ping terkejut saat seseorang menangkis pedang yang mengarah ke jantungnya.


"Siapa kau berani ikut campur?" teriak lawan Wang Tian Sin.


"Aku akan memberitahu jika kau berhasil menang," ucap Wang Tian Sin.


Wang Tian Sin meminta Zhen Ping untuk menepi dan memulihkan kondisi karena keberadaannya hanya memecah konsentrasinya.


"Aku, Zhou Qinghou, akan membunuhmu hari ini!"


Zhou Qinghou, nama yang tak asing bagi Wang Tian Sin. Dia adalah raja pedang di partai pedang langit. "Pendekar pedang menggunakan racun? Aku tak menyangka kau berbuat sejauh itu,"


Setelah mengatakan kalimat itu, Wang Tian Sin kembali menyarungkan pedangnya, bersiap menggunakan langkah pertama pedang pembelah gunung.


Mengerahkan tenaga dalam ke kedua kaki, Wang Tian Sin menghentakan kakinya dan melompat hingga beberapa tombak di atas tanah. Saat dirinya sudah cukup tinggi, Wang Tian Sin mengeluarkan pedang dari sarung dan mengalirkan tenaga dalam dengan jumlah banyak.


Zhou Qinghou yang mengetahui teknik pedang ini melebarkan matanya, beberapa puluh tahun lalu dia pernah melihat seseorang menggunakan teknik ini dan memenangkan pertarungan dalam satu serangan. Orang itu tak lain adalah Long Tian, naga langit penguasa gunung Long Hong. Dia bisa menebak arah serangan Wang Tian Sin selanjutnya karena gerakan Wang Tian Sin dan Long Tian saat itu benar-benar sama. Mengalirkan tenaga dalam ke pedang yang ia genggam, Zhou Qinghou juga memperkuat kuda-kuda saat sebuah hawa pedang dengan panjang tiga meter bergerak menyilang ke arahnya.


Pengalaman bertarung yang tak terhitung, keberuntungan dan tenaga dalam yang besar menyelamatkan nyawa Zhou Qinghou kali ini. Jika dia tidak pernah melihat gerakan ini sebelumnya, maka besar kemungkinan tubuhnya akan terbelah menjadi dua.


Terseret mundur beberapa langkah adalah hasil terbaik yang bisa ia capai saat ini.


Satu penyesalan yang Zhou Qinghou rasakan saat ini adalah, dia menghabiskan seluruh racun untuk Zhen Ping karena tak menduga ada pendekar yang mau mengulurkan tangan.


Setelah melepas satu serangan besar, Wang Tian Sin takjub saat melihat Zhou Qinghou mampu bertahan tanpa terluka. Walau kedua tangan Zhou Qinghou terlihat bergetar karena benturan tenaga dalam, tetapi itu hasil terbaik yang bisa didapatkan pria itu.


Wang Tian Sin mendarat dengan mulus dan menghunuskan pedang pada Zhou Qinghou. Dia tidak mau memberikan kesempatan lawannya untuk mengambil jeda.


Dengan langkah raja naga, Wang Tian Sin dapat mendekati Zhou Qinghou yang awalnya terpisah beberapa tombak dengannya dalam kedipan mata.


Zhou Qinghou tak menurunkan kewaspadaan sedikit pun. Saat melihat lawan bergerak cepat mendekatinya, Zhou Qinghou menyiapkan pedangnya untuk menangkis serangan yang datang.


Trang!


Perbedaan tenaga dalam yang begitu besar membuat tangannya kembali kebas. Melihat serangan ke arah kepala, Zhou Qinghou tak menangkisnya, tetapi menjejakan kaki ke tanah hingga membuat tubuhnya mundur beberapa langkah.


Saat Wang Tian Sin kembali memburunya, Zhou Qinghou buru-buru menghentikannya,

__ADS_1


"Tunggu! Kau murid senior Long?"


__ADS_2