
Wang Tian Sin dan Xuanyuan Wentian menghabiskan malam dengan mengobrol dan menikmati arak bersama. Xuanyuan Qixuan yang tidak terlalu tertarik dengan obrolan seputar dunia persilatan memilih untuk kembali ke penginapan dan istirahat.
Dari obrolan tersebut, Xuanyuan Wentian mengetahui jika Wang Tian Sin adalah anak angkat dari Qin Huang, cukup terkejut dengan fakta tersebut.
"Ayah baru mengadakan perjamuan untuk merayakannya, malam itu juga tragedi ini menimpa." Wang Tian Sin kembali terlihat sedih ketika mengingat kejadian yang merenggut keluarganya.
Xuanyuan Wentian penasaran, kenapa Wang Tian Sin sudah pergi sejauh ini dan tidak menemani Qin Guan di kota Qin. Xuanyuan Wentian mengenal Qin Guan dengan baik karena keluarga Qin adalah keluarga militer sementara keluarga Xuanyuan adalah penguasa perairan. Jadi, dua tuan muda dari dua keluarga itu sudah menjalin hubungan pertemanan. Di saat seperti ini seharusnya Qin Guan melarang adiknya pergi.
Wang Tian Sin tersenyum tipis, pemuda itu kemudian menjawab rasa penasaran kawannya. "Da Ge, mungkin kau tidak tahu, tetapi selain ayah angkat, salah satu korban tewas dalam tragedi malam itu juga guruku."
Brak!
Xuanyuan Wentian menggebrak meja karena terkejut. Pemuda itu menunjuk Wang Tian Sin dengan mata melotot. "Gurumu? Tuan Long?"
Wang Tian Sin mengangguk pelan. "Saat ini aku sedang menuju gunung Long Hong, mengantar tubuh guru untuk disemayamkan di sana. Salah satu keinginannya saat masih hidup adalah saat dia mati, rumah abadinya adalah Gunung Long Hong."
Saat ini Xuanyuan Wentian hanya bisa mengangguk, paham dengan apa yang dilakukan oleh Wang Tian Sin. Qin Huang adalah ayah angkatnya, tetapi Long Tian adalah guru yang merawatnya dari kecil. Sudah sewajarnya jika Wang Tian Sin akan mendahulukan Long Tian dari siapa pun.
Namun, kening Xuanyuan Wentian kini berkerut ketika menyadari jika Wang Tian Sin hanya membawa tombak di kota ini. "Lalu ... di mana tubuh gurumu?"
"Perwira Di sedang menuju gunung Long Hong bersama rombongan, aku akan menyusulnya besok pagi. Seharusnya kita akan bertemu di kota Chang, atau tidak terlalu jauh dari tempat itu," jelas Wang Tian Sin sebelum meneguk arak dari cangkirnya.
Xuanyuan Wentian menghela napas panjang. Jika saja dirinya tidak sedang mengemban tugas, pasti dia akan mengikuti Wang Tian Sin mengantar tubuh Long Tian. Sayang beribu sayang, kemarin malam ayahnya yang tak lain adalah kepala keluarga Xuanyuan mengiriminya surat agar dia dan Xuanyuan Qixuan pergi ke kota Qin untuk memberi ucapan belasungkawa.
__ADS_1
"Melihat hubungan keluarga Qin dan keluarga Xuanyuan, pasti Tian Da Ge sedang menuju kota Qin," tebak Wang Tian Sin.
Xuanyuan Wentian mengangguk, "Ayah meminta agar aku membawa Qi'er ke kota Qin."
Wang Tian Sin mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan ucapan Xuanyuan Wentian. Di dalam keluarga Xuanyuan, segala macam urusan dengan dunia luar akan diurus oleh para pria, tetapi dalam kasus ini kenapa Xuanyuan Qixuan dilibatkan.
Dengan wajah penasaran namun penuh keraguan, Wang Tian Sin memberanikan diri menanyakannya pada Xuanyuan Wentian. "Apa ... apa Nona Qi dan Guan gege ...."
Tak perlu mendengarkan kalimatnya hingga selesai, Xuanyuan Wentian mengangguk membenarkan. Xuanyuan Qixuan dijodohkan dengan Qin Guan.
Wang Tian Sin mendengus kesal saat melihat Xuanyuan Wentian mengangguk. "Masalah seperti ini kenapa Guan Gege tidak mengatakannya padaku? Kenapa aku malah tahu dari orang lain?"
"Xiao Sin, apa kali ini kau berkunjung dalam waktu lama?" tanya Xuanyuan Wentian. Wang Tian Sin mengangguk.
"Nah, itu artinya bukan karena dia tidak ingin mengatakannya padamu, tetapi memang belum ada waktu yang tepat," ucap Xuanyuan Wentian. Pemuda itu berhenti sejenak, terlihat berpikir dan kembali bertanya kepada Wang Tian Sin. "Xiao Sin, Tuan Long merupakan peringkat lima dalam dunia persilatan. Tidak banyak orang yang bisa mengalahkannya, jadi, siapa yang telah membunuhnya?"
Wang Tian Sin mengepalkan kedua tangannya, matanya memerah, entah karena marah atau karena terlalu banyak minum. "Racun tua, Ouyang Mu. Entah apa yang membuat mereka berdua bertarung, tetapi jika hanya untuk merebut gelar, seharusnya tidak sampai membunuh guru. Aku akan menyelidikinya nanti saat selesai melakukan perkabungan."
"Pertengahan musim gugur nanti akan ada pertemuan dunia persilatan. Gunung Hui akan menjadi tuan rumah. Kau datanglah, siapa tahu ini bisa membantumu," ucap Xuanyuan Wentian antusias.
"Apa Racun Tua akan datang?" tanya Wang Tian Sin.
"Entahlah. Tapi kemungkinan dia akan datang. Ketua partai wudang, ketua partai gurun gobi dan lembah bunga sudah memastikan akan hadir. Ayah sebenarnya mengirim undangan untuk Tuan Long, tetapi langit tak mengizinkan." Xuanyuan Wentian mengatakan kalimat tersebut dengan antusias. Tetapi, semakin banyak kata yang terucap, tak ada lagi antusiasme yang terlihat hanya tersisa penyesalan.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan datang." Tanpa menimbang lebih lama Wang Tian Sin langsung menyetujuinya. Dia tidak dendam kepada racun tua Ouyang Mu, tetapi dia ingin sekali mengungkap kebenarannya. Jika memang Ouyang Mu murni ingin menantang demi nama, maka Wang Tian Sin akan menanyakan mengapa Ouyang Mu sampai membunuh Long Tian.
Malam semakin larut, wajah Xuanyuan Wentian sudah merah karena mabuk arak. Wang Tian Sin juga merasa wajahnya begitu panas, tetapi belum sepenuhnya mabuk. Xuanyuan Qixuan yang khawatir karena kakaknya belum juga pulang kembali ke kedai arak bunga.
"Aiya ... untung saja kau datang. Tian Da Ge sudah mabuk, aku ingin mengantarnya ke penginapan tetapi dia tidak ingat," ucap Wang Tian Sin.
Xuanyuan Qixuan yang melihat kakaknya mabuk hingga kepalanya menggeletak di meja, memapahnya dengan susah payah. Wang Tian Sin melihatnya tidak tega, tetapi saat dirinya hendak membantu, Xuanyuan Qixuan dengan tegas menolaknya.
"Aku bisa," jawab Xuanyuan Qixuan singkat saat Wang Tian Sin meraih lengan Xuanyuan Wentian untuk memapahnya.
Bruk!
Tubuh mungil Xuanyuan Qixuan nyatanya tak kuat menahan tubuh kakaknya yang jauh lebih besar. Alhasil, gadis itu terjerembab bersama dengan sang kakak. Wang Tian Sin langsung membantu Xuanyuan Wentian berdiri dan memapahnya keluar dari kedai arak bunga.
"Tunjukan jalan, biar aku yang memapah," ucap Wang Tian Sin dingin. Xuanyuan Qixuan tak dapat menolaknya lagi, gadis itu hanya menghentakan kaki ke lantai beberapa kali sebelum berjalan cepat ke di depan Wang Tian Sin.
"Wanita selalu merepotkan."
Author Note:
Nanti tengah malam saya up lagi, cerita ini belum di edit, maaf kalo banyak Typo
Rana Semitha
__ADS_1