Tombak Langit Dan Naga Bumi

Tombak Langit Dan Naga Bumi
Totokan Mengerikan


__ADS_3

Setelah menitipkan tombak langit milik Wang Tian Sin kepada Tabib Yan, Di Min Jie memutuskan kembali ke tenda untuk istirahat dan sampai di tenda saat matahari mulai terbit. Menyempatkan tidur beberapa jam, setelah matahari mulai tinggi tenda-tenda digulung dan rombongan mulai bergerak ke barat laut menuju gunung Long Hong.


Di dalam kota Qian, Wang Tian Sin sudah sadar dan sedang menerima perawatan dari Tabib Yan.


"Tabib Yan, bagaimana?" tanya Wang Tian Sin.


Tabib Yan menatap Wang Tian Sin tajam tanpa mengatakan apa-apa. Beberapa saat berlalu dan Tabib Yan sudah selesai dengan pemeriksaannya, baru Tabib Yan mengeluarkan sebuah kalimat ajaib. "Istirahat atau dipaksa istirahat!"


Tak ada ekspresi marah atau benci yang ditunjukan oleh Tabib Yan, tetapi kalimat itu berhasil membuat Wang Tian Sin seperti disambar petir.


"Ta-tapi ...."


"Tapi-tapi apa?" bantah Tabib Yan dengan ketusnya.


"Aku harus pergi sekarang ju- argh ...." Sebelum Wang Tian Sin menyelesaikan kalimatnya, Tabib Yan menotok sebuah titik akupuntur di dada kiri Wang Tian Sin, dua jari di atas jantung.


Wang Tian Sin merasa tubuhnya seperti dialiri listrik dan berakhir dengan kebas.


Tabib Yan menyeringai kepada Wang Tian Sin setelah melihat pemuda itu tak bisa mengatakan apa-apa lagi. "Setelah istirahat dua hari, dirimu akan kembali bugar, jadi istirahatlah dengan benar. Di hari ketiga kau bisa berkuda seperti sebelumnya tanpa takut pingsan di tengah jalan."


Wang Tian Sin berniat kembali menyanggah ucapan Tabib Yan, tetapi setelah melihat tabib tua itu mengacungkan jari tengah dan telunjuknya, Wang Tian Sin mengurungkan niatnya.


Setelah membereskan beberapa peralatan seperti jarum akupuntur dan beberapa jenis pil, Tabib Yan meninggalkan Wang Tian Sin.


"Aku akan kembali setelah membuat sebuah obat," ucap Tabib Yan sebelum pergi meninggalkan Wang Tian Sin. Wang Tian Sin hanya bisa mengangguk karena sebelum dia bisa menjawab Tabib Yan sudah pergi.

__ADS_1


Wang Tian Sin sebenarnya ingin bertanya kepada Tabib Yan tentang Di Min Jie dan rombongannya, tapi sebuah totokan yang mampu membuat sekujur tubuhnya kebas, membuat Wang Tian Sin berpikir dua kali.


Wang Tian Sin mengamati sekeliling ruangannya dan mendapati jika Tombak Langit diletakkan tak jauh dari tempatnya berbaring. Di Min Jie tahu jika tombak langit adalah harta yang sangat berharga sehingga meninggalkannya di tempat ini bersama si pemilik.


"Padahal dia sangat tergesa, tetapi masih ingat dengan tombak itu," gumam Wang Tian Sin.


Kejadian tadi sore masih teringat jelas dalam pikirannya, ketika tiba-tiba dadanya terasa sakit dan tubuhnya sangat lemah. Tetapi, di balik itu semua, Wang Tian Sin masih bisa mendengar selama beberapa waktu sebelum benar-benar pingsan.


Wang Tian Sin kembali mengedarkan pandangannya. Ruangan ini tidak terlalu lebar, tapi juga tidak bisa dikatakan sempit jika ditinggali oleh tiga orang. Orang yang merawatnya bernama tabib Yan, maka Wang Tian Sin menebak jika dirinya sedang di biro pengobatan Quanyu.


***


Tiga jam sudah berlalu semenjak Tabib Yan pergi meninggalkan ruangan Wang Tian Sin. Tabib tua itu kembali dengan semangkuk obat yang masih mengepul, mengeluarkan asap berwarna putih. Tabib Yan membantu Wang Tian Sin meminum ramuannya hingga habis tak tersisa sedikitpun.


Belum juga Wang Tian Sin menjawab atau pun mengangguk setuju, Tabib Yan sudah menurunkan selimut yang menutupi tubuh Wang Tian Sin hingga sebatas pusar dan membuka ikatan jubahnya.


Tabib Yan mengambil sebuah jarum dan menancapkannya di dada Wang Tian Sin, memutarnya beberapa kali sebelum melepas dan mengambil jarum yang baru. Proses ini terjadi berulang kali hingga sebelas jarum menancap di dada dan perut Wang Tian Sin.


Bukannya merasa sakit, Wang Tian Sin malah merasa tubuhnya sangat lelah dan ingin segera tertidur. Akhirnya Wang Tian Sin larut dalam tidurnya, bisa dibilang jika Wang Tian Sin sedang tak sadarkan diri karena obat yang sebelumnya Tabib Yan berikan adalah obat penenang.


Tabib Yan terkekeh melihat pasiennya sudah pulas. "Ternyata kepandaianku menjinakkan pasien belum luntur hehehe."


Sebagai seorang tabib, Tabib Yan sudah melakukan yang terbaik untuk pasiennya karena saat ini yang Wang Tian Sin membutuhkan ketenangan saat istirahat. Untuk dua hari ke depan, walau negeri Song menyerang dengan kekuatan penuh pun Wang Tian Sin tidak akan bangun.


***

__ADS_1


Di ibukota kekaisaran Yin, yaitu kota Weida, istana kekaisaran dibuat gempar sesaat ketika berita tentang kematian Qin Huang sampai di tangan kaisar. Kaisar mengamuk dan melemparkan banyak berkas yang ada di hadapannya. Kasim Gao yang selalu menemani kaisar berusaha menenangkan kaisar tetapi tak digubris.


"Gao Chen, mungkin kau tidak tahu, tapi Qin Huang itu Gubernur terbaik yang aku miliki. Selain itu dia adalah bangsawan tingkat dua, seorang jendral, memiliki 300.000 pasukan, bagaimana dia bisa mati setragis itu? Mati di kota sendiri tanpa bisa melawan," ucap Kaisar Yin marah. Kaisar Yin mengatur napasnya yang memburu kemudian meminta kasim Gao untuk memanggil adiknya. "Gao Chen, panggil Pangeran Tua Rui kemari."


Kasim Gao membungkuk, "Gao Chen menerima perintah Yang Mulia."


Gao Chen perlahan mundur dan menjauh dari Kaisar Yin, mendekati seorang kasim muda dan membisikan perintah untuk memanggil Pangeran Tua Rui agar menghadap kaisar.


Sudah paham dengan perintah yang diberikan oleh Gao Chen, kasim muda itu pergi menuju kediaman Pangeran Tua Rui.


Saat Gao Chen kembali, Kaisar sudah terlihat tenang dan membaca laporan-laporan yang belum ia lempar. Gao Chen tersenyum karena kaisar yang selalu ia dampingi bisa mengontrol diri dengan cepat.


"Gao Chen ...." panggil Kaisar Yin.


"Gao Chen siap menerima perintah Yang Mulia!" jawab Gao Chen.


Kaisar Yin mengerutkan keningnya sejenak. Kematian Qin Huang begitu mendadak dan dia juga tidak meninggalkan wasiat apa-apa. Sejak propinsi Qin berdiri, Gubernurnya adalah orang-orang dari keluarga Qin. Mulai dari Qin Zhiwei, Qin Huang, tetapi sekarang keputusan berat harus diambil oleh kaisar.


Qin Huang hanya memiliki seorang putra yang memiliki pangkat Jendral Muda kekaisaran Yin dan Panglima pasukan Qin. Dua tugas itu membawa beban yang sangat berat tapi jiga kekuasaan yang sangat besar. Kaisar Yin tidak ingin mengangkat Qin Guan sebagai gubernur karena akan membuat pasukan Qin menjadi terlalu kuat dan tidak terkontrol.


Qin Huang memiliki seorang adik, Qin Yang, tetapi kemampuan Qin Yang dalam mengatur ekonomi, sosial dan politik sangat buruk karena otaknya ada di ************ (suka main wanita). Menyerahkan sebuah wilayah yang begitu makmur kepada orang sepertinya hanya akan digunakan untuk kepentingan pribadi.


Jika Gubernur Qin yang baru diangkat bukan dari keluarga Qin, maka akan menyebabkan ketidakpuasan rakyat. Bisa-bisa mereka akan mendemo pemerintahan.


Ketika kaisar sedang larut dalam pikirannya, seorang kasim berteriak, "Pangeran Tua Rui menghadap Yang Mulia Kaisar!"

__ADS_1


__ADS_2