
Qin Guan menatap tajam dua orang yang menghadangnya. Dipandanngnya dua orang itu dari ujung kepala hingga ujung kaki. Ingatannya yang kuat tak mampu membantunya mengungkap identitas dua orang tersebut, yang artinya adalah dia memang belum pernah bertemu dengannya.
"Dia adalah adikku. Aku harus mengobatinya, jadi tolong menyingkir!" tegas Qin Guan.
Long Tian mendelik tak terima mendengar ucapan Qin Guan. "Menyingkir katamu? Dia adalah muridku!"
Qin Guan tak menghiraukan dua orang di depannya dan melangkah maju. Long Tian kembali menghadang langkah Qin Guan, membuat pemuda itu merasa kesal.
"Senior, adiikku butuh pertolongan. Aku harus membawanya pergi sekarang juga."
"Dia muridku. Aku yang akan membawanya." Long Tian tak mau mengalah dan berusaha merebut Wang Tian Sin dari tangan Qin Guan.
Xiao Lang yang melihat dua orang di hadapannya bersitegang berusaha menjadi penengah. "Tuan Muda Wang adalah murid Tuan Long. Apa Anda adalah Tuan Qin?"
Qin Guan mengangguk. "Aku Qin Guan. Aku tidak peduli siapa kalian, jika kalian memang keluarga Xiao Tian, ikut aku untuk mengobatinya."
"Tuan Qin, lebih baik kita bawa Tuan Muda Wang ke penginapan. Biarkan saya dan Tuan Long mengobatinya."
Qin Guan menggeleng. "Kediamanku tak jauh dari tempat ini. Ada tabib dan obat-obatan penunjang, jika kita ke penginapan akan membuang banyak waktu."
"Tapi-"
"Xiao Lang, ikuti perkataan dia saja. Memang ada beberapa obat yang kita butuhkan."
Qin Guan berjalan menuju kudanya dan menaikkan Wang Tian Sin. Setelah dia naik, kuda dipacu menuju kediaman Qin Guan dengan cepat. Xiao Lang dan Long Tian mengikuti dari belakang dengan ilmu meringankan tubuh.
"Xiao Tian, bertahanlah." Ingatan Qin Guan kembali ke masa lalu, saat Wang Tian Sin membawanya ke kota Qin dengan kuda. Hari itu juga salju turun dengan lebat hingga kuda tak bisa berjalan karena kelelahan. Wang Tian Sin tak menyerah dan menggendong Qin Guan hingga tiba di Kota Qin.
Beberapa prajurit mengira jika Wang Tian Sin telah melukainya hingga pemuda itu ditangkap dan dikurung selama Qin Guan tak sadarkan diri. Bisa saja Wang Tian Sin melawan dan mengalahkan pasukannya, tetapi itu tidak ia lakukan.
__ADS_1
Terlarut dalam kenangan membuat Qin Guan tak menyadari jika dia telah tiba di kediaman. Dua orang penjaga membuka gerbang dan membungkuk kepada Qin Guan. Kuda kembali berjalan memasuki kediaman Qin Guan dan berhenti di halaman.
Qin Guan menggendong Wang Tian Sin dan membawanya masuk. Beberapa penjaga mencoba membantu Qin Guan tetapi langsung ditolak.
Long Tian yang melihat itu tersenyum. "Sepertinya dia memang orang yang dimaksud Sin'er."
Beberapa prajurit menghadang langkah Xiao Lang dan Long Tian saat dua orang itu masuk ke kediaman Qin. Namun, Qin Guan segera mengatakan jika dua orang itu adalah tamu pentingnya, membuat para penjaga membungkuk hormat.
Qin Guan membawa Wang Tian Sin ke ruang pribadinya dan merebahkannya. "Panggil Tabib Yao kemari!"
Seorang penjaga berlari meninggalkan tempat itu dan kembali dengan seorang pria tua yang menampakkan kekhawatiran di wajahnya. Dia adalah Tabib Yao Quanyu, tabib terbaik di kota Qin.
Perlu diketahui, tabib dan prajurit adalah dua elemen yang tak terpisahkan. Seorang prajurit yang baik akan disokong dengan tabib hebat. Dan Qin Guan adalah prajurit itu sementara Yao Qianyu adalah sang tabib hebat.
"Tabib Yao, bantu obati adikku."
Tabib Yao mengerutkan kening. Dia cukup mengenal pemuda yang dibawa oleh Qin Guan karena tiga tahun lalu dia membawa Qin Guan yang terluka parah.
"Tabin Yao ...." Qin Guan yang melihat Tabib Yao melamun kembali memanggilnya.
"Baik, Tuan Muda. Biarkan saya memeriksanya." Tabib Yao mendekati Wang Tian Sin dan memeriksa denyut nadi pemuda itu.
Nadi milik Wang Tian Sin masih berdenyut walau sangat lemah. Melihat bercak darah berwarna hitam di sudut bibir Wang Tian Sin dan wajah pemuda itu sedikit hitam, membuat Tabib Yao menyimpulkan jika pemuda di hadapannya terkena racun.
"Ada luka di perut muridku. Aku telah berusaha mengobatinya, tapi sepertinya racun itu lebih ganas dari yang aku kira." Long Tian membuka jubah hitam Wang Tian Sin dan menunjukkan luka di perut muridnya.
"Racun kelabang malam." Tabib Yao dengan cepat menyadari jenis racun di dalam tubuh Wang Tian Sin.
Terlihat garis-garis tipis berwarna hitam di dada hingga perut Wang Tian Sin. Luka di perut Wang Tian Sin juga mengeluarkan darah berwarna merah kehitaman. "Sepertinya butuh waktu cukup lama untuk bisa sembuh."
__ADS_1
Tabib Yao kembali menutup jubah Wang Tian Sin. "Tuan muda, saya harus membuat beberapa ramuan. Mungkin membutuhkan waktu hingga satu jam. Tolong awasi pemuda ini, dan jangan biarkan dia bergerak. Racun kelabang malam yang ada di tubuhnya telah menyerap hingga tulang, ini sangat membahayakan nyawa walau kematian datang dengan lambat."
Qin Guan melebarkan matanya saat mendengar penjelasan Tabib Yao. Racun kelabang malam merupakan racun yang langka dan mahal. Jika adiknya benar-benar terkena racun ini maka pelakunya bukan orang sembarangan.
"Tabib Yao, lakukan yang terbaik."
Tabib Yao mengangguk dan pergi meninggalkan mereka bertiga. Qin Guan terpaku di samping Wang Tian Sin, entah apa yang dipikirkannya saat ini, tetapi terlihat bening kristal di matanya.
"Siapa yang berani melakukannya?" gumam Qin Guan.
"Kita akan tahu begitu dia sadar," balas Long Tian dengan gumaman pula.
Qin Guan baru menyadari jika ada Long Tian di ruangan itu. Pemuda itu berdiri dan mendekati Long Tian.
"Maaf jika tadi aku bersikap menyebalkan. Aku hanya khawatir dengan kondisi Xiao Tian. Namaku Qin Guan, hormat pada senior." Qin Guan memberi hormat pada Long Tian.
"Jiwa muda memang seperti itu. Aku pernah muda dan aku paham. Aku Long Tian, guru Wang Tian Sin."
"Long Tian? Apakah senior adalah Naga Langit penguasa gunung Long Hong?"
Long Tian mengangguk. "Pengetahuanmu luas juga, anak muda. Biar aku tebak, jika kau adalah jubah putih Qin?"
Qin Guan mengangguk. "Pantas saja adikku begitu hebat. Ternyata dididik oleh orang hebat juga." Pemuda itu mengalihkan pandangan kepada Xiao Lang yang berdiri di belakang Long Tian.
"Apakah saudara adalah Serigala putih Xiao Lang?" tebak Qin Guan yang dibalas senyuman oleh Xiao Lang.
"Pengetahuan Tuan Muda begitu luas, saya merasa tersanjung."
"Setelah kondisi Xiao Tian membaik, aku ingin mengadakan jamuan kecil. Maaf jika saat ini aku tidak bisa memberikan jamuan yang layak." Qin Guan tak enak hati karena sampai detik ini tidak menyiapkan apa pun untuk tamunya.
__ADS_1
Long Tian menyadari hal itu segera menepis pikiran buruk Qin Guan. "Untuk saat ini walau tersedia arak terbaik kota Qin, aku tidak akan meminumnya. Kita tunggu Sin'er bisa bergabung baru kita bersenang-senang."
Qin Guan kembali tersenyum dan meminta dua tamunya untuk duduk. Long Tian tidak menolaknya dan duduk di dekat jendela bersama dengan Xiao Lang, sementara Qin Guan terus mengawasi Wang Tian Sin yang masih belum sadar juga.