
Pangeran Tua Rui meraih gulungan kertas tersebut, membukanya dan membacanya. Alisnya berkerut saat selesai membaca surat dengan isi mengejutkan hatinya itu. "Siapa yang mengirim surat ini?"
"Xiao Tian, Paman," jawab Qin Guan. Pangeran Tua Rui mendesah pelan saat mendengar nama si pengirim surat.
"Kenapa dia malah masuk ke dalam urusan seperti ini? Aku saja tidak ingin ikut campur tapi anak itu ... aih ... dia benar-benar membuatku sakit kepala." Pangeran Tua Rui memijit keningnya yang terasa sakit. Kertas dalam genggamannya segera ia remas dan lempar ke atas tungku penghangat yang membara.
"Paman ...." ucap Qin Guan saat melihat Pangeran Tua Rui membakar surat dari Wang Tian Sin.
Pangeran Tua Rui melirik sadis Qin Guan, "kenapa? Kau mau orang lain membacanya dan memburu adikmu?"
Qin Guan mendelik saat mendengar perkataan Pangeran Tua Rui. Ia teringat saat satu bulan lalu Wang Tian Sin mendapat serangan hingga terluka parah, apakah mungkin hal ini saling berkaitan? Melupakan hal ini, Qin Guan memeras otaknya untuk memecahkan masalah ini.
"Lalu ... apa yang harus kita lakukan, Paman?" tanya Qin Guan setelah beberapa saat berpikir tetapi tak menemukan jawaban.
"Aku akan mengirim surat ke orang-orang kita yang ada dalam jalur Pangeran Yun. Kita masih memiliki waktu untuk melakukan pengawalan hingga ibukota. Jika tidak ada penyerangan hingga mereka tiba di ibukota, maka akan ada kemungkinan mereka akan melakukan serangan tak terduga di Weida. Tapi jangan panik, kita tidak akan kekurangan orang untuk menjaga Pangeran Yun," ucap Pangeran Tua Rui.
Qin Guan menimbang rencana Pangeran Tua Rui dan mengangguk, menyetujui rencana tersebut. Pangeran Tua Rui menyenderkan punggungnya yang lelah, matanya menerawang melihat langit yang berawan. "Long Da Ge ... kenapa kau tidak meredam ambisimu? Apa tidak cukup Hua'er dan Jiang Da Ge menjadi korbanmu?"
__ADS_1
Qin Guan mengepalkan tangannya, meredam emosi yang memuncak saat mendengar nama kedua orang itu disebut oleh Pangeran Tua Rui, matanya memerah, ada setitik bara yang mulai menyala di dadanya. "Paman ...."
Hanya air mata yang bisa mewakili segala rasa sakit yang ia derita selama ini. Penghinaan dan segala kutukan yang orang-orang lontarkan, selama ini ia menanggungnya seorang diri. Hari ini air mata yang selama ini ia tahan tumpah di hadapan pamannya.
"Tian Di ...." lirih Pangeran Tua Rui.
"Aku Qin Guan! Sebelum aku berhasil membalas dendam, aku bukan anak keluarga Wang!" tegas Qin Guan.
Pangeran Tua Rui mencelos mendengar kata-kata Qin Guan. Rasa sakit yang diterima pemuda itu memang jauh lebih besar dari apa yang ia rasakan selama ini. "Guan'er ... kau harus bisa bertahan. Ingat itu, jangan sampai amarah mengandaskan usaha kita selama lima belas tahun terakhir. Kau ingat, kan?"
Qin Guan mengangguk paham. Dengan lengan jubahnya yang halus Qin Guan menghapus air mata yang membasahi pipinya. Entah kenapa, setelah menangis perasaannya lebih lega dan beban di pundaknya sedikit lebih ringan.
"Paman ... aku tidak ingin adikku terbawa dalam masalah ini. Apa paman memiliki solusi?" tanya Qin Guan.
Pangeran Tua Rui menggeleng, terlihat kekecewaan mendalam dari matanya yang meredup, "Kita bisa melindunginya hingga tahap tertentu. Tetapi jika paman Long mu tahu kalau Sin'er juga mengetahui rencananya, maka yang bisa kita lakukan adalah menariknya ke sisi kita dan melindunginya. Kau paham?"
"Aku tidak pernah menduga jika Xiao Tian akan terlibat. Saat ini aku tidak bisa memberitahu semua fakta padanya, jika saja dia seperti Lin'er, maka semuanya akan lebih mudah," ucap Qin Guan.
__ADS_1
"Lin'er berbeda. Saat Tuan Lin Chen membawanya ke Paviliun Langit dan mengangkatnya menjadi anak, dia sudah berusia lima tahun, dia mengetahui segalanya, dia mengenali dirimu, dia juga mengetahui siapa Wang Tian Sin. Dia tumbuh besar bersama Lin Shen dan hubungan mereka seperti saudara kandung, layaknya Wang Jiang dan Lin Shijie, dia tak buta arah seperti Wang Tian Sin!" tegas Pangeran Tua Rui.
Tuan Lin Chen adalah pemilik Paviliun Langit, saudara tertua Jendral Lin Shijie. Hubungan antara Lin Chen dan Wang Jiang juga cukup baik, sehingga saat Wang Jiang dan Lin Shijie gugur di medan perang, orang yang begitu panik dan bergegas menuju ibukota untuk menyelamatkan putra dari dua keluarga itu adalah Lin Chen.
Wang Tian Di dibawa oleh Qin Huang dan berubah nama menjadi Qin Guan, hidup dalam keluarga militer, sama seperti saat keluarga Wang belum hancur. Bakatnya dalam seni berperang membuat Qin Zhi Wei yang awalnya menolak keberadaan Qin Guan menjadi berbanding terbalik, begitu menyayangi Qin Guan mengalahkan cucu kandungnya.
Wang Tian Lin yang saat itu masih berusia lima tahun dijemput oleh Lin Chen sesaat sebelum Wang Jiang ditangkap. Anak yang saat itu hanya bisa menahan tangis dalam hatinya kini sudah berubah menjadi sarjana nomer dua di Paviliun Langit, Lin Tian. Ketika Yin Hua bergerak ke utara untuk menemui Long Tian di gunung Long Hong, maka Lin Chen membawa Wang Tian Lin ke selatan menuju Paviliun Langit bersama dengan Lin Shen yang saat itu sudah remaja.
"Qin Guan ... ikutlah aku ke Weida. Selain menggagalkan rencana pembunuhan Pangeran Yun, kita juga harus meyakinkan kaisar jika kau bisa mengelola Provinsi Qin dengan baik, membuktikan jika kau layak mendapat ini semua. Jika posisi ini jatuh pada Qin Yang, maka rencana kita akan hancur," ucap Pangeran Tua Rui.
Qin Guan mengangguk mantap, "Aku tahu itu, Paman. Paman jangan khawatir, tidak ada yang lebih pantas dariku dalam posisi ini, bahkan paman Qin Yang sekali pun. Jendral Zhao dan lainnya sudah mengirim surat kepada Yang mulia kaisar agar menurunkan dekrit kaisar."
"Baguslah. Jika Yang Mulia Kaisar memberimu pilihan yang sulit, paman yakin kau bisa membuat keputusan yang tepat. Tapi ...."
"Tapi apa, Paman?" tanya Qin Guan penasaran.
"Kita akan kehilangan 70.000 prajurit yang setia jika kau melepas posisi jendral kekaisaran," Pangeran Tua Rui mengambil napas dalam, mengembuskannya perlahan, kemudian melanjutkan kalimatnya lagi, "tapi tidak masalah, kita masih memiliki Fei Zhan. Dia anak yang bisa dipercaya."
__ADS_1
"Paman, aku tidak khawatir dengan siapa yang memegang posisiku selanjutnya. Banyak orang-orang yang mendukung Ayah di pihak kita. Kita hanya perlu meyakinkan kaisar jika reputasi mereka cukup baik untuk mengganti posisiku. Yang aku khawatirkan saat ini adalah, jika Pangeran Yun terbunuh, maka jalan kita lebih sulit dari sebelumnya," ucap Qin Guan.
Pangeran Tua Rui tersenyum tipis, "tidak perlu memikirkan itu. Bertambah satu penghalang bukan berarti kita akan hancur. Itu hanya akan membuat kita semakin kuat. Yang harus kita lakukan sekarang adalah, bergegas menuju Weida agar masalah kita tak bertambah."