
Wang Tian Sin masuk ke dalam kamarnya setelah berpamitan pada Tabib Yan untuk istirahat. Tabib Yan yang juga merasa sedikit lelah pergi ke kamar yang ia tempati setelah mematikan lentera.
Di dalam kamarnya, Wang Tian Sin tak langsung tidur seperti yang ia katakan pada Tabib Yan, tetapi pemuda itu malah menyalakan lilin dan membaca sebuah surat peninggalan Long Tian yang ia temukan siang tadi.
Dalam surat tersebut, Long Tian meminta Wang Tian Sin untuk datang ke pertemuan dunia persilatan mewakili dirinya dan gunung Long Hong, karena setelah Long Tian naik gunung, maka dia tidak ingin turun lagi.
Air mata Wang Tian Sin kembali menetes, tetapi pemuda itu buru-buru menyekanya, "sepertinya guru sudah berfirasat,"
Kembali fokus pada surat tersebut, Long Tian meminta Wang Tian Sin pergi ke paviliun langit dan menemui Lin Shen, menyerahkan bunga inti es yang bisa menyembuhkan racun Lin Shen, sebelum musim dingin selanjutnya tiba Wang Tian Sin harus menyerahkan bunga inti es kepada Lin Shen.
"Pasti akan aku lakukan, Guru. Pasti!"
Setelah membaca surat tersebut, Wang Tian Sin kembali melipatnya dan memasukan ke dalam sebuah peti kayu tua dan menutupnya. Menghela napas panjang, Wang Tian Sin memejamkan matanya dan memikirkan tentang bunga inti es.
Lin Shen adalah Tuan Muda Paviliun Langit, informasi yang dimiliki tempat tersebut tentang bunga inti es pasti cukup banyak, tetapi kenapa mereka selama ini tidak datang untuk meminta? Bunga inti es tumbuh di puncak gunung Long Hong. Walau tidak banyak, tetapi setidaknya cukup untuk mengobati Lin Shen.
"Apa dulu guru tidak peduli dengan kesehatan Lin Shen? Tapi ... kenapa saat dia meninggal, dia malah peduli ke orang-orang? Apakah saat dia hidup tidak ada alasan menolong Lin Shen?" mengacak rambutnya yang tergerai, Wang Tian Sin beranjak ke kamar belajar Long Tian untuk mencari sebuah buku tentang racun.
Racun dingin di tubuh Tuan Muda Paviliun Langit bukanlah rahasia lagi, apalagi Wang Tian Sin juga cukup akrab dengannya, jadi pemuda itu cukup paham dengan kondisi kesehatan Lin Chen.
__ADS_1
Di kamar belajar Long Tian, terdapat tiga rak yang terisi ratusan buku ilmu pengetahuan. Dari ilmu beladiri sampai ilmu pengobatan, bisa dikatakan jika tempat tersebut cukup lengkap.
Menelisik ke arah buku-buku pengobatan diletakan, Wang Tian Sin menemukan sebuah buku dengan sampul coklat yang sudah usang dengan judul buku 300 racun dunia.
Meletakan sebuah lentera sebagai penerangan, Wang Tian Sin duduk dan mulai membaca isi dari buku 300 racun dunia. Mulai dari racun-racun rendahan seperti komplikasi yang terjadi ketika salah makan hingga racun mematikan dijelaskan secara lengkap di sini.
Secara tak sengaja Wang Tian Sin menemukan dua racun yang akrab di pikirannya, racun kelabang es dan racun kelabang malam, dua elemen yang saling menyembuhkan, apabila terpisah akan menjadi hal yang mematikan. Merasa tak ada gunanya membaca tentang dua racun tersebut, Wang Tian Sin kembali membuka lembaran-lembaran selanjutnya.
Racun lembah bunga, racun madu pahit, dan banyak racun lainnya sebelum Wang Tian Sin menemukan apa yang dicarinya, racun dingin.
Racun dingin adalah satu dari beberapa racun misterius yang ada di dunia, penyebabnya adalah gigitan serangga api yang ada di sebuah gunung yang terletak di kekaisaran Song selatan. Racun ini tak membuat manusia mati seketika, tetapi membuat penderitanya tersiksa dari waktu ke waktu.
Salah satu obat yang bisa menekan racun dingin dalam jangka waktu panjang adalah bunga inti es, bisa bertahan hingga 5 tahun lamanya tanpa mengurangi tenaga dalam. Cukup minum rebusan bunga inti es, maka racun api dingin akan melemah, sekaligus membuat orang itu tak sadarkan diri selama sebulan penuh.
Wang Tian Sin meletakan buku tersebut di atas meja, kemudian mengambil kuas dan kertas, lalu mulai menulis cara penggunaan bunga inti es agar efektif pada Lin Shen. Beberapa saat kemudian, Wang Tian Sin sudah selesai menyalin dari buku 300 racun dunia tentang racun dingin. Wang Tian Sin meniup kertas salinan itu pelan-pelan hingga tintanya benar-benar kering.
Racun dingin sudah ia pahami, karena penasaran dengan racun-racun lain, Wang Tian Sin membuka halaman demi halaman dan membacanya saksama, hingga tak terasa pagi sudah datang. Tabib Yan yang sudah bangun dan lewat di depan kamar Long Tian terkejut saat melihat pintu terbuka dan Wang Tian Sin duduk di dalamnya sembari membaca buku.
Wang Tian Sin yang menyadari kehadiran Tabib Yan tersenyum tipis dan meminta Tabib Yan masuk karena ada hal yang ingin dia tanyakan. Tabib Yan duduk di hadapan Wang Tian Sin dengan penuh tanda tanya.
__ADS_1
"Ada apa? Apa kau tidak tidur?" tanya Tabib Yan.
Wang Tian Sin tersenyum dan mengangguk, "Aku tidak bisa tidur, Tabib Yan. Jadi aku putuskan untuk membaca buku. Pemahamanku tentang racun begitu dangkal, jadi memilih buku ini untuk belajar." Wang Tian Sin memperlihatkan buku 300 racun dunia kepada Tabib Yan.
Tabib Yan mengetahui buku tersebut dan mengangguk pelan. Melihat Wang Tian Sin menatapnya dengan penuh harap, Tabib Yan mengernyitkan kening dan memberi kode pada Wang Tian Sin agar mengatakan tentang apa yang mengganggu pikiran pemuda itu.
Terlihat binar kebahagiaan menguar dari mata Wang Tian Sin. Pemuda itu langsung membetulkan posisi duduknya dan menunjukan sebuah halaman tentang racun dingin. "Tabib Yan, aku penasaran dengan racun dingin. Apa dengan bunga inti es maka racun itu akan sembuh?"
Tabib Yan masih membaca halaman tersebut dan beberapa kali mengangguk seperti menemukan sesuatu dalam pikirannya. "Bunga Inti es tidak menyembuhkan, tapi menekannya dalam waktu lama."
"Racun ini yang diderita Lin Shen. Tabib Yan tahu?" tanya Wang Tian Sin lagi.
Tabib Yan mengangguk mengiyakan, "Sudah tujuh belas tahun semenjak Tuan Muda Lin tergigit serangga api. Mungkin dia bisa bertahan paling lama 3 tahun lagi. Jika ada yang menemukan bunga inti es maka waktunya bisa lebih lama."
"Apa Tabib Yan tahu di mana Bunga inti es tumbuh?"
"Yang aku tahu, gunung Mei di Song Utara ada beberapa, tetapi Paviliun Langit tidak memiliki banyak akses di tempat itu," jawab Tabib Yan.
Wang Tian Sin terkejut saat Tabib Yan mengatakan gunung Mei, bukan Gunung Long Hong. Apa tabib Yan tidak tahu jika di tempat ini tumbuh bunga inti es walau hanya beberapa pohon. Walau begitu, Wang Tian Sin tidak berniat memberitahu lokasi Bunga Inti es pada siapa pun karena takut orang-orang tak bertanggung jawab akan memanfaatkannya.
__ADS_1
Mendiang gurunya memerintah untuk memberikan bunga inti es kepada Lin Shen, maka dia hanya akan melakukan itu tanpa memberitahukan darimana dia mendapat bunga tersebut.