
Wang Tian Sin mengajak Xiao Lang masuk ke ruang belajar Long Tian, keduanya kini duduk berhadapan tetapi belum ada tanda-tanda pembicaraan akan dimulai. Xiao Lang masih larut dalam kesedihannya, Wang Tian Sin juga tak ingin mengganggu Xiao Lang.
Ternyata Xiao Lang lebih peka dan memutuskan untuk mencairkan suasana setelah beberapa kali menghela napas.
"Tian Sin, apa yang ingin kau katakan?" tanya Xiao Lang.
Wang Tian Sin mengangkat wajahnya, memandang wajah sendu Xiao Lang kemudian berkata, "Lang gege, apa kau ingin memiliki kehidupan bebas?"
"Kau mengusirku?" jawab Xiao Lang cepat.
Wang Tian Sin langsung menggeleng, menolak pemikiran Xiao Lang. "Tidak seperti itu. Ge ... selama ini kau selalu mengabdi pada guru setulus hati. Dibanding denganku, kau malah lebih memahaminya, mungkin lebih dari siapa pun. Aku hanya ingin kau menjalani hidup yang kau inginkan tanpa memikirkan masa lalu."
Asap putih kembali keluar dari mulut Xiao Lang karena pemuda itu lagi-lagi menghela napas panjang. Tak ingin melihat wajah polos Wang Tian Sin, Xiao Lang mengalihkan pandangan ke tumpukan buku milik mendiang Long Tian. Pemuda itu memikirkan keputusan yang akan diambilnya dengan keras.
"Kau membawaku ke mulut jurang," desis Xiao Lang.
Wang Tian Sin tersenyum nakal, "atau ... jika Lang gege memang senang menjadi seorang pertapa dan ingin menghabiskan waktu di gunung Long Hong, maka aku tidak akan melarang. Tapi ... biarkan aku berkelana di dunia persilatan dengan mandiri. Bagaimana?"
"Kau ini ...." geram Xiao Lang.
Walau selama ini Xiao Lang memanggil Wang Tian Sin sebagai tuan muda dan bersikap hormat padanya, tetapi dalam hatinya Xiao Lang menganggap Wang Tian Sin seperti adik yang harus ia jaga.
"Jika ingin berkelana di dunia persilatan, aku tidak akan melarang. Sifat naifmu yang sering membawa masalah, aku tak bisa melepasnya begitu saja," ucap Xiao Lang tanpa memandang Wang Tian Sin.
"Ayolah ge ... aku tahu selama ini kau yang selalu membantuku menghadapi banyak masalah sulit. Jika seperti ini terus aku tidak akan menjadi laki-laki sejati, sampai kapan pun aku selalu berlindung dalam bayangmu," protes Wang Tian Sin.
__ADS_1
Entah berapa kali Xiao Lang menghela napas hari ini, tetapi kali ini terdengar panjang dan berat, penuh beban.
"Ingatlah, dalam dunia persilatan, jangan menyinggung sosok yang terlalu kuat, Tuan Long sudah tidak ada untuk melindungimu, saat ini hanya tombak langit dan kemampuan diri. Dan juga ... jangan terlalu sering mengeluarkan Tombak Langit kecuali keadaan mendesak," mengambil jeda sejenak, Xiao Lang kembali melanjutkan, "aku akan menceritakan tentang ayahmu sebanyak yang aku bisa."
Wang Tian Sin melebarkan matanya saat mendengar Xiao Lang mengetahui latar belakang keluarganya.
Tak perlu menunggu reaksi Wang Tian Sin lebih jauh, Xiao Lang mulai menceritakan segala yang ia ketahui.
Saat itu, Xiao Lang masih terlalu kecil untuk mengingat banyak hal, tetapi Xiao Lang yakin apa yang ia ketahui lebih banyak daripada Wang Tian Sin.
Xiao Lang adalah anak dari seorang tabib yang hidup di perbatasan timur, ibunya membesarkan Xiao Lang seorang diri karena ayahnya yang juga prajurit Ji Feng gugur di medan perang saat terjadi pertempuran di perbatasan timur.
Saat Xiao Lang berusia tiga tahun, ibunya membawa Xiao Lang berkeliling benua Xiang untuk mendalami ilmu pengobatan. Suatu hari di tepi gunung Jiu, ada beberapa orang bandit yang mengganggu Xiao Lang dan ibunya, untung saja Wang Jiang yang sedang menuju perbatasan utara melihat kejadian ini dan menolong mereka berdua.
Setahun kemudian, Wang Jiang mendapat perintah untuk mengamankan perbatasan utara, hari itu adalah terakhir kali Xiao Lang melihat Wang Jiang.
Tak lama setelah Wang Jiang pergi ke selatan, Xiao Lang mendengar kabar yang membuat ibunya begitu terpukul bahkan hampir gila. Xiao Lang juga tidak percaya dengan hal itu, tentang pemberontakan Wang Jiang.
Orang-orang yang dianggap memiliki hubungan dengan Wang Jiang diburu untuk dieksekusi, entah apa penyebabnya hingga Yue Yu dan Xiao Lang juga masuk ke dalam daftar, tetapi Yue Yu berhasil membawanya kabur.
Berbulan-bulan mereka melakukan pelarian hingga Yue Yu mengidap sebuah penyakit langka yang membunuhnya dalam tujuh bulan. Yue Yu selalu kekurangan darah dan kekebalan tubuhnya selalu melemah dari waktu ke waktu. Ramuan penambah darah seperti tidak bekerja padanya padahal Yue Yu rutin meminumnya setiap hari.
Hari itu, saat daun-daun di pohon mulai berguguran yang menandakan musim gugur segera datang, Yue Yu mengembuskan napas terakhirnya di bawah pohon persik di kaki gunung Long Hong. Xiao Lang bingung apa yang harus ia lakukan karena menganggap ibunya hanya tertidur, tetapi tak dapat dibangunkan.
Saat Xiao Lang sedang tenggelam dalam kebingungan, seorang pria paruh baya yang membawa bocah lelaki yang masih berusia tiga tahun mendekati Xiao Lang.
__ADS_1
"Apa itu aku dan guru?" sela Wang Tian Sin. Xiao Lang mengangguk.
"Selama satu tahun bersama Jendral Wang di perbatasan utara, aku yakin pria itu memiliki hati yang baik di balik sifat keras kepalanya dan ketegasannya yang luar biasa. Pengabdiannya pada kekaisaran tak bisa diragukan lagi, tetapi itulah yang membuat ayahmu harus gugur di usia yang terbilang muda," ucap Xiao Lang.
Wang Tian Sin mengerutkan keningnya, "Ge ... kau berkata ingin menceritakan tentang ayahku, tetapi sejauh yang aku dengar, cerita ini didominasi olehmu dan ibumu."
Xiao Lang tertawa kecil, "kau yang menyela sebelum aku menyelesaikan cerita."
"Kalau begitu lanjutkan," ucap Wang Tian Sin terlihat tak sabar. Xiao Lang mengangguk dan melanjutkan ceritanya.
Xiao Lang menutup diri bahkan dari Long Tian sekali pun. Dia hanya berkata ingin menjadi pelayan Long Tian seumur hidupnya asal Long Tian membiarkannya hidup.
Dan saat usia Xiao Lang menginjak angka lima belas, Xiao Lang akhirnya mengungkap jadi dirinya, siapa orang tuanya dan dari mana asal-usulnya.
Saat itu Long Tian juga menjelaskan jika Wang Tian Sin merupakan anak dari orang yang sudah menolongnya. Xiao Lang berjanji akan menjaga Wang Tian Sin dengan nyawanya sebagai balas budi terhadap Wang Jiang. Long Tian juga menegaskan jika dirinya tak ingin mengambil murid lagi, bahkan menganggap Wang Tian Sin sebagai keturunan, bukan murid.
Saat Xiao Lang mendapat kesempatan turun gunung, dia akan melakukan penyelidikan. Namun, sebelum dia mendapat titik terang Long Tian memintanya mencari Wang Tian Sin di desa Jiang.
"Yang jelas ... kematian Jendral Wang berkaitan erat dengan saudara kaisar."
Author Note:
Maaf kalo banyak Typo, saya nulis setengah ngantuk, tapi ide ngga bisa dibendung. Terima kasih kalau saudara sekalian maklum, selamat menunaikan ibadah puasa
Rana Semitha
__ADS_1