Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
11. Kamu Satu-satunya


__ADS_3

"Ma. Mama tidak tidur?" suara Reyhan mengejutkan Mama Diana.


"Mama masih kangen sama Ilham" jawab Mama Diana.


"Ilham masih disini, kami juga akan menginap malam ini" jelas Reyhan, agar mamanya senang.


"Benarkah? Mama senang mendengarnya" senyum terpancar di wajah Mama Diana.


"Apa yang tidak bisa Rey lakukan untuk membuat Mama bahagia" ucap Reyhan saat melihat kebahagiaan mamanya.


"Iya, Mama tahu, bahkan kamu bisa menerima perjodohan yang Mama buat, karena kamu ingin melihat Mama bahagia"


"Ma, Shinta itu hadiah istimewah yang Mama berikan untuk Rey" balas Reyhan tulus.


"Kamu mencintainya?" Mama Diana hanya ingin meyakinkan perasaan Reyhan, karena itu dia bertanya.


"Sangat. Sangat mencintainya" jawab Reyhan tegas.


"Syukurlah. Mama hanya takut, kamu terpaksa menerimanya karena Mama" Reyhan melihat wajah Mamanya tidak terlihat bahagia seperti sebelumnya saat mengucapkan kata-katanya.


"Apa yang Mama takutkan?" Reyhan ingin tahu, apa yang dipikirkan mamanya saat ini.


"Kamu sudah bertemu Cindy?" Reyhan langsung mengerti, mengapa Mama Diana tampak tidak bahagia, karena sudah tahu tentang kehadiran Cindy kembali.


"Tadi di kediaman Zein, hanya sebentar, Shinta yang bersamanya. Rey tidak memberikan kesempatan untuknya mendekati Rey Ma. Sejak Shinta pernah pergi meninggalkan Rey tiga tahun yang lalu, Rey sudah tidak penah lagi berkomunikasi dengannya" Reyhan menjelaskan.


"Mama tahu, tapi sebaiknya kamu selesaikan urusanmu dengannya. Menghindarinya hanya akan membuatnya semakin kuat untuk mengejarmu" Reyhan mendengarkan, dia tidak membantah juga tidak mengiyakan ucapan Mama Diana.


"Ada yang ingin Mama ceritakan padamu Rey" ucap Mama Diana, dia harus jujur saat ini pada putranya.

__ADS_1


"Katakan saja Ma, Rey akan dengarkan"


"Maaf kalau Mama baru memberitahumu saat ini. Cindy pernah datang menemui Mama, dia meminta Mama merestui kalian untuk menikah, karena saat itu dia hamil dan mengatakan anak yang dikandungnya adalah anakmu"


"Rey tidak pernah menyentuhnya Ma" sangah Rey.


"Mama tahu, dia memiliki laki-laki lain dibelakangmu. Karena itu Mama tidak merestuinya" Kata-kata Mama Diana mengejutkan Reyhan, "Mama tahu itu sejak dulu?" tanyanya.


"Hem"


"Mengapa Mama tidak memberitahu Rey sejak dulu" protes Reyhan. Ada rasa kecewa, karena Mama Diana menutupi kebenaran darinya.


"Karena kamu pasti tidak akan percaya dengan apa yang Mama katakan. Kamu bukan Reyhan yang Mama kenal saat berhubungan dengannya" sangah Mama Diana.


Reyhan kembali diam, dia tahu, dia pernah menyakiti Mama Diana. Saat itu dia menyanggah semua ucapan yang keluar dari mulut Mama Diana tentang Cindy. Reyhan saat itu tidak percaya kalau Cindy berbohong tentang keluarganya pada Mama Diana.


Reyhan saat itu benar-benar tidak peduli Cindy dari keluarga manapun, yang ada dalam pikirannya hanya ingin bersama Cindy, hanya Cindy yang mengerti keinginan Reyhan dan selalu ada disaat dia membutuhkan.


Cindy hadir diantara mereka bertiga, menjadikan mereka bertiga sahabatnya. Reyhan tidak menolak saat Cindy menyatakan cintanya pada Reyhan pertamakali, walau dia tidak tahu perasaan sebenarnya pada Cindy, dia menerima Cindy menjadi kekasihnya. Hari-hari yang dilaluinya bersama Cindy penuh kebahagiaan, membuat Reyhan sangat menikmati kebersamaannya bersama Cindy, walau mereka hampir tidak pernah jalan berdua, karena selalu ada Sandy dan Alex bersama mereka.


Reyhan menganggap Cindy tulus mencintainya saat itu, dan itulah yang dia butuhkan, gadis yang tidak mementingkan harta dan kedudukan yang mencintainya. Walau pada akhirnya dia harus menerima kenyataanya, semua perlakuan Cindy palsu, dia tidak tulus mencintai Reyhan. Berani bermain api dibelakang Reyhan.


Reyhan menghela nafasnya mengenag masa lalunya, dia menyesal, dia bahkan membentak Mama Diana saat mengatakan kalau mamanya bohong. Reyhan bersimpuh dihadapan Mama Diana. "Maafkan Reyhan Ma. Rey sangat berdosa mengabaikan semua ucapan Mama. Rey sangat menyesalinya"


"Bangun. Mama sudah memaafkanmu sejak dulu. Waktu itu kamu masih sangat muda, masih usia belasan. Jadi kamu belum bisa berpikir dengan baik, sehingga hanya mengikuti keinginanmu"


"Sini" Mama Diana meminta Reyhan duduk disampingnya. Reyhan menuruti keinginan Mama Diana.


Mama Diana mulai menceritakan semua yang dia lakukan untuk menyelidiki Cindy, bahkan Mama Diana masih menyimpan bukti-bukti hasil penyelidikannya.

__ADS_1


Reyhan cukup terkejut dengan apa yang dilakukan Mama Diana, mamanya benar-benar berusaha melindungi dirinya dari cinta palsu Cindy. Bila mengingatnya kembali, dia merasa saat itu dia menjadi orang yang sangat bodoh, bisa-bisanya dia tertipu dengan kepolosan seorang Cindy yang ternyata beracun. Dia sangat besyukur, Tuhan sangat menyayanginya, membuatnya tidak bisa bertemu Cindy, saat dia mencarinya dulu.


"Rey, apa kamu sudah mengetahui semuanya" ucapan Mama Diana menyadarkan Reyhan dari pikirannya sendiri.


Reyhan mengangguk "Sejak tiga tahun yang lalu, tunangan teman Rey saat SMA, dia kenal baik laki-laki yang tidur dengan Cindy " jawabnya.


"Bagus, kalau begitu. Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan"


"Iya Ma" Reyhan mengerti, apa yang dimaksud Mama Diana.


"Tapi hati-hati, jangan sampai dia memanfaatkanmu lagi. Kamu itu terlalu baik, dan kebaikanmu sering dimanfaatkan orang lain"


Reyhan mengangguk mengerti, dia akan berhati-hati saat berhadapan dengan Cindy. Satu hal yang tidak Reyhan mengerti, mengapa Cindy masih saja menginginkannya. padahal sudah jelas, Cindylah yang berhianat meninggalkannya.


"Satu lagi Rey, saat kamu mencari Cindy, semua sudah Mama atur supaya kamu tidak bisa menemukannya" jelas Mama Diana.


"Terima kasih Ma" jawab Reyhan tulus, ternyata Mama Diana sudah berbuat banyak untuk menyelamatkan hidupnya.


Mama Diana membaringkan tubuhnya setelah bicara. Reyhan membiarkan dan memperhatikan. Mama Diana harus istirahat, dia keluar dari kamar Mama Diana dan kembali ke kamarnya.


Shinta ikut terlelap memeluk Ilham saat dia kembali kekamarnya. Reyhan mendekati Shinta, memandang wajah cantik istrinya. "Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai Shinta, istriku" gumam Reyhan sambil menautkan jemarinya dengan jemari Shinta.


Setelah Reyhan mengingat kembali masa lalunya, dia baru menyadari saat ini, kalau dia sebenarnya tidak pernah mencintai Cindy. Dia hanya merasa saat itu Cindy sangat baik mau melakukan apapun untuknya, tapi dia tidak pernah berbuat lebih untuk Cindy. Tidak pernah sekalipun dia menyatakan Cintanya pada Cindy, bahkan saat Cindy memaksanya untuk menyatakan cinta.


"Harusnya aku menyadarinya sejak dulu" batin Reyhan, sehingga dia tidak perlu membuat kesalahan tiga tahun yang lalu, yang membuat Shinta sering meragukan cintanya.


"Aku mencintaimu" Reyhan berbisik ditelinga Shinta yang sedang terlelap.


"Aku mencintaimu" Reyhan mengualanginya lagi berkali-kali, tanpa berpaling menatap wajah Shinta.

__ADS_1


...◇◇◇...


__ADS_2