
Shinta baru saja selesai memeriksakan kandungannya diklinik milik Mery pagi ini.
"Usia kandungan Teteh enam minggu" penjelasan Mery membuat Shinta tidak percaya. Dia mencoba mengingat kembali, bulan kemarin dia kedatangan tamu bulanan atau tidak.
Shinta menepuk keningnya, bulan lalu memang dia tidak berhalangan, dan dia tidak menyadari itu. Terlalu sibuk dengan masalah yang dihadapinya, sehingga tidak memperhatikan siklus bulanannya.
Mery tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, tetapi dia juga tidak bisa menyalakan Shinta.
"Yang penting sekarang Teh Shinta jaga kesehatan ya" pinta Mery.
"Abang Rey kurangi kesibukan di luar. Teteh saat ini butuh perhatian dan penjagaan ketat. Trimester awal sangat rentan keguguran, jadi harus dijaga baik-baik" pesan Mery pada abang iparnya tersebut.
"Itu pasti Mer, abang pasti akan menjaga tetehmu" jawab Reyhan penuh keyakinan. Dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Shinta, terutama menjaga hati istrinya untuk selalu bahagia. Cukup satu kali dia melakukan kesalahan disaat Shinta hamil Ilham.
"Satu lagi bang, mainnya jangan sering-sering. Jangan sampai teteh kelelahan. Boleh melakukan tapi pelan-pelan dan hati-hati ya bang" Mery memberilan pesan sambil menggoda abang iparnya.
Reyhan terkekeh mendengar apa yang diucapkan Mery "Tenang, abang tahu bagaimana bermain cantik dan tetap bisa memuaskan tetehmu" jawabnya.
Shinta mencubit perut Reyhan "Aduh" teriak pria tampan itu sambil melihat istrinya. "Shinta atau abang yang sebenarnya puas?" tanya Shinta.
"Ya kita berdua sayang" jawab Reyhan gemas yang langsung mencium singkat bibir Shinta.
Mery menggelengkan kepala melihat keduanya. Dalam hatinya dia mengucap syukur, keduanya bisa kembali bahagia setelah badai yang datang silih berganti.
"Kalian lanjutkan saja dirumah kalau mau bermesraan, Mery masih harus periksa pasien yang lain" ucap Mery menghentikan kemesraan sepasang suami istri tersebut.
Reyhan kembali terkekeh "Maaf ya Mer, abang terlalu bahagia" jawab Reyhan.
"Iya bang Mery juga mengerti. ini hasil USG nya, langsung disimpan dikotak ini saja" Mery menyerahkan sebuah kotak bludru yang tidak terlalu besar.
Setelah mendengar rencana Shinta, Mery langsung menyiapkan semuanya agar rencana Shinta untuk memberikan kejutan pada Mama Diana berjalan sempurna.
__ADS_1
"Terima kasih Mer, kamu sudah menyiapkan sampai sejauh ini" ucap Shinta tulus.
"Ini karena Mery juga ikut bahagia dengan kebahagiaan Teh Shinta dan Abang Rey" jawabnya. Mery tidak berbohong, dia benar-benar ikut berbahagia dengan kehamilan Shinta, apa lagi dia orang pertama yang mengetahuinya.
"Baiklah sampai jumpa besok di acara ulang tahun Mama Diana" ucap Shinta, dia memeluk adik iparnya tersebut sambil mencium pipi kanan dan pipi kiri.
Keesokan harinya, sejak pagi Shinta dan Reyhan sudah berada di kediaman Papa Renaldi. Mery memberi Shinta obat agar dia tidak mual dipagi hari, walaupun mual itu hanya sesaat dan tidak membuat Shinta lemas. Karena itu dia bisa membantu Mama Diana menyiapkan makanan yang akan disuguhkan siang ini.
Ulang tahun Mama Diana hanya dihadiri orang-orang dekatnya saja, dia hanya mengajak tamunya makan siang bersama dikediamnnya. Hanya untuk mengucap syukur diberi kenikmatan hidup sampai usianya saat ini.
Satu persatu tamu undangan sudah datang di kediaman Papa Renaldi. Nayla, Bela dan Citra mereka datang lebih awal karena setelah menjemput putra mereka di sekolah, mereka langsung meluncur ke kediaman Papa Renaldi.
"Assalamualikum" ucap mereka bertiga bersamaan, diikuti Raka, Zola, Revan, Awan dan juga Ilham yang pulang sekolah bersama mereka.
"Waalaikumsalam" Mama Diana yang sedang berada diruang tamu langsung membalas. "Wah cucu-cucu oma sudah pulang sekolah" sambut Mama Diana yang menerima satu persatu cucu-cucunya yang mencium punggung tangan Mama Diana.
"Selamat ulang tahun ya ma" Nayla yang mengucapkanya sambil memeluk dan mencium pipi Mama Diana.
Bella dan Citra juga melakukan hal yang sama pada Mama Diana seperti yang dilakukan Nayla.
"Ayo masuk, kalian istirahat saja dulu. Pasti capekkan dari sekolahan" ketiganya mengikuti Mama Diana masuk keruang keluarga. Sementara anak-anak sudah langsung menghilang pergi bermain dihalaman belakang.
"Teh Shinta hari ini terlihat sangat cantik lho" ucap Citra saat melihat Shinta masuk.
"Tiap hari juga teteh cantik Ci" jawab Shinta.
"Tapi beda teh. Benaran deh, teteh keliatan glow gitu" sahut Citra lagi.
"Teteh pake cream baru ya? benaran teteh kelihatan lebih cantik dari biasanya" Bella yang bicara.
Sementara Nayla hanya diam, dia sudah tahu tentang kehamilan Shinta dari Mery yang tidak sengaja didengarnya saat bicara dengan Zein. Karena Mery memintanya untuk pura-pura tidak tahu, akhirnya Nayla hanya bisa diam.
__ADS_1
Waktu berjalan begitu cepat, tibalah saatnya mereka akan makan siang bersama setelah para pria pulang dari masjid, melaksanakan sholat dzuhur berjamaah di masjid yang tidak jauh dari kediaman Papa Renaldi.
"Kita baca doa dulu sebelum acara ini dimulai" ustad Fahri yang bicara, dia diminta Papa Renaldi untuk ikut ke kediamannya memberikan sedikit ceramah diacara makan-makan ulang tahun Mama Diana.
Ustad Fahri memimpin doa lalu sedikit memberi siraman qolbu kepada yang hadir saat ini. Begitu ustad Fahri selesai maka mereka melanjutkan acara utamanya yaitu makan siang bersama. Tidak ada acara potong kue dan tiup lilin, Mama Diana memang tidak menyukai hal seperti itu. Dia hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang dekat denganya.
Mama Syila duduk disebelah Mama Diana ditemani Jessyca. Shinta dan Reyhan mendekati kedua mama tersebut. Reyhan mengeluarkan kado yang sudah dia dan Shinta siapkan lalu menyerahkannya pada Mama Diana.
"Ini kado dari Rey, Shinta dan Ilham ma" ucap Reyhan mewakili ketiganya.
Semua yang hadir kini mengalihkan pandangan mereka menatap pasangan suami istri tersebut yang sedang menyerahkan sebuah kotak berlapis kain bludru warna biru dan berhias pita pink ditengah-tengahnya.
"Mama boleh buka sekarang hadiahnya?" tanya Mama Diana tidak sabar ingin tahu isi kotak yang terlihat mewah ini.
"Ada yang bisa menebaknya?" tanya Mama Diana lagi pada semua yang hadir.
"Cincin berlian itu ma" Citra yang menjawab.
"Emas murni kali ma" kali ini Melly yang menebak.
Satu persatu mereka menebak hadiah dari Reyhan dan Shinta. Sementara Mery dan Nayla hanya diam dan menyaksikan keheboan yang terjadi sekarang.
"Dibuka saja ma, dari pada terus menduga" akhirnya Reyhan bersuara mengakhiri keributan yang terjadi.
Perlahan tapi pasti Mama Diana membuka kotak tersebut. Dia mengambil sebuah amplop yang berada didalamnya.
"Kok amplop sih Rey, bikin mama penasaran saja" keluh Mama Diana. Reyhan terkekeh, sementaa Shinta menahan senyumnya.
Mama Diana membuka amplop tersebut lalu mengeluarkan hasil USG dan sebuah ucapan disecarik kertas yang ada diamplop tersebut
SELAMAT ULANG TAHUN OMA DIANA, SEMOGA SEHAT, PANJANG UMUR SERTA BERKAH HIDUPNYA. INI KADO SPECIAL DARI REYHAN, SHINTA DAN ILHAM. 'SELAMAT MAMA AKAN DAPAT CUCU LAGI'
__ADS_1
...◇◇◇...