
Shinta masuk kedalam kediaman Mama Diana, setelah Reyhan berpamitan untuk menemui Zein dan Roy.
"Assalamualaikum" ucapnya begitu melihat putra kesayangannya sedang duduk didepan televisi menyaksikan film sikembar botak dari negara tetangga, bersama Oma dan Opanya.
"Waalaikumsalam" jawab ketiganya hampir bersamaan.
"Mama" Ilham langsung menghampiri Shinta dan memeluknya.
"Kangen Mama ya" Shinta langsung mencium seluruh wajah Ilham, lalu mengandeng tangan putranya mendekati Mama Diana dan Papa Renaldi, untuk menyalimi tangan kedua mertuanya.
"Jadi, satu hari kemarin anak mama jadi anak baik apa tidak?" tanya Shinta setelah mendudukan tubuhnya di sofa disamping Mama Diana.
"Baik dong Ma" sahut Ilham dengan bangga.
"Anak pintar" Shinta mengusap sayang kepala Ilham.
"Iya dong Ma, Abang harus jadi anak baik, biar cepat punya adik bayi kayak Aa' Raka" Ilham mengucapkannya dengan wajah ceriah.
"Mama sama Papa udah buat adik bayinya kan?" pertanyaan Ilham sontak membuat Shinta malu, bukan apa-apa, bagaimana bisa putranya memberikan pertanyaan tersebut didepan mertuanya, terlebih lagi ada Papa Renaldi.
"Kata Oma, Ilham disuruh bobo dirumah Oma, karena Mama sama Papa mau buat adik" lanjut Ilham.
Shinta tidak bisa menjawab pertanyaan Ilham. Papa Renaldi yang melihat Shinta serbasalah langsung memanggil Ilham. "Abang, ayo ikut Opa kasih makan ikan" Ajak Papa Renaldi, agar Ilham tidak bertanya yang membuat Shinta malu.
Setelah Ilham berlalu dengan Opa Renaldi, Mama Diana langsung tertawa yang sedari tadi di tahannya.
"Mama" Shinta memanggil karena malu.
"Maaf yaaa, habis semalam Ilham sibuk minta pulang, ya udah... Mama bujuk aja pake kata mama sama papa lagi mau buat adik. Tidak disangka ternyata dia mengingatnya" Cicit Mama Diana setelah berhenti tertawa.
__ADS_1
"Shinta, apa Cindy masih menganggu Reyhan?" tanya Mama Diana dengan memasang wajah mode serius.
"Sepertinya masih Ma" jawab Shinta jujur, dia sebenarnya memang ingin bercerita banyak dengan Mama Diana, seperti saran Nayla.
"Teteh sebaiknya bicarakan masalah ini dengan Mama Diana, bukan sama Mama Syila. Walau Mama Syila orang tua Teteh, bukan berarti Teh Shinta bisa membicarakan keburukan suami padanya. Ingat istri itu harus bisa menyimpan keburukan suaminya dan hanya memperlihatkan kebaikannya pada orang lain. Kenapa Mama Diana, karena Mama Diana orang tua Bang Rey, jadi dia pasti lebih tahu sikap dan sifat putranya. Tidak ada salahnya Teteh minta pendapat Mama Diana" nasehat Nayla saat dia ingin berpisah dengan Reyhan beberapa minggu yang lalu, karena teror foto yang diterimanya dan sikap Reyhan yang mendukung.
"Jadi wanita ular itu masih mengganggu ya" Mama Diana terlihat tidak senang.
"Tapi jangan membuat kamu meragukan Rey, ya Shin" lanjut Mama Diana meminta pada Shinta.
"Ma, Shinta mau cerita boleh?" tanya Shinta.
"Tentu saja boleh sayang, kamu bisa cerita apa saja. Apa ini masalah Rey dan wanita ular itu?" tanya Mama Diana.
Shinta mengangguk, lalu dia menceritakan semua yang dia ketahui setelah Mama Diana mengijinkannya untuk menceritakan semua yang terjadi. Tidak lupa Shinta menunjukkan foto-foto yang hampir setiap hari masuk ke ponselnya.
Mama Diana menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya berlahan, mencoba mengatur detak jantungnya dan menenangkan hati dan pikirannya, dia sempat emosi melihat foto-foto tersebut, tapi dia sangat percaya pada putranya.
"Kamu jangan percaya begitu saja dengan foto-foto itu Shinta, yang mengirim foto itu memang sangat menginginkan kamu membenci Reyhan, Mama yakin ada maksud dari semua ini" lanjut Mama Diana.
Shinta hanya diam, dia kembali menyesal karena sempat berpikir untuk meninggalkan Reyhan. Semua orang yang Shinta tujukkan foto-foto tersebut meminta Shinta untuk percaya pada Reyhan, termasuk sekarang Mama Dianapun mengatakan hal yang sama.
"Maaf Ma, jujur sebenarnya Shinta sempat punya pikiran untuk berpisah dengan Abang"
"Tidak salah kamu berpikiran seperti itu, hati istri mana yang tidak sakit melihatnya, tapi jangan kamu sakiti hatimu sendiri Shinta. Apa kamu yakin bisa bahagia kalau kamu berpisah dengan Reyhan? Mama yakin tidak. Yang ada kalian sama-sama tersakiti, dan mereka yang menginginkan semua itu terjadi yang akan bahagia, bahagia dengan keberhasikan mereka. Jadi saran Mama kamu harus menunjukkan pada mereka, kalau hubunganmu dan Reyhan sangat kokoh, tidak akan tergoyah oleh hal-hal seperti itu. Mama tahu anak Mama seperti apa, Reyhan tidak akan melakukan hal buruk dibelakangmu. Mama bersamamu Shinta, kamu bukan menantu, tapi putri Mama"
Shinta membenarkan ucapan Mama Diana, dia pasti hancur dan sakit hati bila benar-benar kemarin pergi meninggalkan Reyhan. Lalu siapa yang menginginkan dia dan Reyhan hancur?
"Ma, menurut mama siapa yang melakukan ini? Cindykah?" tanya Shinta.
__ADS_1
"Kamu sudah menunjukkan fofo-foto ini pada Reyhan?" Mama Diana balik bertanya.
Shinta menggelengkan kepala "Belum ada waktu untuk membicarakannya, Abang akhir-akhir ini terlalu sibuk Ma, karena itu Shinta berpikir Bang Rey sudah berubah, mengacuhkan Shinta dan Ilham" Shinta menjelaskan alasannya.
"Sebaiknya kamu memberitahu Rey, biar dia mencari orang yang melakukan ini semua" komentar Mama Diana.
Shinta mengangguk mengiyakan yang disarankan Mama Diana. "Terimakasih Ma" ucapnya sambil memeluk Mama Diana.
"Mama hanya menginginkan kalian hidup bahagia" ucap Mama Diana, lalu mengurai pelukan Shinta.
"Sudah sana ajak Ilham istirahat, kamu sepertinya sangat lelah"
"Iya Mah" Shinta berdiri dan berlalu mencari Ilham untuk mengajaknya istirahat. Shinta bisa melihat kebahagian putranya yang sibuk bicara dengan ikan yang ada dikolam.
Dret... dret...
Ponsel Shinta yang ada didalam saku tuniknya berbunyi.
08xxxxxxxxxx
[ Hai Shinta, ini nomor saya. Jangan lupa di simpan. Di tambah dengan emoticon memohon. Farrel ]
Shinta tidak membalas pesan Farrel, hanya membacanya saja lalu menyimpan ponselnya kembali.
Seketika dia kembali mengingat pertemuannya kemarin dengan Farrel, dia pria masa lalu Shinta sebelum Dewa. Farrel adalah kakak kelas Shinta saat SMA, mereka menjalin hubungan hanya satu tahun, karena Farrel melanjutkan pendidikannya di Australia setelah lulus SMA. Sementara Shinta baru naik kekelas dua belas. Mereka berpisah dengan baik-baik, karena Shinta yang tidak ingin menjalin hubungan jarak jauh.
"Ok kita break, tapi aku janji akan kembali menemuimu setelah lulus. Kita bebas berhubungan dengan siapapun selama aku di Ausie, tapi setelah aku lulus kita akan kembali bersama" itu yang diucapkan Farrel saat terakhir mereka bertemu.
Setelah putus dengan Dewa Shinta sempat menghubungi Farrel, karena dia yakin saat itu Farrel pasti sudah menyelesaikan pendidikannya. Tapi Farrel tidak dapat dihubungi, biasanya Farrel akan langsung memgangkat teleponya atau membalas chatnya. Walau mereka memutuskan untuk putus, tapi komunikasi keduanya tetap berjalan dengan baik. Nomor telepon Farrel selalu dengan nada sibuk atau panggilan tidak terjawab. Akhirnya Shinta berhenti menghubungi Farrel setelah satu minggu tidak ada balasan dari Farrel. Satu bulan setelahnya, Shinta menerima foto Farrel dalam keadaan tanpa busana dan didalam pelukannya ada seorang wanita yang dia yakin wanita itu juga tanpa busana.
__ADS_1
Saat itulah Shinta memutuskan untuk melupakan Farrel dan saat itu juga dia dipertemukan dengan Reyhan.
...◇◇◇...