Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
35. Tidak Bisa Membaginya


__ADS_3

Dalam kehidupan kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dimasa yang akan datang. Itulah yang saat ini ada dalam pikiran Shinta. Untuk sampai di kehidupannya saat ini tidak lah mudah. Terlahir dari keluarga sederhana, tidak membuat Shinta kecewa. Ayahnya hanya karyawan biasa dan ibunya guru TK yang gajinya tidak seberapa. Sebagai putri kedua dari empat bersaudara yang semuanya perempuan, Shinta cukup mengerti keadaan keuangan orang tuanya.


Kehidupannya berubah setelah dia diminta untuk tinggal di kediaman Mama Syila. Sewaktu kecil bukan hanya Shinta yang ikut tinggal bersama Mama Syila, tapi dia berdua adik bungsunya yang diminta Mama Syila menjadi putrinya dan Papa Joy yang disahkan secara hukum. Mama Syila tidak bisa memiliki anak setelah mengalami keguguran, karena itu dia meminta ijin ibu Shinta yang merupakan saudara perempuan Mama Syila dam ayah Shinta untuk merawat Shinta dan adiknya.


Walau berat melepas kedua putrinya, namun demi masa depan kedua putrinya ayah dan ibu Shinta mengijinkan Mama Syila untuk merawat dan membesarkan Shinta dan adiknya. Namun sayang, adiknya sudah lebih dulu berpulang karena sebuah kecelakaan. Tinggalah Shinta yang menjadi kesayangan Mama Syila, terlebih lagi kedua putra dari istri pertama Papa Jay tidak pernah mau pulang ke Indonesia, memilih tinggal bersama Mr. Smith yang merupakan paman mereka.


Itulah fakta yang baru Shinta ketahui, kedua kakak Jonathan yang Shinta kira adalah putra Mr.Smith ternyata putra Papa Jay yang berarti anak tiri Mama Syila, karena itulah mereka juga sebagai pemilik saham perusahaan Papa Jay. Bahkan nilai saham mereka jauh lebih besar dari yang dimiliki Shinta. Hanya Jonathan satu-satunya putra kandung Mr.Smith, walau tidak ada ikatan darah Shinta merasa dia tidak berbohong mengatakan kalau dia dan Jonathan bersaudara.


"Jadi mas Jody dan Ben itu anak kandung Papa Jay?" tanya Reyhan, saat ini mereka dalam perjalanan pulang. Shinta mengangguk membenarkan.


"Kenapa kamu tidak pernah cerita punya saudara di USA sayang?" tanya Reyhan lagi.


"Ya walau kalian tidak ada hubungan darah, karena kamu keponakan dari Mama Syila, tapi karena kamu sudah jadi anak Papa Jay dan Mama Syila bahkan sah dimata hukum tentu saja kalian jadi saudara"


"Mereka yang selama ini menjaga jarak dengan Mama dan shinta, mungkin karena Papa Jay sudah tidak ada, mereka menganggap tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan kami" Shinta menjawab semampunya.


Shinta menghela nafasnya dengan kasar, pantas saja selama ini dia beberapa kali melihat Mama Syila menangis.


"Ada apa? tanya Reyhan melihat istrinya tampak sedih.


"Tidak ada hanya merasa kasian dengan Mama yang harus sendiri dimasa tuanya"

__ADS_1


"Mama Syila tidak sendiri sayang, dia punya kamu putri satu-satunya dan aku menantu tampan satu-satunya. Kitalah keluarganya saat ini" Shinta membenarkan ucapan Reyhan sambil terkekeh dengan kenarsisan Reyhan menyebutkan dia tampan.


"Sayang, bagaimana dengan Jonathan?" Reyhan bertanya karena dia masih penasaran hubungan antara Shinta dan Jonathan. Shinta menghentikan kekehannya.


"Kenapa dengan dia?" Shinta balik bertanya, dia tidak begitu nyaman bila membahas Jonathan bersama Reyhan.


"Bukan apa-apa, hanya saja yang aku lihat sepertinya dia sangat perhatian padamu. Dia lebih terlihat seperti saudaramu dari pada kedua Putra Papa Jay"


"Mungkin dia kasihan dengan Shinta, melihat kakak Shinta yang sesungguhnya tidak peduli. Shinta saat itu masih kecil belum mengerti apa-apa, sedangkan dia sudah kuliah. Bisa saja karena itu dia jadi lebih memperhatikan Shinta dan menganggap Shinta sebagai adiknya"


Reyhan mengangguk mengerti, tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan Shinta, telebih lagi usia mereka terpaut sangat jauh. Apa lagi saat ini Jonathan sudah menikah dengan Jessy sahabatnya sendiri. Tatapan sayang Jonathan adalah sayang seorang kakak dengan adiknya. Kalaupun Jonathan menyukai Shinta tentu saja sejak dulu dia pasti meminta Shinta menjadi istrinya, toh keluarga mereka sangat dekat tidak mungkin tidak merestui.


"Ya, dia sahabat Abang dan Harem. Dulu dia sangat menginginkan Harem jadi kekasihnya. Sebenarnya bukan hanya Jessy, para gadis yang lain juga menyukai Harem. Bagaimana mereka tidak tertarik, Harem memiliki kekayaan bak sultan. Semua wanita tidak akan menolak bila Harem mengajaknya walau sekedar makan malam bersama dan setelahnya Harem akan lupa dengan mereka"


"Wahhh ternyata Harem banyak penggemarnya, lalu mengapa Jessy dan Harem tidak jadi bersama?" Shinta mulai penasaran dengan kisah keduanya.


"Keyakinan yang berbeda, itulah yang membuat Harem tidak bisa bersama Jessy" Shinta tersenyum, dia mengerti. Itu juga yang dijelaskan Jonathan padanya tadi pagi.


"Nath sudah lebih dari sepuluh kali kamu bilang cinta padaku, lalu mengapa kamu tidak melamar dan mengajakku menikah" tantang Shinta saat dia bosan dengan ungkapan cinta yang terus-terus dia ucapkan Jonathan.


"Siapa bilang aku tidak punya rencana melamarmu" Jonathan meraih tangan Shinta dan menyelusupkan jari-jarinya di jari milik Shinta.

__ADS_1


"Aku pernah membicarakan hal ini pada keluargaku untuk melamarmu, tapi mereka mengingatkanku kalau kita berbeda dan tidak bisa bersama. Terutama tentang keyakinan kita" Shinta terdiam mendengar penjelasan Jonathan.


"Sungguh aku benar-benar mencintaimu sweetie, bahkan karena terlalu cinta padamu aku tidak bisa membaginya sedikitpun pada Jessy. Tapi aku sadar aku tidak bisa memilikimu, jadi biarkan aku jadi saudara angkatmu, agar aku tetap bisa memberikan rasa cinta dan kasih sayangku untukmu" Shinta hanya diam dan menyimak setiap ucapan Jobathan.


"Karena itu aku mohon biarkan kita bersama selama aku di Indonesia" pinta Jonathan. Shinta tetap diam, tidak menolak juga tidak mengiyakan ucapan Jonathan. Dia tidak bisa berpikir saat ini, langkah apa yang harus dia lakukan.


"Tadi ku lihat Abang dan Jessy berpelukan erat, kalian pasti saling merindukan" tanya Shinta setelah dia sadar dari ingatannya tentang Jonathan.


Reyhan terkeke "Kamu cemburu?" Shinta menggeleng "Sebenarnya kami baru saja berbaikan" lanjut Reyhan. Shinta melihat suaminya tidak mengerti.


"Terakhir aku bicara dengannya saat memberitahu tentang pernikahan kita, setelah itu dia tidak dapat dihubungi. Bahkan pernikahannya Abang tidak dikabari, tapi Abang tahu dari Harem yang terbang ke USA menghadiri pernikahannya"


"Penyebabnya?" tanya Shinta.


Reyhan hanya menaikan bahunya, sampai saat ini dia tidak tahu apa yang membuat Jessy tidak mau menerima telepon ataupun pesannya, bahkan memblokir nomornya. Tidak mungkin apa yang diucapkan terakhir kali oleh Jessy adalah kebenaran kalau dia meminta Reyhan melamarnya.


Sementara Shinta menduga kalau Jessy tidak suka Reyhan menikah dengannya, karena wanita itu marah setelah Reyhan memberi kabar pernikahan mereka. Apa lagi tadi saat berada dalam pelukan Reyhan, wanita itu tampak nyaman berada disana. Sementara dengan Jonathan, tidak ada interaksi kedekatan yang intim dari keduanya.


Shinta memijat pelipisnya, lelah memikirkan itu semua. Bukan Jessy yang menjaga jarak dengan Jonathan, tapi karena Jonathan belum bisa mencintainya dan itu karena dia. Karena Jonathan tidak bisa membagi cintanya untuk Jessy walau sedikit. Karena itu juga Jessy mencari Reyhan. Benarkah?


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2