Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
78. Sebab Kecelakaan


__ADS_3

Shinta menghampiri Arman begitu sampai di UGD, dia bisa melihat pakaian asisten suaminya itu penuh dengan darah. Shinta bisa membayangkan luka yang dialami Reyhan pasti sangat parah begitu melihat pakaian asistenya.


"Apa yang terjadi?" tanya Shinta pada Arman.


"Maafkan saya bu, saat meeting bapak merasakan sakit kepala dan meminta saya mengantarnya pulang. Ditengah jalan, saat saya sedang memperhatikan bapak yang terus memegang kepalanya, tiba-tiba ada seorang wanita yang berdiri ditengah jalan. Saya menyadarinya saat sudah dekat, untuk menghindari wanita itu saya membanting setir dan saat saya lihat lagi bapak sudah tidak sadarkan diri" jelas Arman.


"Apa luka Pak Rey parah?" Bob yang bertanya. Saat tadi Arman menjelaskan kejadian yang dialami Reyhan, Bob juga ikut mendengarkan walau sedikit terlambat karena dia harus memarkirkan kendaraan terlebih dahulu.


"Sepertinya tidak begitu parah mas tapi saya tidak begitu yakin" jawab Arman ragu.


"Darah dipakaianmu darah siapa?" Shinta menunjuk pakaian Arman. Laki-laki itu melihat dirinya dan baru menyadari kalau pakaiannya kotor dengan noda darah yang mulai mengering.


"Ini darah wanita yang hampir saya tabrak bu. Saya memang menghindarinya tapi kendaraan yang dibelakang saya tidak bisa menghindar dan menabraknya. Ini darahnya menempel dipakaian saya saat saya membawanya ke rumah sakit ini sekalian membawa bapak.


Saat Arman masih menjelaskan pada Shinta, dokter keluar dari ruang pemeriksaan. Shinta langsung menghampiri dokter dan bertanya.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?"


"Suami ibu hanya mengalami luka ringan tapi dia belum sadarkan diri. Saya belum bisa memeriksa lebih lanjut jika pasien belum sadar" jelas dokter tersebut.


"Bagaimana bagian kepalanya dok? menurut keterangan asisten suami saya, suami saya tiba-tiba sakit kepala saat menemui kliennya. Apa mungkin ada sesuatu yang dikonsumsi suami saya dok. Karena jujur suami saya pernah diracun seseorang" Dokter itu cukup terkejut dengan keterangan yang disampaikan Shinta.


Saat memeriksa Reyhan, dia hanya memeriksa luka luar Reyhan dan tentang Reyhan yang tidak sadarkan diri dia mengira pasien syok karena kecelakaan.


"Akan saya periksa lagi bagian dalamnya bu" dokter itu akan berlalu namun dihentikan Shinta.


"Dok, bagaimana wanita yang tertabrak yang dibawa kerumah sakit oleh asisten suami saya tadi, dia tiba bersamaan dengan suami saya, Apa dia baik-baik saja"

__ADS_1


"Ibu Fenita maksud ibu? kalau benar kondisinya tidak begitu baik. Apa ibu mengenal keluarganya?"


"Namanya Fenita dok?" Shinta balik bertanya. Dokter mengangguk.


"Saya suami Fenita dok" sahut Bob. Tadi Arman sempat memberitahu nama korban wanita tersebut dan memberikan kartu identitasnya pada Bob saat Shinta bicara dengan dokter.


"Bagaimana keadaan istri saya?" lanjutnya. Walau Bob dan Fenita memutuskan untuk berpisah tapi mereka belum resmi bercerai. secara hukum.


"Kebetulan sekali, bapak bisa ikut saya" dokter mengajak Bob masuk keruang pemeriksaan.


"Bagaimana suami saya dok?" tanya Shinta lagi untuk memastikan saja.


"Suami ibu akan saya periksa lagi dibagian kepala dan bagian dalam. Jangan khawatir" jawab dokter tersebut. Shinta mengangguk mengerti dan kembali duduk di bangku yang disiapkan rumah sakit untuk menunggu pasien.


Terdengar suara istrinya sedang bicara dengan seseorang, mengembalikan kesadaran Reyhan. Dia mencoba membuka matanya berlahan menyesuaikan dengan sinar yang cukup terang. Reyhan yakin saat ini dia berada di rumah sakit lalu menginggat kejadian sebelumnya.


"Apa kepala abang masih sakit?" tanya Shinta saat Reyhan sudah menghabiskan air minum yang diberikannya.


"Sedikit" jawab Reyhan lalu melihat wajah Shinta yang nampak kelelahan.


"Apa yang terjadi dengan Abang sayang?" tanya Reyhan sambil meraih tangan Shinta agar duduk dibangku yang ada disisi tempat tidurnya.


"Abang tidak sadarkan diri sejak dua hari yang lalu" Reyhan mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti.


Shinta menjelasakn pada Reyhan apa yang terjadi sebelum kecelakaan dan sesudah kecelakaan. Dia memberitahu suaminya kalau Reyhan sudah merasakan sakit kepala dan rasa tidak nyaman ditubuh Reyhan. Semua itu menurut doktet ada obat perangsang yang diminum Reyhan, kemungkinan dicampur seseorang dalam minuman yang disediakan untuk Reyhan. Dan yang membuat Reyhan tidak sadarkan diri karena terbentur dibagian kepala saat kecelakaan, tapi karena itu juga Reyhan terbebas dari pengaruh obat tersebut.


Reyhan mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya. Dia mengingat saat bertemu klien untuk meeting, dia sempat menyesap jus buah yang sudah disediakan sebelum dia datang. Reyhan sudah mencium sesuatu yang aneh karena rekan bisnisnya tidak hadir dalam meeting tersebut dan hanya diwakilkan oleh asisten dan sekertarisnya.

__ADS_1


Karena rekan bisnisnya tidak hadir dan Reyhan merasa ada sesuatu yang berbeda dengan tubuhnya dia mengajak Arman menunda pertemuan ini dan meminta diantarkan pulang. Sekarang dia baru tahu kalau ada obat yang dicampur dalam minumannya.


Lalu apa tujuan kliennya? atau itu hanya rencana sekertatis kliennya tersebut? Karena sejak pertama bertemu Reyhan sudah tidak begitu menyukai sekertaris kliennya yang selalu berpakaian seksi dan sering melirik padanya. Tapi Reyhan tidak bisa menolak kehadiran sekertaris tersebut, kliennya memang membutuhkan kehadirannya untuk membantu kliennya.


Dokter datang memeriksa Reyhan. Begitu Shinta selesai menceritakan apa yang terjadi, dia langsung menghubungi suster untuk memberi tahu kalau suaminya sudah bangun.


"Semuanya baik, besok bisa pulang dan istirahat dirumah" ucap dokter tersebut setelah memeriksa kesehatan Reyhan.


"Alhamdulillah" ucap Shinta. Dia sudah merindukan kedua putranya yang dia titipkan pada Mama Diana. Tidak lupa dia mengucapkan terima kasih pada dokter dan perawat saat mereka keluar dari kamar rawat inap yang ditempati Reyhan.


"Jadi wanita yang hampir ditabrak Arman itu Fenita?" tanya Reyhan saat Shinta sudah duduk disampingnya.


"Iya, untung saja Bob saat itu yang mengantar Shinta kerumah sakit saat tahu abang kecelakaan, jadi dia segera mengurus keperluan Fenita" jawab Shinta.


"Kenapa Feni sampai nekat berdiri ditengah jalan seperti itu?" tanya Reyhan lagi.


Shinta memberitahu Reyhan seperti yang diceritakan Bob saat mengunjungi Reyhan yang masih belum sadarkan diri kemarin.


"Feni ingin mengakhiri hidupnya teh" ucap Bob. Dia duduk disofa dihadapan Shinta. Wajahnya terlihat lelah dan sangat tidak baik-baik saja.


Fenita sebenarnya tidak ingin berpisah dari Bob, dia hanya mengertak Bob dengan pulang kerumah orang tuanya dan berharap Bob akan menyusulnya dan memintanya pulang. Tapi ternyata apa yang direncanakannya tidak sesuai keinginanya. Bob benar-benar melepaskannya dan akan meninggalkanya ke Korea. Yang lebih menyakitkannya lagi, putri semata wayangnya lebih memilih ikut bersam Bob dari pada bersamanya.


Fenita putus asa dan saat menemani temannya untuk bertemu klien perusahaan mereka, dia melihat Bob sedang berbincang dengan Nayla. Tampak jelas sorot mata penuh cinta yang ditunjukkan Bob pada mantan kekasihnya itu. Setelah temannya selesai menemui klien, Fenita tidak ikut pulang kekantor melainkan memilih menghabiskan waktu menyusuri jalan. Saat terlintas dalam pikirannya untuk mengakhiri hidupnya saat itu juga Arman hampir menabraknya.


"Feni sudah sadar tapi lukanya masih butuh penanganan. Kakinya terkilir dan tangannya patah" jelas Shinta. Dia cukup prihatin saat menenggok Fenita kemarin.


"Besok sebelum pulang kita mampir mengunjunginya dulu" ajak Reyhan. Shinta menyetujui ajakan Reyhan.

__ADS_1


...◇◇◇...


__ADS_2