Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
39. Menahan Sakit


__ADS_3

Kelimanya menuruti apa yang Melly katakan dan langsung berbaris sendiri seperti biasanya tanpa perlu diatur.


"Salam kenal, saya Raka putra Daddy Sandy dan Mommy Nayla"


"Salam kenal, saya Zola putra Vader Zein dan Moeder Mery"


Salam kenal, saya Ilham putra Papa Reyhan dan Mama Shinta"


"Salam kenal, saya Revan putra Papi Alex dan Bunda Citra"


"Salam kenal, saya Awan putra Ayah Roy dan Ibu Bella"


Jessyca merasakan hal yang belum pernah dia rasakan saat melihat kelima anak tampan yang ada dihadapannya. Baginya mereka sangat mengemaskan, terlintas dalam pikirannya bila memiliki seorang putra. Dia melirik Harem yang berbicara dengan Raka "Dia putra Sandy dan wanita yang tadi disapa Harem. Siapa wanita itu bagi Harem?" batin Jessyca.


Berbeda dengan Jonathan yang langsung mendekati Ilham setelah tahu itu adalah putra Shinta wanita yang selalu ada dihatinya.


"Hai Ilham, saya Jonathan, kamu bisa memanggil saya uncle Nath. Karena saya pamanmu, saudara laki-laki Mama Shinta" jelas Jonathan setelah berada di hadapan Ilham.


"Uncle?" tanya Ilham


"Yes, I'm your uncle" Jonathan tersenyum lebar.


"Hei guys, I have uncle" teriak Ilham kegirangan. Akhirnya dia bisa memamerkan dirinya yang ternyata memiliki paman. Sudah lama dia meninginkanya, dia ingin seperti Raka, Zola, Revan dan Awan, yang semuanya memiliki paman, yang selalu menceritakan paman-paman mereka saat bermain bersama.


Semua mengalihkan pandangan mereka menghadap Ilham yang sudah berada dalam gendongan Jonathan. "Hari ini uncle traktir kalian ice cream" ucap Jonathan yang disambut gembira kelima anak tersebut.


Pertemuan diruang meeting sudah selesai, kelima pasang suami istri itu satu persatu keluar ruangan meeting, ikut mengantarkan polisi dan pengacara yang akan mendampingi Mery.


Mereka disambut gelak tawa kelima anak mereka dengan Jonathan, Jessyca, Harem dan Melly.


"Mommy, Daddy" panggil Raka, dia turun dari pangkuan Harem dan langsung berlari meminta digendong Sandy.


Tidak jauh berbeda dengan Raka, yang lainpun melakukan hal yang sama menghampiri orang tua mereka masing-masing.


"Ma, Pa, kami ditraktir ice cream sama Uncle Nath" seru Ilham memberi tahu Shinta.

__ADS_1


"Pantesan anak mama wangi coklat sama vanila" Shinta menciumi Ilham yang ada dalam gndongan Reyhan.


Dari jauh Jonathan hanya bisa memandang kebahagian Shinta dengan senyum pahitnya. Jessyca memperhatikan raut wajah Jonathan yang tidak seperti biasanya. Dia mendekati Jonathan.


"Jo, kamu mencintai Shinta?" tanya Jessyca. Jonathan menggelengkan kepalanya walau hatinya sangat ingin mengatakan iya. Hanya dia, keluarganya dan Shinta yang tahu perasaannya pada Shinta. Selain itu, Jonathan tidak ingin membaginya.


"Kamu tidak bisa menyembunyikanya dariku Jo" Jessyca mencibir Jonathan yang berbohong padanya.


"Apa kamu melihatku seperti itu?" Jonathan balik bertanya. Jessyca mengangguk.


"Jaga sikapmu, Reyhan akan curiga dan melarangmu untuk dekat dengan Shinta" Jessyca mengingatkan Jonathan lalu dia pergi mendekati Harem yang sedari tadi tidak berpaling menatap Nayla.


"Apa dia gadis yang membuatmu tidak bisa menerima cintaku, yang membuatmu selalu berkunjung ke Belanda setiap libur dari pada pulang ke negaramu sendiri?"


Harem hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Jessyca, dia tidak ingin menanggapi lebih. Semua yang ditanyakan Jessyca jawabannya iya, Nayla gadis yang dijumpainya tujuh tahun lalu yang sudah mencuri hatinya. Namun gadis itu telah menjadi milik Sandy orang yang cukup dia kenal dengan baik selama di Inggris.


Jessyca hanya bisa menghela nafas, mencoba menenangkan dirinya. Dia memperhatikan Nayla dari caranya bicara, tersenyum dan tertawa. "Cantik" gumamnya. Tidak ada yang salah jika Harem jatuh cinta padanya.


"Apa yang kamu suka dari dia?" tanya Jessyca pada Harem.


"Apa tidak ada satupun dariku yang bisa membuatmu memilihku Har?" Harem menatap Jessyca.


"Jes, kamu sudah ada Jonathan" tegur Harem.


"Dia mencintai Shinta" Harem kembali menatapa Jessyca.


Jessyca terkekeh "Dia bahkan mau membantuku untuk mendapatkan hatimu" Harem menggelengkan kepalanya, pasangan yang aneh batinnya.


"Cih, dia mau melepasmu untukku setelah dia mendapatkan kehormatanmu lebih dulu" gerutu Harem.


"Kami belum sejauh itu" Jessyca meyakinkan Harem yang menatapanya tidak percaya.


"Satu tahun menikah tanpa..."


"Berhubungan suami istri" potong Jessyca kata-kata Harem. "Jangankan melakukan itu, berciumanpun hanya satu kali saat kami menikah" jelas Jessyca.

__ADS_1


"Bagaimana kamu bisa bertahan dengan hubungan seperti ini Jes"


"Karena kamu Harem, aku menjaganya untuk mu. Dia akan melepaskanku bila kamu sudah bisa menerimaku"


"Aku tidak bisa" Harem berdiri meninggalkan Jessyca yang hanya bisa memahan sakit didadanya. Sejak dulu hati Harem begitu sulit dia dapatkan. Bahkan setelah tahu gadis yang dicintainya sudah menikah dan memiliki anak.


"Jes" Jonathan memanggil Jessyca untuk ikut bersamanya dan yang lain, mereka memutuskan akan makan siang bersama hari ini lalu akan dilanjutkan jalan-jalan keliling Bandung.


Bila Shinta dan Reyhan sedang menikmati kebersamaan mereka bersama sahabat, di salah satu kamar hotel Reshin tampak dua orang yang usia mereka sudah tidak lagi muda sedang berbincang.


"Bagaimana Syila, aku sudah mengunjungimu dan memintamu baik-baik" Mr.Smith yang bicara.


"Aku tidak bisa menghianati Jay, Smith. Tidak bisa. Kamu tahu itu sejak dulu"


"Jay sudah tidak ada, aku yang ada untukmu sekarang Syila" Mr.Smith terus meminta Mama Syila mengerti perasaannya.


"Syila, sejak dulu kamu tahu aku sangat mencintaimu, bahkan aku memanfaatkan cinta adikku pada Jay untuk merebutnya darimu"


"Jangan ungkit lagi masalah itu Smith, mereka berdua sudah tidak ada, biarkan mereka tenang disana"


"Aku bahkan melarang Jonathan untuk menikahi Shinta, karena aku ingin kamu yang menikah denganku. Aku mohon Syila, menikahlah denganku"


"Aku tidak akan menuntut kamu untuk berhenti mencintai Jay, tidak akan. Aku hanya ingin kamu menikah denganku, jangan sia-siakan pengorbanan Jonathan"


"Siapa yang berkorban?" Jonathan yang bertanya.


Saat akan menuju restoran yang ada di Hotel Reshin untuk makan bersama, Jonathan ijin pada Jessyca untuk mengambil ponselnya yang tertinggal dikamar. Posisi kamarnya bersebelahan dengan milik sang ayah. Dia bisa mendengar ayahnya sedang bicara dengan seseorang yang dia tahu itu suara wanita. Karena penasaran Jonathan mencoba mendengarkan percakapan keduanya, dia berdiri dipintu yang sedikit terbuka. Tampak jelas, ayahnya sedang berbicara dengan Mama Syila.


Mendengar yang dibicarakan masalah pernikahan, Jonathan semakin penasaran. Dia terkejut saat tahu alasan ayahnya melarangnya menikahi Shinta. Marah, Jonathan memahan amarahnya. Namun dia tidak bisa menahan diri saat Mr.Smith ayahnya memamfaatkan namanya untuk memohon pada Mama Syila. Karena itu dia langsung masuk dan bertanya.


"Ayah tahu bagaimana aku mencintai Shinta sejak dulu, tapi apa yang ayah lakukan padaku" Jonathan benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia ketahui saat ini.


"Bahkan aku harus menahan sakit melihat Shinta tertawa bahagia bersama Reyhan" lirihnya.


"Ayah, kau.... Akhk harusnya aku tahu, kau selalu melakukan hal yang hanya mengutungkan untuk mu, kamu tidak berubah"

__ADS_1


...◇◇◇ ...


__ADS_2