Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
21. Misi Hampir berhasil


__ADS_3

Mentari tanpa banyak tanya mengikuti ketiga sahabat yang dia beri nama trio kwek-kwek. Arya, Lola dan Putri, menurutnya sangat menyenangkan bisa berteman dengan mereka. Bersama mereka juga Mentari bisa membuka matanya, merenungi pernikahannya yang seharusnya tidak terjadi. Banu sangat pandai menyimpan rahasianya, mertua dan orangtuanya benar-benar salah dalam menilai Banu, membuat dia sekarang berada dalam drama percintaan orang dewasa yang menurutnya sangat konyol.


"Ayo turun" ajak Arya. Malam ini mereka pergi ke cafe yang ada di jalan Dago Pakar Utara. Bukan ke Cafe Zein seperti biasanya.


"Mbak tari kedinginan ya?" tanya Lola, melihat Mentari yang menggigil. Mentari hanya menganggu mengiyakan pertanyaan Lola.


"Sini aku hangatkan" celetuk Arya, sambil mengangkat tangan ingin merangkul Mentari yang langsung mendapat mata bulat besar dari Lola.


"Arya ih.. sebel" kesal Lola dengan gaya manjanya. Lola tidak malu menunjukkan rasa suka dan cemburunya pada Arya, berbeda dengan Putri yang lebih suka memendam. Bukan tanpa alasan, tapi karena dia tidak ingin Lola mengetahui kalau dia juga menyukai Arya. Baginya Lola dan Arya sama pentingnya, dia lebih memilih mengalah dan memutuskan untuk pergi jauh dari keduanya setelah lulus.


"Ngak jadi Mbak Tari" Arya kembali menurunkan tanggannya. "Istri gue cemburu" lanjut Arya yang mendapat gelelngan kepala dari Mentari, kedua remaja dihadapannya ini luar biasa saling menyayangi dan saling menjaga perasaan satu dengan yang lain.


"Jangan marah-marah sayangnya Arya, nanti tambah cantik" bujuk Arya, sambil merangkul sayang pada Lola, yang sudah pasti bisa langsung meluluhkan hati Lola.


Mentari kembali menggelengkan kepala melihat keduanya sambil tersenyum, dia melirik Putri yang hanya diam. Mungkin sudah bosan dengan drama merajuk dan merayu dari keduanya. Pikir mentari.


Mentari menikmati suasan malam kota Bandung yang dapat dia lihat dari tempat dia duduk, matanya mengelilingi setiap sudut cafe ini, udara yang dingin membuat suasana romantis. Pandangannya terhenti pada sosok yang sangat dia kenal, namun berwujud anak-anak. Ingatan mentari kembali pada saat Lola menunjukkan foto Jojo dan Banu, wajah mereka benar-benar sangat mirip.


"Lihat disana" tunjuk Mentari pada anak kecil yang dilihatnya.


"Jojo" Putri dan Lola memanggil bersamaan.


"Ini berarti Om Banu atau Tante Cindy ada disini" ucap Arya.


"Mereka bisa tahu kalau kita bersama Mbak Tari" sambung Putri.


"Kita cari tempat lain aja" ajak Lola.


"Biar saja disini, lebih cepat ketahuan lebih baik. Mbak Mentari akan pura-pura tidak kenal kalian dan duduk sendiri" jawab Mentari.


"Maksud Mbak Tari?" kini Arya yang bertanya.

__ADS_1


"Mbak Tari ingin menunjukkan kehadiran Mbak Tari didepan mereka, biar Mas Banu menjelaskan semua langsung pada Mbak, dan Mbak bisa langsung minta diceraikan"


Trio kwek kwek saling berpandangan, ini yang mereka harapkan, tapi mengapa jadi seperti ini akhirnya. Ini tempat umum tentu akan sangat memalukan bila terjadi keributan.


"Oh" ucap Putri, meyadarkan kedua sahabatnya yang sedang sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


Mentari pindah kemeja disamping Arya, Putri dan Lola duduk, tidak lama dari itu mereka mendengar seseorang memangil mereka satu persatu.


"Kak Arya, Mbak Putri, Teh Lola" panggil Jojo yang langsung menghampiri mereka.


"Eh Jojo, sama siapa?" tanya Putri berbasa basi.


"Sama Ibu sama Ayah, tapi mereka masih didepan sedang bicara sama Om Dewa" jawab Jojo sedih. "Jojo ikut duduk disiniya" pintanya menatap ketiganya memohon.


"Sini" Arya menepuk bangku yang ada disampingnya agar diduduki Jojo.


"Kok Jojo sedih?" tanya Putri, walau bagaimanpun Jojo memiiki ikatan darah dengannya dan anak ini tidak salah apa-apa, dia hanya korban keegoisan orang tuanya.


Arya yang mendengar itu langsung merangkul Jojo, anak ini sudah besar, sudah mulai mengerti keadaan orang tuanya. "Jojo sekarang tinggal dimana? Kok Kak Arya kerumah Ayah Banu tapi Jojo tidak ada disana" Arya ingin mengalihkan kesedihan Jojo sekaligus mencari informasi.


"Di apartemen Ayah, biar dekat ke sekolah" jawab Jojo jujur.


Ketiganya terus mengajak Jojo bicara dan menikmati makanan yang tadi dipesan mereka, sementara Mentari ikut menyimak percakapan keempatnya, dari sana dia banyak tahu tentang Banu, membuat dia yakin, harus mundur.


Ketiga sahabat itu bisa melihat Banu dan Cindy yang sepertinya sedang mencari Jojo. Arya melambaikan tangan pada mereka, agar melihat. Kini keduanya sudah ikut bergabung dengan ketiga sahabat yang merasa tidak enak membiarkan Mentari sendirian.


"Om, minggu lalu Arya kerumah Om disuruh Papa, tapi tidak ada yang membukakan pintu" ucap Arya tiba-tiba untuk memulai percakapan.


"Beberapa hari yang lalu Arya lihat ada orang dirumah Om Banu. Siapa Om?" tanya Arya dengan memasang wajah seakan akan dia tidak tahu.


"Om di apartemen sekarang, sama Tante Cindy. Kalau yang dirumah itu saudara om dari jawa yang bantu Om jaga rumah"

__ADS_1


"Mas Banu" panggil Mentari tiba-tiba, hatinya sakit hanya dibilang penjaga rumah. Tanpa menunggu lama dia berdiri menghampiri Banu.


"Tari" panggil Banu gugup. "Kamu ada disini juga"


"Siapa?" tanya Cindy, setelah melihat Banu seperti orang yang ketakutan.


"Saya penjaga rumahnya Mas Banu" jawab Mentari.


Cindy membelalakan matanya, dia tahu kalau itu adalah istri Banu. "Ternyata dia cantik" gumam Cindy dalam hati.


"Tari, Mas bisa jelasin" jawab Banu, setelah mendengar jawaban Mentari. Dia tidak menyangka akan ada Mentari disini, bagaimana bisa istrinya sampai disini. Pikir Banu.


"Tidak ada yang perlu dijelaskan pada saya Mas. Yang perlu mendapatkan penjelasan itu orang tua Mas Banu dan orang tua saya" jawab Mentari acuh. Dia kembali duduk dibangku yang sedari tadi dia duduki.


Mentari tidak ada rasa dengan Banu, alasannya marah bukan karena cemburu, tapi dia sakit hati merasa dipermainkan, bukan hanya dia tapi orang tuanya juga tertipu. Walau dari kemarin dia sudah menyiapkan hatinya untuk sabar tapi tetap saja dia merasakan sesak, harusnya dia bisa bahagia bersama orang yang dicintainya.


Banu mengikuti Mentari, dia duduk dihadapan Mentari. "Maaf, merahasiakan ini semua sama kamu" ucap Banu.


"Bebaskan saya dari semua sandiwara ini Mas" potong Mentari saat Banu akan kembali bicara.


"Batalkan pernikahan kita dan talak saya sekarang juga" lanjut Mentari saat melihat Banu yang hanya diam.


"Tari" panggil Banu pelan.


"Saya ingin bebas seperti remaja yang lain, menikmati hidup remaja saya dengan bahagia. Jadi lepaskan saya sekarang juga" Tari tidak memberi kesempatan pada Banu untuk bicara.


"Putri, Lola" panggil seseorang pada keduanya. "Lagi apa kalian?" tanyanya.


"Vader" ucap keduanya bersamaan saat melihat Zein sambil tersenyum kikuk. Takut kalau dilaporkan pada Mommy dan Daddy mereka.


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2