
"Bagaimana pertemuanmu dengan Reyhan?" Farrel bicara pada Jessyca yang dia paksa menemuinya malam ini juga.
Jessyca mendengus kesal, untung saja Jonathan mengijinkannya bertemu dengan Farrel adik sepupunya yang menyebalkan menurutnya. Dia harus berjanji untuk tidak membicarakan tentang Shinta, adik kesayangan suaminya pada Farrel. Jessyca sempat tidak percaya kalau Jonathan mengetahui Farrel adalah mantan kekasih Shinta.
"Kamu boleh pergi, tapi jangan katakan apapun tentang Shinta pada Farrel. Aku tidak suka dia mengganggu kebahagian adikku" ucap Jonathan sebelum mengijinkan Jessyca bertemu Farrel.
"Apa mereka ada hubungan?" Jessyca pura-pura tidak mengerti apa yang diucapkan Jonathan.
"Tidak perlu berbohong, kau membantu dia untuk membenci suaminya, karena kamu juga berharap Reyhan menerima cintamu" Jessyca tidak bisa berkata apa-apa saat itu. Apa yang dikatakan Jonathan semuanya benar, bahkan Jessyca yang memberitahu Farrel tentang Cindy. Sehingga Farrel mengajak Cindy untuk bekerjasama memisahkan Shinta dan Reyhan.
"Jes" suara Farrel menarik ingatan Jessyca saat ijin dengan Jonathan.
"Seperti yang kamu ketahui, Reyhan hanya menganggap aku sahabatnya" jelas Jessyca.
"Aku hanya memintamu agar Shinta membenci Reyhan, Jes. Apa sesulit itu?" tanya Farrel lagi. Dia masih berharap Shinta kembali padanya, dia juga sudah menyingkirkan Cindy yang mengacaukan rencananya. Kalau saja dia tidak mabuk, dia tidak akan tidur dengan Cindy. Sekarang dia meminta bantuan sepupunya yang kebetulan sedang berkunjung ke Indonesia, yang juga dia ketahui sebagai sahabat Reyhan.
"Sulit, sangat sulit. Bahkan wanitamu itu tidak marah saat aku memeluk erat suaminya" jelas Jessyca.
"Begitu percayakah dia pada suaminya?" gumam Farrel yang dapat didengar Jessyca.
"Farrel aku memang ingin Reyhan melihatku sebagai wanita, bukan sebagai sahabat. Tapi aku rasa itu sangat sulit. Terlebih lagi Shinta adalah adik kesayangan suamiku"
Farrel menatap Jessyca dengan tatapan penuh pertanyaan, apa maksud ucapan sepupunya itu barusan. "Maksudmu?" tanyanya.
"Shinta itu, adik angkat suamiku. lebih tepatnya lagi mereka saudara sepupu. Bahkan Jonathan sudah mengancamku jika aku merusak kebahagiaan adik kesayangannya. Jonathan sangat menyangi Shinta, aku dapat melihat dari cara dia melindungi Shinta. Jadi aku minta jangan libatkan aku lagi dengan masalahmu. Aku tidak ingin orangtuaku kembali memanfaatkanku karena kemarahan Jonathan"
__ADS_1
"Jes, bukankah kamu tidak mencintai Jonathan, begitu juga dia. Lalu apa yang kamu pertahankan dari pernikahanmu?" tanya Farrel, dia sungguh merasa sepupunya benar-benar bodoh. Hanya karena tidak mau hidup susah, dia rela dijual keluarganya pada pria yang bestatus suaminya tapi tidak pernah mau menyentuhnya. Dimana letak kebahagiaan yang diinginkan sepupunya itu, bila memaksakan hidup dengan orang yang tidak dia cintai dan juga tidak mencintainya.
"Aku bisa apa?" jawab Jessyca. Dia sudah lelah mencari jalan untuk lepas dari keluarganya. Karena itu, saat Farrel meminta bantuan dan mendapatkan penawaran dengan mendapatkan Reyhan yang entah sejak kapan dia menyukai sahabtnya itu, dia tidak menolak. Namun melihat Reyhan yang sangat mencintai Shinta, begitupun Shinta yang sangat mencintai Reyhan, ditambah ancaman dari Jonathan, membuat Jessyca mundur, sebelum dia jatuh kemasalah yang lebih sulit.
Walau Jonathan tidak mencintainya, tapi dia bisa hidup dengan baik berkat suaminya. Setidaknya Jonathan memperlakukannya dengan baik dan menghargainya sebagai istri, tidak seperti orangtua dan saudaranya. Walau Jonathan melakukannya karena dia ingin wanita yang dicintainya diperlakukan dengan baik oleh pria lain, jadi dia tidak akan menyakiti wanita yang ada didekatnya.
"Aku tahu kamu dibawah ancaman orang tuamu, tapi setidaknya kamu pikirkan kebahagiaanmu" Farrel mencoba memberikan sarannya pada Jessyca.
"Farrel, bila aku bisa membantumu apa kamu mau membantuku jauh dari keluargaku?" tanya Jessyca.
"Saat inipun aku bisa membantumu, setelah itu baru kau membantuku"
Jessyca sebenarnya tidak begitu yakin dengan keputusannya. Bertahan atau pergi, itulah yang selalu dia pikirkan selama satu tahun ini.
"Farrel, sebenarnya aku tidak begitu yakin dengan perasaanku pada Reyhan. Waktu itu aku hanya kasihan saja, melihat dia ditinggalkan oleh Cindy tanpa jejak. Dulu aku sangat menginginkan Harem, tapi laki-laki itu sangat sulit aku gapai walau kami dekat sebagai sahabat"
"Kenapa Shinta, apa istimewahnya wanita itu sampai semua pria yang aku kenal sangat perhatian dan menggilainya. Reyhan, kamu dan juga Jonathan, dan mungkin laki-laki lain diluar sana" kesal Jessyca.
Saat diam Jessyca ingat percakapanya dengan Harem tadi siang.
"Jessy, aku sangat sulit mendapatkan wanita sepert yang diinginkan keluargaku. Lalu aku menemukannya, tapi aku harus kecewa, karena dia sudah terikat dengan seseorang, dan aku sangat mengenal orang itu" saat itu sangat tampak kekecewaan di wajah Harem. "Aku lepas atau kuraih dia?" lanjutnya, dan Jessyca melihat matanya berbinar saat melihat Shinta.
"Bahkan Harempun mengagumi Shinta" gumam Jessyca.
Jessyca kembali kehotel tepat pukul sepuluh malam dan langsung kekamarnya menemui Jonathan. Saat ini mereka harus tinggal satu kamar, berpura-pura seakan pernikahan mereka tidak ada masalah. Mereka tidak ingin Mr. Smith tahu yang sebenarnya, kalau mereka belum pernah tidur bersama.
__ADS_1
Jonathan sudah membaringkan tubuhnya di sofa yang ada dikamar hotel bertepatan dengan Jessyca yang keluar dari kamar mandi. Melihat suaminya belum tidur, Jessyca mendekati Jonathan.
"Jo, bisa bicara sebentar?" tanyanya pada Jonathan.
"Aku sangat lelah, apa yang ingin kamu bicaraka?" jawab Jonathan tanpa melihat Jessyca.
"Bagaimana caranya biar aku bisa seperti Shinta?"
Mendengar apa yang ditanyakan Jessyca membuat Jonathan mengurungkan niatnya untuk tidur lebih cepat. Dia duduk menatap Jessyca, mencoba mencari tahu apa yang terjadi dengan wanita dihadapannya.
Jessyca yang tahu arti tatapan suaminya mencoba menjelaskan. Dia duduk ditepi tempat tidur menatap Jonathan.
"Aku menyukai seseorang sejak dulu, tapi aku tidak bisa mendapatkan hatinya karena perbedaan diantara kami, karena itu pula dia selalu menolakku bila aku menyatakan perasaanku. Dia mengatakan, dia bisa mencintaiku tapi tidak dengan kuarganya. Karena dia sangat mencintai keluarganya maka dia tidak bisa mencintaiku. Aku sangat ingin dicintai oleh dia dan keluarganya, yang ternyata menginginkan wanita seperti Shinta" Jessyca menjelaskan.
"Apa orang itu Reyhan?" Jessyca langsung menggelengkan kepalanya.
"Lalu, siap dia?" tanya Jonathan dengan rasa penasaran.
"Harem" nama itu keluar begitu saja dari mulut Jessyca, walau sebenarnya dia sangat malu dihadapan Jonathan. Namun diluar dugaanya, Jonathan ingin membantunya.
"Aku akan membantumu agar Harem bisa mencintaimu, tapi sebaiknya jadilah dirimu sendiri, bukan seperti orang lain"
"Besok ikutlah bersamaku" Jonathan kembali membaringkan tubuhnya di sofa.
"Aku tidak suka menghadiri pertemuan dengan kolegamu, jadi biarkan aku dihotel" tolak Jessyca.
__ADS_1
"Kalau kamu ingin seperti Shihta, kamu harus mengenalnya lebih baik" balas Jonathan lalu menutup wajah dan tubuhnya dengan selimut. Membiarkan Jessyca berpikir.
...◇◇◇...