Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
55. Menikahi Cindy


__ADS_3

Tiga hari yang lalu kesabaran Lyra sudah diambang batas, dia sudah tidak nyaman hanya berdiam diri dirumah tanpa melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan selama ini. Bersenang-senang bersama teman-temannya di club, berbelanja barang mewah yang menunjang penampilannya serta bersenang-senang bersama teman pria di atas ranjang.


Walau kehidupannya selama bersembunyi dibiayai oleh Farrel, tetap saja tidak sebanyak penghasilannya saat menerima job dari pria-pria yang kesepian.


"Jes, bantu aku untuk mengakhiri semua ini" kata-kata yang langsung diucapkan oleh Lyra saat panggilannya terhubung dengan Jessyca.


"Kamu yang memulai, kamu yang harus mengakhirinya sendiri. Mengapa meminta bantuanku. Bukannkah aku sudah mengingatkanmu untuk tidak mengingkuti keinginan Farrel" jawab Jessyca dengan kesal.


Sudah lama tidak ada kabar tiba-tiba sepupunya langsung menodongnya meminta bantuan tanpa basa-basi menayakan kabarnya yang sedang berbahagia saat ini.


"Harus berapa kali lagi kau mengunkit hal itu Jessy. Aku lelah hidup terkurung seperti sekarang. Aku ingin Farrel tertangkap polisi. Jadi bantu aku memikirkan caranya"


Jessyca mendesah, mengapa dia harus memiliki sepupu yang selalu menyusahkannya. Tapi tidak ada salahnya dia membantu Lyra kali ini. 'Ini juga untuk kebaikan Reyhan dan Shinta bila Farrel tertangkap' batin Jessyca.


"Kau buat jebakan saja biar dia tertangkap" Jessyca memberikan saran.


"Jebakan seperti apa Jes? aku tidak bisa memikirkannya"


"Gunakan otakmu itu untuk berpikir, jangan hanya untuk memikirkan bagaimana menggoda para pria" ketus Jessyca yang benar-benar kesal memiliki sepupu yang otaknya hanya dipakai untuk bersenang-senang.


"Kalau aku tidak menggoda pria, aku tidak bisa hidup enak Jes. Berbeda denganmu yang jadi istri sultan" kekeh Lyra menjawab sindiran Jessyca.


"Farrel sering mengunjungi mu?"


"Tidak sering hanya sesekali" jawab Lyra jujur.


"Tidak masalah. Saat Farrel datang kamu bujuk dia agar mau keluar dari persembunyiannya..."


"Caranya" Lyra memotong ucapan Jessyca.


"Aku belum selesai Lyra! kesal Jessyca karena kata-katanya dipotong. "Diam dan dengarkan apa saja yang ku katakan"


"Iya.. iya.. sorry. Lanjutkan"


Jessyca mendecak kesal, tapi walaupun begitu tetap saja dia melanjutkan idenya.

__ADS_1


"Kamu bujuk dia untuk bertemu Shinta, apapun caranya. Bila perlu kamu suruh Farrel membawa Shinta pergi atau menyembunyikan Shinta dari Reyhan"


"What? Kamu mendukung Farrel mendapatkan Shinta? Kamu takut suamimu akan jatuh cinta lagi pada adiknya?" Lyra membanjiri Jessyca pertanyaan.


"Aku hanya ingin Farrel keluar dari sarangnya, dengan begitu kamu juga bisa bebas dari tuduhan palsu"


"Apa yang harus aku katakan pada Farrel?" lagi-lagi Jessyca mendengus kesal mendengar pertanyaan sepupunya. Kali ini dia benar-benar mengakui kalau Lyra itu payah dalam berpikir.


"Kamu cari sendiri caranya. Yang jelas kamu harus meyakinkan Farrel untuk menemui Shinta. Mungkin ke tokonya"


"Toko?" beo Lyra.


"Iya Shinta punya toko pakaian bersama istri mantan kekasihnya" Jessyca menepuk keningnya, mengapa dia harus memberitahu tentang istri mantan kekasih Shinta.


"Keren buka usaha bersama istri mantan. Bisa-bisa balik lagi tuh" Lyra terkekeh dia tidak bisa membayangkan itu terjadi.


"Jangan berpikiran buruk, Shinta tentu saja memilih Reyhan, karena sahabatku itu pria yang dicintainya" bela Jessyca.


"Kau terlalu membela adik iparmu itu. Ingat suamimu juga mencintai adiknya, jadi berhati-hatilah"


"Kamu bicara dengan siapa?" Jessyca memejamkan matanya sambil menggigit bibir bawahnya, berharap Jonathan tidak mendengar pembicaraannya dengan Lyra. "Kenapa aku tidak tahu kalau dia sudah pulang?" batin Jessyca.


Dengan terpaksa Jessyca membalikan badannya menghadap Jonathan, memasang wajah senatural mungkin agar tidak terlihat kalau dia menyembunyukan sesuatu.


"Teman, dia menggodaku tentang kamu" satu kebohongan yang Jessyca terpaksa ucapkan. Dia tidak ingin memberitahu Jonathan kalau Lyra yang menghubunginya.


Jonathan tidak menaruh curiga pada Jessyca, yang dia dengar hanya percakapan istrinya di akhir, dan itu memang membicarakan dirinya.


Tiga hari berlalu, setelah makan malam Jonathan meberitahu Jessyca dan Mama Syila kalau Farrel sudah tertangkap.


Jessyca cukup terkejut, baru tiga hari yang lalu dia bicara dengan Lyra dan memberikan saran pada sepupunya, hari ini dia sudah mendapatkan kabar kalau Farrel tertangkap. 'Wanita itu bergerak cepat' batinnya.


"Bagaimana bisa tertangkap? Apa dia keluar dari persembunyiannya?" tanya Jessyca, dia cukup penasaran, apa yang dilakukan sepupunya sampai Farrel keluar dari persembunyiannya.


"Farrel membuat keributan di toko milik Shinta" Jessyca menutup mulutnya yang berucap wow.

__ADS_1


Apa yang dia sarankan pada Lyra memang dilakukan sepupunya itu. 'Kenapa harus pakai keributan' pikir Jessyca.


"Bagaimana ceritanya? Shinta, apa dia baik-baik saja?" kali ini Mama Syila yang bertanya. Tentu saja dia sangat khawatir dengan putrinya.


"Mama tidak perlu khawatir, Shinta dan Ilham baik-baik saja. Ini berita baik, karena Farrel tertangkap. Tinggal menunggu Lyra keluar dari persembunyiannya" Jonathan melirik Jessyca saat membahas Lyra.


Sementara itu Reyhan dan Shinta masih di kantor polisi, begitu juga Devi dan Dewa. Mereka dimintai keterangan sebagai pihak pelapor. Sedangkan Ilham dijemput Mama Diana untuk dibawa pulang sebelum Shinta dan Reyhan ke kantor polisi.


"Untuk sementara keterangan yang bapak dan ibu berikan sudah cukup, nanti kami akan menghubngi lagi bila ada yang diperlukan" ucap polisi yang menagani kasus ini.


"Bisa saya bicara dengan pelaku?" tanya Shinta tiba-tiba. Reyhan memalingkan wajahnya menatap Shinta.


"Hanya sebentar bang" pinta Shinta yang mendapat gelengan dari Reyhan.


"Tidak sekarang, kamu lelah sayang. Kita cari waktu lain saat kamu sudah lebih baik lagi" jelas Reyhan mengapa dia melarang Shinta.


"Bang Rey benar teh, sebaiknya kita pulang dan istirahat" Devi membenarkan ucapan Reyhan.


Walau sangat ingin memberi tahu Farrel, Shinta menuruti saran suaminya untuk menemui Farrel dilain waktu.


"Apa yang ingin kamu bicarakan pada Farrel?" tanya Reyhan. Mereka sudah dalam perjalanan pulang.


"Shinta ingin tahu mengapa dia melakukan ini semua. Harusnya dia menikahi Cindy" jelas Shinta.


"Menikahi Cindy, kenapa?" tanya Reyhan penasaran. Dia pasti melewatkan sesuatu yang tidak dia ketahui.


Shinta mendesah mengingat kembali pembicaraannya dengan Cindy saat mereka bertemu di kediaman Ayah Dimas.


"Apa yang membuat Mbak Cindy kembali ke Belanda? Itu berarti Mbak akan berpisah dengan Jojo. Kasihan Jojo, dia masih butuh kasih sayang mbak sebagai ibunya. Mengapa mbak tidak menikah saja dengan Mas Banu?" Shinta mengungkapkan semua yang ada dalam pikirannya.


Cindy hanya tersenyum menangapi semua pertanyaan Shinta. "Aku memilih jalan yang salah, karena itu harus menerima kenyataan kalau harus mengulangi kisah yang sama" jawabnya.


Shinta mencoba mencerna hal apa yang tersirat dari kata-kata yang diucapkan Cindy. Satu kesimpulan yang dia dapat kalau Cindy saat ini mengulang apa yang pernah dia lakukan dimasa lalu, itu berarti dia kembali mengasingan dirinya karena sesuatu yang terjadi. 'Sesuatu yang terjadi?' Shinta mencoba menerka sesuatu itu. 'Mengulangi kisah yang sama?' kalimat itu yang dipikirkan Shinta karena itu adalah kunci jawabannya.


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2