
Banu bersandar dikursi kerjanya, hidupnya baik-baik saja selama ini. Usaha percetakan yang didirikannya berkembang pesat, bahkan dia sudah memiliki empat cabang, usahanya ada di Buah Batu, Kopo, Cimahi dan Jatinangor.
Banu menghela nafasnya dengan kasar, orangtua dan istrinya baru saja mengabari kalau besok mereka akan tiba di Bandung mengunjunginya. Ya... Banu sudah menikah dengan gadis yang masih kuliah. Istrinya di Jogja, kuliah di universitas ternama disana. Mereka menikah karena dijodohkan. Banu cukup bersyukur, istrinya masih ingin melanjutkan pendidikannya, karena itu mereka hidup terpisah saat ini. Setidaknya dia punya kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya dengan Cindy.
"Cindy" gumamnya.
Banu tersenyum kecut, kehidupanya dalam percintaan memang sangat menyedihkan, dia jatuh cinta pada Cindy, tanpa bisa membuka hati untuk yang lain, walaupun Cindy sering menyakitinya. Kenangan Banu kembali kemasa dimana dia pertamakali bertemu Cindy.
Banu menghadiri sebuah pesta, Ini adalah pesta ulang tahun ke tujuh belas kekasih sahabatnya. Banyak makanan dan minuman mewah terhidang, mereka juga menyediakan minuman yang mengandung alkohol. Banu berpikir mungkin ini cara orang kaya menjamu tamunya. Banu hanya anak perantau, walau keluarganya termasuk keluarga berada dan terpandang di tempat asalnya, tapi tidak bisa menyamai kekayaan dan gaya hidup pengusaha dan konglomerat yang ada dikota besar.
Tidak ada satupun yang hadir di pesta ini dia kenal, kecuali sahabat dan kekasihnya yang berulang tahun hari ini. Semua yang hadir adalah undangan kekasih sahabatnya, anak-anak SMA dan sepertinya hanya Banu dan sahabatnya yang berstatus mahasiswa.
Dalam kesendiriannya, Banu melihat gadis cantik berdiri sendiri, dia tampak berbeda dari teman-temannya yang lain.
"Hai" sapa Banu mendekati gadis itu.
"Hai" gadis itu membalas sapaannya.
"Kamu sendiri?" tanya Banu.
"Teman yang lain sedang dansa disana bersama pasangan mereka" jawab gadis itu menunjuk lantai dansa yang dipenuhi banyak pasangan.
"Mau Dansa?" tawar Banu, gadis itu menolak.
Lama mereka diam disana sambil melihat yang berdansa, Banu hanya bisa memandanginya dalam diam, akhirnya dia mengulurkan tangannya "Banu" ucap Banu. Gadis itu membalas uluran tangan Banu. "Cindy" balasnya.
__ADS_1
Mereka berbicang berdua, sambil menikmati makanan dan minuman. Banu menyadari dia sedikit mabuk, dia tidak sengaja mengambil minuman yang mengandung alkohol. Keadaan Cindy tidak jauh berbeda dengannya, akhirnya Banu memutuskan untuk mengantar Cindy pulang. Ditengah jalan, Cindy sudah tertidur karena mabuk, dia tidak tahu dimana Cindy tinggal, akhirnya dia membawa Cindy ke rumahnya. Rumah sewaan yang disediakan orang tuanya.
Banu membaringkan Cindy ditempat tidurnya, saat dia ingin meninggalkan Cindy, tangannya tiba-tiba ditarik. Dia ikut bebaring disamping Cindy, wajahnya sangat dekat dengan Cindy, jantungnya berdebar. Banu mengumpulkan keberanian untuk mencium bibir Cindy, tanpa diduganya Cindy membalas ciumannya. Ciuman itu semakin lama semakin dalam dan menuntut lebih, sampai akhirnya hal yang seharusnya tidak mereka lakukan terjadi.
Walau mabuk Banu masih memiliki kesadaran, dia tahu yang dia lakukan salah. Tapi dia tidak bisa menghentikan kegilaannya, mereka bahkan mengulanginya lagi saat kesadaran mereka sudah kembali.
Banu berjanji pada dirinya, kalau dia akan bertanggung jawab pada Cindy, dia akan menikahi gadis yang dia rengut kesuciannya, setelah Cindy lulus sekolahnya yang tinggal delapan bulan lagi.
Sejak hari itu, mereka bertemu beberapa kali, hanya untuk mengulangi apa yang pernah mereka lakukan. Namun pada saat Cindy sudah lulus sekolah, dia menolak untuk dinikahi Banu. Cindy meminta Banu menyelesaikan kuliahnya yang masih dua tahun lagi.
Banu mengikuti keinginan Cindy tanpa ada curiga apapun, terlebih lagi hubungannya dan Cindy baik-baik saja, setiap bertemu mereka akan mengulanginya lagi dan lagi. Bahkan mereka tidak akan puas bila hanya sekali.
Banu menyelesaikan kuliahnya dan mendirikan usaha percetakan yang sudah dirintisnya sejak kuliah. Banu mengajak Cindy menikah, dia merasa benar-benar siap untuk berumah tangga, menjadi seorang suami.
Tapi Cindy menolaknya. "Maaf Banu, aku tidak bisa menikah denganmu, aku tidak mencintaimu. Aku hanya ingin menikah dengan kekasiku" jawab Cindy saat itu.
Kemarahannya tidak bisa berlangsung lama, Cindy menghubunginya. "Banu, aku hamil" kata-kata Cindy terus tergiang dikepalanya, Cindy mengandung anaknya. Mau tidak mau Cindy harus menikah dengannya. Banu menemui Cindy di Belanda, berharap semua akan baik-baik saja. Tapi harapan tak selalu jadi kenyataan, Cindy tetap menolak untuk menikah dengannya, walau saat ini ada anaknya di rahim Cindy.
Cindy menceritakan alasannya, mengapa dia tidak ingin menikah dengan Banu. Walau berat Banu mengikuti keinginan Cindy, baginya anaknya sekarang jauh lebih penting dari pada membantah keinginan Cindy.
Banu menarik nafas panjang, berusaha menenangkan pikiran dan hatinya. Cindy kukuh dengan keinginannya untuk mendapatkan Reyhan, sementara dia kukuh meminta Cindy menikah dengannya. Dia melakukan semua demi putranya, untuk mendapatkan orang tua yang utuh. Bahkan dia mengabaikan istri sahnya, yang sampai saat ini belum disentuhnya sama sekali.
"Cindy, bereskan semua pakaianmu dan Jojo, jangan ada yang tersisa dirumah ini"
Cindy terkejut dengan kata-kata Banu, dia menatap ayah dari putranya heran.
__ADS_1
"Kamu mengusirku? Kenapa?" tanya Cindy.
Kalau saja tidak ada Jojo diantara mereka, mungkin dia akan dengan muda mengusir wanita gila yang ada dihadapannya ini. Sayangnya dia jatuh cinta pada wanita yang pikirannya tidak waras, karena terlalu terobsesi untuk mendapatkan Reyhan.
"Aku akan mengajakmu dan Jojo pindah ke apartemen"
"Pindah? Kenapa? Apa karena Arya tahu tentang aku dan Jojo?" tanya Cindy beruntun.
"Bukan karena Arya, tapi orang tua dan istriku akan datang" jawab Banu. Akhirnya dia harus memberi tahu Cindy kalau dia sudah menikah dengan wanita lain.
"Istri? Apa maksud kamu Banu?" teriak Cindy.
"Aku sudah menikah dengan wanita pilihan orangtua ku Cin. Aku terpaksa menerimanya, karena kamu tidak pernah mau jadi istriku"
"Lalu bagaimana dengan Jojo?" tanya Cindy.
"Kenapa dengan Jojo, tidak masalah dengan dia. Dia tetap anakku, anak kita"
"Tapi Jojo punya ibu tiri"
"Jojo akan mengerti suatu saat, dia harus menerima kenyataan kalau dia memiliki ibu tiri karena ibu kandungnya tidak pernah mau menikah dengan ayahnya"
Kata-kata Banu membuat Cindy terdiam, memang dia yang terus mengulur waktu untuk menolak menikah dengan Banu. Tapi tidak terpikirkan olehnya kalau Banu akan menikah dengan wanita lain, karena dia sangat tahu kalau Banu sangat mencintainya dan selalu menginginkan tubuhnya.
Cindy mendekati Banu "Aku tahu, kamu pasti belum menyentuh istrimukan? karena itu kamu tetap menginginkan aku" ucap Cindy. Tangannya mengelus dada Banu, membuka kancing kemeja yang dikenakan Banu satu persatu.
__ADS_1
"Bereskan semua pakaianmu" Banu melepaskan tangan Cindy dari kemejanya dan berlalu pergi meningalkan Cindy yang tidak percaya Banu menolaknya.
...◇◇◇...