
Reyhan masuk kekamar rawat inap Shinta dan putrinya, dia baru saja pulang dari persidangan. Dikamar Shinta tidak sendiri, bisa dia lihat kamar yang luas ini tetap terlihat sempit saat Nayla dan ketiga sahabatnya berkumpul bersama putra putri mereka.
"Assalamaualaikum" sapanya pada semua yang ada disana.
"Waalaikumsalam" jawab mereka yang ada dikamar bersamaan.
"Bang Rey sudah pulang. Bagaimana hasil sidangnya?" Mery yang bertanya.
"Seperti yang kita harapakan" jawab Reyhan sambil mendekati putrinya yang ada dalam pangkuan Shinta.
Mengecup pucuk kepala Shinta dan pipi putrinya, lalu beralih pada kedua putranya.
"Kalian diantar siapa ke rumah sakit?" tanya Reyhan pada keduaya.
"Mommy sama Daddy yang jemput" Reyhan mengusap kepala kedua putranya setelah mendapat jawaban dari mereka.
Reyhan kembali keluar ruangan, membiarkan para wanita dan anak-anak yang menemani Shinta dan putrinya. Dia memilih duduk dibangku tunggu yang ada didepan kamar Shinta sambil memainkan ponselnya.
"Sendiri saja bang" sapa Zein lalu duduk disamping Reyhan.
"Ya, mereka semua didalam" jawab Reyhan. "Apa ada berita tentang dia?" tanya Reyhan. Beberpa hari yang lalu dia menghubungi Zein dan meminta bantuan adik iparnya itu untuk mencari tahu siapa orang yang sudah membantunya.
"Sedikit lagi" jawab Zein. Dia hampir saja menemukan siapa orang tersebut, tapi orang yang dia cari tahu menghalangi pencariannya.
"Beberapa hari yang lalu aku melihat Farrel" ucap Zein memberi tahu Reyhan.
Seketika Reyhan ingat seseorang yang dia curigai saat dipengadilan tadi. Seorang pria menggunakan masker dengan kacamata dan topi sedikit turun menutupi wajahnya. Reyhan seakan pernah melihat sosok yang seperti itu, tapi dia lupa kapan dan dimana. Saat Zein menyebut nama Farrel, Reyhan jadi ingat itu adalah Farrel yang dia lihat dirumah sakit beberapa tahun yang lalu saat dia diracun oleh pria itu.
"Abang melihatnya di pengadilan, dia menutupi wajahnya dengan masker, memakai kacamata dan topinya sedikit turun menutup wajahnya, sama seperti dulu" jelas Reyhan seperti apa yang dilihatnya.
"Sebenarnya" Zein menjeda ucapannya, dia ragu akan membwri tahu Reyhan atau tidak.
"Aku curiga yang membantu memberikan barang bukti itu adalah dia" lanjut Zein.
__ADS_1
Reyhan memalingkan wajahnya menatap Zein yang sedang memandang lurus kedepan.
"Dia disini" Reyhan mengikuti arah pandangan Zein. Benar saja sosok tinggi yang tadi ada di pengadilan berdiri jauh disana sedang berbicara dengan ponselnya.
"Farrel" laki-laki itu terkejut mendengar namanya dipanggil.
Reyhan mencengkram bahu Farrel agar tidak pergi "Kenapa tidak mau menunjukkan dirimu?" tanya Reyhan tanpa basa basi.
Farrel membalikan dirinya menghadap Reyhan "Saya sudah berjanji tidak akan menunjukkan diri lagi dihadapan Shinta" jawab Farrel jujur. Reyhan mendesah dan melepaskan cengkramannya.
"Ikutlah bersamaku dan temui Shinta, dia sangat ingin berterima kasih pada orang yang membantu kami" ajak Reyhan memberitahu Farrel.
"Jangan menolak, Shinta tidak pernah membencimu dan tidak pernah melarangmu untuk menemuinya" lanjutnya lagi menekankan agar Farrel menurutinya.
Reyhan mengajak Farrel masuk kekamar rawat inap Shinta dan putrinya, setelah pria itu menyetujuinya. Masih ada Nayla dan yang lain disana juga anak-anak, seketika suasana kamar inap itu jadi hening begitu keduanya masuk. Shinta yang sedang menertawakan tingkah lucu Saqila dan Ihsan langsung menghentikan tawanya.
"Sayang, Farrel ingin menjengukmu, dia orang yang kita tunggu-tunggu" ucap Reyhan memberi tahu Shinta.
"Bagaimana kabarmu Shi?" Farrel mencoba menyapa Shinta. Wanita dihadapannya ini terlihat semakin cantik.
"Seperti yang kamu lihat" Farrel menunjuk tubuhnya.
"Terima kasih untuk bantuannya" ucap Shinta tulus sepenuh hati. Sejak Farrel meminta maaf langsung padanya, Shinta mencoba melupakan semua masalah yang pernah ada. Bahkan sedikitnya dia beryukur dengan apa yang terjadi, sedikit banyaknya membuat cinta antaranya dan Reyhan semakin kuat.
"Kenapa kamu tidak ingin bertemu kami secara langsung? Kenapa harus menghindar? Bukankah kita berteman?" Shinta memberondong Farrel dengan pertanyaan. Farrel memberanikan diri mendongggakan kepalanya melihat Shinta dan mencoba tersenyum.
"Aku hanya ingin membantu tanpa ada tujuan apa-apa Shi, setidaknya sedikit membayar kesalahanku. Kulakukan tulus sepenuh hati, karena itu tidak perlu bertemu kalian" jawab Farrel.
"Kamu salah, kamu bahkan membuatku sulit tidur karena memikirkan orang baik yang mau membantu tanpa ingin jati dirinya terlihat" balas shinta jawaban Farrel.
"Sebenarnya itu juga tidak sengaja" Farrel memberitahu dan menceritakan pada Shinta dan Reyhan mengapa dia bisa memiliki barang bukti tersebut.
Hari itu Farrel ada pertemuan kerja sama dengan perusahaan milik orang tua temannya. Dia diantar langsung keruang pertemuan oleh resepsionis sampai kedepan pintu ruangan pertemuan tersebut.
__ADS_1
"Silakan masuk pak, didalam sudah ada sekertaris dan asisten ceo" ucap karyawan resepsionis tersebut. Farrel meminta karyawan resepsionis tersebut meninggalkannya.
"Terima kasih sudah mengantar saya sampai disini, silakan kembali dan saya akan masuk sendiri" ucap Farrel. Karyawan resepsionis tersebut pamit meninggalkan Farrel.
Saat akan masuk tanpa sengaja Farrel mendengar percakapan sekertaris perusahaan itu dengan asistennya yang ternyata bersaudara. Mereka merencanakan sesuatu untuk mengambil alih perusahaan Reyhan yang juga akan bekerjasama dengan perusahaan tersebut.
Mendengar itu Farrel megambil ponselnya, lalu dia merekam rencana keduanya yang dia kirim pada Reyhan sebagai barang bukti. Farrel juga mengikuti kedua saudara itu saat akan menjebak Reyhan, tadinya dia akan mengagalkan rencana tersebut dengan menukar minuman yang akan diminum Reyhan namun dia terlambat. Reyhan sudah terlanjur meminum jus yang disiapkan untuknya.
Begitu Reyhan pergi meninggalkan perjamuan itu, Farrel langsung meminta rekaman CCTV dicafe tempat kedua saudara itu mengajak Reyhan bertemu. Cafe itu milik temannya, karena itu Farrel dengan mudah bisa meminta rekaman tersebut dan menyimpannya. Pada saat yang tepat Farrel mengirimkan bukti tersebut pada Reyhan.
"Mungkin ini cara Tuhan membantuku untuk menebus semua kesalahanku pada kalian" Farrel mengakhiri ceritanya.
"Sekali lagi terima kasih" ucap Shinta. Farrel mengangguk dan tersenyum.
"Kami dan Jonathan sekarang bersaudara, itu berarti kamu juga bersaudara dengan kami" lanjut Shinta.
Ada perasaan lega dalam diri Farrel, Shinta bisa menerimanya lagi seperti dulu walau bukan sebagai kekasih. "Saudara" ucap Farrel sambil mengulurkan tangan.
Shinta menerima uluran tangan Farrel untuk menjabatnya "Saudara" balas Shinta.
"Begini akan lebih baik untuk kita" timpal Reyhan sambil merangkul Shinta.
Waktu berlalu tanpa terasa, hubungan Reyhan dan Shinta dengan Farrel semakin baik. Reyhan menjalin kerjasama dengan Farrel dalam memajukan hotelnya, tidak hanya kerjasama dalam bisnis hubungan kekerabatan mereka juga semakin baik. Farrel sering berkunjung karena mengantar Maura yang ingin bermain dengan Ihsan, begitu juga sebaliknya Shinta dan Reyhan akan berkunjung kekediaman Mama Syila yang ditempati Jonathan dimana Farrel juga ikut tinggal disana untuk silaturahmi.
"Kamu bahagia sayang" tanya Reyhan pada Shinta sambil merangkul Istrinya.
Saat ini mereka sedang berkumpul merayakan sepuluh tahun pernikahan mereka bersama keluarga, kerabat, sahabat dan teman. Orang-orang masa lalu dari Shinta dan Reyhan juga ikut berkumpul merayakan kebahagiaan mereka. Sudah tidak ada lagi permusuhan dan persaingan, membuang jauh masa lalu yang buruk dan menyambut hari bahagia untuk masa yang akan datang. Mereka juga sudah bahagia dengan keluarga masing-masing.
"Sangat bahagia" jawab Shinta sambil menyandarkan kepalanya dibahu Reyhan. Suasana seperti ini sangat jarang terjadi, dimana semua keluarga, sahabat dan para mantan berkumpul bersama berbagi canda dan tawa serta berbagi cerita.
"Dengan tulus sepenuh hati, pria yang memelukmu saat ini meminta untuk menua bersama" ucap Reyhan sambil mengecup pucuk kepala Shinta.
"Dengan tulus sepenuh hati, wanita yang dipeluk ini juga ingin menua bersama" balas Shinta. Keduanya saling menatap dan saling melempar senyum. Tanpa mereka berdua sadari saat ini mereka menjadi perhatian semua yang hadir yang juga tersenyum bahagia melihat Shinta dan Reyhan berbahagia.
__ADS_1
...◇◇◇...