
"Aku sangat mencintai Shinta, untuk kebahagiaannya aku melepaskannya bersamamu. Jaga dia baik-baik. Sekali aku tahu kau menyakitinya, jangan salahkan aku jika merebutnya darimu. Satu hal lagi, berhati-hati pada Farrel"
Pesan dari Jonathan terus terngiang di telinga Reyhan, membuatnya tidak mampu konsentrasi pada pekerjaan. Farrel nama yang harus dia waspadai, dia lupa kalau nama satu itu yang hampir saja meghancurkan rumah tangganya.
"Apa yang kamu pikirkan?" Harem bicara sedikit lebih keras. Sudah beberapa menit dia masuk keruangan Reyhan dan melihat sahabatnya hanya diam, matanya menatap layar pipih yang ada dimejanya tapi pikirannya tidak ada pada layar tersebut.
"Harem, kapan kamu datang?" Reyhan sungguh tidak tahu kehadiran Harem.
"Apa yang kamu pikirkan sampai tidak mendengar aku masuk" cibir Harem.
"Tidak ada" Reyhan mencoba mengelaknya.
"Kamu bukan orang yang bisa berbohong, dan aku sangat tahu bagaimana kamu"
"Hanya masalah keluarga" jawab Reyhan pada akhirnya. "Apa yang membawamu kemari?" Reyhan balik bertanya.
"Hanya ingin mengunjungimu" jawab Harem berbohong.
"Kamu juga bukan orang yang bisa berbohong" balas Reyhan
Harem terkekeh diikuti Reyhan. "Aku hanya ingin tahu cerita Sandy dan Nayla. Bukankah Sandy tidak terdengar dekat dengan siapapun selama ini" Harem mengatakan tujuannya. Sejak semalam dia sangat penasaran bagaimana Sandy dan Nayla bisa bersama.
"Mereka sudah saling mencintai sejak kecil" Harem sedikit berpikir mencerna jawaban Reyhan.
"Maksudnya mereka sejak kecil sudah saling suka?" ulangmya penjelasan Reyhan.
"Ya seperti itu. Kisah Pangeran Hans dan Putri Lala" kenang Reyhan kisah cinta Sandy dan Nayla. "Sebentar" berganti Reyhan yang berpikir. "Jangan katakan gadis yang kamu temui di Belanda waktu itu adalah Nayla, istri Sandy" tebak Reyhan.
Harem hanya diam dan tersenyum. Melihat itu Reyhan yakin jawabanya adalah iya. "Jangan coba-coba merusaknya. Nayla itu adik sepupu Shinta istriku, jadi dia selain istri sahabatku juga adik sepupuku" Reyhan mencoba mengingatkan Harem untuk tidak melakukan tindakan konyol.
"Aku tahu itu, keluargaku juga tidak akan merestuiku bila aku menghancurkan rumah tangga orang untuk mendapatkannya. Jangan takut. Aku hanya ingin tahu" jelas Harem.
Reyhan cukup lega mendengar jawaban Harem, tapi dia tetap harus waspada dan akan memberi tahu Sandy tentang kebenaran ini.
"Baiklah, sepertinya kamu bayak pekerjaan. Aku pergi. Oh ya, minta sekertarismu menjadwalkan petemuan kita untuk membahas kerjasama yang kamu tawarkan"
"Tentu, aku akan menyuruh dia mengaturnya" jawab Reyhan sebelum Harem meninggalkan ruanganya.
"Apa kamu sudah selesai dengan Reyhan?" tanya Sandy yang tiba-tiba sudah ada dipintu ruangan Reyhan.
"Sebenarnya aku masih ingin disini, tapi sepertinya bos hotel ini banyak pekerjaan" Harem melirik Reyhan.
__ADS_1
"Kamu yang sok sibuk Harem" cibir Reyhan. Harem terkekeh.
"Aku hanya ingin jalan-jalan, sebelum kembali ke negaraku" jawab Harem jujur. Beberapa hari di Bandung dia belum sempat berkeliling.
"Sendiri?" Sandy yang bertanya.
"Aku pergi bersama Jessyca dan suaminya" Harem menyungingkan senyum misterius pada Reyhan yang menggelengkan kepalanya tanda tidak percaya Harem benar-benar melakukannya.
"Pergilah" usir Reyhan yang langsung di setujui Harem.
"Semoga berjalan seperti yang kau inginkan" Reyhan mendoakan tujuan baik Harem, dia ingin menyatukan sepasang suami istri yang tidak saling mencintai itu untuk bisa saling mencintai.
Harem mengangguk mengaminkan doa Reyhan, meninggalkan Reyhan dan Sandy.
"Ada apa kamu kesini Ndy?" tanya Reyhan. "Bukankah besok lusa jadwal kita membahas proyek dengan Dewa" lanjutnya lagi.
"Aku kebetulan lewat dan mampir, sekalian ingin memberitahumu tentang Harem..."
"Yang mencintai Nayla" potong Reyhan ucapan Sandy.
"Kamu sudah tahu Rey?" tanya Sandy yang mendapat anggukan dari Reyhan.
"Aku hanya menebaknya tapi sepertinya Harem sudah membicarakannya denganmu" tebak Sandy.
"Ya aku tahu itu" Sandy menghela nafas leganya.
"Sekarang dia sedang menjalankan misi untuk menyatukan Jonathan dan Jessyca" sambung Reyhan ucapannya.
"Menyatukan? Bukankah mereka sudah menikah?" tanya Sandy tidak mengerti. Reyhan hanya tersenyum.
"Apa kamu tahu kabar terbaru tentang Cindy?" tanya Sandy setelah melihat Reyhan yang tidak ingin menjelaskan tentang Jonathan dan Jessyca. Reyhan terlihat tidak suka dengan pertanyaan Sandy.
"Aku sudah tidak peduli dengannya Ndy" tegas Reyhan. "Yang aku takutkan saat ini adalah Farrel"
"Farrel?" beo Sandy.
"Akhh.. aku lupa belum memberitahumu Ndy" Reyhan menepuk keningnya.
"Belum tua sudah pelupa" ejek Sandy yang membuat keduanya terkekeh.
Reyhan menghentikan kekehannya, lalu dia menceritakan semua pada Sandy tentang Farrel yang ternyata mantan kekasih Shinta dan apa saja yang sudah dilakukan pria itu untuk menghancurkan rumah tangganya. Reyhan juga menceritakan tentang Jonathan yang mencintai Shinta dan peringatan Jonathan untuk mewaspadai Farrel.
__ADS_1
"Aku rasa Jonathan tahu sesuatu tentang Farrel yang tidak kamu ketahui" ucap Sandy setelah menyimak cerita Reyhan.
Reyhan tampak berpikir, apa yang dibicarakan Sandy ada benarnya. Jonathan tahu sesuatu yang tidak dia ketahui.
Ponsel Reyhan bergetar, dia melirik layar ponselnya untuk melihat siapa yang menghubunginya.
"Halo, apa yang kamu dapatkan?" tanya Reyhan pada orang yang terhubung dengannya dari seberang sana.
"Baiklah, lakukan terus tugasmu" perintah Reyhan lalu memutuskan panggilanya.
"Kamu menyuruh orang mengawasi Farrel?" tanya Sandy begitu Reyhan mengakhiri panggilannya.
"Iya, tapi apa yang dia katakan sedikit membuatku binggung" jawab Reyhan. "Dia mengatakan kalau Farrel bertemu dengan Jessyca, mereka bicara cukup lama di cafe seberang hotel" lanjut Reyhan.
"Mungkinkah Jessyca bekerjasama dengan pria itu?" tanyanya Reyhan meminta bantuan jawaban dari Sandy.
"Mungkin saja, seperti yang dia lakukan dengan Cindy" Sandy menjawab.
"Karena itu Jonathan memberi tahumu untuk berhati-hati dengan Farrel, karena dia sudah tahu tentang Jessyca dan Farrel" Sandy mencoba menjelaskan pada Reyhan.
"Apa ada sesuatu yang sudah dilakukan Jessyca?" tanya Sandy lagi.
Reyhan mencoba mengingat kembali apa saja yang dilakukan Jessyca beberapa hari ini.
"Dia mencoba membuat Shinta cemburu" gumam Reyhan yang masih dapat di dengar Sandy.
Sandy menatap Reyhan untuk menjelaskan yang akhirnya membuat Reyhan kembali menceritakan kejadian beberapa hari yang lalu saat Shinta melihatnya dan Jessyca berpelukan.
"Tapi bagaimana Jessyca bisa mengenal Farrel, dia baru datang dari USA. Tidak memiliki teman disini kecuali kita" ungkap Reyhan apa yang ada dalam pikirannya.
"Itu yang harus kamu selidiki Rey"
Reyhan langsung menghubungi orang suruhannya yang memantau pergerakan Farrel untuk menyelidiki ada hubungan apa antara Farrel dan Jessyca.
"Secepatnya" perintah Reyhan sebelum mengakhiri panggilannya.
"Mengapa Jessyca ingin membatu Farrel" batin Reyhan yang masih tidak percaya kalau sahabat wanita satu-satunya mau membatu orang lain yang ingin merusak rumah tangganya.
Dret dret dret
Ponsel Reyhan yang bersuara yang langsung diangkatnya.
__ADS_1
"Apa? Sepupu"
...◇◇◇...