
Putri, Lola dan Arya sedang menikmati makanan mereka di restoran cepat saji yang ada di BIP. Ini hari minggu, ketiga sahabat itu menikmati liburan mereka untuk nonton film yang diperankan oleh sepasang artis yang saat ini sedang jadi idola para remaja, sambil menuggu waktu tayang sesuai tiket yang mereka beli, mereka memilih untuk menikmati makan siang.
"Mbak Putri" seorang anak laki-laki menyapa Putri. Putri, Lola dan Arya serentak memalingkan wajah mereka kearah suara yang memanggil Putri.
"Hai Jo, kamu makan disini juga" sapa Putri saat tahu kalau yang menyapanya adalah Jojo putra tante Cindynya.
"Kamu sama Ibu?" tanya Putri sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok Cindy, namun tidak terlihat.
"Iya, sama ayah juga" jawab Jojo.
"Ayah?" tanya Putri dan Lola bersamaan.
"Kalian kok kompak gitu kagetnya?" tanya Arya.
"Wajarkan kalau dia datang bersama ibu dan ayahnya" lanjut Arya ucapannya.
Putri dan Lola hanya tersenyum sambil mengangguk, Arya tidak tahu apa yang keduanya ketahui, karena itu dia berucap seperti itu.
"Sini, duduk disini" Arya mengajak Jojo duduk disampingnya. "Ayah Jojo Banu kan?" tanya Arya pada Jojo, setelah Jojo menuruti ucapan Arya untuk duduk disampingnya. Jojo mengangguk, membenarkan pertanyaan Arya.
"Kamu kenal ayah Jojo Ar?" tanya Putri.
"Hem, dia tetanggaku, aku pernah lihat Jojo dan ayahnya sedang main dihalaman. Saat itu aku mendengar Jojo memanggil ayah ke Mas Banu" jawab Arya.
"Dimana Ibu sama Ayah Jojo?" tanya Lola.
"Mereka ada diluar, Jojo disuruh masuk duluan" jawab Jojo jujur.
"Ohh..." ucap Putri, dia sangat tahu bagaimana sikap Cindy pada Jojo, setelah dia sering ke Belanda akhir-akhir ini. Tante Cindynya terlalu sering mengabaikan keberadaan Jojo.
"Jo, ikut makan ya, ambil saja yang Jojo suka, tadi Kak Arya belinya banyak" Lola menawari Jojo makanan yang ada di meja mereka.
Jojo mengangguk dan mengambil satu french fries yang dimasukan kemulutnya.
"Jo, Kak Arya kok baru lihat Jojo di rumahnya Ayah Banu?" tanya Arya yang benar-benar tidak tahu tentang Jojo.
"Wajar saja kalau kamu baru lihat Ar " jawab Lola. "Jojo itu selama ini tinggal di Belanda, masih ada hubungan keluarga dengan keluarga Putri yang ada di sana" jelas Lola.
__ADS_1
"Pantesan Jojo langsung mengenali Putri" balas Arya sambil mengangguk mengerti.
Arya melihat Putri yang tampak tidak seriang tadi. "Put, kamu kenapa?" tanyanya.
"Tidak ada apa-apa" jawab Putri, dia hanya sedih melihat Jojo.
"Mbak Putri, Kak Rhein mana?" tanya Jojo.
"Rhein?" tanya Lola dan Arya bersamaan. "Siapa dia?" tanya Lola.
"Kakak yang diminta jagain Mba Putri sama Om Adam" jelas Jojo.
"Oh... pengawal yang kamu ceritain ya Put?" Lola meminta penjelasan Putri.
"Iya" Putri mengangguk, dia tidak perlu memberi penjelasan lebih siapa Rhein baginya, terlebih lagi ada Arya saat ini.
Mereka menikmati makanan yang ada dihadapan mereka dalam diam. Arya menatap Putri, ingin bertanya lebih jauh tentang Rhein, dia baru tahu ada nama Rhein disekitar Putri, tapi Putri terlihat tidak ingin membicarakan laki-laki itu. "Semoga saja memang hanya pengawal pribadinya" batin Arya menekan rasa penasaran dan cemburunya.
"Ayah" Jojo memanggil ayahnya, saat dia melihat Banu masuk.
"Itu Ayah Jojo? Mirip banget sama Jojo ya?" ucap Lola.
"Jojo kenalnya sama Mbak Putri Yah" jelas Jojo.
"Putri?" tanyanya, melihat kedua gadis remaja yang ada dihadapan Arya dan Jojo. "Iya Mbak Putri, Tante Nay" jelas Jojo.
Cindy mendekati mereka, dia terkejut saat melihat Putri duduk bersama Jojo dan Banu. "Putri" sapa Cindy menutupi keterkejutannya.
"Tante" balas Putri singkat, dia tidak suka suasana ini. "Aku mau beli ice cream" Putri berdiri dari bangku yang didudukinya, dia memutuskan untuk pergi.
"Jojo juga mau" ucap Jojo yang ikut berdiri.
"Ayo" Putri mengulurkan tangannya pada Jojo. Walau dia benci dengan Cindy yang ingin merusak rumah tangga Tante Shintanya, tapi dia tidak bisa benci pada Jojo, dia hanya anak kecil yang tidak tahu apa-apa masalah orang dewasa.
"Aku akan ikut bersama mereka" ucap Cindy, menyusul Putri dan Jojo.
Di bangku tersisa, Lola, Arya dan Banu. "Om sudah menikah dengan Tante Cindy?" tanya Lola.
__ADS_1
"Iya, sudah" jawab Banu terpaksa berbohong, karena ada Arya tetangganya yang tahu kalau Cindy tinggal dirumahnya, yang tahu dia sudah menikah walau tidak tahu yang mana istri Banu sebenarnya.
"Bagus kalau begitu. Saya dan Putri tidak perlu takut lagi tentang Papa Rey yang akan diganggu mantannya" jawab Lola.
Banu hanya diam, dia tahu apa yang dimaksud Lola. Tapi dari mana Lola tahu? Nayla dan lainya saja tidak tahu. Sementara Arya ikut diam, dia tidak mengerti maksud ucapan Lola.
"Kamu" Banu bicara pada Lola. "Darimana kamu tahu kalau Cindy mantan Rey?" tanya Banu akhirnya.
"Om, saya Lola. Keponakan Daddy Sandy, Papi Alex dan Papa Reyhan. Tentu saja saya tahu kisah persahabatan mereka, termasuk tentang Tante Cindy" jawab Lola.
"Apa Putri tahu?" tanya Banu lagi, dia tidak ingin Cindy marah padanya karena dituduh membocorkan rahasia mereka.
"Sepertinya tidak. Hanya saja dia ikut tekejut saat Jojo memanggil Om Ayah" jawab Lola dengan tenang.
"Apalagi wajah Om dan Jojo sangat mirip, tentu banyak pertanyaan dibenak Putri. Om tahukan apa yang diakui Tante Cindy tentang keberadaan Jojo" jelas Lola.
Arya semakin binggung dengan pembicaraan keduanya, dia memilih diam dan menyimak saja.
Sementara itu, Cindy menarik Putri dari antrian untuk memesan Ice Cream dan membiarkan Jojo yang berbaris sendiri disana.
"Jangan katakan apapun tentang Ayah Jojo pada yang lain, termasuk Zein dan Nayla" ucap Cindy.
"Tante ngancam Putri apa minta bantuan Putri untuk menyimpan Rahasia?" tanya Putri.
"Meminta bantuanmu dan juga mengancammu" jawab Cindy.
"Putri bisa jaga rahasia, tapi Putri tidak yakin kalau Vader Zein dan Mommy Nayla tidak tahu masalah ini" balas Putri.
Cindy tampak berpikir, kemungkinan yang diucapkan Putri bisa saja terjadi, mereka tahu tapi seolah tidak tahu, atau mereka benar-benar tidak tahu.
"Jangan takut, sepertinya mereka belum tahu. Jadi tante harus baik-baik sama Putri dan Lola" Putri meninggalkan Cindy, dia kembali pada barisan dimana Jojo berdiri menunggunya.
Putri menatap Jojo yang tersenyum padanya, ada rasa sedih dalam hati Putri saat menatap Jojo, anak ini tidak berdosa, tapi harus memiliki Ibu seperti Cindy sungguh akan membuatnya sedih dimasa depan. Walau saat ini dia juga sudah bersama Ayahnya, namun melihat ambisi Tante Cindynya yang terus ingin mengejar Reyhan membuat Putri merasa iba pada Jojo.
Putri tahu rencana Cindy, tanpa sengaja dia mendengar percakapan Cindy dengan seseorang. Saat itu dia sedang membawa Dafa berjalan di sekitar komplek kediaman Harley, dia dan Dafa bertemu Jojo yang sedang main sendiri. Saat itulah dia mendengar rencana Cindy, saat itu juga dia membenci Cindy.
Putri menghubungi Mommy Nayla setelah menerima saran dari Rhein yang juga ikut mendengar rencana Cindy.
__ADS_1
...◇◇◇...