Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
20. Misi Trio Kwek Kwek


__ADS_3

Putri, Lola dan Arya, tanpa sepengetahuan orang-orang dewasa menyusun suatu rencana, rencana yang cukup cemerlang bagi mereka. Mereka ingin ayah Jojo menceraikan istrinya dan menikahi Cindy, dengan begitu Cindy tidak lagi mengganggu Papa Reyhan mereka.


"Jadi, apa kalian bisa malam ini kerumah gue?" tanya Arya. Dia terbiasa bicara lo gue pada Putri yang juga berasal dari Jakarta sama seperti dia. Arya dari kecil sampai SMP tinggal di Jakarta sulit untuk merubah kebiasaanya bicara tanpa lo gue, baru SMA ini dia ikut orang tuanya yang pindah tugas ke Bandung.


"Bisa kita berdua udah ijin Mommy Nay, mau ngerjain tugas bareng lo" jawab Putri.


"Bahasa kalian tolong dijaga ya" kesal Lola, karena Arya dan Putri akan terlihat lebih akrab kalau sudah bicara lo gue. Lola yang mlihatnya merasa cemburu.


"Lo harus belajar Lola, soalnya lo mau ke UI bareng gue" jawab Arya.


"Iya sih" jawab Lola membenarkan ucapan Arya, setelah lulus dia dan Arya melanjutkan ke Universitas Indonesia berdua, sedangkan Putri tanpa bisa digugat keinginannya untuk kuliah di Belanda.


"Lo juga Put, kenapa kagak balik ke Jakarta aja sih. Jadi kita bisa sama-sama terus. Gue kan sayangnya sama lo berdua"


"Sekarang mau bahas dimana kita kuliah? Apa mau bahas rencana kita buat menyatukan Tante Cindy sm Om Banu?" tanya Putri, hal yang paling tidak dia sukai membicarakan tentang keputusannya kuliah di Belanda.


Sekarang disinilah mereka berada, dikediaman Banu. Mereka sudah mebuat janji dengan Mentari, istri Banu. Mereka akan pergi ketempat nongkrong anak muda. Mentari yang tidak pernah diajak Banu kemana-mana sejak dia berlibur di Bandung, tentu dengan senang hati menerima tawaran Trio Kwek Kwek zaman now.


Ketiga sahabat ini dua minggu yang lalu sudah berkenalan dengan Mentari. Diawali Arya yang pura-pura mencari Banu, disusul Putri dan Lola beberapa hari setelah Arya. Sejak itu mereka kembali bertemu beberapa kali, dengan alasan meminta bantuan pada Mentari mengerjakan tugas sekolah mereka.


Nayla sempat bertanya-tanya pada kedua putrinya yang lebih suka mengerjakan tugas di kediaman Arya dari pada di kediaman mereka. Namun keduanya meyakinkan sang Mommy, kalau mereka menemukan guru yang bisa membantu tugas mereka yang tinggal tidak jauh dari rumah Arya. Tanpa Nayla tahu yang dimaksud kedua putrinya adalah istri Banu.


Sementara Mentari yang tidak memilik teman merasa senang dengan kehadiran ketiga sahabat tersebut, walau sedikit kesulitan menghadapi obrolan dan pertanyaan ketiganya, yang tanpa dia ketahui ada udang dibalik batu dari pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan Trio Kwek Kwek.


"Jadi Mbak Tari di jodohkan sama Om Banu?" tanya Arya, saat itu mereka sedang membahas bagaimana bisa Mentari yang masih kuliah sudah menikah sama Banu yang beda usianya cukup jauh.

__ADS_1


"Mbak Tari belum pernah disentuh Om Banu ya?" tanya Lola, saat Arya tidak ada bersama mereka. Mentari tidak menyangka kalau akan diberi pertanyaan seperti itu, dia cukup malu membahas hal seputar hubungannya dengan Banu, jangankan melakukan hubungan suami istri, dipeluk atau dicium Banupun belum pernah.


Mentari sebenarnya cukup senang, Banu tidak ingin menyentuhnya. Walau sudah menjadi sepasang suami istri tapi mereka belum pernah tidur di satu tempat yang sama. Saat orang tua Banu adapun, mereka hanya tidur satu kamar, tapi Banu tidur disofa. Suaminya beralasan agar Mentari menyelesaikan kuliahnya dulu, baru setelahnya mereka akan hidup sebagai suami istri yang normal.


"Sepertinya belum" sahut Putri.


"Mbak Tari tahu kenapa Om banu seperti itu?" tanya Putri.


Mentari menganggukan kepalanya, dia tidak bisa berbohong pada dua remaja yang ada dihadapannya. "Karena Mas Banu mau Mbak Tari selesai dulu kuliahnya" jawab Tari jujur.


"Mbak Tari tidak mau cari tahu alasan lainnya?" kali ini Lola yang kembali bertanya.


"Apa harus ada alasan lain lagi?" tanya Mentari lugu, dengan ketidak tahuanya.


"Apa itu sangat rahasia?" tanya Tari yang mulai penasaran.


Ketiganya tersenyum penuh arti, misi mereka sebentar lagi kena dimata jatuh kehati, salah bukan begitu, yang benar misi mereka sebentar lagi akan berhasil.


"Sebenarnya rahasia umum sih bagi mereka yang kenal Om Banu dan Tante Cindy, seperti kita bertiga dan beberapa yang lain"


"Kalian sepertinya sangat mengenal Mas Banu? Siapa juga Cindy?" tanya Mentari curiga.


"Tidak juga" jawab ketiganya bersamaan, mereka tertawa sendiri setelahnya, tidak mengerti mengapa bisa sesekompak itu.


"Kalian bertiga benar-benar kompak ya" Mentari ikut mengagumi ketiganya.

__ADS_1


"Kalau Arya udah kenal cukup lama sama Om Banu, karena tetanggaan. Kalau Putri dan Lola belum lama ini kenalnya, itu juga tidak sengaja waktu kita lagi makan sebelum pergi nonton. Tapi kita tahu rahasia penting Om Banu, sejak pertama bertemu, tanpa dia pernah cerita pada kita dan juga tidak bisa meminta kita untuk tidak membicarakan rahasianya pada orang lain. Kalau siapa Mbak Cindy... biar Putri yang jawab" ucap Lola meminta batuan Putri yang lebih pandai berbicara.


Mentari mengalihkan pandangannya pada Putri, meminta penjelasan padanya melanjutkan kalimat Lola.


"Baiklah" jawab Putri setelah mendapat tatapan penuh tanya dari Mentari.


"Tapi Mbak Tari harus siap ya dengan kenyataannya" pinta Putri.


Mentari menganggukan kepala setuju, tanpa berpikir apa yang akan disampaikan Putri membuat runtuh kepercayaannya pada seorang Banu, yang dia anggap baik.


"Gimana ya ngomongnya" gumam Putri sambil menaruh telunjuk dibibirnya, seakan-akan sedang berpikir.


"Akhh kelamaan, biar gue aja yang ngomong" sela Arya yang tidak sabar menunggu Putri.


"Yang namanya Cindy itu teman tidurnya Om Banu, bahkan mereka sudah punya anak namanya Jojo usianya enam tahun" Arya mengucapkanya tanpa melihat perubahan wajah Mentari yang menjadi pucat seketika saat tahu kebenarannya.


"Kalian tidak bohongkan? Bagaimana kalian bisa tahu rahasia itu, dan mengapa mereka tidak menikah sejak dulu, sehingga Mbak Tari tidak perlu terjebak dengan perjodohan ini" Mentari mengucapkannya dengan menahan sesak didadanya.


Sejak awal dia sudah menolak perjodohan ini, bahkan dia tidak mengenal siapa itu Banu. Tetapi orang tuanya selau mengatakan kalau Banu laki-laki yang baik, dia belum menikah karena tidak pernah dekat dengan teman wanita. Tidak ingin durhaka pada orang tuanya, Mentari mengikuti keinginan orang tuanya dan melepaskan pria yang selama ini dikaguminya.


Saat bertemu Banu, dia melihat laki-laki tampan itu pria yang baik dan juga sopan, karena Banu sangat menjaga sentuhan diantara mereka, bahkan setelah sah sebagai suami istri.


" Ini mbak, coba Mbak tari lihat"


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2