
Reyhan dan Sandy mengajak kelima putra mereka mengikuti acara yang diadakan KBRI yang da di Inggris. Mereka baru saja sampai di lokasi, dimana acara tersebut diadakan.
Seperti biasa ini ajang dimana berkumpulnya orang-orang Indonesia dan keturunan untuk saling berkenalan, menyapa dan melepas rindu. Mereka merasakan seakan berada di Indonesia bila bertemu dan berkumpul seperti ini, terlebih lagi mereka bisa menikmati menu aneka masakan nusantara yang sengaja disajikan diacara ini. Hal ini mampu mengahapus kerinduan mereka pada negara tercinta Indonesia.
"Kalian harus menyepatkan waktu kalian bila acara ini diadakan" nasehat Reyhan pada kelima anak muda yang tampan dan gagah tersebut.
"Iya pa" kelimanya menjawab bersamaan.
Kehadiran mereka disambut Niko, staf KBRI yang merupakan teman Reyhan dan Sandy saat masih menempuh pendidikan mereka di Inggris.
"Tidak disangka ternyata kamu menjadi staf disini Nik" Sandy menepuk bahu pria yang bernama Niko tersebut.
"Ya beginilah, dari magang disini terus pindah dari satu perusahaan keperusahan lain dan akhirnya kembali di sini sebagai pegawai tetap" Niko menjawab sambil terkekeh mengenang perjalanan hidupnya.
"Apa kalian akan kembali menetap disini?" tanya Niko pada Reyhan dan Sandy, dua orang yang dulu sangat banyak membantunya. Dia yang menempuh pendidikan disini karena mendapatkan beasiswa harus mencari tambahan biaya hidup sendiri walau telah mendapat biaya bulanan dari pemberi beasiswa. Sandy dan Reyhanlah yang sering membantunya saat itu, memberikannya pinjaman uang tapi tidak pernah mau menerima bila dikembalikan.
"Masa kami sudah lewat, sekarang waktunya putra-putra kami yang akan menempuh pendidikan disini" Jawab Reyhan.
Reyhan dan Sandy mengenalkan kelima putra mereka pada Niko, dan menjelaskan pada pria itu tentang kelimanya.
"Titip mereka Nik, tolong bantu kalau mereka butuh sesuatu" ucap Sandy pada Niko.
"Tentu dengan senang hati. Mungkin ini adalah waktunya aku membalas semua kebaikan kalian" jawab Niko.
"Mike" Reyhan memanggil Mike yang hadir bersama keluarganya. Pria itu melewati mereka begitu saja.
Sandy ikut menyapa sahabatnya Mike dan juga Monica istri Mike yang sekarang, serta Brian dan Monela putra dan putri Mike.
Setelah mengenalkan kelima putra mereka pada Niko, juga Monica, Reyhan dan Sandy mengijinkan kelima putra mereka untuk berkeliling agar bertemu banyak orang dan berkenalan dengan mereka. Kedua anak Mike ikut serta bersama Ilham dan yang lain, keduanya sudah kenal sejak hari pertama kedatangan kelima anak muda tampan tersebut di Inggris. Bahkan putri Mike yang bernama Monela sudah cukup akrab dengan kelimanya.
"Raka" seseorang memanggil Raka, suara lembut yang Raka sangat kenal dari pemilik suara tersebut.
"Uncle Bob" Raka langsung memeluk pria yang dia panggil Uncle Bob. Bukan uncle Bobnya yang memanggil namanya tadi, melainkan gadis yang ada disamping teman baik Mommy Naylanya, Jihan.
"Hai Jihan" tegur Raka pada gadis itu sambil merentangkan tangannya untuk memeluk gadis tersebut. Tidak ada kecanggungan dari keduanya, walau terpisah jarak dua negara Indonesia dan Korea, mereka tetap saling berkomunikasi dan saling mengunjungi.
Ilham, Zola, Revan dan Awan mengikuti apa yang dilakukan Raka, mereka memeluk Bob lalu menyapa Jihan putri uncle Bob mereka, tapi tidak seperti Raka yang memeluk Jihan, keempatnya hanya bersalaman karena tidak begitu dekat dengan Jihan.
"Uncle ini Brian dan Monela putra dan putri uncle Mike" Raka mengenalkan Brian dan Monela pada Bob.
__ADS_1
"Brian, Monela. Saya Bob teman daddy kalian dan ini putri saya Jihan" ucap Bob menjelaskan pada keduanya.
"Ayo Jihan ikut berkeliling bersama kami" Ilham mengajak Jihan bergabung dengan mereka dan membiarkan Bob menemui papa dan daddy mereka. Dengan senang hati Jihan menyetujui ajakan Ilham.
"Ayo" Raka merangkul Jihan dan mengajak putri sahabat Mommynya tersebut berjalan bersama mereka.
"Bang Rey, Kak Sandy" Bob menyapa keduanya yang masih sibuk berbincang dengan Niko dan Mike.
"Bob" Mike masih mengenali Bob yang membantunya saat istri pertamanya Laura membuat masalah di kantor Sandy.
"Oh... Mike, it's you?" balas Bob sapaan Mike.
"Yes it's me" mereka terkekeh sambil berpelukan.
"Kita seperti reuni" sela Sandy ditengah kekehan mereka.
"Tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi Mike" ucap Bob.
Sementara para laki-laki dewasa bernostalgia dan berbincang tentang kesibukan mereka, anak-anak sibuk berkeliling mencari menu makanan yang mereka inginkan dan menyaksikan pertunjukan kesenian Indonesia.
"Sophia, kamu juga hadir disini?" Revan yang melihat Sophia menyapa terlebih dahulu.
"Kamu datang sendiri?" tanya Raka. Sophia hanya menganggukan kepala pada saudaranya tersebut.
"Ayo bergabung bersama kami Sophia" Awan yang menawarkan ajakan tersebut pada Sophia.
Sophia akhirnya ikut bergabung bersama Ilham dan yang lain, sebelumnya dia dikenalkan pada Jihan, Monela dan Brian.
"Sophia kenalkan ini Jihan, Monela dan ini Brian" ucap Zola sambil meraih tangan Sophia untuk diulurkan pada Jihan dan Monela terlebih dahulu.
"Aku bisa sendiri kak" jawab Sophia. Zola terkekeh, dia senang sekali menjahili saudari dari Raka tersebut.
"Kak Zola kau selalu saja menjahiliku kalau bertemu" sungut Sophia.
"Ayo Kak Ilham, kakak saja yang temani Phia" Ilham cukup terkejut saat Sophia yang tiba-tiba merangkul lengannya.
Dari kejauhan Reyhan dan Sandy melihat apa yang dilakukan putra-putra mereka.
"Sepertinya kau akan segera mendapatkan calon menantu Rey" ucap Sandy sambil sedikit berbisik.
__ADS_1
"Lihatlah keponakanku itu tidak malu-malu memulai mendekati Ilham" lanjutnya sambil menunjuk pada Sophia yang tidak sungkan merangkul lengan Ilham. Reyhan yang melihatnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala.
Ilham berbeda dengan adiknya Ihsan dalam berhubungan dengan lawan jenis. Dia tipe pria yang akan menilai lawan jenisnya terlebih dahulu sebelum memutuskan, karena itu sampai saat ini dia belum memiliki kekasih. Sementara Ihsan walau dekat dengan Maura, tapi dia tetap menjalin hubungan dengan gadis lain.
"Kau dan Nayla juga Ndy" ucap Reyhan.
"Lihat putramu itu belum apa-apa sudah posesif pada Jihan" kali ini Reyhan menunjuk Raka dengan dagunya yang sedang merangkul Jihan.
"Mereka memang dekat sejak kecil Rey" sahut Sandy yang merasa biasa saja.
"Hei apa kau lupa, kau sendiri sudah punya rasa pada Nayla sejak kecil" Reyhan mencoba mengingatkan Sandy. Kali ini Sandy terkekeh, dia membenarkan apa yang dikatakan Reyhan.
"Lelucon apa yang kalian bicarakan sampai terkekeh" Mike yang sedang berbincang dengan Bob menyela kekehan Sandy.
"Bob, sepertinya kamu dan Nayla akan berbesan" ucap Reyhan menjelasakan sambil menunjuk Raka dan Jihan.
"Bukankah itu bagus Bob" Mike menepuk bahu Bob, dia juga tahu hubungan Bob dan Nayla sebelumnya.
"Iya, aku tidak keberatan" sahut Bob.
"Bagaimana denganmu Kak?" tanya Bob pada Sandy. Suami Nayla itu tersenyum pada Bob.
"Raka anak laki-laki, aku menyerahkan keputusan padanya" jawab Sandy.
"Ya biarkan mereka menentukan pilihan mereka masing-masing selama pilihan mereka itu orang-orang yang baik" Mike menengahi pembicaraan masalah jodoh putra putri mereka masing-masing.
Bugh, seseorang menabrak Ilham yang sedang berdiri sendiri, dia terpisah dari yang lain. Bukan terpisah tapi sengaja ingin sendiri.
"Maaf mas, saya tidak sengaja" ucap seseorang yang menabrak Ilham yang ternyata seorang gadis .
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ilham saat dia melihat wajah gadis tersebut sangat pucat seperti orang ketakutan.
"Tidak apa-apa. Maaf mas saya harus lari lagi" jawab gadis tersebut. Namun belum sempat lari, Ilham menahan lengan gadis itu agar tidak lari.
"Kenapa harus lari? Apa ada yang mengejarmu?" tanya Ilham sedikit penasaran. Dia tidak tega kalau gadis itu harus berlari lagi sementara wajahnya sudah pucat dan tampak kelelahan.
Tanpa menunggu jawaban gadis tersebut, Ilham mengajaknya menjauh dari tempat tersebut, dia mengambil air mineral yang memang disiapkan tidak jauh dari tempatnya sekarang berdiri. Ilham menyuruh gadis itu duduk dan menyerahkan air mineral tersebut pada sang gadis.
"Minum" perintahnya pada gadis itu. Tanpa menunggu lama, gadis itu segera menghabiskan setegah dari isi botol air tersebut. Dia memang membutuhkan air, selain haus dia juga butuh yang dingin-dingin untuk menyegarkan suhu tubuhnya.
__ADS_1
...◇◇◇...