
Waktu berlalu terasa begitu cepat, tidak terasa kedua putra dan putrinya tumbuh dengan baik, sehat dan sempurna.
"Semua keperluan Abang sudah mama siapkan" ucap Shinta begitu melihat Ilham menghampirinya.
"Aku pasti akan merindukan mama" Ilham memeluk Shinta dengan erat.
"Mama juga akan merindukan anak mama yang tampan dan gagah ini" jawab Shinta sambil membalas pelukan putra sulungnya.
"Belajar yang baik disana, saling menjaga bersama empat saudaramu yang lain" ucap Shinta lagi, kini matanya mulai berkaca-kaca.
Putra sulungnya akan berpisah cukup lama dengannya, Ilham akan melanjutkan studynya ke Inggris bersama Raka, Zola, Awan dan Revan.
"Abang dan yang lain tidak akan mengecewakan mama. Kami akan melakukan yang terbaik dan membuat kalian orang tua kami bahagia dan bangga pada kami"
"Abang meyayangi mama, sangat menyayangi mama" ucap Ilham semakin mengeratkan pelukannya pada Shinta.
"Apa kamu hanya menyayangi mamamu" Reyhan mendekati ibu dan anak yang sedang menguatkan hati untuk berpisah.
Ilham melepaskan pelukannya pada Shinta dan berlari pada papanya "Abang juga sangat menyayangi papa" ucapnya memeluk erat sang papa.
"Terima kasih sudah menjadi orang tua yang sangat baik untuk abang" lanjut Ilham ucapannya.
Shinta meneteskan air matanya, rasa sedih bercampur bahagia bergemuruh didadanya. Sedih akan berpisah jauh dengan putranya, bahagia memiliki putra seperti Ilham.
"Abang tidak ingin memelukku" Khaira ikut menghampiri ketiganya.
"Hei, little girl. Abang pasti akan merindukanmu" Ilham merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan adik bungsunya ini.
"Hug me little girl" Khaira masuk kedalam pelukan Ilham. khaira menanggis terisak, dia tidak ingin jauh dari abangnya sulungnya.
"Jangan menanggis, kamu bisa mengunjungi abang kesana bersama mama, papa dan abang Ihsan" ucap Ilham mencoba menenangkan adiknya.
"Bang" Ihsan baru keluar dari kamarnya dan menemui keluarganya sedang berkumpul dan siap melepas kakak sulungnya.
"Kemarilah" ucapa Ilham lalu merengkuh adiknya masuk dalam pelukan.
"Jadi anak yang penurut, jangan bikin susuah mama. Kamu sekarang mengantikan abang melindungi mama dan key jangan sampai abai" pesan Ilham untuk adik laki-lakinya ini.
Selama ini ketiganya sangat dekat, saling menyayangi dan selalu saling berbagi. Shinta dan Reyhan mendidik mereka untuk selalu saling menyayangi, saling berbagi dan selalu menekankan kepentingan keluarga diatas segalanya. Karena itulah selama ini mereka sangat dekat, tidak ada permusushan atau merasakan kasih sayang yang berbeda dari kedua orang tuanya.
"Ayo sudah waktunya kita berangkat" Reyhan menyundahi acara perpisahan mereka.
Tiga jam perjalanan mereka sudah sampai Jakarta dan langsung bergabung dengan yang lain di kediaman Ayah Dimas. Sebelum keberangkatan cucu-cucunya Ayah Dimas ingin mereka berkumpul terlebih dahulu di kediamannya.
Disinilah mereka saat ini, berbagi tawa dan canda. Tiga generasi bisa berkumpul bersama seperti ini membuat kebahagiaan dihati mereka masing-masing membucah. Sudah lama mereka tidak bisa berkumpul selengkap ini.
Kelima anak tampan penerus pimpinan perusahaan sedang menghadap Opa Dimas yang akan memberikan mereka wejangan sebelum pergi keluar negeri.
__ADS_1
"Bang" Shinta memanggil Reyhan dengan mata berkaca-kaca sambil menatap putranya dan keempat saudaranya yang lain. Shinta tidak menyangka dia akan sampai pada titik ini. Dimana dia harus melepaskan kepergian putra sulungnya untuk melanjutkan pendidikan.
Reyhan yang mengerti perasaan Shinta merangkul istrinya, menguatkannya karena ini sudah dia bayangkan akan terjadi sejak awal kelahiran Ilham.
Tidak jauh berbeda dengan Shinta dan Reyhan. Sandy dan Nayla juga merasakan hal yang sama, mereka hidup bersama sampai ketitik saat ini dan pada akhirnya akan melepaskan putra mereka untuk menikahi seseorang.
"Hans, ternyata kita sudah tua ya" ucap Nayla. Sandy terkekeh.
"Walau tua tapi jiwa kita selalu muda, dan yang pasti aku selalu mencintaimu sampai kita bertemu disurga" jawab Sandy. Nayla menjatuhkan kepalanya di lengan Sandy dan disambut usapan sayang dari suaminya.
Citra dan Bella merasa sangat beruntung bersahabat dengan Nayla, walau anak-anak mereka tidak ada hubungan darah tapi Ayah Dimas tidak pernah membedakan kasih sayangnya pada putra mereka.
"Kamu ibu yang hebat Ra, lihatlah putra kita bisa seperti sekarang karena kamu yang mendidiknya dengan baik" bisik Alex pada Citra sambil merangkul pundak istrinya.
"Dan sebentar lagi kita akan sibuk mempersiapkam pernikahan putri kita Dea mas" jawab Citra.
"Ya kamu benar sayang, aku tidak menyangka akan menjadi wali nikah secepat ini untuk putriku. Terima kasih sudah menjadi ibu yang baik untuk Dea. Walau tidak terlahir dari rahimmu tapi kamu merawatnya dengan baik" ucap Alex tulus.
Disisi lain Mery dan Zein tidak kalah melow dengan pasangan lain. Hubungan yang diawali karena sebagai teman curhat lalu menjadi cinta dan memutuskan menikah dan memiliki putra seperti Zola membuat keduanya sangat beryukur.
"Aku tidak salah memilih pasangan hidup" ucap Zein menatap Mery dengan lekat.
"Ya, wanita yang dulu saat sekolah tidak pernah kamu lihat ini sekarang memberikanmu putra yang tampan, gagah, berani dan pintar" jawab Mery. Zein terkekeh, Mery selalu saja menyidirnya saat mereka masih sekolah.
"Kalau aku melihatmu dari sejak sekolah mungkin aku tidak akan mencintaimu seperti saat ini. Terima kasih sudah mau menjadi teman hidupku dan menua bersama" Zein mengecup pipi Mery.
"Melihat putra kita saat ini aku jadi ingat saat kita jadian. Bukankan usia kita sama seperti awan saat ini" ucap Bella.
Keesokan harinya mereka bersiap ke Bandara, Reyhan dan Sandy yang ikut mengantar mereka sampai ke Inggris. Papa dan Daddy itu sangat mengenal Inggris dan lingkungannya, dimana mereka berdua juga melanjutkan pendidikan disana.
"Kami harus pergi sekarang ma" Pamit Reyhan dan Ilham pada Shinta. Mereka saat ini sudah ada di bandara.
"Iya, hati-hati. Mama akan selalu merindukan abang" Shinta mengusap lembut wajah putranya.
Reyhan mengecup kening Shinta setelah istrinya mencium punggung tangannya. "Abang akan segera pulang bila sudah selesai"
Mata kelima wanita yang melepas putranya untuk pertama kali berkaca-kaca walau mereka tersenyum. Menatap punggung kelimanya sampai tidak terlihat lagi.
"Kita pulang ma?" tanya Khaira menggoyangkan tangan Shinta.
"Iya sayang kita pulang" jawab Shinta.
"Tapi Key mau main dulu ma, boleh?" tanya Key.
"Qila juga mau main dulu Mom" ucap Saqila menimpali ucapan Key pada Nayla.
"Rania juga mau main sama Key sama Mbak Qila bunda" putri kedua Alex dan Citra itu juga ikut bersuara.
__ADS_1
"Monel juga kalau gitu mo, mau ikut main" sahut Monela putri Zein dan Mery.
"Bagaimana dengan kamu Langit?" tanya Zein pada putra Roy dan Bella tersebut. Anak itu sedikit pendiam sama seperti ayahnya yang irit bicara.
"Ikut suara terbanyak" jawab Langit
"Baiklah kita ke mall dulu" Final Alex.
Seperti biasa, para bapak-bapak yang menemani putra-putri mereka yang bermain.
"Ilhsan, papa tidak ada kamu yang jaga Key" pinta Shinta pada putra keduanya tersebut.
"Pasti ma, Ihsan sudah janji sama papa dan abag akan menjaga mama dan Key selama mereka tidak ada" jawab Ihsan membuat Shinta terharu.
"Sini peluk mama dulu" ucap Shinta merentangkan tangannya.
Di kediamannya Shinta merasa sepi tanpa kehadiran suami dan putra sulungnya. Reyhan menabari baru akan kembali dua hari lagi setelah kebutuhan putranya dan yang lain siap dan bisa ditinggalkan.
Shinta merasakan sesuatu yang berat melingkar di tubuhnya, dia langsung mengerjapkan mata dan kaget saat melihat ada lengan kokoh yang melingkar ditubuhnya, dia sangat mengenali lengan siapa itu hanya saja dia belum bisa percaya karena suaminya mengatakan akan kembali dua hari lagi, tapi saat ini dia sudah ada disini dan memeluknya. Shinta ingin melepaskan tangan Reyhan tapi laki-laki itu mencegahnya.
"Jangan dilepas ma, papa kangen, ini juga masih malam" bisik Reyhan membuat Shinta kembali pada posisi semula.
Reyhan mengecupi tengkuk Shinta membuatnya meremang. "Bang" panggil Shinta.
"Disana sedang musim dingin dan papa kedinginan setiap malam" keluh Reyhan. Shinta membalikan badanya dan menatap suaminya yang juga menatapnya.
"Papa ingin kehangatan malam ini" bisiknya. Tanpa menunggu persetujuan istrinya Reyhan melahap bibir istrinya, satu minggu tanpa memangut bibir istrinya membuatnya ingin melepasakan rindunya saat ini juga.
Shinta bahagia, walau usia mereka teruas bertambah, tapi Reyhan tidak pernah berubah dalam urusan bercinta. Suaminya tetap saja pria yang gagah ditempat tidur.
"I love you, terima kasih sudah mau menua bersama" ucap Reyhan setelah mengakhiri kegiatan mereka.
End
...◇◇◇...
Terima kasih untuk pembaca setia Un-Break My Heart, semoga membuat kalian senang dan mendapatkan manfaat dari cerita ini.
Cerita Un-Break My Heart author akhiri sampai disini, mohon maaf bila ada tulisan yang tidak menyenangkan atau kurang berkenan. Kedepanya author akan terus berusaha memperbaiki setiap tulisan.
Terima kasih juga untuk yang sudah memberi like, komen, hadiah dan votenya untuk Un-Break My Heart.
Janhan lupa mengikuti novel author selanjutnya yang sudah terbit dengan judul
...BILA AKU JATUH CINTA...
Bisa pembaca lihat di profile author atau di pencarian. Sekali lagi terima kasih untuk semuanya.
__ADS_1
Salam Sehat Selalu
😘😘😘😘😘