
"Jadi namamu Cinta?" Ilham mengetahui nama gadis itu saat seseorang yang mengenal Cinta menyapanya.
"Sepertinya kamu sudah lama disini?" tanya Ilham lagi.
"Ayahku bekerja di KBRI" Cinta memberitahu Ilham.
"Lalu kenapa kamu berlari seperti orang ketakutan?" tanya Ilham lagi, karena dia masih penasaran apa yang terjadi sebenarnya dengan Cinta.
"Aku tidak sengaja menumpahkan minuman dipakaian temanku" Ilham mengerutkan alis. Hanya menumpahkan minuman, mengapa lari seperti habis mencuri?
"Kamu bisa minta maaf. Kenapa harus lari?" kembali Ilham bertanya. Cinta tertawa, dia menertawakan Ilham yang terus bertanya padanya.
"Kamu sudah bisa tertawa sekarang?" kembali Ilham bicara dengan nada bertanya.
"Cinta menertawakan mas" jawab gadis itu.
"Masnya seperti penyelidik dikepolisian" lanjut Cinta ucapanya.
"Setiap bicara yang dikatakan hanya mengeluarkan pertanyaan" lanjutnya lagi menjelaskan.
"Cinta merasa seperti pencuri yang tertangkap"
"Kamu memang seperti pencuri yang kabur tadi, larimu sangat kacau sampai-sampai menabrak saya"
Cinta diam, apa yang dikatakan Ilham benar, dia ketakutan sampai menabrak pria yang ada disampingnya ini. Tapi bukan karena mencuri, melainkan tidak sengaja menumpahkan air pada pakaian temannya. Bukan tidak sengaja, tapi dia sedang dipermainkan temannya.
Pria dihadapanya ini benar, dia bisa minta maaf tidak perlu lari, tapi masalahnya temannya tersebut menganggapnya musuh selama ini tanpa dia tahu apa penyebabnya. Selalu saja mencari kesalahannya, seperti tadi temannya sengaja membuat tangannya menumpahkan minuman yang ada dihadapannya.
"Kenapa diam?" Cinta menggelengkan kepalanya.
"Mas benar, Cinta harusnya minta maaf. Tapi Cinta tidak melakukannya, karena dia yang sengaja membuat tangan Cinta menyentuh gelas itu dan membuatnya tumpah" Cinta mencoba menjelaskan pada Ilham.
"Kenapa harus lari kalau kamu tidak salah?"
"Cinta sudah membela diri, tapi dia menyuruh pengawalnya untuk menangkap Cinta. Tidak mungkin Cinta melawan dua pengawal tersebut"
Ilham mencoba menyelidik, apa ada kebohongan yang diucapkan Cinta. Tidak ada kebohongan yang dia lihat dimata gadis itu, dia malah merasakan debar jantung yang berdetak kencang saat mata mereka bertemu.
"Kamu disini bang?" suara Raka membuat keduanya memutus pandangan mereka.
"Pantas saja hilang, dia sama gadis cantik rupanya" lanjut Raka menggoda Ilham.
"A' jangan salah sangka, aku hanya membantu Cinta" jawab Ilham mencoba menjelaskan.
"Oh namanya Cinta"
"Saya Raka, ini Jihan" Raka mengulurkan tangannya.
Cinta menyambut uluran tangan Raka lalu beralih pada Jihan dan dia menemukan satu tangan lagi yang mengulur padanya.
"Ilham" ucap Ilham.
"Dari tadi ngobrol belum kenalan" Raka menggelengkan kepalanya. Satu kebiasaan saudaranya itu adalah lupa berkenalan bila bertemu seseorang.
__ADS_1
"Jihan ayo pulang" Terdengar Bob memanggil Jihan putrinya.
"Kenapa buru-buru uncle?" tanya Raka yang masih ingin bersama Jihan. Belum sempat Bob menjawab seseorang bicara pada Cinta.
"Cinta, mama mencarimu. Jangan jauh-jauh dari mama nanti kamu..." wanita itu tidak melanjutkan ucapannya saat dia melihat Raka.
"Kamu Raka putra Nayla?" tanya wanita itu. Raka mengangguk.
"Tante kenal mommy saya?" tanya Raka. Wanita itu tersenyum.
"Kamu mirip daddymu, tapi matamu seperti Nayla" gumam Silvia namun masih bisa didengar Raka.
"Iya, saya kenal baik mommy kamu, kami dulu teman baik" jawab Silvia sambil menghalau ingatan masa lalunya.
"Ma" seorang pemuda datang dan memanggil wanita itu dengan sebutan mama.
Kali ini Bob yang tepatri menatap pemuda yang ada dihadapannya. Dia melihat seseorang yang dia kenal pada pemuda itu. "Apa dia putranya?" batin Bob mencoba berpikir.
"Raka kamu disini sama siapa?" tanya wanita itu.
"Sama saudara saya yang disebelah Cinta, Jihan dan Uncle Bob"
"Bob" beo wanita itu.
"Nayla sering menyebut namamu saat bicara denganku, apa kamu dan dia..."
"Kami bersahabat baik. Kebetulan saya dan putri saya bertemu dengan Raka dan daddynya disini" sela Bob pertanyaan wanita itu, dia tahu kemana arah pembicaraan wanita tersebut. Tidak ingin ada salah faham dari anak-anak mereka, Bob coba menjelaskan.
"Ini putra Mas Nuno?" tunjuk Bob pada pemuda yang ada disamping wanita itu.
"Tidak disangka bisa bertemu disini" lanjutnya.
"Dimana..." Bob ingin menanyakan keberadaan Nuno tapi Silvia langsung memotongnya.
"Dia sudah pergi dengan tenang" jawab Silvia.
"Maaf, saya tidak tahu. Nayla selama ini mencari keberadaan dan kabar kalian tapi tidak menemukan apapun"
"Daddy" Raka memanggil Sandy begitu melihat daddynya berjalan mendekat.
"Dad, tante ini teman mommy katanya" Raka mengenalkan Sandy pada Silvia.
"Silvia?" ucap Sandy.
"Apa kabar mas, Nayla tidak ikut?" balas Silvia.
"Putri kami sekolahnya tidak bisa ditinggal, jadi mereka tidak bisa ikut"
"Ini putra saya Raka, ini putra Mery Zola, ini putra Citra Revan, ini putra Bella Awan. Ini putra sepupu Nayla Ilham dan ini Reyhan papanya Ilham" Sandy memperkenalkan mereka satu persatu. Silvia masih ingat tiga nama sahabat Nayla tersebut.
"Saya masih ingat mereka semua" ucap Silvia, dia lalu memanggil putranya.
"Deri, ini om yang membantu waktu kamu akan lahir" ucapnya.
__ADS_1
Membuat Sandy mengenang kembali kejadian dua puluh tahun yang lalu. Dimana dia sedang bekelahi dengan Nuno dan Silvia yang ingin memisahkan terjatuh sehingga kandungannya mengeluarkan darah dan harus segera melahirkan.
"Terima kasih om" ucapan Deri membuat Sandy tersadar dari ingatan masa lalunya.
"Tidak perlu berterima kasih karena sebenarnya.... " Sandy tampak berpikir untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Lupakan saja" lanjutnya.
"Dimana mas.." Sandy masih tidak ingin menyebut nama Nuno. Untung saja Bob yang tahu hal itu langsung menjawab.
"Beliau sudah pergi dengan tenang kak" jawab Bob menjelaskan sambil menepuk bahu Sandy.
Reyhan mengajak mereka duduk untuk mendengar cerita Silvia apa yang terjadi pada Nuno dan Silvia.
Mereka sudah duduk bersama, Silvia memberitahu kalau dia dan Nuno berpisah setelah usia Deri dua tahun. Deri tinggal bersama Nuno di Jakarta, sementara Silvia pulang ke Solo. Tidak lama dia di Solo, dia bertemu seseorang lalu menikah dan mendapatkan Cinta. Silvia memberi tahu kalau Nuno berpulang tiga tahun yang lalu, karena itu Deri sekarang ikut bersama Silvia.
"Kalian disini" sapa Niko pada semuanya.
"Ayah" Cinta memanggil Niko ayah, membuat Reyhan, Sandy menatap penuh tanya.
"Sandy, Reyhan, Bob, anak-anak. Kenalkan ini keluarga om" ucap Niko.
"Mas Niko kenal mereka?" tanya Silvia.
"Kamu juga kenal mereka?" bukan menjawab, Niko balik bertanya.
"Silvia teman Nayla istriku Nik" sahut Sandy.
"Kenapa dunia yang luas ini sepertinya menjadi sempit" ucap Niko yang tidak percaya jika istrinya ternyata teman istrinya Sandy yang juga temannya. Tanpa Niko tahu hubungan keduanya sebenarnya, baik Sandy, Bob, Reyhan dan Silvia sendiri tidak ada yang berniat membuka kisah masa lalu.
Shinta menyimak dengan baik cerita Reyhan saat di Inggris, dia tidak menyangka suaminya dan Sandy serta Bob bisa bertemu Silvia. Terlebih lagi mereka saat ini menitipkan kelima putra mereka pada Niko yang sekarang menjadi suami Silvia.
Shinta tidak begitu mengenal Nuno tapi mereka pernah bertemu beberapa kali, sedikit banyak dia juga tahu kisah Nayla dengan pria itu.
"Sandy sudah cerita belum ya?" gumam Shinta yang masih bisa didengar Reyhan.
"Mungkin sudah, mungkin juga belum" jawab Reyhan.
"Mama hanya ingin tahu bagaimana perasaan Nayla setelah tahu kalau Nuno sudah tiada"
"Tidak akan merubah apapun, mereka sudah lama tidak bertemu. Sekarang yang harus mama pantau adalah Ilham" Shinta menatap suaminya.
"Menurut papa, Bang Ham suka Cinta?" tanyanya.
"Sepertinya begitu" Reyhan tertekeh melihat wajah Shinta yang tampak berpikir keras.
"Biarkan saja, Niko pria yang baik, Silvia kulihat juga baik. Cinta juga pasti gadis yang baik dan sudah pasti walau tinggal di luar dia asli Indonesia" Reyhan tersenyum pada istrinya.
"Bukankah itu salah satu syarat yang mama berikan pada Ilham?" kali ini Shinta mengangguk sambil tersenyum.
"Sudah malam, ayo" Reyhan menarik Shinta masuk dalam pelukannya.
Shinta pasrah, suaminya menagih janjinya untuk bermain. Permainan yang membuat rasa cinta dan sayang semakin besar diantara mereka.
__ADS_1
...◇◇◇...
Nb. Yang bertanya dan ingin tahu kisah Silvia dan Nuno, bisa kalian ikuti ceritanya di karya author Akhir Cinta Nayla.