Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
52. Semua Karena Cinta


__ADS_3

Satu minggu berlalu, Mama syila sudah pulang dari rumah sakit sejak dua hari yang lalu, hari ini dia pulang ke Bandung bersama Shinta dan Reyhan setelah dua hari menginap di kediaman Ayah Dimas.


Koko, Putra dan juga Nayla menyambut kepulangan Mama Syila yang terlihat lebih segar dari sebelumnya, kondisinya pasca operasi terlihat lebih baik walau hasil lab belum diketahui, apakah tumornya ganas atau jinak. Shinta sebagai putrinya merasa lega, menurut penjelasan dokter Mama Syila bisa beraktifitas seperti semula, namum Mama Syila sudah memutuskan kalau ingin menyerahkan perusahaan pada kedua putra suaminya.


Shinta menghormati keputusan Mama Syila, dia mendukung dan sangat mengerti kalau wanita paruh baya itu telah lelah mengurus perusahaan. Mama Syila ingin menikmati masa tuanya dengan lebih baik dan mendekatkan diri pada Sang Khaliq.


Keputusan Mama Syila yang mengundurkan diri dari jabatannya membuat kedua putra suaminya mempercayakan Jonathan yang mengambil alih perusahaan untuk saat ini mewakili mereka. Dan disinilah Jonathan dan Jessyca berada, di kediaman Mama Syila. Ikut menyambut kepulangan wanita yang dicintai Tuan Smith itu.


"Ma" Nayla yang lebih dulu menyapa Mama Syila, dia mencium punggung tangan Mama Syila lalu mencium pipi kanan dan kiri Mama Syila.


"Bagaimana kabar cucu mama?" Mama Syila mengusap perut Nayla.


"Mereka sehat ma, jangan khawatir, Nay menjaganya dengan baik" sahut Nayla sambil memberikan senyuman terbaiknya.


Mama Syila mengangguk menyetujui pernyataan Nayla, "Mama percaya padamu" ucapnya lalu beralih pada Putra dan Koko yang juga menyambut kepulangannya, dua orang kepercayaannya. "Bagaimana pekerjaan kalian? Jangan mengecewakan Jonathan" Mama Syila mengingatkan keduanya untuk bekerja seperti biasa walau bukan Mama Syila yang menjadi pimpinan mereka.


"Tentu ma, kami tidak akan mengecewakan mama" Putra yang menjawab.


"Kami akan bekerja sebaik mungkin" timpal Koko bersemangat.


Mama Syila tersenyum bahagia kembali menganggukan kepalanya, tidak sia-sia dia mendidik kedua sahabat Nayla ini sejak mereka kuliah. Mama Syila yang tidak memiliki keturunan membuatnya selalu berusaha berbuat baik pada banyak orang, tidak sedikit yang dia bantu termasuk Koko dan Putra. Dan saat ini dia merasakan buah perbuatan baikannya. Mereka yang pernah dibantu Mama Syila sangat memperhatikan kesehatan Mama Syila sejak tahu dia sakit, Yang hampir semuanya dipekerjakan Mama Syila diperusahaan milik suaminya.


"Ma, sebaiknya istirahat dulu dikamar" ucap Jessyca yang langsung merangkul Mama Syila membawanya kekamar.


Bagi Jessyca saat ini Mama Syila adalah mama mertuanya, posisinya sama seperti Reyhan. Jessyca terkadang senyum sendiri, dia dan Reyhan sama-sama jadi menantu Mama Syila. Terlebih lagi hubungannya dengan Jonathan saat ini mengalami kemajuan. Setelah Jessyca mengatakan kalau dia mencintai Jonathan didepan Mama Syila, sikap Jonathan berubah bahkan mereka akhirnya melakukan hubungan suami istri untuk pertama kalinya setelah satu tahun lebih pernikahan mereka. Pasangan yang luar biasa.


"Jes, apa maksudmu dengan mengatakan suami yang aku cintai" Jonathan bertanya begitu mereka masuk kekamar hotel.

__ADS_1


Jessyca tersenyum, membuat Jonathan semakin penasaran. "Menurutmu?" Jessyca bertanya balik.


"Aku bukan orang yang suka menebak" sahut Jonathan. Tidak masalah baginya kalau Jessyca tidak ingin memberi tahu kebenarannya. Jonathan berbalik dari hadapan Jessyca hendak masuk kekamar mandi. Belum sempat kakinya melangkah Jessyca membuka suaranya.


"Aku mencintaimu Jo, aku lelah berpetualang untuk menolak kata hatiku, tapi didalam sini tetap namamu yang tertanam"


"Jes" panggil Jonathan, dia tidak percaya begitu saja kata-kata yang diucapkan istrinya.


"Aku lelah untuk menepis apa yang terukir didalam sini" Jessyca menunjuk dadanya.


"Bisakah kita menjadi pasangan suami istri yang sebenarnya?" pinta Jessyca.


Jonathan mendekatinya, meraih pinggang Jessyca dan menariknya mendekat. Jarak mereka sangat dekat, bahkan udara terasa panas saat Jonathan menempekan bibirnya di bibir Jessyca untuk pertama kali.


"Jessy" panggil Shinta yang ikut mengatar Mama Syila kekamarnya, dia berjalan dibelakang Mama Syila dan Jessyca, membuat Jessyca membuyarkan ingatannya yang tidak bisa dilupakan.


"Terima kasih" ucap Shinta, dia merasa senang Jessyca sangat memperhatikan Mama Syila, setidaknya Shinta bisa tenang saat dia tidak ada dikediaman Mama Syila, karena ada Jessyca yang selalu ada di dekat Mama Syila untuk menjaganya, karena Jessyca yang saat ini tinggal bersama Mama Syila seperti permintaan Mama Syila.


Shinta dan Jessyca keluar dari kamar Mama Syila begitu Mama Syila sudah terlelap. Mereka sekarang sudah duduk diruang keluarga, disana sudah ada Ilham dan Raka ditemani Nayla. Mereka sedang menikmati film kesukaan kedua anak itu.


Sementara itu Jonathan dan Reyhan sedang berbicara berdua diruang kerja Mama Syila yang sekarang juga menjadi ruang kerja Jonathan.


"Bagaimana menurutmu kak?" sejak pertama tahu siapa Jonathan, Reyhan selalu menyematkan panggilan kakak pada pria itu walau dia tahu perasaan Jonathan pada Shinta. Reyhan meminta pendapat kakak iparnya ini tentang rekaman suara Lyra.


Sudah satu minggu ini Lyra belum menghubunginya lagi, nomor teleponya juga tidak aktif. Beberapa kali Reyhan berusaha mencoba menghubunginya, bukan tanpa sebab tapi untuk mengetahui keberadaan dimana Lyra berada. Dan wanita itu sangat paham kalau dia terus dicari pihak berwajib dan musuh yang lain yang mendapatkan keuntungan dari kehancuran seorang Lyra.


"Sepertinya Lyra bicara jujur tentang perasannya, tapi kejujurannya itu telah dimanfaatnkan Farrel"

__ADS_1


"Mereka sedang merencanakan sesuatu. Apapun rencana mereka kita harusnya bisa menggagalkanya"


Reyhan mengangguk mengerti, dia harus tetap waspada dengan segala kemungkinan. Musuh masih berkeliaran sehingga tidak boleh lengah sedikitpun.


"Siapkan orang yang selalu menjaga Shinta dan Ilham, aku tidak igin adik dan keponakanku terluka" lanjut Jonathan, dia tidak ingin Shinta dan Ilham celaka karena perbuatan musuh mereka.


"Bukankah kamu dibantu detektif keluarga Harley?" tanya Jonathan.


"Iya, mereka sedang memantau dan mencari keberadaan Farrel dan Lyra" jawab Reyhan. Jonathan mengangguk.


"Semoga mereka bisa bekerja seperti apa yang aku dengar, kalau Keluarga Harley selalu mencari orang-orang terbaik yang akan bekerja dengan mereka"


"Tidak perlu diragukan, apalagi Zein sendiri yang memimpin mereka" Reyhan meyakinkan Jonathan.


Reyhan dan Jonathan sama-sama diam setelah pembicaraan tersebut. Mereka larut dalam pikiran masing-masing. Keduanya belum bisa merasa dekat, terlebih lagi Reyhan masih ragu tentang begitu mudahnya Jonathan melepas Shinta.


"Rey" Jonathan yang memanggil Reyhan, dia menatap Reyhan seakan mencari sesuatu disana.


"Dimana kamu kenal Lyra?"


"Dia sepupu Jessyca yang ternyata juga bersepupu dengan Farrel, karena itu dia kenal Farrel" jelas Reyhan.


Jonathan menarik nafas panjang, sekarang dia tahu apa yang sebenarnya terjadi, tokoh utama kejahatan ini adalah Farrel. Sayangnya sampai saat ini Farrel dan Lyra belum ditemukan.


'Semua ini terjadi hanya karena cinta' pikirnya dan berharap Lyra dan Farrel segera ditemukan.


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2