
Shinta benar-benar lupa kalau hari ini adalah hari kelahirannya. Ditengah keterkejutannya dia bisa mendengar samar-samar suara gitar yang mendekat, siapa lagi kalau bukan Zein adik kesayangannya yang memainkan gitar itu sambil menyanyikan lagu selamat ulang tahun yang dibawakan oleh Jamrud.
Hari ini hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun usiamu, bahagialah kamu
Yang kuberi bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi, juga kalung hati
Tidak hanya Zein, Reyhan suaminyapun mendekatinya membawa tumpeng dengan berbagai lauk. Tanpa sadar dia meneteskan air mata, rasa terharu disayangi oleh orang yang dicintainya.
Maaf, bukannya pelit
Atau nggak mau ngemodal dikit
Yang ingin aku beri padamu doa s'tulus hati
Tina mengambil kardus yang ada dihadapan Shinta, kardus yang berisi kejutan ucapan selamat ulang tahun dari Reyhan akan diganti dengan tumpeng yang sedang Reyhan bawa.
S'moga Tuhan melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan dib'ri umur panjang
Sehat selama-lamanya
Zein dan yang lain (Melly, Mery, Citra, Bella, Nayla dan Devi, Tiara dan Liana) terus bernyanyi, mereka hadir bersama pasangan dan putra putri mereka. Hanya Melly yang tanpa pasangan, karena Harem sedang pulang kenegara asalnya Brunei Darussalam.
Entah sejak kapan mereka sudah berada dirumah ini. Pantas saja Reyhan suaminya pulang lebih awal. Shinta menatap Reyhan yang sudah meletakkan tumpeng dihadapanya. Entah kapan suaminya menyiapkan semuanya ini. Sungguh ini benar-benar kejutan, baru saja dia merasa lega dengan kabar yang dibawa Reyhan tentang tertangkapnya Issabel. Sekarang dia kembali merasakan bahagia bersama saudara dan sahabat-sahabatnya.
S'moga Tuhan melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita-citamu
Mudah-mudahan dib'ri umur panjang
__ADS_1
Sehat selama-lamanya
Mudah-mudahan dib'ri umur panjang
Sehat selama-lamanya
S'lamat ulang tahun
S'lamat ulang tahun
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Reyhan begitu semua selesai bernyanyi. Reyhan mengecup bibir Shinta sekilas, wajahnya merona karena malu, banyak orang yang menyaksikan tindakan suaminya tadi.
"Mama selamat ulang tahun" Ilham menyela kemesraan kedua orang tuanya.
Ilham tidak sendiri, tentu saja dia bersama keempat saudaranya Raka, Zola, Revan dan Awan dan juga kakaknya Lola dan Dea putri Alex dan Citra.
"Terima kasih sayang-sayangnya Mama Shinta" jawab Shinta menerima ucapan selamat ulang tahun dari anak-anak.
"Baby Saqila juga mau mengucapkan selamat ulang tahun sama Mama Shinta" ucap Nayla sambil mendekat.
Shinta segera mengambil Saqila bayi dua bulan itu dari Nayla, "Cantiknya Mama Shinta juga hadir nih" ucap Shinta sambil mencium pipi gembul putri Nayla dan Sandy tersebut.
"Bang, bukannya mau kekantor polisi?" tanya Shinta saat dia sadar sebelumnya Reyhan pamit akan ke kantor polisi.
"Semua sudah diurus pengacara sayang, tadi hanya alasan abang untuk keluar dan memberi kejutan" Reyhan terkekeh melihat Shinta meruncingkan mulutnya.
"Jangan begitu, nanti abang cium lo" goda Reyhan.
"Coba aja kalau berani" tantang Shinta.
Shinta salah menantang suaminya yang dikiranya tidak berani, karena akhirnya dia harus menerima keberanian Reyhan yang kembali mencium bibirnya didepan banyak orang.
"Bang" renggek Shinta.
"Salah siapa nantangin" Reyhan kembali terkekeh.
"Duh mama sama papa mesra amat sih" goda Citra yang tidak sengaja melihat kemesraan keduanya.
__ADS_1
"Kalau mau minta sama Alex sana" kini Reyhan yang menggoda Citra.
"Kak Alex diam-diam ganas bang, bahaya" seru Citra.
"Siapa yang ganas bun?" Alex yang bersuara, Citra melihat suaminya.
"Papi, soalnya papi nggak bisa dicium sembarang tempat, pasti langsung turn on" pipi Alex memerah sambil menggelengkan kepala, tidak heran baginya mendengar istrinya yang bicara tanpa disaring. Shinta dan Reyhan tertawa puas, Citra selalu saja bisa membuat orang tertawa bahkan sampai terpingkal-pingkal.
Mereka berkumpul sampai malam karena besok kebetulan sekali tanggal merah, sehingga mereka tidak disibukkan dengan urusan kantor dan sekolah. Bahkan Shinta dan Reyhan menawarkan mereka untuk menginap, sayangnya tidak ada satupun dari mereka yang menerima tawaran tersebut.
Reyhan dan Shinta sudah berada dikamar, sebelumnya Reyhan yang menemani Ilham di kamarnya sampai putranya itu terlelap. Sementara Shinta membantu Bi Suti dan Tina membersihkan sisa-sisa mereka makan-makan tadi.
Kini keduanya sudah berbaring terlentang menatap langit-langit kamar, tanpa ada yang bicara, sama-sama sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sampai akhirnya Reyhan berbalik menghadap istrinya.
"Mau mengadakan acara tujuh bulanan?" tanya Reyhan.
Mendengar itu Shinta ikut menghadap suaminya, dia tersenyum. Kehamilannya baru akan menginjak usia enam bulan minggu depan, tapi suaminya telah memikirkan acara tujuh bulanan.
"Shinta lebih suka kalau kita berbagi dengan anak yatim dan rumah singgah, tapi kita tanyakan saja dulu pada kedua mama kita dan sebaiknya kita mengikuti saran mereka"
Reyhan sangat senang dengan jawaban Shinta, sebenarnya dia tidak begitu mengerti acara seperti itu dan tujuannya. Hanya saja kemarin Mama Diana menghubunginya dan ingin mengadakan acara tersebut dikediamannya, karena itu Reyhan menanyakannya pada Shinta. Jawaban Shinta yang meminta mengikuti saran kedua mama mereka itu membuat Reyhan bisa mengikuti keinginan Mama Diana yang mulai mengeluh akhir-akhir ini tidak sering dilibatkan oleh Reyhan dan Shinta.
Reyhan mengusap lembut wajah istrinya, mengecup bibir Shinta dengan cepat lalu menarik istrinya masuk kedalam pelukkannya, menyandarkan kepala Shinta kedada bidangnya. Tangannya mengusap rambut Shinta agar terlelap, akhir-akhir ini Shinta sangat suka dengan usapan tangan Reyhan dikepalanya.
"Tidurlah, kamu pasti sangat lelah hari ini" Reyhan mengecup pucuk kepala Shinta lalu kembali mengusapnya.
Tangan Shinta bermain didada bidang suaminya, membuat Reyhan harus menahan hasratnya. Bukan dia tidak ingin melakukannya, dia bahkan sangat ingin. Tapi dia tidak ingin Shinta kelelahan, apalagi kemarin malam mereka sudah melakukannya.
Shinta tidak menyadari dengan apa yang dia lakukan, kalau tangannya yang bermain didada suaminya akan membangkitkan gairah seorang Reyhan. Shinta menyadarinya saat Reyhan mengeratkan pelukannya, bagian bawah Reyhan sudah membesar dan keras.
"Bang" Reyhan membuka matanya dan melihat Shinta.
"Lakunkan saja" ucap Shinta "Tidak apa-apa kalau hanya satu kali" lanjutnya.
Sudut bibir Reyhan tertarik, mendapat tawaran yang menyenangkan tidak akan Reyhan lewatkan. Reyhan langsung melahap bibir tipis milik istrinya. "Abang akan hati-hati" ucap pria itu setelah melepasakan ciumannya, dia takut akan menyakiti calon anaknya yang ada diperut Shinta.
Reyhan menepati janjinya, dia melakulannya dengan hati-hati tanpa mengurangi kenikmatan yang mereka rasakan. Dia juga menepati janjinya hanya satu kali permainan yang belum pernah dia lakukan, biasanya dua kali itu paling sedikit yang pernah dia lakukan. Namun kali ini dia harus puas dengan hanya satu kali saja menuntaskan hasratnya.
__ADS_1
...◇◇◇...