
Malam itu, Reyhan memutuskan duduk dikursi yang sama yang diduduki Shinta, seperti yang dia lihat dalam video yang diterimanya, dia memesan makanan yang sama dengan sang istri. Reyhan memanggil pelayan.
"Saya mau pesan makanan yang sama dengan yang wanita ini, tadi dia duduk disini juga" ucap Reyhan pada pelayan Restoran, sambil menunjukkkan video Shinta diawal pada pelayan.
Dalam kesepian dan kesendiriannya, Reyhan mencoba menikmati makanan yang ada dihadapannya.
"Apa Shinta menikmati makanannya?" pikir Reyhan.
Dia mencoba menghubungi Nayla, berharap sepupunya dapat memberikan petunjuk dimana istrinya menginap, dia juga ingin bertanya apa Nayla memberi tahu Shinta tentang Cindy? Itulah yang dia lupa, kalau Shinta memiliki banyak telinga dan mata disampingnya. Orang-orang sekitarnya, semua menyayangi Shinta, terutama saudara terdekatnya saat ini Nayla, dan Nayla tahu semua tentang Cindy, tentu saja istrinya akan tahu siapa Cindy.
Bukan Nayla yang menjawab panggilannya, melainkan Sandy suami Nayla yang juga sahabatnya. Dunia ini sangat luas, tapi dia bertemu dengan orang-orang yang sama atau orang baru yang saling berhubungan satu sama lain.
Entah kebetulan atau memang sudah takdirnya, dia menikah dengan Shinta yang bersaudara dengan Nayla, yang merupakan istri sahabatnya, lalu mantan kekasihnyapun tak terduga memilki hubunga keluarga dengan Nayla.
Ditengah perbincangannya dengan Sandy, seseorang menyapanya.
"Hei" Reyhan melihat dan itu adalah Mitha teman sekolahnya.
Suara panggilan diseberang putus, Sandy yang mengakhiri panggilan mereka. Mitha mengatakan banyak hal, dan itu dia yakinin sangat benar.
"Aku rasa istrimu tahu tentang Cindy dan dia menunggu penjelasan darimu. Sebagai seorang istri dia ingin percaya denganmu, tapi tetap saja menginginkan kejujuran langsung dari mu" Reyhan hanya diam saat itu.
"Rey pesananku sudah siap, aku duluan. Coba kamu pikirkan lagi sebelum mencarinya" Mitha pamit dan berlalu dari hadapan Reyhan.
Kepergian Shinta membuat Reyhan benar-benar hancur, hari-harinya sepi. Untung saja kedua mama mereka sedang berlibur keluar negeri, jadi tidak megerti apa yang terjadi dengan rumah tangga putra putri mereka.
Di hari keempat Shinta pergi, Mitha menghubunginya dan mengajaknya bertemu.
"Rey, bisa kita bertemu? ada yang ingin disampaikan Leo padamu. Ini tentang Cindy dan untuk kebaikan rumah tanggamu"
"Tentu, aku pasti bisa" jawab Reyhan.
Reyhan meminta Mitha dan Leo datang ke restoran yang ada dihotelnya, dia duduk berhadapan dengan Mitha dan Leo di ruang VIP, Leo menjelaskan suatu kebenaran tentang Cindy, bahkan Zein dan Nayla pun tidak tahu kebenaran ini dan tertipu oleh wanita itu.
__ADS_1
"Maaf baru memberitahumu saat ini" ucap Leo
Reyhan sangat ingat, bagaimana dia marah dan kecewa saat Mitha dan Leo menunjukkan bukti-bukti penghianatan Cindy selama jauh darinya. Dia yang harus melanjutkan pendidikannya ke luar negeri terpaksa berpisah dengan Cindy dan menjalani hubungan jarak jauh. Dia marah, Cindy membuatnya kehilangan separuh nyawanya, karena kehilangan Shinta. Dengan kebohongannya Cindy mencari simpati dari setiap orang, termasuk simpati darinya.
"Bodoh... benar-benar bodoh" rutuk Reyhan setelah bertemu Mitha dan Leo.
Satu minggu berlalu, Reyhan belum bisa menemukan jejak Shinta, setiap malam dia akan datang kerestoran yang sama sampai larut, berharap istrinya kembali makan disana,. Namun usahanya sia-sia.
Reyhan meminta kedua sahabatnya, Sandy dan Alex untuk bertemu dan makan siang bersama. Berat baginya harus menyimpan sendiri kebenaran yang dia tahu, jadi dia memutuskan akan memberi tahu keduanya, yang sudah pasti akan memberi tahu istri mereka, dengan begitu, dia berharap bisa menemukan Shinta.
"Apa masih belum ditemukan?" tanya Alex saat melihat Reyhan duduk di hadapannya. Reyhan menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Alex.
"Menurutmu apa masalahnya?" kini Sandy yang bertanya, walau sesungguhnya dia cukup tahu.
"Cindy" jawab Reyhan langsung ke intinya, tanpa perlu dia tutup-tutupi lagi.
"Aku tidak menjelaskan siapa Cindy pada Shinta, kurasa dia curiga saat menemukanku sedang berbicara dengan Cindy di gerbang depan kediamam Harley di Belanda " jelas Reyhan.
"Sikapku tidak pernah berubah padanya, Shinta juga seperti tidak ada masalah" Reyhan mencoba menjelaskan.
"Pasti berat untuknya selama satu bulan ini menunggu tanpa penjelasan, karena itu dia pergi, memberikanmu waktu untuk berpikir" Sandy mencoba menyangah penjelasan Reyhan.
"Bagaimana perasaanmu sekarang?" tanya Sandy.
Reyhan diam, lalu menyesap minuman hangat yang dipesannyan.
"Aku kehilangan separuh nyawaku" jawab Reyhan.
Saat kembali bertemu Cindy aku sempat punya keinginan untuk kembali padanya. Keinginan konyol yang tidak bisa di maafkan. Sekarang aku kehilangan Shinta"
"Sebenarnya ku tidak ingin membicarakan Cindy pada Shinta, karena aku tidak ingin dia terluka. Aku tidak ingin mengoreskan luka perselingkuhan untuk keduakalinya. Ku pikir akan baik-baik saja, tapi kenyataanya aku melukainya, sekarang aku harus menerima hukumanya kehilangan orang yang aku cintai. Kehilangan Shinta lebih menyakitkan dari pada saat aku kehilangan Cindy. Jauh lebih sakit" Tidak ada yang bicara lagi setelah Reyhan menyelesaikan ungkapan hatinya.
Reyhan baru akan mulai bicara, untuk memeberitahu kebenaran tentang Cindy, namun disaat yang bersamaan ponsel Sandy berbunyi, sehingga dia menundanya.
__ADS_1
"Shinta sekarang ada dirumahku, dia baru saja tiba" Sandy menyampaikan apa yang dibicarakan Nayla setelah menerima panggilan dari istrinya.
Wajah Reyhan seketika berubah cerah, ada secerca harapan saat tahu keberadaan istrinya. Tujuannya untuk bicara tentang kebenaran Cindy pada sahabatnya dia tunda, dan mungkin tidak akan dia bicarakan pada siapapun. Biarkan itu jadi acuan baginya saja, kalau Shinta adalah segalanya bagi seorang Reyhan.
Dengan kecepatan lebih tinggi dari rata-rata dia menerobos jalan beraspal yang cukup padat karena ini jam istirahat dan makan siang. Satu minggu dia mencari dan menunggu kesempatan untuk bicara dan meminta maaf pada Shinta.
"Papa" panggilan Ilham menyadarkan Reyhan dari ingatan masa lalunya.
"Kesayangan papa" Reyhan langsung berdiri berjalan menghampiri Ilham yang juga berlari kearahnya. Dengan cepat Ilham sudah terbang keudara, diangkat Reyhan dan mengayunkannya seperti pesawat.
"Jangan tinggi-tinggi Pa" Shinta menginggatkan.
Mendengar peringatan istrinya, Reyhan menurunkan Ilham dari ayunan tangannya, lalu memeluk putra kesayangannya dalam gendongannya, menciumi seluruh wajah Ilham yang berteriak kegelian.
Shinta hanya bisa jadi penonton untuk keakraban ayah dan anak itu, sambil mengeluarkan kotak makanan yang dia masak, sesuai pesanan Reyhan tadi pagi.
"Terima kasih sayang" Reyhan mendekati Shinta, setelah menurunkan Ilham dari gendonggannya. Dia langsung memeluk dan mencium cepat bibir istrinya.
"Bang" ucap Shinta yang kaget dengan apa yang dilakukan Reyhan tiba-tiba. Reyhan terkekeh, bukan melepaskan pelukannya, dia bahkan kembali mencium bibir Shinta, tanpa peduli ada Ilham putra mereka disana.
Reyhan butuh Shinta untuk mengembalikan harinya kembali cerah, setelah sempat menjadi buruk karena Cindy menghubunginya.
"Ayo makan" ajak Shinta setelah Reyhan melepaskan ciumannya.
"Sekali lagi" pinta Reyhan.
"Pa.." tidak peduli Shinta ingin bicara apa, Reyhan kembali melahap bibir istrinya, lalu menciumi seluruh wajah Shinta.
"I Love you. Apapun yang terjadi, tolong percaya pada Abang. Yang selalu mencintaimu" ucap Reyhan setelah puas mencium seluruh wajah istrinya.
...◇◇◇...
Terimakasih sudah mampir di karya author, jangan lupa like dan kometnya. 🙏🙏🙏
__ADS_1