Un-Break My Heart

Un-Break My Heart
75. Kenangan Terindah


__ADS_3

Shinta benar-benar tidak ingin menemui Farrel walaupun Reyhan suaminya sudah membujuknya. Dia sudah memaafkan semua kesalahan pria masa lalunya itu, tapi saat ini dia benar-benar tidak ingin bicara langsung dengan orang yang pernah membuatnya bahagia di masa remajanya.


Farrel yang akan selalu ada menemani Shinta kapanpun dan dimanapun, pemuda itu sangat baik dan mau melakukan apapun untuknya. Bahkan rela mengantri tiket konser artis kesayangan Shinta di radio Ardan, radio yang saat itu di gandrungin remaja Bandung. Sementara cuaca Bandung sangat panas membakar kulitnya, tapi pria itu selalu tersenyum pada Shinta yang menunggunya berteduh dibawah pohon.


Shinta menggelengkan kepalanya saat kenangan masa lalu itu kembali berputar dalam ingatannya. Tidak hanya antri membeli tiket konser, Farrelpun rella setiap saat membelikan Shinta es cendol Elizabeth yang ada di simpang Dago. Tidak peduli sejauh apapun jarak dimana mereka berada untuk sampai ke simpang Dago.


"Ini yang terakhir kalinya sayang, dia janji tidak akan mengganggu kamu lagi" jelas Reyhan. Shinta mendongak melihat suaminya, pria itu tersenyum. Tidak ada bersitan cemburu diwajahnya, Shinta merasa bersalah karena dia baru saja menginggat masa lalunya bersama pria lain sementara suaminya masih berada dihadapannya untuk membujuk bertemu dengan pria yang ada dikepalanya. Shinta menggelengkan kepalanya.


Begitulah Reyhan, harusnya dia senang kalau Shinta tidak ingin bertemu dan bicara dengan Farrel. Namun kenyataannya dia tetap membujuk istrinya untuk menyelesaikan masalah mereka dan berdamai. Dia ingin dimasa akan datang hanya ada kebahagiaan untuk mereka.


"Katakan saja kalau Shinta sudah memaafkanya bang" ucap Shinta meminta Reyhan saja yang bicara dengan Farrel.


"Abang yang bicara tapi kamu temani abang ya, biar masalahnya selesai setelah ini"


Setelah dibujuk suaminya akhirnya Shinta mau menemui Farrel yang masih menunggunya di ruang tamu kediamannya. Walau sangat tidak ingin menemui pria masa lalunya itu, namun seperti kata suaminya untuk menyelesaikan masalah mereka, dengan berat hati Shinta akhirnya melangkahkan kakinya ditemani Reyhan menumui Farrel.


Reyhan melakukan hal yang pernah Shinta lakukan padanya, saat itu dia harus menyelesaikan masalahnya dengan Cindy. Sekarang waktunya Shinta yang menyelesaikan masalahnya dengan Farrel.


"Shinta aku tahu kata maaf saja tidak cukup untuk menghapus semua kesalahan yang aku lakukan" ucap Farrel sambil melihat Shinta yang tidak ingin melihatnya sejak tadi.


Farrel tahu, bahkan sangat tahu kalau saat ini Shinta terpaksa menemuinya untuk bicara dan mendengar permintaan maafnya.


"Tapi walaupun begitu, aku tetap meminta maaf atas semua kesalahanku dan mengakhiri salah faham diantara kita"


"Aku tidak akan bisa pergi dengan tenang kalau belum kamu maafkan Shi"


Suasana hening setelahnya. Reyhan meremas tangan Shinta yang sejak tadi tidak ingin lepas dari genggaman tangannya. Shinta mengerti maksud suaminya agar dia menjawab permintaan maaf Farrel. Shinta mendesah, menarik nafas dalam lalu menghembuskannya berlahan bersamaan rasa kesal, marah dan sisa-sisa perasaannya pada Farrel.


"Aku memaafkanmu tapi tolong jangan ganggu kami lagi" jawab Shinta, pada akhirnya dia yang bicara bukan Reyhan.


"Aku janji" balas Farrel. Kedatangannya memang hanya ingin mendengar jawaban dari mulut Shinta langsung kalau mantan terindahnya itu memaafkannya. Hanya itu tidak ada yang lain.


"Bang" Shinta bermaksud meminta ijin untuk kembali kekamarnya, dia sudah menemui Farrel dan menjawab permintaan maaf pria itu. Reyhan mengangguk mengijinkan dan melepaskan genggaman tangannya.


"Saya permisi Pak Reyhan, terima kasih untuk waktunya. Maaf untuk semua masalah yang saya timbulkan" ucap Farrel tulus setelah Shinta meninggalkan mereka.


Dia sudah merenung selama didalam jeruji besi, kesalah fahaman yang diceritakan ibunya membuatnya sangat menyesal. Tapi dia tidak bisa membenci ibunya walau bagaimanapun hanya wanita itu yang dia miliki saat ini, terlebih lagi ibunya saat ini tidak begitu baik keadaannya, karena salah mengartikan cinta dan harus berakhir di rumah sakit jiwa.


"Kami sudah memaafkan anda Pak Barata, terlebih lagi anda adalah adik Jonathan yang sekarang jadi kerabat kami"

__ADS_1


"Saya permisi" Farrel segera meninggalkan kediaman itu begitu Reyhan mengijinkan.


Farrel memacu cepat kendaraannya sampai merasa cukup jauh dari kediaman Reyhan dan Shinta. Dia memingirkan kendaraannya, menumpahkan air mata yang sejak tadi ditahannya. Menangis salah satu bentuk untuk melepaskan sesak yang ada didadanya, menangis dengan emosional itulah yang Farrel laukan saat ini. Air mata emosional mengandung lebih banyak hal lain, seperti hormon (jenis bahan kimia yang unik di badan kita) yang berfungsi seperti obat penghilang rasa sakit alami, sehingga kita akan merasa lebih baik sehabis menangis.


Farrel sudah bisa menguasai dirinya setelah melepas rasa sesak didadanya. Dia melanjutkan perjalanannya untuk kembali ke kediamannya dan bersiap untuk ke Australia mengunjungi ibunya.


Untuk mengusir rasa sepi Farrel menyalakan radio, setidaknya suara penyiar atau lagu yang diputar bisa menemaninya dalam kesepian. Sepi itu yang Farrel rasakan saat ini.


Aku yang lemah tanpamu


Aku yang rentan karena


Cinta yang t'lah hilang darimu


Yang mampu menyanjungku


Suara milik Bams vokalis Band Samsons mulai terdengar menemani perjalanan Farrel.


Selama mata terbuka


Sampai jantung tak berdetak


Farrel sering mendengar lagu ini tapi baru kali ini dia menyimak setiap lirik yang diucapkan sang vokalis.


Darimu (darimu), kutemukan hidupku


Bagiku (bagiku), kaulah cinta sejati


Yeah, huu, huu (darimu)


(Bagiku, engkaulah cinta sejati)


Berlahan Farrel larut dalam setiap lirik dan bibirnya ikut bersuara menyanyikan setiap lirik.


Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan kujadikan kau kenangan

__ADS_1


Yang terindah dalam hidupku


Namun takkan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang t'lah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah


Oo-hoo, oo-hoo


Oo-hoo


"Bila yang tertulis untukku


Adalah yang terbaik untukmu


'Kan kujadikan kau kenangan


Yang terindah dalam hidupku" suara Farrel bahkan lebih kerasa dari suara vokali yang terdengar di radio.


"Namun takkan mudah bagiku


Meninggalkan jejak hidupmu


Yang t'lah terukir abadi


Sebagai kenangan yang terindah" bahkan dia masih mengulang dan mengulang lirik tersebut walau yang dia dengar di radio sudah berganti suara penyiar.


"Selamat tinggal Shinta, selamat tinggal cinta, selamat tinggal kenangan" ucap Farrel setelah dia puas mengulang-ulang lirik lagu milik samson yang berjudul kenangan terindah seperti yang tadi diucapkan oleh penyiar radio.


Farrel membelokkan kendaraannya menuju kediaman Banu, dia lupa satu orang lagi yang harus ditemuinya dan meminta maaf pada wanita itu. Siapa lagi kalau bukan Cindy yang sekarang menjadi istri Banu. Bagaimanapun Cindy hampir mengakhiri hidupnya karena mengandung anaknya, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena berada dalam tahanan. Dia juga yang membuat kenyamanan hidup Cindy menjadi berantakan, karena bujuk rayunya membuat Cindy membantunya untuk merebut Reyhan dari Shinta.


Tapi dari peristiwa ini satu hal yang dia dapatkan, begitu besar rasa cinta yang ada antara Sinta dan Reyhan sehingga besar juga rasa saling percaya yang ada didiri keduanya.


Kamu pantas bahagia Shinta, maaf aku telah menyakiti hatimu dengan kembali menyatakan cinta padamu disaat kamu telah menemukan cinta sejati.


...◇◇◇...

__ADS_1


__ADS_2