
Sudah cukup lama mereka berjalan, bahkan hingga berhari-hari sampai mereka memutuskan untuk beristirahat.
"Daerah ini rupanya luas juga"ucap Geani,
"Kau benar, aku bahkan mulai merasa lelah setelah berhari-hari berjalan, padahal kita tidur dengan teratur"ucap Harnely,
"Mungkin karena kita kelelahan, bagaimana jika kita beristirahat saja?"ucap Smarta,
"Meski baru beberapa saat sejak kita bangun tidur tadi"ucap Geani,
"Aku rasa itu wajar. mungkin di daerah ini energi sedikit sulit untuk pulih"ucap Harnely,
"Aku rasa kau benar"ucap Geani.
Mereka beristirahat kembali setelah berjalan beberapa saat setelah mereka tidur.
"Tapi meski begitu aku masih heran"ucap Harnely,
"Apa yang aneh?"tanya Geani dengan bingung,
"Hmm aku rasa bukan kau saja yang berfikir seperti itu"ucap Smarta,
"Sudah kuduga"ucap Harnely,
"Apa yang kalian bicarakan?aku tidak mengerti"ucap Geani,
"Mudah saja, sepertinya kita berada di dalam suatu ilusi"ucap Smarta,
"Apakah kau yakin?bagaimana kau bisa mengetahuinya?"ucap Geani dengan ragu,
"Tentu saja karena memang begitu keadaan yang kita alami"ucap Smarta,
"Tidakkah kau merasa aneh Geani dengan apa yang telah terjadi beberapa waktu sejak kita pergi dari sana?"tanya Harnely,
"Entahlah, saat ini driveku sedang berkeliling di sekitar kita, dan dia masih belum menemukam suatu bahaya atau hal aneh apapun"ucap Geani,
"Hmm kalau begitu, ini bukanlah ilusi biasa"ucap Smarta dengan nada pelan,
"Mengapa kau tiba" berbisik"ucap Geani.
Tiba-tiba mereka merasakan adanya keberadaan yang asing di sekitar mereka.
"Sepertinya apa yang kalian katakan benar, bahkan driveku terkena ilusi"ucap Geani,
"Baguslah kalau kau memahaminya"ucap Harnely,
"Lalu apa yang akan kita lakukan?"tanya Geani,
"Tentu saja, kita akan melawannya, aku yakin yang akan kita hadapi ini adalah alien"ucap Smarta.
Lalu mereka meningkatkan sensitivitas sihir mereka sehingga di sekitar mereka penuh akan energi sihir mereka.
"Baiklah ayo kita lanjutkan"ucap Smarta,
"Baik"ucap mereka berdua.
Setelah berjalan sembari mempertahankan energi mereka, akhirnya mereka menemukan batu dan terdapat suatu energi sihir yang kuat pada batu tersebut.
"Batu ini bukan hanya ukurannya saja yang besar, rupanya terdapat suatu energi yang cukup besar juga ya"ucap Geani,
"Siapapun itu pasti dia adalah pengguna sihir penghalang"ucap Harnely,
"Atau mungkin drive dengan tipe penghalang"ucap Smarta sembari menunjuk ke suatu arah.
__ADS_1
Dan benar saja, tiba-tiba sesuatu menyerang Smarta yang baru saja menunjuk ke suatu arah.
"Serangan????"pikir Smarta,
"Sepertinya aliennya keluar"pikir Harnely,
"Pantas saja, baiklaah saatnya kita selesaikan"ucap Geani.
Dengan cepat Geani bergerak dan mengejar sesuatu tersebut selama beberapa saat.
"Sepertinya itu adalah makhluk"ucap Harnely,
"Apakah kau yakin?"tanya Smarta,
"Tidak salah lagi, terdapat suatu energi padanya"ucap Harnely,
"Baguslah, kalau begitu"ucap Smarta.
Smarta melesat dengan kecepatan yang tidak biasa, bahkan membuat makhluk tersebut kaget.
"Huiiih"ucap makhluk dengan begitu terkejut,
"Sekarang"ucap Smarta.
Lalu Geani segera menangkap makhluk tersebut sembari makhluk tersebut terkejut, dan akhirnya makhluk tersebut berhasil ditangkap.
"Huft syukurlah, kuharap penghalang ini segera menghilang"ucap Harnely,
"Makhluk yang unik"ucap Geani,
"Makhluk apa ini?"pikir Smarta,
"Satu hal yang pasti, dia bukanlah alien"ucap Blager,
"Mudah saja, tidak ada hawa berupa ancaman yang keluar darinya, menurutku dia tidak berbahaya"ucap Blager,
"Begitu ya...."pikir Smarta,
"HEI LEPASKAN AKU!!!!"teriak makhluk tersebut,
"Waaah dia bisa bicara!!!"ucap Geani dengan senang,
"Makhluk ini?bisa bicara?"ucap Harnely,
"(Bentuk tubuhnya seperti...hmm mungkinkah makhluk ini alien?sepertinya hanya ada satu cara untuk mengetahuinya)emm apa yang kau lakukan di sini"tanya Smarta,
"Pergilah kalian dasar pengganggu!!!"ucap makhluk tersebut dengan sangat kesal,
"Hey apa yang kau bicarakan huh?"ucap Geani sembari mengintimidasi makhluk tersebut.
Tiba-tiba seseorang berada di belakang Geani dengan pisaunya dan siap untuk menebas Geani.
"Sedikit saja terdapat luka padanya, aku tidak akan segan untuk membunuhmu"ucap orang itu,
"Sejak kapan dia ada di belakang Geani??"pikir Harnely dengan terkejut,
"Aku bahkan tidak merasakan kehadirannya, siapa dia?"pikir Geani,
"Mengapa diam saja?cepat lepaskan makhluk itu"ucap orang itu,
"(huft aku benci situasi ini)ikuti saja yang dia katakan Geani"ucap Smarta,
"Baiklah"ucap Geani.
__ADS_1
Lalu Geani melepaskan makhluk tersebut dan akhirnya orang tersebut menurunkan senjatanya.
"Siapa kalian?apa yang kalian lakukan di sini?"tanya orang itu,
"Kami adalah pemburu, tujuan kami hanyalah menjelajahi dunia"ucap Smarta,
"Begitu ya...menjelajahi dunia???"ucap orang itu sambil melesat ke arah Smarta dan hendak menebasnya.
Namun Smarta dapat melihat pergerakan orang tersebut dengan sangat mudah, bahkan ia sempat untuk menebas tangan orang itu sebelum ia sempat menebas tangan Smarta.
"Aku memiliki firasat sepertinya kita tidak bisa pergi tanpa bertarung"pikir Smarta,
"Wah wah, tidak buruk juga"ucap orang itu,
"Ngomong-ngomong.....siapa kau?"ucap Smarta,
"Apakah aku harus menjawabnya?"tanya orang itu,
"Kau akan mati di tangan tuan Goslimo karena berani macam-macam denganku"ucap makhluk itu,
"Sepertinya kau terlalu percaya diri"ucap Smarta,
"Tidak kusangka kau tidak memiliki rasa takut bahkan setelah mendengar hal itu, apakah kau tidak takut?"tanya Goslimo,
"Emm haruskah aku merasa takut?"tanya Smarta,
"Baiklah, saatnya membersihkan"ucap Goslimo.
Lalu terjadilah suatu pertarungan antara Smarta dan Goslimo, namun dengan kekuatan yang terlalu besar membuat Goslimo kesulitan melawan Smarta.
"Apa-apaan ini???sepertinya dia bukanlah manusia biasa"pikir Goslimo sembari memberikan serangan pada Smarta,
"Haruskah aku ikut membantu?"tanya Geani,
"Tentu saja tidak Geani, Smarta bahkan tidak kesulitan tau"ucap Harnely,
"Huft...aku bosan"ucap Geani.
Tiba-tiba Goslimo berada di belakang Geani dan bersiap untuk membunuh Geani dengan menebas lehernya secara langsung.
"Awas Geani!!!"ucap Harnely dengan sigap,
"Biarkan saja"ucap Smarta.
Dan benar saja, Goslimo tidak bergerak sama sekali setelah melihat tindakan yang akan dilakukan oleh Smarta.
"Mengapa kau diam saja?"ucap Smarta sembari memegang dan juga bersiap untuk menebas makhluk tersebut
"Jangan ragu tuan, bunuh saja dia"ucap makhluk tersebut,
"Dasar pengecut!!!"teriak Goslimo,
"Padahal yang memulai duluan dia sendiri bukan?hadehhh"pikir Smarta,
"Emm apakah aku sudah boleh bergerak"ucap Geani,
"Haah...sial.....baiklah"ucap Goslimo sambil melepaskan Geani.
Setelah itu Smarta juga melepaskan makhluk tersebut dengan damai, akan tetapi beberapa detik kemudian, Goslimo menebas Geani dengan liciknya.
"Jangan harap kau bisa lolos dari sini hahahahah"ucap Goslimo dengan bangga,
"Seperti dugaanku, tuan tidak akan diam saja jika ada yang mencari masalah denganku hahahaha"ucap makhluk tersebut dengan senang.
__ADS_1