
Kejadian yang tak terduga di mana tanpa disangka rupanya Gradzio dan Klinto berada di kota tersebut.
"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya Smarta dengan heran,
"Tentu saja karena misi yang diberikan ketua"ucap Gradzio,
"Misi? kenapa tidak memanggil kami saja?"tanya Harnely,
"Hmm entahlah, mungkin karena ia mengira dengan memanggil kalian hanya akan mengganggu saja"ucap Klinto,
"Mana mungkin....lalu bagaimana dengan bayarannya?"tanya Geani,
"Tentu saja milik kami hahahahah"ucap Gradzio,
"Siaaal.......huft sudahlah"ucap Harnely,
"Tenang saja, lagipula sejak awal kalian memang ingin berburu sendiri bukan?"ucap Klinto,
"Huft kau benar"ucap Harnely,
"Jadi...misi apa yang diberikan kepada kalian?"tanya Smarta,
"Aah mengenai itu......"ucap Gradzio.
Beberapa saat kemudian seseorang melesat ke arah mereka diikuti oleh beberapa orang.
"Apa-apaan ini!!?"ucap Smarta yang berusaha menangkis segala serangan yang datang pada mereka,
"Ahahah jangan khawatir, selama kalian bisa bertahan itu sudah sangat baik"ucap Gradzio,
"Ikuti kami"ucap Klinto sambil menuntun mereka ke suatu tempat,
"Kenapa tidak menggunakan portalmu saja?"tanya Smarta,
"Jika menggunakan portal nanti kita akan melewatkannya"ucap Gradzio,
"Apa yang kita lewatkan? apa yang sedang kalian cari?"tanya Harnely,
"Mengenai itu...."ucap Klinto.
Tiba-tiba mereka di hadang dari segala arah yang membuat mereka tidak memiliki celah untuk kabur.
"Mau kemana kalian haah!!!"ucap orang itu,
"Siapa dia? kenapa tiba-tiba menyerang kita?"tanya Smarta dengan bingung,
"Penjelasannya nanti saja"ucap Gradzio.
Beberapa orang melesat ke arah mereka, sementara beberapa lagi menyerang dengan melemparkan beberapa sihir.
"Dua tipe serangan gabungan yang merepotkan"ucap Geani,
"Tenang saja, aku akan menangani serangan jarak jauh mereka"ucap Harnely,
"Aku akan menangani serangan jarak dekat mereka"ucap Geani sambil mengaktifkan sihir penguat,
"Bagaimana dengan kalian?"tanya Smarta,
"Kami harus mencari sesuatu di kota ini"ucap Gradzio,
"Begitu ya...apa yang sedang kalian cari?"tanya Smarta,
"Akan berbahaya jika orang-orang itu mengetahuinya"ucap Klinto,
"Baiklah kalau begitu"ucap Smarta.
Lalu Geani dan Smarta melawan kumpulan orang tersebut di mana Geani menggunakan serangan fisiknya, Smarta menyerang dengan pedang dari pisaunya yang memanjang hingga menjadi pedang, dan Harnely dengan sihir pembaliknya yang mengembalikan segala sihir yang mengarah pada mereka. Sementara Gradzio dan Klinto membantu melawan, namun mereka mencari sesuatu di setiap pertarungan mereka.
'Apa yang sebenarnya sedang mereka cari?'pikir Smarta sambil membasmi banyak orang di sekitarnya,
WUSH...WUSH....DUARR......AAAAAA....
"Mudah sekali"ucap Harnely,
BONK....BRUK....DUM......
"Sebanyak apapun akan kuladani kalian hahahahh"ucap Geani,
__ADS_1
SRING....TRANG....SUFT....
"Hmm bukan di sini"ucap Gradzio,
" *menghindari serangan* Hmm di mana ya leraknya"ucap Klinto,
"Hei apa yang sedang kalian cari?"tanya Smarta,
" *menebas* seseorang"ucap Gradzio,
"Hiiisshhh, kenapa tidak kau katakan sejak tadii hadehhh"ucap Smarta dengan heran,
"Ahahaahh"ucap Gradzio,
" *menghindar* *menebas* *terpental* Ciri-cirinya?"tanya Smarta,
"Seorang wanita"ucap Gradzio,
"Kami ini wanita"ucap Geani,
"Bukan kalian hadehhhh"ucap Gradzio,
"Lalu seperti apa ciri-cirinya?"tanya Harnely,
"Entahlah, yang pasti wanita"ucap Gradzio,
' *menyadari sesuatu* Hmm memang benar, sejauh ini yang kulihat hanyalah lelaki saja di tempat ini'pikir Smarta,
"Bagaimana cara kita mengetahui ada wanita di tengah-tengah kota ini?"ucap Harnely,
"Cari saja, nanti juga akan ketemu"ucap Gradzio,
"Huft....sampai kapan?"tanya Smarta,
"Tentu saja sampai ketemu"ucap Gradzio,
"Hmm merepotkan"ucap Smarta.
Di tengah pertarungan tersebut, terdapat seseorang yang Smarta kenal.
" *menangkis* Huh?kau?"ucap Smarta,
"Jumlah mereka cukup banyak"ucap Geani,
"Sial...kalau begitu..(Fire ball) (Freeze)...*melempar* semua menunduk"ucap Smarta.
Setelah mereka semua menunduk, bola tersebut meledak hingga mengenai hampir seluruh area tersebut.
"Kerja bagus"ucap Gradzio,
"Dengan begini....."ucap Smarta,
"Serangan apa itu???semuanya mundur!!!!"teriak orang tersebut.
Lalu mereka semua mundur hingga kota tersebut menjadi sepi.
"Waktu yang tepat, aku sudah terkuras banyak sekali"ucap Harnely,
"Aku juga"ucap Geani,
"Dengan ini aku rasa seharusnya sudah aman"ucap Smarta,
"Hmm tidak buruk, namun apakah kau bisa menggunakannya terus?"tanya Klinto,
"Huh? apa yang ka–"ucap Smarta.
Tiba-tiba terdapat banyak orang yang datang dan berusaha menyerang mereka, namun kali ini terdapat kumpulan orang di sekitar mereka yang melawan kumpulan oramg-orang tersebut.
"Huh? apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Smarta,
"Aku lupa memberitahumu ahahahah, inilah Unpiece Town, satu-satunya kota yang memiliki wilayah yang tidak pernah akur"ucap Gradzio,
"Hei kalian cepatlah kemari"ucap seorang wanita dari belakang mereka,
"Siapa dia?"tanya Smarta,
"Sepertinya dia orangnya"ucap Klinto,
__ADS_1
"Hmm kita ikuti saja wanita itu"ucap Gradzio,
"Baik"ucap mereka bertiga.
Lalu mereka mengikuti wanita tersebut ke dalam suatu rumah.
"Di mana ini?"tanya Geani,
"Tentu saja di dalam rumah hadehhh"ucap Harnely,
"Hmm sepertinya kau benar ahahah"ucap Geani,
"Huft terserah kau saja"ucap Harnely,
"Mengapa kau membawa kami kemari?"tanya Smarta,
"Kalian datang di waktu yang tepat"ucap wanita tersebut,
"Emm apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Smarta,
"Sebelumnya perkenalkan, namaku adalah Zaiyi, aku adalah putri dari kota Unpiece Town"ucap Zaiyi,
"Hmm jadi kau adalah tuan putri?"tanya Gradzio,
"Itu benar"ucap Zaiyi,
"Apakah kau mengetahui sesuatu mengenai penyebab dari kondisi kota saat ini?"tanya Gradzio,
"Me-me-mengenai i-i-tu......"ucap Zaiyi dengan gugup,
"Apakah ini ada kaitannya denganmu?"tanya Smarta,
"Sebenarnya tidak ada, namun...."ucap Zaiyi yang tiba-tiba terdiam,
"Hmm? apakah ada yang salah?"tanya Smarta,
"Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di sini"ucap Harnely,
"Sepertinya begitu"ucap Klinto,
"Bisakah kau beritahu kami apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Smarta,
"Sebenarnya...aku ingin meminta permintaan pada kalian"ucap Zaiyi,
"Ngomong-ngomong siapa orang-orang yang menyerang kota?"tanya Gradzio,
"Mereka adalah pasukan dari wilayah adikku"ucap Zaiyi,
"Huh? kalian...emm..tunggu dulu...."ucap Harnely,
"Apakah terjadi permusuhan antara kau dengan adikmu?"tanya Gradzio,
"Sebenarnya bukan begitu maksudku...hanya saja..dia tidak mendengarkanku"ucap Zaiyi,
"Apakah terjadi sesuatu pada kalian berdua?"tanya Smarta,
"Wilayah kekuasaan....."ucap Zaiyi,
"Wilayah? apakah kalian berebut kekuasaan?"tanya Smarta,
"Iya..emm...eh...maksudku....enm i-ituu..."ucap Zaiyi,
"Apakah kau baik-baik saja?"tanya Smarta,
"Ehm tidak...aku..em....maaf sepertinya aku sedang tidak baik-baik saja"ucap Zaiyi,
"Bagaimana dengan ayahmu?"tanya Smarta,
"Huft melelahkan sekali"ucap seseorang yang baru saja memasuki rumah,
"Ayah...."ucap Zaiyi sambil menghampiri pria tersebut,
"Hmm ayah? apakah dia rajanya?"tanya Harnely,
"Sepertinya begitu"ucap Smarta,
"Sepertinya tempat ini dipenuhi oleh banyak orang ya ahhahaha"ucap pria tersebut,
__ADS_1
"Siapa orang itu?"tanya Geani,
"Aku lupa ahahah, namaku adalah Zhodan, aku adalah ayah dari Zaiyi"ucap Zhodan.