
Keesokan harinya Smarta pergi menuju perpustakaan, karena jaraknya dekat dengan rumahnya, maka ia memutuskan untuk ke perpustakaan untuk mencari informasi, karena ia tidak tahu apa-apa mengenai Down Town.
Ketika hendak memasuki perpustakaan,seorang wanita yang seumuran dengannya tidak sengaja menyerempetnya hingga Smarta terjatuh,
"Aduhh maaf, aku tidak ada niat untuk......."ucap wanita itu sambil mengulurkan tangannya hendak membantu Smarta untuk bangun,
"Terima kasih"ucap smarta sambil menerima bantuan dari wanita itu.
"perkenalkan namaku Smarta, aku orang baru disini",ucap Smarta sambil mengulurkan tangan hendak menjabat tangan wanita itu,
"Na-namaku Fanin, senang bertemu denganmu"ucap wanita itu sambil menjabat tangan Smarta,
"Apa yang kau lakukan disini Smarta?"tanya Fanin,
"Aku kesini untuk mencari informasi mengenai kota ini, karena aku tidak tahu apa-apa mengenai kota ini"jawab Smarta.
"Jika kau hanya kemari hanya untuk itu kenapa tidak menanyakan padaku saja? aku tahu cukup banyak informasi mengenai kota ini?"ucap Fanin,
"Baiklah kalau begitu"ucap Smarta,
"Bagaimana jika kita mencari tempat duduk yang bagus?"tanya Fanin,
"Boleh saja"jawab Smarta.
__ADS_1
Lalu Fanin mengajak Smarta ke lapangan yang terletak ditengah kota, sesampainya disana ia melihat banyak orang sedang berlatih keras dalam meningkatkan fisik mereka.
Sesudah duduk, hal pertama yang Smarta tanyakan adalah"Bukankah didekat perpustakaan juga ada lapangan? mengapa disini lebih ramai?"tanya Smarta.
"Tempat ini begitu ramai karena efek yang diberikan dari latihan di lapangan ini lebih baik dibandingkan lapangan lainnya, dan alasan mengapa lapangan didekat perpustakaan bahkan hampir tidak ada orang adalah karena efektivitas meningkatkan kekuatan yang sangat buruk, itu disebabkan oleh serangan Alien tempo hari"jawab Fanin,
"Tunggu dulu....bahkan Alien bisa masuk kesini?"tanya Smarta dengan kaget,
"Itu merupakan hal yang biasa, bahkan pernah ada Alien yang hampir meratakan daerah perpustakaan"jawab Fanin,
"Bagaimana bisa perpustakaan itu tidak memiliki bekas serangan?"tanya Smarta,
"Itu karena teknologi kita yang sangat canggih memungkinkan kita memperbaiki bangunan dalam hitungan jam, bahkan menyembuhkan luka, itu hanya beberapa saat saja"jawab Fanin.
Setelah memikirkannya ia pun kembali bertanya"Jadi manusia tidak akan mati?"tanya Smarta.
"Lalu bagaimana cara melawan mereka?"tanya Smarta,
"Kau akan mengetahuinya setelah menerima soul drive, yaitu diumur 17 tahun, untuk sekarang kau hanya perlu berlatih meningkatkan fisikmu meskipun kau perempuan, karena disini para lelaki tidak bisa selalu melindungi wanita, oleh karena itu disini laki-laki maupun perempuan harus tetap berlatih"jawab Fanin.
Setelah beberapa lama berbicara, Fanin pamit kepada Smarta untuk melanjutkan tugasnya,karena di lapangan pusat terlalu ramai dan Smarta tidak terbiasa dengan keramaian, lalu Smarta kembali kerumahnya untuk berlatih.
Sesampainya dirumah ia sedang duduk sambil memegang pisau yang diberikan oleh orang tuanya,
__ADS_1
"Tunggu aku ayah, ibu, aku berjanji akan menyelamatkan kalian"ucap Smarta dalam hati,lalu ia terkejut setelah mendengar suara yang berasal dari belakang rumahnya,
begitu ia melihat keluar, ia melihat seorang pria,namun ia merasa bahwa pria itu bukanlah manusia.
"Apakah kau berasal dari kota ini?"tanya Smarta,
pria itu tidak menjawab, lalu beberapa saat kemudian tiba-tiba pria itu melesat ke arahnya sebelum ia menyadarinya, begitu Smarta menyadarinya, cakar pria tersebut sudah menusuk Smarta,
lalu pria tersebut menghilang dari pandangannya, Smarta tidak bisa berkata apa-apa, ia hanya bisa pasrah dengan terpaksa,"Apakah aku akan mati disini?"ucap Smarta dalam hati lalu menutup matanya perlahan-lahan.
Namun hal yang tidak diduga permata pada pisau Smarta menyala berwarna merah, luka Smarta sembuh seketika, begitu ia terbangun ia bingung apa yang terjadi,
"Mengapa aku...."ucap Smarta, Smarta melihat sekitar, namun tidak ada siapapun,
"Mungkinkah tadi hanyalah khayalan?"gumam Smarta. Lalu Smarta kembali kedalam rumahnya. Lalu ia melihat ada batu kristal berwarna hitam, karena penasaran ia memegang batu itu, namun tidak terjadi apa-apa,
lalu suara muncul dari permata pada pisaunya,"Kau masih terlalu dini bocah"ucap permata itu,
"Siapa itu?"tanya Smarta,
"Simpan saja batu itu, kau akan memerlukannya nanti, ucap permata itu,
"Memangnya untuk apa?"tanya Smarta,
__ADS_1
......permata tersebut tidak menjawab.
Lalu Smarta menyimpan batu itu disakunya,lalu ia memulai latihannya.