
Keesokan harinya, Smarta berjalan menuju Markas Alien Slayer, diperjalanan ia dipandang oleh banyak orang disekitarnya.
"Mereka kenapa?sepertinya ada yang salah denganku" pikir Smarta,
"Ntahlah bocah, sepertinya ada kaitannya dengan kemarin"ucap Blager,
"Seingatku kemarin aku tidak sendiri bertarung bukan?"pikir Smarta,
"Mungkin karena mere–"ucap Blager,
"Hei Smarta"ucap Fanin.
"Hei Fanin, sedang apa?"tanya Smarta,
"Hanya menghirup udara segar, ngomong-ngomong kau mau kemana?"tanya Fanin,
"Aku sedang menuju gedung hendak bertemu ketua"ucap Smarta,
"Untuk apa?"tanya Fanin dengan terkejut,
"Entahlah aku tidak tahu, Gradzio yang memberitahuku"ucap Smarta.
"Kalau begitu aku akan menemanimu"ucap Fanin,
"Baiklah"ucap Smarta
#Di Tengah Kota
Disaat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba seseorang memanggilnya dari belakang.
"Kalian mau kemana?"tanya seseorang kepada mereka,
"Kami mau menuju ke–"ucap Fanin sambil melihat ke asal suara tersebut,
"Eh Ket–"ucap Fanin,
"Dengan sigap Brastino memberi isyarat untuk tidak menunduk kepadanya.
"Memangnya kenapa?"tanya Smarta,
"Aku hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian hahaha"ucap Brastino,
"jadi begitu"ucap Smarta,
"Fanin kau bisa kembali bekerja"ucap Brastino,
"Baik ketua"ucap Fanin.
Lalu Fanin melanjutkan aktivitas jalan-jalannya.
__ADS_1
#Di Ruangan Ketua
"Bagaimana keadaanmu saat ini?"ucap Brastino sambil menuangkan teh,
"Saya sudah merasa lebih baik"ucap Smarta,
"Sudahlah jangan terlalu formal, panggil saja aku Bras, itu tidak masalah bagiku"ucap Brastino,
"Baiklah Bras, ehm ada apa kau memanggilku kemari?"tanya Smarta,
"Oh itu mudah, aku hanya ingin bertanya mengenai Perlawananmu kemarin"ucap Brastino
"Bukankah kau sudah melihatnya kemarin?"tanya Smarta,
"Ehm aku sudah melihatnya hehehe, namun aku penasaran akan banyaknya jurus yang kau pakai sekali waktu. bagaimana kau melakukannya?"tanya Brastino,
"Aku bisa menggunakannya saat keadaan terdesak saja"ucap Smarta,
"Oh jadi begitu"ucap Brastino dengan bingung
"Memangnya kenapa?"tanya Smarta,
"Bukan apa-apa, hanya saja seharusnya untuk seseorang dengan tingkat kekuatan sepertimu belum bisa menggunakan berbagai jurus dalam sekali waktu"ucap Brastino,
"Hmm mungkin karena ini?"ucap Smarta sambil memperlihatkan gelang hitam.
"Gelang hitam!!? aku baru menyadarinya, dimana kau mendapatkannya??"tanya Brastino
"Tunggu dulu..Fikhyasrhi bukan?"tanya Brastino,
"Ehm itu ben–, tunggu dulu bagaimana kau bisa langsung mengetahuinya?"tanya Smarta dengan terkejut,
"Tentu saja hahahah, turnamen itu sungguh brutal, namun peralatan disana sungguh bagus"ucap Brastino sambil merapalkan suatu mantra yang membuat gelang hitam Smarta menghilang,
"Apa yang kau lakukan Bras?"tanya Smarta
"Akan berbahaya jika ada yang mengenal alat itu, aku hanya menyembunyikannya saja"ucap Brastino,
"Baiklah kalau begitu, jadi apa hadiah yang hendak kau berikan padaku?"tanya Smarta,
"Oh iya hahahah aku hampir lupa"ucap Brastino sambil mengambil sesuatu di mejanya.
"Kotak apa ini?"tanya Smarta,
"Coba saja kau buka"ucap Brastino,
"Hm? batu kristal?untuk apa?"tanya Smarta,
"Itu bukanlah kristal biasa, kristal itu merupakan kristal yang pernah aku dapatkan di turnamen tersebut"ucap Brastino,
__ADS_1
"Kau juga pernah kesana???"ucap Smarta dengan terkejut.
"Tentu saja hahahah, akulah orang yang memperkenalkan pertama kali pada Gradzio"ucap Brastino,
"Oh jadi begitu, lalu kenapa kau tidak ikut waktu itu?"tanya Smarta,
"Aku harus menjaga kota ini, apa saja bisa terjadi diluar sana, begitu juga disini, alien bisa datang kapan saja"ucap Brastino,
"Jadi begitu"ucap Smarta,
"Itu benar hahaah, yang terpenting aku ingin kau menjaga kristal ini, kau akan membutuhkannya di misi selanjutnya"ucap Brastino
"Tunggu dulu, aku akan menjalani misi lagi?"tanya Smarta,
"Itu benar"ucap Brastino,
"Kapan akan kau berikan misi tersebut?"tanya Smarta,
"Mungkin dalam jangka waktu beberapa hari kedepan, masih ada yang perlu aku kerjakan setelah ini hahah"ucap Brastino.
"Baiklah aku akan menunggu misi tersebut"ucap Smarta,
"Baiklah kau boleh kembali"ucap Brastino sambil melempar sebuah kantong tas padanya.
"Apa ini?"ucap Smarta sambil berusaha membukanya,
"Jangan langsung dihabiskan yah"ucap Brastino lalu menghilang dari pandangan Smarta,
"Waah banyaknya, namun sebanyak ini??"pikir Smarta dengan bingung.
Lalu ia menuju kerumahnya.
#Di Perjalanan Pulang
"Tidak kusangka hanya berbincang sebentar namun hari sudah malam huft" pikir Smarta,
"Kau sudah menerimanya?"tanya Gradzio,
"Hey kau darimana saja?"tanya Smarta.
"Maaf hehehe, aku ada urusan tadi, jadi bagaimana tadi?"tanya Gradzio,
"Ia memberikanku ini"ucap Smarta sambil memperlihatkan kristal padanya,
"Jadi begitu, sepertinya akan menyenangkan" ucap Gradzio dengan senang,
"Memangnya kenapa dengan kristal ini?"tanya Smarta,
"Entahlah, kau lihat saja nanti saat misimu tiba"ucap Gradzio sambil menghilang.
__ADS_1
"Sungguh membuatku penasaran, sudahlah yang terpenting sepertinya aku akan makan enak hari ini"pikir Smarta.
Lalu ia kembali kerumahnya sesudah membeli makanan di suatu kedai.