Unique Power

Unique Power
132[] Sambutan dan Kejutan


__ADS_3

Beberapa saat setelah mereka melihat pintu gerbang kota, rupanya Brastino sudah ada di sana dan menunggu mereka.


"Ketua? aku tidak menyangka dia akan menunggu kita"ucap Fanin dengan heran,


"Hmm sudah berapa lama dia menunggu ya?"tanya Smarta,


"Entahlah, aku rasa dia baru saja di sana"ucap Gradzio,


"Wah wah sejak kapan kau bangun?"tanya Fanin,


"Baru saja setelah aku merasakan hawa keberadaan ketua"ucap Gradzio,


"Hmm? kalian sudah bangun ya?"tanya Geani sambil mengucek mata,


"Itu benar"ucap Gradzio,


"Di mana Klinto? apakah dia masih tidur?"tanya Smarta,


"Hmm mungkin saja dia belum bangun"ucap Geani,


"Sudahlah biarkan saja, lagipula sepertinya dia masih lelah"ucap Gradzio,


"Mungkin kau benar"ucap Geani.


Setelah mereka berbincang-bincang, akhirnya mereka tiba di Down Town.


"Sepertinya kalian baik-baik saja"ucap Brastino,


"Tentu saja. lagipula Gradzio dan Smarta bersama kami, sudah pasti aman di perjalanan"ucap Fanin,


"Baguslah, ayo cepat, kalian pasti kelelahan"ucap Brastino.


Lalu mereka memasuki kota.


"Hey hey hey....siapa ini?"ucap Galcin,


"Hey Galcin bagaimana keadaanmu?"tanya Geani,


"Biasa saja, tidak ada yang berubah hahahah"ucap Galcin,


"Kalian hebat bisa selamat dari alien kuat itu"ucap Yenshi,


"Meski begitu...."ucap Geani,


"Ooh mengenai Harnely ya? dia baik-baik saja, kemarin dia mengobrol dengan kami"ucap Yenshi,


"Huh? benarkah? bagaimana bisa? aku pikir dia sudah...."ucap Smarta dengan cepat setelah mendengar hal itu,


"Kau belum mengetahuinya? sayang sekali hahahah padahal dia sehat-sehat saja"ucap Yenshi,


"Jadi sejak kemarin aku.....sia-sia mengkhawatirkannya?"tanya Smarta,


"Emm orang tuanya sangatlah mahir di dunia medis, jika hanya mati saja seharusnya masih bisa dihidupkan selama belum lebih dari satu jam"ucap Brastino,


"Lalu bagaimana dengan Krostelo yang mati di tes itu?"tanya Smarta,


"Emm dia mati oleh manusia, dan bukan oleh alien, jadi ada perbedaan"ucap Brastino,


"Hmm bagaimana mungkin? padahal sama-sama mati bukan?"ucap Smarta dengan heran,


"Emm lebih baik jika kau tanyakan langsung saja padanya nanti, untuk sekarang sebaiknya kita lanjutkan saja menuju markas"ucap Brastino,


"Baiklah"ucap Smarta.


Setelah cukup lama menerima sambutan dari warga Down Town. akhirnya mereka sampai di ruangan markas Alien Slayer.


"Huft akhirnya, aku meridukan tempat ini"ucap Smarta,


"Ahahah tentu saja, lagipula kau banyak belajar di sini, sudah tentu kau akan merindukan tempat ini"ucap Fanin,


"Kau benar ahhahah"ucap Smarta,

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, seseorang mengetuk pintu.


"Sepertinya dia datang"ucap Brastino,


"Siapa itu?"tanya Smarta,


"Masuklah"ucap Brastino.


Rupanya yang memasuki ruangan adalah Harnely yang membuat Smarta dan Geani sangat terkejut. Bahkan Gradzio dan Klinto juga terkejut dibuatnya.


"Haah? HARNELY!!!??? KAU KAH ITU??"tanya Geani dengan begitu terkejut,


"Hehehee maaf membuat kalian khawatir"ucap Harnely,


"Rupanya benar, bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi?"tanya Smarta,


"Emm aku rasa kau sudah memberitahu mereka"ucap Harnely,


"Tentu saja sudah kulakukan, hanya saja mereka masih tidak percaya entah kenapa"ucap Brastino,


"Dasar kalian ini, seperti biasa harus melihat secara langsung untuk percaya"ucap Harnely,


"Tentu saja, ini mengenai teman kami, mana mungkin kami bisa percaya sebelum melihatnya secara langsung"ucap Smarta,


"Aku rasa kau benar ahahah"ucap Harnely,


"Huft syukurlah kau baik-baik saja"ucap Gradzio dengan lega,


"Hmm? bukankah seharusnya kau sudah mengetahuinya?"tanya Harnely,


"Tentu, namun aku masih ingin memastikannya saja ahahah"ucap Gradzio,


"Sepertinya kalian sangat akrab ya"ucap Brastino,


"Ehm ee ehehehe itu benar ketua"ucap Geani,


"Namun bisakah kalian melanjutkannya nanti?"tanya Brastino,


"Baguslah kalau begitu. emm aku mulai dari mana dulu ya?.....hemmm..... oh iya, bisakah kalian ceritakan padaku apa saja yang terjadi selama kalian menjalankan misi bersama Gradzio dan Klinto?"tanya Brastino.


Lalu Geani menjelaskan kepada ketua yaitu Brastino mengenai segala yang terjadi di Piece Town untuk beberapa jam.


"Hmm rupanya kalian tidak berbohong"ucap Brastino,


"Emm pernahkah kami berbohong?"tanya Smarta,


"Emm memang belum pernah kalian berbohong, hanya saja....."ucap Brastino.


Seketika Gradzio menyadari apa yang sedang dipikirkan Brastino.


"Emm mengenai hal itu...sebenarnya Smartalah yang mengetahui hal itu"ucap Gradzio,


"Smarta? bagaimana bisa kau mengetahuinya?"tanya Brastino,


"Emm bagaimana ya? intinya yang aku sadari hanyalah hawa keberadaannya saja"ucap Smarta,


"Jadi kau bisa mengetahui jenis-jenis makhluk dari hawa keberadaan mereka?"tanya Brastino,


"Itu benar, dan hal itu aku ketahui secara tidak sadar"ucap Smarta,


'Hmm sepertinya itu bakat atau mungkin memang karena drivenya?'pikir Brastino,


"Apakah ada yang salah ketua?"tanya Gradzio,


"Tidak ada, namun aku hanya heran saja mengenai Gradzio yang sudah lama menjadi pemburu yang tidak dapat menemukan alien yang bersembunyi, sedangkan kau yang baru saja beberapa bulan bergabung namun mampu menemukan alien-alien yang kuat"ucap Brastino dengan heran,


"Sepertinya ada kaitannya dengan keahlian seseorang"ucap Geani,


"Aku rasa kau benar"ucap Klinto,


"Kau sudah bangun?"tanya Brastino,

__ADS_1


"Hmph....baru saja"ucap Klinto,


"Lalu bagaimana dengan perjalanan kalian selama mengelilingi daerah di luar sana?"tanya Brastino,


"Mengenai itu...kami hanya bertemu alien-alien yang kami rasa tidak begitu kuat"ucap Smarta,


"Hmmm lalu bagaimana dengan alien terakhir?"tanya Brastino,


"Alien itu seharusnya lemah, hanya saja kami kurajg behati-hati sehingga membuat kami melakukan kesalahan kecil yang merujung ke arah kematian"ucap Smarta,


"Hmm bagus, apakah ada hal lain lagi?"tanya Brastino,


"Oh mengenai itu"ucap Smarta sambil mengeluarkan suatu buku,


"Buku? dari mana kalian mendapatkannya?"tanya Brastino,


"Orang itu memberikan kami sebagai hadiah kata mereka"ucap Smarta


Gradzio, Klinto juga mengeluarkan buku yang memiliki aura yang mirip yang satu denagn yang lainnya.


"Hmm itu bagus, kalian hanya perlu menjaganya hingga timbul kesempatan buku itu terbuka"ucap Brastino,


"Jadi kau juga mengetahuinya?"tanya Smarta,


"Meski hanya sekedar informasi yang tidak terlalu kupikirkan dengan serius karena kukira itu tidak benar. Namun setelah melihat kalian....rupanya dia benar"ucap Brastino,


"Sayang sekali hahahahah"ucap Gradzio,


"Ahahah kau benar...aku rasa hanya itu saja yang ingin aku tanyakan, kalian boleh kembali"ucap Brastino.


Lalu mereka meninggalkan ruangan tersebut. Di lorong mereka membicarakan banyak hal dengan Harnely sampai mereka keluar dari markas tersebut.


"Aku akan kembali ke rumah"ucap Gradzio,


"Baiklah, beristirahatlah tukang tidur"ucap Fanin,


"Awas kau ya hahahah"ucap Gradzio,


"Aku rasa aku akan tidur juga"ucap Klinto,


"Dasar kau ini...."ucap Fanin,


"Lalu bagaimana dengan kalian?"tanya Harnely,


"Sepertinya aku akan kembali juga"ucap Smarta,


"Aku juga"ucap Geani,


"Baiklah kalau begitu aku juga akan kembali ke rumahku"ucap Harnely,


"Baiklah berhati-hatilah"ucap Smarta.


Lalu mereka berpisah dan kembali ke rumah mereka masing-masing.


#Di suatu tempat yang tidak dikenal


"Sepertinya Yahg telah mati"ucap seseorang,


"Hah? benarkah?"tanya orang yang lain,


"Itu benar, hawa keberadaannya sudah hilang"ucap orang itu,


"Sial.....sepertinya dia hanya bertahan beberapa tahun saja...huft sungguh merepotkan"ucap orang yang lain,


"Lalu apa yang akan kita lakukan tuan?"tanya orang itu,


"Biarkan saja, lagipula masih tersisa 4 orang di planet yang berbeda untuk pemasukan kita, seharusnya mereka baik-baik saja"ucap orang yang lain,


"Baiklah tuan"ucap Orang itu,


"Yahg adalah alien yang kuat, namun siapa yang bisa membunuh Yahg? hmm sepertinya ini akan menarik hahahahah"ucap orang yang lain.

__ADS_1


__ADS_2