
Keesokan harinya Smarta menuju beberapa kios(toko penjual) hendak membeli sesuatu. Disaat ia keluar dari rumah, ia melihat Geani sedang jalan didepan rumahnya.
"Hei"panggil Smarta.
"(menoleh)wah Smarta! jadi kau tinggal disini?"tanya Geani dengan terkejut,
"Aku belum memberitahumu ya? heheh"ucap Smarta,
"Jadi kau mau kemana?"tanya Geani,
"Aku hendak berkeliling membeli sesuatu"ucap Smarta,
"Boleh aku ikut?"tanya Geani,
"Baiklah kau boleh ikut"ucap Smarta.
Lalu mereka berkeliling kota untuk mencari sesuatu yang di rasanya menarik.
#Disaat mereka berkeliling diberbagai kedai
"jadi apa yang sedang kau lakukan tadi?"tanya Smarta,
"Aku sedang bosan, jadi aku berkeliling kota hahahh, namun tidak kusangka akan bertemu denganmu"ucap Geani,
"Entahlah apakah ini kebetulan atau disengaja"pikir Smarta,
"Lalu bagaimana denganmu?"tanya Smarta sambil melirik ke belakang.
"Eh?..emm aku?"tanya Harnely,
"Sejak tadi kau mengikuti kami, apa yang sedang kau cari?"tanya Smarta,
"Sebenarnya aku sedang bosan, jadi aku berkeliling disekitar sini, lalu aku melihat kalian, jadi aku ikuti kalian saja...Na-na-namun b-b-ukan berarti aku tidak memiliki teman ha-h-hanya saja aku sedang bosan, jadi aku ikuti kalian saja"ucap Harnely dengan gugup.
"Sudah kuduga"ucap Smarta,
"Kau bisa tertawa sepuasmu"ucap Harnely dengan malu,
"Siapa yang akan tertawa?"tanya Smarta,
"B-bukankah kau akan menertawakanku karena tidak memiliki teman?"tanya Harnely,
"Jangan khawatir, aku juga tidak memiliki teman"ucap Smarta,
"Lalu kau anggap apa aku ini?"tanya Geani dengan sedih,
"Ehm kenalan?"ucap Smarta,
"Jadi selama ini??"ucap Geani semakin sedih.
Karena bingung harus berbuat apa, maka Smarta mengajak mereka ke suatu kedai makanan untuk makan siang.
"Makanan disini enak yah"ucap Smarta,
"Tidak juga, terlalu asin"ucap Harnely sambil menikmati hidangan,
"Dia bilang asin namun tetap ia makan, memangnya ada ya orang seperti itu"gumam Smarta,
"Jadi bagaimana Smarta?"tanya Geani,
"Soal apa?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Setelah ini kau akan tetap menganggapku sebagai kenalan?"tanya Geani,
"Baiklah kalau begitu aku menganggap kalian sebagai teman mulai sekarang"ucap Smarta
Mendengar hal itu Geani kembali menjadi ceria, akan tetapi Harnely menjadi sedikit ragu akan apa yang ia katakan.
"Ada apa Harnely?"tanya Smarta,
"Apakah kau juga menganggapku sebagai teman juga?"tanya Harnely,
"Tentu saja"ucap Smarta,
"Ini pertama kalinya setelah aku pindah rumah selama 3 tahun, akhirnya aku memiliki seorang teman!!"teriak Harnely,
"Hei sudahlah, jangan mengganggu pembeli yang lain"ucap Smarta sembari di lihat oleh semua orang dengan bingung.
"Hei kalian berisik sekali dasar sia–"ucap Gradzio,
"Hmm? Grad?"ucap Smarta dengan terkejut,
"Smarta??"ucap Gradzio,
"Kau sedang apa disini?"tanya Smarta,
"Tentu saja sedang makan siang"ucap Gradzio,
"Hei Smarta kau juga disini?"ucap Klinto,
"Wah wah sepertinya akan sedikit ramai"ucap Fanin,
"Kalian?bahkan Fanin?? apakah kalian selalu makan siang disini?"tanya Smarta,
"Sudah kebiasaan kami sejak dulu hehehe, entahlah apakah ini suatu kebetulan atau tidak rupanya kau juga sering kesini?"tanya Fanin
"Kau sama seperti kami, artinya kita bisa sering bertemu"ucap Klinto,
"Tentu saja, pasti akan menyenangkan"ucap Gradzio,
"Ehm apakah boleh?tanya Geani,
"Aku pikir kita harus memberi hormat pada ketua"ucap Harnely.
"Dimana ketuanya?"tanya Smarta,
"Tentu saja mereka adalah ketuanya bukan?"tanya Geani,
"Sudahlah kita sedang diluar, tidak perlu terlalu formal nanti jadi pusat perhatian"ucap Gradzio,
"Oh baiklah"ucap Geani,
"Kalau begitu aku ada urusan, aku duluan yah"ucap Harnely,
"Aku juga, ada yang perlu aku selesaikan"ucap Geani,
"Baiklah, hati-hati ya"ucap Smarta dan mereka bertiga.
"Jadi kau akan kemana setelah ini?"tanya Gradzio,
"Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan"ucap Smarta,
"Apa itu?"tanya Gradzio.
__ADS_1
Smarta mengeluarkan batu kristal yang pernah diberikan ketua Alien Slayer, namun dengan cepat Gradzio menjawab,
"Ooh itu, aku juga memilikinya"ucap Gradzio,
"Benarkah?"tanya Smarta,
"Tentu saja, mereka juga memilikinya"ucap Gradzio bersamaan dengan Fanin dan Klinto yang mengeluarkan batu kristal yang sama.
"Sebenarnya untuk apa batu ini?"tanya Smarta,
"Ehm sepertinya lebih baik kita bicarakan di ruangan Fanin"ucap Gradzio,
"Jangan-jangan"ucap Smarta dengan wajah datar,
"Eheheeh, hahahahahh"ucap Gradzio, begitu pula dengan Klinto,
"Lalu Fan–?? kemana perginya dia?"tanya Smarta,
"Mungkin ia sudah di ruangannya sejak tadi" ucap Klinto,
"Aku tidak menyadarinya"pikir Smarta.
#Ruangan Fanin
"Batu ini memiliki kemampuan untuk memungkinkan pemilik berkomunikasi dengan pemilik lain tanpa perlu mengeluarkan suara mereka"ucap Fanin,
"Jadi kita hanya perlu menggunakan pikiran kita saja?"tanya Smarta,
"Tepat sekali"jawab Gradzio,
"Kenapa tidak katakan sejak tadi?"tanya Smarta,
"Aku tidak bisa menjelaskan, aku hanya tahu cara menggunakannya saja hahahah"ucap Gradzio
"Jadi bagaimana cara menggunakannya?"tanya Smarta,
(Gradzio melirik Fanin)
"Huft sudahlah (melirik dengan wajah datar ke arah Gradzio) intinya selama kau masih memiliki sihir, seharusnya kau bisa menggunakannya, namun harus diluar kota lhoo, kalau disini tidak bisa" ucap Fanin,
"Mengapa demikian?"tanya Smarta,
"Tentu saja karena suatu hal diluar sana yang membuat batu ini tidak berfungsi"ucap Gradzio
"Jangan bilang kalau–"ucap Smarta dengan wajah menyadari apa yang akan ia jalani kedepannya,
"Tentu saja hahaahh, persiapkan dirimu, beberapa hari mendatang kau akan ikut dengan kami untuk menjalani misi"ucap Gradzio,
"Baiklah, aku menantikannya"ucap Smarta, lalu ia kembali kerumahnya.
#Di Ruangan Fanin
"Ngomong-ngomong, bukankah yang kau jelaskan itu batu ini?"tanya Gradzio sambil memperlihatkan batu kristal,
"Tentu saja"ucap Fanin,
"Lalu bagaimana dengan ini?"ucap Gradzio sambil menunjuk ke suatu halaman buku,
"Tunggu dulu(diam sejenak) sepertinya aku tahu batu apa yang ia bawa"ucap Fanin dengan serius.
"Apa itu?"tanya Gradzio,
__ADS_1
"Peningkat kekuatan instan"ucap Fanin.
Seketika mereka berdua terdiam untuk beberapa saat.