
Mereka berdua berkeliling cukup lama di sekitar ruangan tersebut, akan tetapi mereka tidak menemukan apapun kecuali sebuah kursi yang terlihat seperti kursi tahta namun tidak ada yang mendudukinya.
"Aneh, apa mungkin ini hanyalah ruangan kosong, haruskah kita kembali?"tanya Smarta,
"Mungkin saja, bagaimana kalau kita duduk dulu disana?"ucap Harnely sambil menunjuk ke arah kursi kosong tersebut,
"Untuk apa?"tanya Smarta,
"Agar kau bisa merasakan kursi tersebut untuk terakhir kalinya"ucap Harnely,
"Kuras kau ada benarnya juga"ucap Smarta, lalu ia menuju kursi tersebut untuk duduk.
Smarta menduduki kursi tersebut beberapa saat bersamaan dengan perasaan aneh yang ia rasakan namun belum ia sadari,
"Tunggu dulu, bukankah seharusnya aku dan Harnely berpencar di jalan tadi?"pikir Smarta,
"BOCAH SEGERA MENJAUH DARI KURSI TERSEBUT!!!"ucap Blager dengan cepat memperingatkan Smarta agar menjauh dari kursi tersebut.
Dengan cepat Smarta berdiri dari kursi tersebut dan benar saja tiba-tiba kursi tersebut mengeluarkan jarum di seluruh bagian kursi tersebut.
"Sudah kuduga, aku berpisah dengan Harnely tadi memanglah bukan khayalan belaka"pikir Smarta,
"Sial sedikit lagi padahal"ucap Harnely dengan kesal,
"Siapa kau!!??"tanya Smarta,
"Sial tidak ada pilihan lain"pikir Harnely.
Lalu Harnely mengubah wujudnya menjadi makhluk dengan rupa yang tidak jelas,
"Sudah kuduga ada yang tidak beres"ucap Smarta,
"Bagaimana mungkin kau menyadarinya huh!?"ucap alien tersebut.
Sementara itu, Gradzio dan Klinto sudah memasuki goa dan dengan segera menyusuri goa hingga mereka menemukan 3 cabang jalan,
__ADS_1
"Sialan, aku benci jalan bercabang"ucap Gradzio dengan kesal,
"Tenanglah kawan aku ada solusi yang bagus"ucap Klinto dengan begitu percaya diri,
"Apa itu?"tanya Gradzio,
"Bagaimana kalau kau ke kanan dan aku ke kiri?"ucap Klinto,
"Kenapa tidak lewat jalan bagian tengah saja?"tanya Gradzio
"Entahlah, aku merasa kalau kanan dan kiri adalah jawaban yang bagus seperti tangan kanan dan kiri ataupun kaki kanan dan kiri"jawab Klinto,
"Aku tidak mengerti maksudmu, namun apa boleh buat, kalau begitu aku akan ke kanan"ucap Gradzio,
"Baiklah"ucap Klinto.
Lalu mereka berpencar dan segera melesat menyusuri tempat itu.
Di lain sisi, Smarta benar-benar terkejut dan tidak menyadari akan kehadiran alien tersebut,
"Bukan hanya rupa saja, namun ternyata tidak kusangka ia bisa meniru hawa keberadaannya juga"pikir Smarta,
"Bagaimana kau tahu?"tanya Smarta,
"Alien tersebut hanya bisa meniru saja, namun tidak dengan keahlian, namun tetap saja kau harus berhati-hati karena kita tidak tahu jurus apa yang ia miliki"ucap Whiger,
"Baiklah, aku akan ingat itu"ucap Smarta.
Disaat Smarta sedang berbicara dengan Whiger, alien tersebut melesat dengan cepat secara tiba-tiba ke arah Smarta hingga membuat Smarta terkena serangan alien tersebut karena serangan dadakan,
"Sial aku terkena serangannya"pikir Smarta,
"Sepertinya kau bukanlah lawan yang sepadan bagiku"ucap alien tersebut,
"Sial, beraninya ka–"ucap Smarta sembari melesat ke arah alien tersebut untuk menyerangnya.
__ADS_1
Namun diluar dugaan, serangan Smarta tidak memberikan efek apapun pada alien tersebut,
"Ada apa?aku bahkan tidak bergeming atau bahkan terpental sedikitpun"ucap alien tersebut,
"Sial apa yang sebenarnya terj–"pikir Smarta,
"Segera pulihkan dirimu bocah"ucap Blager.
Smarta menggunakan recovery untuk menghilangkan segala efek jurus yang diterimanya.
"Aku tidak menyangka jurus ini bisa memulihkanku dari efek jurus sekalipun"pikir Smarta,
"Kau sudah naik tingkat bocah"ucap Blager,
"Jadi begitu"pikir Smarta,
"Meski begitu cobalah untuk tidak terkena serangan alien tersebut nak, agar kau tidak menyia-nyiakan energimu"ucap Whiger,
"Baiklah"ucap Smarta.
Di lain sisi, Gradzio menemukan jalan bercabang untuk kedua kalinya,
"Sial jalan ini lagi"gumam Gradzio.
Akan tetapi tanpa berfikir panjang ia melalui jalan bagian kiri, hal itu karena,
"Pilihan pertamaku adalah jalan kanan, yang kedua berarti kiri bukan? lagipula sesuatu yang sama akan membosankan, lebih baik aku mengambil jalan yang berbeda-beda"pikir Gradzio.
Kini Smarta menyerang alien tersebut dengan sekuat mungkin,
"Berdasarkan analisisku, nampaknya jurus alien tersebut melemahkan siapapun yang diserangnya"pikir Smarta sambil memulihkan tubuhnya berulang kali,
"Sepertinya kau sudah menyadari jurusku ya"ucap alien tersebut,
"Kalau iya memang kenapa?"tanya Smarta,
__ADS_1
"Itu bukanlah masalah, namun.....aku penasaran sampai kapan kau bisa bertahan"ucap alien tersebut.
"Aku harus cepat, energiku tidak banyak tersisa"pikir Smarta.