
Karena merasa tidak enak, Egis mengajak mereka ke tempat dimana Egis tinggal.
"Kita sudah sampai"ucap Egis,
"Hmm tidak buruk, setidaknya ada tempat untuk kami tidur"ucap Geani,
"Hmm?kau bisa mengecilkan tubuhmu?"tanya Smarta,
"Tentu saja, aku ini pengguna shape drive, mengubah ukuran tubuh sangat mudah"ucap Glim,
"Baiklah, sekarang tunggulah sebentar, aku akan membuatkan beberapa minuman"ucap Egis.
Selagi menunggu, Smarta mulai menanyakan beberapa hal kepada Fradon dan Glim.
"Jadi...kalian berasal dari mana?"tanya Smarta,
"Kami berasal dari suatu kota yang dikenal dengan sebutan Phandis Town"ucap Fradon,
"Tempat apakah itu?"tanya Smarta,
"Emm tidak ada yang spesial, hanyalah tumpukam reruntuhan"ucap Glim,
"Mengapa bisa begitu?"tanya Geani,
"Tentu saja serangan alien"ucap Fradon,
"Bagaimana mungkin?memangnya alien apa yang menyerang kota kalian?"tanya Smarta,
"Kalau tidak salah para alien tersebut bisa menggunakan sihir berupa tebasan"ucap Fradon,
"Kami sudah berusaha semampu kami, namun kumpulan alien tersebut benar-benar tiada habisnya, dan akhirnya kota kami hancur setelah sepuluh tahun mereka menyerang"ucap Glim,
"Hmm?10 tahun?alien tiada habisnys?mungkinkah?"tanya Harnely sambil melirik Smarta,
"Sepertinya ada kaitannya"ucap Smarta,
"Apakah kalian mengetahui sesuatu?"tanya Fradon,
"Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk kesana?"tanya Smarta,
"Entahlah, aku rasa hampir dua minggu"jawab Fradon,
"Aku tidak tahu apa yang sudah kalian alami, namun aku mengetahui satu hal terhadap kota kalian"ucap Smarta,
"Apakah itu?"tanya Fradon,
"Kota kalian sekarang baik-baik saja"ucap Smarta,
"Bagaimana mungkin!!? jangan bercanda!!!"ucap Glim dengan kesal,
"Hey Glim tenanglah, jangan terbawa emosi karena keluargamu"ucap Fradon,
"Hh.....hh..eeehhhb..(berusaha menahan emosi)...maaf"ucap Glim,
"Apakah terjadi sesuatu?"tanya Smarta,
"Aku rasa beg–"ucap Fardon.
Lalu Egis datang dengan membawa beberapa cangkir minuman.
"Silahkan"ucap Egis,
"Terima kasih"ucap Smarta,
"Jadi...hmm apakah kalian akan menginap disini?"tanya Egis,
"Kami rasa begitu, namun sayangnya ada yang perlu kita selesaikan dulu"ucap Smarta sambil melihat Glim,
"Begitu ya....aku benar-benar minta maaf, karena kecerobohanku kau sampai seperti ini"ucap Egis,
__ADS_1
"Aku tidak mempermasalahkannya, selama kau bisa bertanggung jawab"ucap Glim,
"Tentu saja, itu mudah, kalian hanya perlu membantuku"ucap Egis,
"Bantuan seperti apa yang harus kami lakukan?"tanya Fradon,
"Itu mudah, cukup alirkan saja energi kalian padanya hingga energiku di tubuhnya lenyap"ucap Egis,
"Lalu kenapa tidak kau lakukan sejak tadi?"tanya Glim dengan datar,
"Tentu saja mustahil, aku bahkan tidak bisa mengendalikan aliran energiku"ucap Egis,
"Huft baiklah, akan kucoba"ucap Fradon.
Fradon mengalirkan energi sihirnya pada Glim, akan tetapi ia tak cukup kuat untuk merusak aliran sihir milik Egis.
"Sial, padahal kau tidak bisa mengendalikan sihir, kenapa energinya sekuat ini???"tanya Fradon,
"Sudah kubilang, energiku tidak terkendali, oleh karena itu terkadang energiku terlalu besar atau terlalu lemah"ucap Egis,
"Lalu bagaimana ini?"tanya Fradon,
"Sepertinya kita harus bersama-sama"ucap Geani,
"Emm aku sarankan jangan"ucap Egis,
"Mengapa tidak boleh?"tanya Harnely,
"Jika suatu energi yang dimasukkan pada seseorang melebihi kapasitasnya, maka ia sendiri akan meledak"ucap Egis,
"Hmm aku pernah mendengar teori itu, dan sepertinya benar"ucap Smarta,
"Lalu bagaimana ini!!!"ucap Glim dengan panik,
"Hei Blag, apakah kau ada ide?"pikir Smarta,
"Entahlah, heu Whiger bagaimana denganmu?"tanya Blager,
"Baik"pikir Smarta.
"Bagaimana kalau aku mencobanya?"tanya Smarta,
"Aku tidak peduli siapa, yang penting aku bisa kembali"ucap Glim,
"Tenang saja"ucap Smarta.
Lalu Smarta menyelimuti area sekitar Glim dengan energi sihirnya, dan ia mulai menemukan kejanggalan.
"Sepertinya kau benar, ada beberapa titik yang sepertinya kelemahan dari energi sihir orang itu"pikir Smarta,
"Baguslah, sekarang hancurkan titik-titik energi itu"ucap Whiger,
"Baik"ucap Smarta.
Lalu Smarta msnghancurkan beberapa titik pada area tubuh Glim.
"Aku sudah menghancurkannya"ucap Smarta,
"Benarkah?"tanya Fradon,
"Tentu saja"ucap Smarta.
Beberapa saat kemudian Glim mulai kembali ke wujud aslinya, yaitu wujud manusia.
"Tubuhku...tubuhku!!!sudah kembali!!!!"ucap Glim dengan sangat senang,
"T-t-ta-tampan sekali!!!"teriak Geani,
"Ehm terima kasih, yang lebih penting lagi, aku sudah kembali!!!!"ucap Glim dengan sangat senang,
__ADS_1
"Aku tidak menyangka kalian bisa mematahkan sihir itu, hebat!!!"ucap Egis dengan lega,
"Syukurlah, dengan begini kau sudah kembali normal lagi akhirnya"ucap Fradon dengan lega,
"Untung saja ada kalian, ngomong-ngomong siapa namamu?"tanya Glim,
"Sepertinya ini pertama kalinya ya, namaku Smarta, lalu ini Geani, dan dia Harnely"ucap Smarta,
"Hmm baiklah, akan kuingat nama kalian"ucap Glim,
"Lalu Sekarang apa?"tanya Egis,
"Seperti yang sudah kami bahas tadi, kami akan menuju kota mereka untuk memastikan bahwa kami benar"ucap Smarta,
"Kau benar, aku sangat penasaran"ucap Glim,
"Begitu ya...baiklah, kapan kalian akan kesana?"tanya Egis,
"Mungkin sekarang"ucap Smarta,
"Aku tidak akan menahan kalian, pasti akan sepi setelah ini hahahah"ucap Egis,
"Ada yang harus kami pastikan"ucap Fradon,
"Aku tidak akan lupa tempat ini, lain kali kami akam mampir kesini"ucap Glim,
"Baguslah, aku akan menyambut kalian dengan senang"ucap Egis.
Lalu tanpa basa-basi mereka langsung pergi menuju kota dimana Fradon dan Glim berasal, yaitu Phandis Town.
#Kediaman Egis
"Tidak kusangka mereka sangat kuat, bahkan sihirku berhasil mereka patahkan"ucap Egis,
"Emm aku rasa itu bukan karenanya, namun karena drivenya"ucap Tanim,
"Bagaimana bisa kau mengetahuinya?"tanya Egis,
"Tentu saja, aku lebih sering melihat pertarungannya"ucap Tanim,
"Lalu?apa yang akan kau lakukan sekarang?"tanya Egis,
"Entahlah, mungkin aku akan tinggal disini untuk beberapa saat, aku sangat kelelahan"ucap Tanim,
"Tentu saja hahahah, kau sudah mendatangi berbagai planet dalam sehari, tentu saja kau kelelahan dasar kau ini"ucap Egis,
"Maaf merepotkanmu kawan"ucap Tanim,
"Apapun demi teman lama"ucap Egis.
Sementara itu, Smarta dan teman-temannya akhirnya dapat melihat kota Phandis dari jauh.
"Apakah itu kota kalian?"tanya Smarta,
"Haah!??tidak mungkin!!"ucap Glim.
Lalu mereka melesat dengan cepat hingga sampai dengan cepat di gerbang kota.
"Selamat datang tuan, apakah ada masalah?mengapa terburu-buru?"tanya penjaga gerbang,
"Apa maksudnya ini?apakah terjadi sesuatu pada kalian?"tanya Glim,
"Saya tidak mengerti apa yang anda maksud tuan?"tanya penjaga itu,
"Sepertinya kota ini juga diserang oleh alien itu"ucap Geani,
"Sudah jelas"ucap Harnely
Seperti dugaanku bukan Glim?"ucap Smarta,
__ADS_1
"Smarta....siapa kau sebenarnya?"tanya Glim,
"Aku hanyalah seorang pemburu alien"jawab Smarta.