
Setelah Smarta memasuki pintu tersebut, mula-mula ia diperlihatkan dengan pemandangan kabut di sekelilingnya.
"Asap di sini tebal juga"ucap Smarta,
"Itu bukan asap nak"ucap Whiger,
"Hmm? lalu asap di sekelilingku ini apa?"tanya Smarta,
"Itu hanyalah kabut bocah"ucap Blager,
"Huh? memangnya apa bedanya?"tanya Smarta,
"Mudah saja, jika kau melihat asap di suhu yang dingin disebut kabut, sedangkan di suhu yang panas maka bisa disebut dengan asap"ucap Blager,
"Jadi semua yang kulihat ini adalah kabut?"tanya Smarta,
"Itu ben–"ucap Blager.
Tepat setelah pintu penghubung menghilang, tiba-tiba energi di sekitar mereka menjadi tidak terkendali.
"Aku menarik kata-kataku, sepertinya ini bukanlah kabut ataupun asap"ucap Blager,
"Kau benar, di suhu yang tak terkendali ini...apakah namanya kabut berasap?"tanya Smarta,
"Mungkin saja"ucap Blager,
'Energi di sini sangatlah tidak beraturan'pikir Smarta,
"Untungnya kau sudah bisa mengendalikan energimu"ucap Whiger,
"Kau benar"ucap Smarta.
Lalu Smarta mulai berjalan untuk menyusuri tempat itu.
'Sejauh mataku memandang yang ada hanyalah kabut asap'pikir Smarta,
"Sepertinya ini bukanlah tempat untuk orang biasa"ucap Blager,
'Apa maksudmu?'pikir Smarta,
"Orang biasa tidak akan mampu bertahan di kondisi seperti ini"ucap Blager,
'Hmm apakah ada kaitannya dengan kabut di sini?'pikir Smarta,
"Sepertinya begitu"ucap Blager,
'Sampai sejauh mana kita harus berjalan?'pikir Smarta,
"Teruskan bocah, jangan berhenti"ucap Blager,
'Baiklah'pikir Smarta.
Setelah cukup lama berjalan, tekanan energi di sekitar Smarta mulai berubah sedikit tenang.
" *menginjak sesuatu* apa ini?"ucap Smarta sambil mengeluarkan sihir angin sembari menghilangkan kabut untuk melihat apa yang baru saja ia injak.
Setelah ia membersihkan kabut di bawahnya, rupanya ia menginjak tengkorak yang tidak lain adalah tengkorak manusia.
"HUWAA!!!' T-TENGKORAK!!!!!"teriak Smarta dengan begitu terkejut,
"Begitu ya...sepertinya tempat ini bukanlah tempat biasa"ucap Blager,
"Sial aku terkejut...mungkinkah mereka adalah orang-orang yang tidak kuat menahan tekanan di tempat ini?"ucap Smarta sembari memandang sekitar,
"Tidak salah lagi....nak teruslah berjalan ke depan sana"ucap Whiger,
"Baik"ucap Smarta.
Sesuai dengan yang Whiger katakan, Smarta kembali mencoba untuk meneruskan perjalanannya. Hingga suatu ketika di mana ia merasakan adanya seseorang di sekitarnya.
'Hmm aku merasakan sesuatu....sepertinya ada orang di sekitarku'pikir Smarta,
__ADS_1
"Sepertinya mereka bukanlah manusia"ucap Blager,
'Haruskah aku melawan mereka semua?'pikir Smarta,
"Bukanlah sudah tidak ada pilihan lain lagi"ucap Whiger,
'Baiklah kalau begitu'pikir Smarta.
Seiring berjalannya waktu, hawa keberadaan orang-orang tersebut semakin dekat. Lalu Smarta mengeluarkan sihir anginnya ke segala arah untuk melihat orang-orang tersebut.
*kabut menghilang*
" *melihat sekitar* siapa kalian?"tanya Smarta,
"....."tidak ada yang bicara,
'Mereka tidak bicara sedikitpun? mungkinkah mereka alien?'pikir Smarta,
"Hanya ada satu cara saja untuk memastikannya nak"ucap Whiger,
'Kau benar'pikir Smarta.
Lalu salah satu dari orang tersebut melesat ke arah Smarta dengan senjata berupa kapak dan tombak.
'*menghindar* *melompat* Jumlah mereka sedikit mengganggu'pikir Smarta.
Lalu 2 orang lainnya melesat ke arah Smarta dan bersiap menyerangnya dengan pisau.
TRANG.......
Smarta menangkis serangan orang yang satu dengan pisaunya yang berubah menjadi pedang, namun tidak dengan orang yang satunya di mana ia mengorbankan permata sisiknya.
'Sial permata sisikku sudah terpakai'pikir Smarta.
Lalu dua orang yang melesat tadi bersiap menyerangnya dari bawah.
'Begitu ya, dua orang menyerang di tanah, dan dua lainnya di udara. Usaha yang bagus, namun'pikir Smarta.
KRESSS........
*kapak dan tombak yang mengenai Smarta membeku*
'Dengan begini *menyerang* bisa apa mereka'pikir Smarta.
Kedua senjata orang itu hancur. yang membuat kedua orang itu mundur, kini tersisa orang yang membawa senjata pisau.
SRINGG.........
TRANG.......
DUARR............
'Bagaimana dengan sihir apiku'pikir Smarta.
*mereka tidak menerima luka apapun*
'Mereka tidak mempan dengan sihir apiku...hmm kalau begitu'pikir Smarta.
*menyerang menggunakan sihir es*
SRING.......
*mereka mendapatkan luka*
'Sepertinya aku harus menggunakan sihir berupa serangan fisik'pikir Smarta.
Beberapa saat setelah mereka bertarung, tiba-tiba orang-orang itu diam.
'Apa yang terjadi?'pikir Smarta
"Ada seseorang dari jarak yang jauh sedang berjalan kemari bocah"ucap Blager,
__ADS_1
'Mungkinkah dia pemimpinnya?'pikir Smarta,
"Entahlah, kita harus memastikannya dulu"ucap Blager.
Di saat Smarta sedang berfikir, tiba-tiba seseorang menyerangnya dengan sangat cepat.
'Ugh...*mundur menjauh* (healing) orang itu...kecepatannya tidak bisa kuprediksi'pikir Smarta,
"Haah sial...aku meleset"ucap orang yang baru saja menyerang Smarta,
'Meleset darimana padahal luka di tanganku sudah cukup besar dibuatnya'pikir Smarta,
"Kau bisa menghindari seranganku, sepertinya kau kuat"ucap orang itu,
"Siapa kau?"tanya Smarta,
"Aku rasa tidak perlu memberitahumu, lagipula kau akan mati sebentar lagi"ucap orang itu,
"Benarkah? apakah kau yakin?"tanya Smarta
" *melesat* tentu saja sangat....*menebas*...yakin"ucap orang itu,
*tubuh Smarta menghilang*
'Huh? bayangan? apakah dia pengguna shadow drive?'pikir orang itu,
"Emm sejak kapan kau bisa menggunakan tipuan bayangan seperti itu?"tanya Whiger,
'Aku hanya kebetulan menemukannya di buku'pikir Smarta,
"Begitu ya?"ucap Whiger,
" *menghindar* ngomong-ngomong...sepertinya gerakanmu sedikit lambat ya"ucap Smarta,
"Apa yang kau bicarakan haah!!!"ucap orang tersebut.
Orang-orang disekitarnya melempari berbagai macam sihir seperti api, tanah, listrik betupa bola energi ke arah Smarta.
" *menghindar* hah hanya bisa listrik?"ucap Smarta,
"Beraninya kau meremehkan bahawanku!! rasakan akibatnya!!"ucap orang tersebut sambil melesat ke arah Smarta,
"Huft...bukankah sudah kukatakan....*menghindar*...gerakanmu sangatlah lambat"ucap Smarta,
"Kenapa? bagaimana mungkin?!?!! sialan!!!"ucap orang tersebut,
"Ngomong-ngomong...*mengeluarkan bola energi yang cukup besar*"ucap Smarta,
"Huh? energi sebesar itu?...apakah dia alien?"ucap orang tersebut,
"Emm aku hanyalah manusia"ucap Smarta,
"Mana mungkin!!!! kau adalah alien!!!"ucap orang itu dengan sangat yakin,
"Terserah kau saja"ucap Smarta.
Lalu Smarta melemparkan bola energi yang cukup besar ke arah orang tersebut. Orang-orang tersebut berkumpul dan berusaha untuk melindungi orang itu. namun kekuatan mereka tidak dapat menahan bola energi tersebut.
"Sial...kekuatannya ternyata berada di atasku...sialan!!!"ucap orang tersebut sambil menutup mata.
Namun di luar dugaan, tiba-tiba orang-orang tersebut menghilang dari sana dan tiba-tiba berada di belakang Smarta.
"Begitu ya....sepertinya mereka adalah pengguna speed drive"ucap Smarta,
"Hampir saja"ucap orang itu,
"Ya kau benar...hampir saja meleset"ucap Smarta sambil melihat ke atas.
Orang-orang tersebut sedang bingung dengan apa yang dikatakan Smarta, namun mereka menyadarinya ketika Smarta melihat ke atas. terdapat cahaya yang sangat cepat mengarah ke arah mereka yang tidak lain adalah petir.
'Kalau sudah begini, sepertinya sudah terlambat'pikir orang tersebut sambil melihat ke atas.
__ADS_1
JEDEERR..........