Unique Power

Unique Power
121[] Keputusan Yang Sulit


__ADS_3

"Sepertinya kalian datang kemari bukan hanya untuk liburan saja bukan?"ucap Zhodan,


"Mana mungkin ahahah, kami kemari karena surat yang kau kirim"ucap Gradzio,


"Jadi kalian ya...hmm....apakah kalian sanggup?"tanya Zhodan,


"Tentu saja, kau bisa mempercayakan masalah ini pada kami"ucap Gradzio,


"Kenapa tidak Brastino saja yang kemari?"tanya Zhodan,


"Emm beliau sedang sibuk, kami saja lebih dari cukup untuk menyelesaikan masalah di sini"ucap Gradzio,


"Ngomong-ngomong, aku tidak tahu masalah yang sedang kota ini hadapi"ucap Smarta,


"Oh mengenai itu ya..maaf aku lupa mengatakannya di awal"ucap Zhodan,


"Jadi..bisakah kau ceritakan pada kami masalah yang sedang terjadi?"tanya Gradzio,


"Tidak masalah, beberapa tahun yang lalu, kota ini dipimpin oleh ayahku saat itu, da–"ucap Zhodan,


"Di mana orang itu?"tanya Geani,


"Mengenai itu..sayangnya dia sudah tiada"ucap Zhodan,


"Hei diamlah, biarkan dia menyelesaikan ceritanya"ucap Harnely,


"Ahahah maaf"ucap Geani,


"Silahkan lanjutkan"ucap Gradzio,


"Baik, saat itu sedang terjadi suatu pertarungan antara Piece Town dengan suatu makhluk yang tidak kami kenal"ucap Zhodan,


"Makhluk? alien?"tanya Smarta,


"Mungkin saja"ucap Klinto,


"Aku tidak tahu makhluk tersebut, namun aku rasa alien adalah nama dari makhluk tersebut"ucap Zhodan,


"Bisakah kau beritahu kami ciri-ciri makhluk tersebut?"tanya Gradzio,


"Tentu, mereka berwujud seperti makhluk yang memiliki sisik di tubuh mereka"ucap Zhodan,


"Huh? apakah kau pernah bertemu makhluk seperti itu?"tanya Gradzio,


"Hmm entahlah, aku rasa makhluk seperti itu juga belum pernah kulihat"ucap Klinto,


"Mungkinkah makhluk tersebut makhluk yang sama seperti yang kita temui sebelumnya?"icap Geani,


"Hmm? Frow? apakah kau yakin mereka menyerang kota?"ucap Harnely,


"Mungkin saja ada makhluk yang mirip seperri mereka"ucap Smarta,


"Hmm mungkin saja"ucap Geani,


"Emm aku masih tidak mengerti, lanjutkan ceritamu"ucap Gradzio,


"Gerombolan makhluk tersebut menyerang kota ini cukup lama hingga pada suatu ketika entah kenapa para makhluk itu tidak menyerang lagi"ucap Zhodan,


"Hmm apakah seseorang telah menghancurkan portalnya?"tanya Harnely,

__ADS_1


"Portal? apa yang kau maksud? aku tidak mengerti"ucap Zhodan dengan bingung,


"Dia bahkan tidak tahu portal, mungkin saja ada seseorang yang menghancurkannya"ucap Gradzio,


"Hmm sepertinya kau benar"ucap Smarta,


"Lalu apa kelanjutannya?"tanya Klinto,


"Emm setelah itu...ayahku meninggal"ucap Zhodan,


"Haah? apa maksudmu? apakah seseorang telah membunuhnya?"tanya Gradzio dengan terkejut,


"Entahlah, tiba-tiba saja dia mati"ucap Zhodan,


"Kalau tidak salah Kakek meninggal tepat setelah berkurangnya serangan makhluk itu"ucap Zaiyi,


"Hmn sepertinya ada sesuatu yang dilakukan sehingga para makhluk tersebut berhenti menyerang, dan aku rasa bukanlah suatu kebetulan jika seorang pemimpin mati bersamaan dengan itu"ucap Smarta,


"Namun tidak menutup kemungkinan para makhluk tersebut berhenti menyerang karena sudah mendapatkan apa yang mereka cari bukan?"ucap Gradzio,


"Itu dia...."ucap Zaiyi,


"Apakah kau mengetahui sesuatu?"tanya Gradzio,


"Saat itu kalung pada kakek tiba-tiba menghilang entah di mana"ucap Zaiyi,


"Apakah kau yakin akan hal itu?"tanya Gradzio,


"Anakku tidak salah, aku juga melihatnya saat itu"ucap Zhodan,


"Hmm kalung apa yang digunakannya saat itu?"tanya Smarta,


"Kalung itu merupakan peninggalan dari leluhur kami, namun aku tidak tahu makna dari kalung tersebut"ucap Zhodan,


"Setelah pemimpin meninggal, karena suatu konflik di mana terjadi perebutan kekuasaan inilah yang membuat adanya perpecahan di kota ini"ucap Zhodan,


"Hmm? bukankah seharusnya kau yang menjadi pemimpin selanjutnya?"tanya Gradzio,


"Mengenai itu......"ucap Zhodan,


"Ayahku tidak ahli dalam memimpin"ucap Zaiyi,


"Apakah kau memiliki saudara?"tanya Smarta,


"Aku memiliki adik laki-laki Jriba"ucap Zhodan,


"Mengapa tidak dia saja yang menjadi pemimpin?"tanya Smarta,


"Emm Smarta aku rasa kau belum mengetahuinya ya"ucap Harnely,


"Apakah ada yang salah?"tanya Smarta,


"Tentu saja, lagipula sejak dulu bagaimanapun juga, posisi pemimpin dalam kerajaan tentu diberikan kepada anak tertua tau"ucap Harnely,


"Hmm begitu ya..aku baru mengetahuinya"ucap Smarta,


"hadehhh"ucap Harnely,


"Emm lalu di mana adikmu sekarang?"tanya Gradzio,

__ADS_1


"Saat ini adikku sedang berada di sisi lain kota ini"ucap Zhodan,


"Hmm lalu gerombolan orang-orang itu?"tanya Smarta,


"Itu benar, mereka adalah bawahan dari adikku"ucap Zhodan,


"Apa yang terjadi?"tanya Smarta,


"Sepertinya terjadi konflik internal di mana aki rasa kau sebagai kakak tertua tidak bisa menjalankan tugas sebagai pemimpin, sedangkan adikmu lebih ahli dalam bidang itu dan nampaknya dia berusaha untuk menjadi pemimpinnya bukan?"ucap Gradzio,


"Aku tidak menyangka kau ahli dalam hal ini"ucap Smarta,


"Tentu saja dia ahli hahahha"ucap Klinto,


"Emm itu benar, sangat tepat, dan di sinilah permasalahannya dimulai"ucap Zhodan,


"Apa itu?"tanya Gradzio


"Sebagian besar dari pendukung adikku adalah petinggi kota ini, namun mereka kesulitan karena aturan dasar ini"ucap Zhodan,


"Hmm sepertinya sudah seharusnya kau yang memimpin, dan untuk adikmu itu...aku rasa dia masih bisa menjadi seorang penasehat"ucap Gradzio,


"Aku rasa itu bukanlah ide yang buruk"ucap Harnely,


"Kalau begitu, bantulah aku untuk berbicara dengannya"ucap Zhodan,


"Hmm itu adalah hal yang mudah"ucap Gradzio,


"Aku mohon jangan bunuh orang-orang itu"ucap Zhodan,


"Hmm ini akan sulit, pada dasarnya aku ini hanyalah seorang pembunuh, aku tidak ahli dalam menahan diri"ucap Gradzio,


"Huft....ini akan menjadi misi yang sulit"ucap Klinto,


"Kenapa kita tidak langsung ke sana saja?"tanya Smarta,


"Apakah kau yakin? kita akan mudah terkepung seperti tadi"ucap Gradzio,


"Hmm pada akhirnya pertumpahan darah sudah pasti akan terjadi untuk masalah seperti ini"ucap Harnely,


"Hmm andai saja aku memiliki alat untuk membuat orang pingsan"ucap Smarta,


"Mengenai itu...aku memiliki suatu obat yang ampuh dalam membuat orang pingsan"ucap Zaiyi,


"Huh? kau memiliki obat seperti itu?"tanya Smarta,


"Tentu saja, aku sering membuatnya belakangan ini untuk berjaga-jaga jika mereka menemukanku saat aku di luar"ucap Zaiyi,


"Kalau begitu...kenapa tidak kau gunakan saja untuk mendekat ke sana?"tanya Smarta,


"Itu mustahil, beberapa dari mereka ada yang kebal dengan obat ini"ucap Zaiyi,


"Tenang saja, dengan bantuanku sepertinya kita bisa mendekat ke sana"ucap Harnely,


"Apakah kau yakin?"tanya Zhodan,


"Tentu saja, namun aku rasa akan memerlukan waktu untuk membuatnya, setidaknyaa....besok kita bisa ke sana"ucap Harnely,


"Baguslah kalau begitu, tidak masalah"ucap Zhodan,

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kau bisa membuat obat seperti itu"ucap Klinto,


"Tentu saja ahahaha"ucap Harnely.


__ADS_2